
Rama Melajukan mobilnya membelah jalanan Ibu Kota,, Dia berencana akan memberi sureprise buat Sinta dengan menunggu Dirumahnya. Rama yakin kalau Sinta belum pulang dari kampusnya.
Rama sekarang sudah berada di rumah Sinta, dia tidak melihat motor Sinta di sana. Ternyata dugaannya benar kalau Sinta belum pulang. Rama mencoba mengetuk Pintu rumah itu.
"Assalamuàlaikum,"
"Waàlaikumsalam," jawab seorang wanita dari dalam rumah, pintu rumah terbuka dan seorang wanita tersenyum melihat kedatangan Rama.
"Eh,, nak Rama, mari masuk,"
"Siapa ma ?" tanya Zainal yang baru keluar dari kamarnya.
"Ini Pa ada nak Rama,"
" Eh nak Rama, Kapan nih nak Rama pulang dari Surabaya ?" tanya Zainal
"Baru saja sampai Om, Om kok tau kalau saya ke Surabaya," Rama
"Ya iyalah, om kan kerja di perusahaan nak Rama,"
"Uwalah,, nak Rama apa gak capek baru sampai udah ke sini aja," goda Wulan sambil menyajikan dua gelas kopi di atas meja.
"Enggak kok tante, saya kan mau ketemu sama Sinta tante," ujarnya tersenyum
"Maaf Nak Rama, tapi Sintanya belum pulang, apa gak sebaiknya nak Rama telpon Dia saja dulu," saran zainal
"Gak apa-apa kok Om, biar saya tunggu saja sampai dia pulang,"
"Tau gak nak Rama, Sinta itu sampai nangis bombay loh saat nak Rama pergi ke Surabaya," ujar Wulan
"Masak sih Tante ?" Rama merasa senang mendengar penuturan wulan. Berarti Di hati Sinta sudah ada ruang khusus untuknya.
Sinta baru saja sampai di rumahnya, dia merasa binggung melihat ada sebuah mobil di halaman rumahnya itu.
Mobil siapa ini,, apa bang Rafka ya, tapi tidak mungkin kan bang Rafka janjinya Hari minggu baru ke sini, atau mungkin tamunya paman kali ya,, batin Sinta
Sinta memasukkan motornya ke garasi lalu dia melangkah masuk kerumahnya karena pintunya memang terbuka.
"Assalamuàlaikum, Bunda Sinta pulang,"
__ADS_1
"Waàlaikumsalam," jawab mereka barengan
Deggg..
Jantung Sinta berdebar ketika mendengar suara yang sangat di rindukannya terdengar di sana.
" Mas Rama !! ucapnya kaget
Rama menoleh kearah Sinta sambil tersenyum manis kearahnya. Sinta sangat senang melihat kalau itu beneran Rama yang berada di sana.
"Loh kok bengong sih, Ayo sini,, nak Rama sudah lama loh nunggu kamu," ujar Wulan
Sinta segera duduk di samping pamannya berhadapan dengan Rama.
"Oh ya nak Rama, berhubung Sinta sudah pulang, om mau kekamar dulu mau istirahat, badan Om masih meriang, ayo ma tolong pijitin papa," ujar Zainal pergi dari sana, dia memberi ruang untuk mereka berdua.
Sinta masih tak percaya kalau Rama sekarang berada di sana.
"Mas Rama pulang kok gak bilang-bilang sih, kan kemaren katanya masih lama di Surabaya," ujar Sinta
"Kalau bilang-bilang kan gak sureprise lagi, lagian aku kangen banget sama kamu. Ini aja dari Badara langsung kesini karena pengen ketemu kamu,"
" Mas bisa aja gombalnya," ucap Sinta malu-malu
Sinta menundukkan kepalanya, wajahnya merona saat mendengar pertanyaan Rama, Ingin dia menjawabnya tetapi dia malu dengan Rama. Dia tidak menampikkan kalau dia juga merindukan Rama. Rama yang melihat Sinta begitu langsung mengalihkan pembicaraannya.
"Oh ya Sinta,, Aku ada oleh-oleh buat kamu Sebentar ya aku ambil dulu di mobil," ucap Rama bergegas menuju mobilnya.
Rama kembali dengan membawa banyak sekali barang-barang di tangannya.
"Ini banyak sekali mas"
"Aku gak tau apa yang kamu suka,, jadi aku beli semua apa yang menurutku cocok buat kamu," ujar Rama meletakkan semua barang-barang itu di sofa yang kosong dekat dengan Sinta
"Mas,, kenapa kamu melakukan ini ?"
"Sepertinya aku sudah sering bilang sama kamu Sinta,, kalau aku itu menyukai kamu, semua itu bukan candaan tapi itu tulus dari hati aku dan bahkan rasa itu sudah berubah menjadi cinta yang sangat dalam di hati ini. aku tau kalau kamu belum siap menerima orang lain di hatimu,akan tetapi sampai kapanpun aku akan menunggumu membuka hati untukku," ujarnya sambil menatap mata Sinta.
Deegg...
__ADS_1
Jantung Sinta berpacu mendengar ungkapan hati Rama, Sinta tidak melihat ada kebohongan di manik mata Rama, Dia terharu mendengar ucapan Rama yang menusuk relung hatinya itu.
Apakah sudah saatnya aku membuka hati buat orang lain, tapi aku takut terluka lagi,, batinnya
"Mas,, kasih aku waktu untuk menata kembali hatiku yang porak-poranda ini, agar aku bisa menerimamu seutuhnya ," ucapnya
"Aku akan menunggu saat itu tiba Sinta, dan percayalah kalau Aku sangat mencintai kamu," ujar Rama sambil menggenggam tangan Sinta.
Mereka pun terdiam beberapa saat, sampai suara deheman mengejutkan mereka. Zainal dan istrinya sudah berada di sana tanpa mereka sadari.
"Waah..banyak banget oleh-olehnya Nak Rama,, bisa buka toko nih," canda Wulan
"Iya tante,,Saya tidak tau apa yang di sukai sama Sinta Tante, jadi saya borong saja semuanya he..he..", ucap Rama cengengesan.
"Ini sih memang seleranya Sinta semua nak Rama, kok bisa pas gini ya," ucap wulan takjub
Rama memang tau apa yang di sukai dan apa yang tidak di sukai sama Sinta karena dia sudah menyuruh seseorang untuk mencari informasi sedetil apapun yang berhubungan dengan Sinta. Dia cuma membuat alasan saja agar Sinta mau menerima oleh-oleh yang banyak itu.
Hari sudah sore, Rama pun pamit dari rumah Sinta dan pulang ke apartementnya.
Sampai di Apartementnya Rama langsung bergegas menuju ke sana, Dari ke jauhan dia melihat seseorang yang sangat Familiar masuk ke Apartement di sebelah Apartementnya.
Apa itu Rafka ya, tapi kan Rafka di Inggris, gak mungkin tiba-tiba dia di sini,, Batin Rama segera masuk ke Apartementnya.
Rama menghempaskan tubuhnya di Sofa dan menghidupkan musik sesuai dengan suasana hatinya saant ini. Kasmaran...
Rama memejamkan matanya meresapi kata tiap kata lagu itu sambil senyam-senyum sendiri.
Rafka baru menyadari kalau sahabatnya sudah pulang setelah mendengar suara musik di Apartement sebelahnya. Dia bergegas menuju ke sana dan langsung masuk ke Apartement Rama karena kebetulan Rama tidak menutup pintunya.
Rama tidak menyadari kalau ada orang yang masuk ke Apartementnya itu, Dia masih asik mendengarkan musiknya sambil bernyanyi sesekali dan masih dengan senyum merekahnya.
Rafka sudah duduk di hadapan Rama dan memperhatikan tingkah sahabatnya itu sambil tersenyum..
Akhirnya gue melihat lagi senyum yang terpancar dari dalam hatinya setelah sekian lama menderita karena di hianati kekasihnya dulu,, Batin Rafka
"Uluh,, uluh,, yang lagi kasmaran...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
🌹Jangan lupa Like,, Coment dan Vote ya
Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapatkan notif up date nya.