JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 43


__ADS_3

Itu karna lo maksa, lagian gue gak mau kalau lo ngingkari janji lo sama tu cewek, siapa tau dia bisa jadi pacar lo, kan lo jadi gak jomblo lagi,"


"Ish amit-amit gue pacaran sama cewek jadi-jadian kayak dia, mendingan sama yayang Dira yang cantiknya tidak di ragukan lagi," ujar Jono


"Udah...lo jangan ngarepin yang gak pasti, lagian gue dengar Dira lagi dekat sama pak Rafka, lo gak ada apa-apanya di banding dia,"


"Yang bener ? kok gue gak tau ya, lo tau dari mana ?


"Lo sih gak Up to date, gue taunya dari yayang gue," ujar Zidan


"Yach hancur harapan gue bisa sama-sama dengan yayang Dira, gue bagai buih di lautan kalau di bandingkan sama Pak Rafka yang tampan dan berwibawa itu, kayaknya gue harus move on dari yayang Dira dan mulai mencari tambatan hati lain," ucap Jono lemas


" Jangan lemas-lemas Jon, di dunia ini masih banyak cewek lain yang melebihi Dira kok, gue yakin lo akan mendapatkan salah satunya, yang penting lo samangat mencarinya he..he.."


"Ya udah, jadi gak nih ngajarin gue naik motor ?"


"Gue jadi ragu nih, kasian motor gue kalau lo rusakin lagi, malah masih kinclong gini lagi," ujar Zidan


"Yah elo niat gak sih bantuin gue, kalau gak gue balapannya pakai motornya Sinta aja ni," ujar Jono.


"Jangan dong, bisa hancur reputasi gue punya sahabat kayak lo kalau lo balapan pakai Motor Sinta yang warna Pink itu, bisa di ketawain lo entar sama mereka," ucap Zidan


"Kalau gitu ayo dong lo ajarin gue," ujar Jono semangat lalu Jono mengambil alih motor itu dan menaikinya.


Lah yang punya motor siapa sih sebenarnya, kenapa dia yang nyuruh-nyuruh gue ya,, batin Zidan.


Akhirnya Zidan pun mengajari Jono naik motor gede itu, awalnya Jono agak kaku dan takut tapi lama-kelamaan dia mulai santai membawa motor itu dan akhirnya dia mulai lancar membawanya.


"Nah kan apa yang gue bilang, gue pasti bisa bawa motor ini," ucapnya senang


"Iya..iya..kalau seperti ini kan gue jadi gak ragu ngasih motor gue ke lo, tapi nanti malam gue ikut ke sana ya sama yayang gue," ujarnya


"Ngapain kalian ikut ?

__ADS_1


"Gue mau nyemangati lo lah, lagian gue mau pastiin motor gue gak kenapa-kenapa,"


"Ya udah deh, nanti kita ketemu aja di jalan XX." ucapnya, Zidan ternganga mendengar nama jalan itu.


"Lo seriusan gak salah tempat ?


"Kenapa emangnya ?" tanya Jono heran


"Itu tempatnya para pembalap jalanan yang sudah fropesional, jangan-jangan cewek yang nantang lo salah satu dari mereka ," ujarnya


"Ha..ha..gak mungkin lah, dia aja bontet kayak gitu, mana mungkin dia seorang pembalap," ucap Jono sambil tertawa terbahak-bahak.


"Udah deh,,lo ngomong kek gitu hanya buat naku-nakutin gue kan agar gue gak jadi minjam motor lo ?" ujar Jono masih tertawa


"Serah lo deh mau percaya atau enggak, yang penting gue udah ngingatin lo, jangan sampai lo berurusan sama mereka, bisa habis lo," ucap Zidan


Jono masih gak percaya, dia merasa geli sendiri mengingat tubuh gadis yang kecil dan mungil itu, jangankan naik motor gede kayak punya Zidan naik motor bebek seperti motornya Sinta aja dia mungkin harus jinjit.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, saatnya Jono pergi ketempat janjian balapan dengan cewek SMA itu.


Dia sudah siap dengan jeans dan jaket kulit warna coklatnya dan sebuah Helm di tangannya layaknya pembalap sungguhan. Sebelum dia pergi dia bercermin dulu di kamarnya.


"Ternyata gue gagah juga kalau berpakaian seperti ini, sudah sangat meyakinkan kalau gue bukan pembalap abal-abal he..he..," ujarnya sambil bergaya di depan cerminnya.


Setelah merasakan semuanya perfect Jono kemudian langsung berjalan ke motornya dan berangkat menuju tempat yang di maksud.


Sampai di sana sudah terlihat ramai sekali orang-orang dengan motornya yang beraneka ragam berada di pinggir jalan itu, Zidan dan Ica pun sudah berada di sana. Jono tidak menyangka akan seramai itu, dia pikir hanya dia dengan cewek itu saja yang datang, seketika dia merasa grogi.


Zidan melambaikan tangan ke arahnya, Jono segera menghampiri mereka.


"Oh jadi ini yang berani nantangin The Queen kita," ujar salah satu cowok yang berada di dekat mereka.


Gleek..

__ADS_1


Jono menelan salivanya ketika mendengar ucapan pemuda itu.


Apa...dia bilang tadi The Queen ? Mampus gue, Gue sudah salah menilai cewek itu,, Batin Jono


Zidan juga melihat wajah Jono berubah menjadi pucat pasi itu, dia menepuk-nepuk bahun Jono.


"Gue kan sudah ingetin lo bro, sekarang pilihan lo cuma dua, balapan atau di gebukin sama mereka," ucap Zidan, Jono semakin takut mendengar ucapan Zidan.


"Lo bukanya nyemangatin gue malah nakut-nakutin gue, gimana sih. Lo itu teman gue apa bukan sih ?" ujarnya


"Gue temen lo lah, tapi memang itu kenyataannya. setiap orang yang sudah masuk ke sini tidak bisa pulang sebelum balapan, walaupun lo lolos, mereka akan cari lo di manapun lo berada." ujar Zidan lagi yang membuat semua bulu-bulu di tubuh Jono meremang.


"Dan yang parahnya lagi yang lo tantang itu The Queen di arena balapan liar ini," tambahnya.


Jono semakin takut, semangatnya yang tadi menggebu-gebu kini berubah jadi rasa takut yang sangat besar, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur tidak bisa di ubah lagi, dia hanya pasrah apabila nanti dia celaka akibat kebodohannya itu.


Tak lama kemudian sebuah motor gede terlihat melaju ke arah arena balapan itu, dan dia di sambut dengan riuh sorakan dan tepuk tangan dari semua yang ada di sana.


Mulut Jono ternganga melihat seseorang yang turun dari motor itu sangat berbeda dengan gadis SMA yang di temuinya tempo hari. orang ini memakai jaket kulit berwarna hitam dengan Jeans senada dengan Jaketnya dan juga Helmnya dan juga memakai sepatu kulit yang tingginya mungkin sejengkal orang dewasa yang membuat postur tubuhnya jadi tinggi semampai.


Dia membuka Helmnya, dan mendekati teman-temannya, Jono makin terpana akan kecantikan gadis itu, dia tidak terlihat seperti anak sekolahan, wajahnya yang imut sudah tertutupi dengan make up yang membuatnya kelihatan seperti orang dewasa.


"Waah Bro, itu yang lo bilang gadis bontet, cantik banget, kok dia gak seperti yang lo bilang sih," ucap Zidan membuat Ica memelototkan matanya ke arah Zidan


"Tapi tetap yayang Ica lebih cantik kok,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Like...Coment...Votenya ya..


Dan tekan tanda ❤ apabila kamu menyukai cerita ini agar kamu mendapatkan notif Up Datenya...


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2