
Syukurlah kalau memang begitu adanya, tapi kita sudah kehilangan calon cucu kita pa," ujar Mamanya Siska sambil menangis menatap putrinya yang masih terbaring lemah di atas Brankar.
" Apa Siska sudah tau kalau dia hamil dan keguguran ?" tanya Indra
"Dia belum tau Dra," jawab Thomas
"Kalian tidak usah kasih tau dia, dan kami pun tidak akan kasih tau Bian, jadi mereka tidak akan sedih karena tidak mengetahuinya," ujar Indra
"Tapi kan Siska akan merasa sakit di perutnya, apa dia gak akan curiga," tanya mamanya Siska.
"Kan kalau datang bulan kadang juga terasa sakit kan, kita bilang saja kalau dia lagi datang bulan." ujar Mamanya Bian
"Ya sudah, jadi kita harus merahasiakan ini semua dari mereka, saya akan bertemu dengan Dokter agar mereka juga bekerja sama dengan kita kalau mereka tidak mau saya akan menuntut rumah sakit ini," ujar Thomas.
Perlahan tangan Siska bergerak, dan matanya pun mengerjap-ngerjap lalu terbuka sempurna.
"Pa..mas Bian Mana pa ?" Tanya Siska
"Bian ada Siska, dia lagi di rawat di ruang lain," ujar Indra
"Gak mungkin pa, Tadi Siska dengar Dokter bilang Mas Bian sudah meninggal," ujar Siska sambil menangis.
"Siapa bilang Bian sudah meninggal, dia masih hidup dan sehat, dia lagi di rawat di ruang lain," ujar Mamanya Siska.
"Mama jangan bohong sama Siska, Siska dengar sendiri Dokter bilang mas Bian sudah meninggal, kenapa kalian bohongin aku sih," ujarnya masih menangis.
"Benar Siska Bian masih hidup, mungkin kamu hanya mimpi saja," ujar Indra.
"Iya nak, mungkin kamu hanya mimpi saja nak," ujar Thomas.
"Benarkah Pa ?" mereka semua menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau memang benar antar aku ke sana Pa," ujar Siska.
"Sebentar ya sayang kita tunggu Suster dulu," ujar Indra.
Tak lama kemudian dua orang Suster datang dengan membawa kursi roda.
"Apa bu Siska sudah siap ? tanya suster itu.
"Iya Sus, saya mau bertemu dengan suami saya Sus," ujar Siska tak sabaran.
"Baiklah bu Siska, kita akan segera ke sana," ujar Suster itu dengan senyum manisnya.
Siska sangat senang karena dia hanya mimpi saja mendengar kalau Bian sudah meninggal, tapi dia masih penasaran semuanya seperti kenyataan saja, namun rasa penasarannya tertutup dengan kebahagiannya itu.
Suster mendorong kursi Roda Siska menuju ke ruang rawat Bian.
Sementara di ruang Rawat Bian sedang meringis kesakitan karena luka di kepalanya, Dia heran kenapa Orang tuanya tidak berada di sana untuk menjaganya padahal kata Dokter pihak rumah sakit sudah menghubungi mereka.
"Siska kenapa ma ?" tanya Bian
"Siska tidak apa-apa kok Bian, dia hanya Shock saja mendengar kalau kamu kecelakaan," Sebuah senyum terbit dibibir Bian.
Saat Siska sudah berada di dekat Bian dia bangun dari kursi rodanya lalu berhambur kedalam pelukan Bian.
"Mas Bian, aku sangat takut saat aku bermimpi kalau kamu di nyatakan meninggal, Aku gak sanggup kehilangan kamu," ujar Siska sambil menangis.
"Jangan nangis lagi sayang, aku gak akan ninggalin kamu lagi, aku berjanji aku akan selalu berada di samping kamu hingga akhir hayatku," ujar Bian
Siska melepaskan pelukannya ketika mendengar ucapan Bian itu.
"Apa kamu hilang ingatan mas Bian, kepalamu terluka, apa yang kamu ucapkan itu nyata atau kamu hanya ingin menghiburku saja," ujarnya.
__ADS_1
"Aku serius Siska, aku sudah memikirkan semuanya. Maafkan aku Siska, Saat aku kecelakaan aku sedang menuju ke tempat janjian kita, tapi kecelakaan itu sudah menghalagi aku sampai ke sana." ujar Bian, Siska semakin kencang menangisnya lalu kembali ke pelukan Bian.
"Makasih mas Bian, aku sangat bahagia sekali mendengarnya,"ujar Siska dengan wajah bahagianya, Bian membelai rambut panjang Siska dengan penuh kasih sayang. Orang tua mereka yang melihatnya sangat bahagia karena akhirnya Bian bisa mencintai Siska juga.
Sementara Rama dan Sinta sedang menikmati pikniknya bersama sahabat-sahabatnya di sebuah pantai yang berada di Aceh, karena sekarang lagi weekend pengunjung di pantai tersebut sangat Ramai sehingga membuat suasana semakin meriah.
Mereka berpasang-pasangan, Rama dan Sinta, Rafka dan Dira, Zidan dan Ica, Denis dan Zera, Jono, Aisyah dan Yusuf pun ikut serta. Mereka mengambil tempat yang strategis di bawah sebatang pohon yang rimbun dan berhadapan langsung dengan pantai yang sangat indah itu.
Para cowok- cowok pun pada main Volly pantai sedangkan para Ladies sedang mempersiapkan makanan sambil bakar-bakar ikan hasil tangkapan nelayan setempat.
Terlihat dari kejauhan Sekertaris James datang dengan seorang gadis yang tak lain adalah Risa, kemarin Risa sudah meminta maaf langsung sama Rama dan Sinta, dia khilaf sehingga melakukan itu pada mereka, sedangkan James sudah memaafkan Risa juga.James pun ikut juga bermain Volly pantai bersama yang lainnya.
Banyak pengunjung yang menonton permainan mereka, kebanyakan dari mereka adalah para cewek-cewek yang terpesona sama ketampanan cowok-cowok itu terutama Rama yang sangat sempurna dengan kaos tipis dan celana selututnya itu membuat kaum hawa menjerit-jerit histeris saat melihat performanya itu.
Para Ladies pun tak kalah lebih memukau, banyak cowok-cowok yang sengaja duduk di sekitar mereka hanya sekedar ingin memandang kecantikan mereka.
setelah menyiapkan masakan mereka, Para Ladies yang terdiri dari Sinta, Dira, Ica, Zera,Aisyah dan Risa akhirnya mereka memutuskan untuk main air alias nyemplung di air laut itu.Sinta yang sedikit trauma sama air laut pun akhirnya mandi juga walaupun hanya di pinggir saja.
Para cowok yang melihat mereka langsung menghentikan permainannya dan Langsung menghampiri mereka.Rama bergegas menghampiri Sinta karena dia melihat dari tadi ada beberapa Orang Cowok yang melirik tunangannya itu.
Saat dia berada di hadapan para cowok itu dia menunjuk kearah matanya dan kemudian menunjuk ke arah mereka lalu menggandeng tangan Sinta dan membawanya masuk ke air yang sedikit dalam.
"Mas aku takut, jangan jauh-jauh," ujar Sinta
"Jangan takut sayang, aku akan selalu di sampingmu," ujar Rama, benar saat itu Rama tidak melepaskan tangannya dia tangan Sinta karena melihat Sinta sudah gemeteran takut.
"Mas udahan aja mas, aku beneran takut," ujar Sinta lagi, Rama kemudian mengikuti maunya Sinta mereka kembali ke bawah pohon itu.
"Kenapa kamu takut sayang, tadi itu belum dalam loh, airnya baru se dada,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like...Coment..dan Vote ya..🙏🙏🙏