JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 62


__ADS_3

Eh nak Yusuf sudah datang, ayo kita sarapan bareng yuk," ajak Rahmi


"Makasih tante, saya sudah sarapan kok," ucapnya


"Kita gak enak nih kalau sarapan sedangkan kamu nunggu sendirian di sana, ayo sini nak yusuf kalau gak mau makan minum saja nak," ajak Rahmi lagi, Yusuf gak enak kalau menolaknya.


Tak lama kemudian Fajar keluar dari kamarnya dengan memakai setelan Dinasnya.


"Eh sudah ada nak Yusuf toh, Ayo nak kita sarapan bareng," ajak Fajar, Yusuf mengikuti saja kemauan mereka. Dia lalu duduk di kursi sebelah Sinta.


Mereka pun akhirnya sarapan. Setelah selesai sarapan Fajar pamit hendak ke kantor desa.


"Mak , Ayah pergi dulu ya dan kamu Sinta segera siap-siap lalu pergi dengan nak Yusuf dan juga Mak mu untuk mengecek persiapan pertunangan kalian," ujar Fajar.


"Baik Yah," ucap Sinta lemah, Yusuf yang melihatnya hatinya berdenyut sakit.


Apa di hatimu itu gak ada sedikit saja rasa untukku, ternyata selama ini cintaku bertepuk sebelah tangan, walaupun kamu tau kita akan bertunangan tapi hatimu masih saja merindukan Rama,, Batin Yusuf


Mereka pun akhirnya berangkat, Sinta hanya melihat ke luar jendela mobil saja tanpa menoleh sedikit pun ke arah Yusuf. Yusuf hanya menghela nafas saat melihat Sinta seperti itu, keputusannya untuk melepas Sinta memang tepat adanya. kalau dia memaksakan juga kehendaknya pasti mereka berdua tidak akan bahagia nantinya.


Di dalam mobil sesaat hening, akhirnya Rahmi membuka suara untuk memecahkan keheningan.


"Nak Yusuf, seberapa persen sudah persiapannya ?" tanya Rahmi


"Sebenarnya sudah 99 persen sih tante, kita cuma mengecek kekurangannya saja agar pihak EO bisa menambahkannya," ujarnya, Sebenarnya Yusuf pun tidak mengerti apa-apa, dia cuma asal jawab saja. Semua persiapan itu di lakukan oleh orang suruhannya Rama.


Dan akhirnya tiba lah mereka di sebuah gedung yang sudah di dekor sedemikian rupa yang membuat Sinta tercengang di buatnya. Yusuf pun tak kalah tercengangnya dari Sinta, dia tidak menyangka kalau Rama membuat pesta pertunangan yang sangat mewah seperti itu sudah seperti acara Resepsi saja.


"Mas Yusuf ini benar tempatnya ?" tanya Sinta.


"I..iya.." jawab Yusuf gagap

__ADS_1


"Apa ini gak terlalu mewah mas, sebaiknya kita tunangannya di rumah saja, kan lebih irit. Uangnya bisa kita tabung buat biaya pernikahan nanti," ujar Sinta


"Ini sudah kemauan Abi Sinta, aku hanya ikut saja apa yang mereka Inginkan," ucap Yusuf


"Biar aku saja yang bicara dengan Abi mu mas, aku tidak mau kalau mereka menghambur-hamburkan uang hanya demi menyelenggarakan pesta pertunangan mewah seperti ini, lagi pula kalau mereka mau menghabiskan uangnya bisa buat di berikan kepada yang membutuhkan, tidak harus mengadakan pesta semewah ini," ujar Sinta


"Ini tidak bisa di ubah lagi Sinta, uangnya sudah di kasihkan ke EO nya, kalau kita membatalkan semuanya uang itu tidak akan dikembalikan lagi kepada kita, karena sudah seperti itu perjanjiannya," Yusuf tidak tau lagi harus memberi alasan apa pada Sinta, Sinta terlalu sederhana menurutnya, kesederhanaan itu pula yang membuat kecantikannya semakin memancar.


"Tapi ini kan mubazir mas,"


"Sudah kita jalani ini saja dulu, aku janji nanti saat kita menikah akan buat pesta yang sederhana saja, tapi please kali ini saja kamu ikuti saja apa yang sudah di siaplan oleh mereka," mohonnya, Entah berapa kali Yusuf harus berbohong hanya untuk mewujudkan rencana Abi dan ayahnya Sinta itu.


Maafkan aku Sinta, aku terpaksa berbohong kepadamu, sebenarnya aku gak tega membohongi kamu seperti ini, aku tau kamu tidak ingin semua ini terjadi, aku melakukan ini hanya untuk membuatmu bahagia bersama pak Rama,, Batin Yusuf.


Sinta pun akhirnya mengalah, walaupun dia tidak ingin mengadakan pesta yang mewah seperti itu namun nasi sudah menjadi bubur, dia cuma bisa ikut saja dengan apa yang telah di siapkan oleh calon mertuanya itu.


Hari sudah sore, Yusuf pun akhirnya mengantarkan Sinta dan Ibunya kembali ke rumahnya dan dia juga pulang kerumahnya.


🌹🌹🌹


Rama sudah membooking dua kamar di salah satu hotel yang berada di pusat kota Banda Aceh itu.


Setelah sampai di Hotel, Firman dan Muna segera bebersih, mereka rencananya mau berburu kuliner makanan khas Aceh yang katanya terkenal sangat Enak-enak itu. Rama sangat kelelahan sehingga dia tertidur di kamarnya tanpa tau apa yang di perbuat oleh Papa dan mamanya itu saat ini.


Sesudah selesai melaksanakan Shalat Magrib, tanpa memberitahukan kepada Rama Firman dan Muna pergi jalan-jalan mengelilingi kota Banda Aceh itu dengan menggunakan taksi online, mereka ingin menikmati keindahan kota itu pada malam hari.


Tidak ada kata capek bagi mereka, mereka sangat senang karena jalanan di sana sangat lengang tidak macet seperti di Jakarta, tujuan pertama mereka adalah mengunjungi Mesjid Raya Baiturrahman yang berada di pusat kota Banda Aceh.


Setelah sampai di sana mereka berdua mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat sunat dua rakaàt, kemudian mereka duduk-duduk santai di bawah payung-payung menara mesjid itu. Mereka serasa seperti berada di Masjidil Aqsa madinah.


Perasaan nyaman dan tentram menyelimuti hati keduanya, mereka sangat takjub akan keindahan Mesjid itu pada malam harinya.

__ADS_1


Kruk..kruk..


Bunyi perut muna membuat Firman tertawa.


" Mama lapar ya ?" tanya Firman, Muna mengangguk manja


"Yuk kita cari makan, enaknya makan apa ya ?" ajak Firman


"Kita lihat yang paling rame pembelinya Pa," ujar Muna


"Emangnya kenapa ma ?"


"Kalau rame pembeli kan otomatis pasti enak Pa," jelas muna


"Iya juga sih,"


Mereka pun akhirnya naik lagi ke dalam taksi online tadi karena mereka sudah membooking taksi itu semalaman buat mengantar mereka kemanapun mereka mau.


Di rumahnya Sinta kepengen banget makan Nasi goreng di perempatan jalan dekat halte bis yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, gak tau kenapa dia pengen sekali makan langsung disana.


Dia pun pamit sama Ayah dan ibunya buat pergi kesana.


"Ayah, Sinta pengen makan nasi goreng yang di perempatan jalan yang dekat halte bis itu, boleh gak kalau Sinta pergi sebentar ke sana ?" Tanya Sinta


"Boleh..tapi ayah antar ya," Sinta mengangguk.


Mereka pamit sama ibunya Sinta lalu mereka pun pergi dengan menggunakan motor bebek ayahnya Sinta.


Sampai di sana terlihat sudah banyak yang mengantri, Sinta langsung mengantri juga dan menyuruh ayahnya buat menunggu di kursi yang di sediakan di sana.


Bruukk..

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya...makasih🙏🙏🙏


__ADS_2