JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 32


__ADS_3

Rama membukakan pintu mobil buat Sinta, Sinta pun turun dari mobil itu, kemudian Rama mengambilkan makanan yang di bawa tadi di bagasi mobil.


"Mas !" panggilnya


"Ya sayang ada Apa ?"


"Mas Yakin di sini ada orang ? kok sepi sekali ya ?" Rama tidak menjawab malahan dia menggandeng tangan Sinta menuju ke arah yang berlawanan dari Panti tersebut.


Rama dan Sinta sekarang sudah berdiri di sebuah gedung yang mirip dengan sebuah Aula, di sana terlihat banyak sekali ibu-ibu dan Anak-anak yang sedang mengerjakan sesuatu.


"Assalamuàlaikum," ucap Rama


"Waàlaikumsalam," jawab meteka serentak


"Kak Ramaa...!


Teriak anak-anak yang ada di sana berhambur kearah Rama, Sinta melihat kearah mereka dan seketika Sinta merasa sepertinya mereka tidak asing di mata Sinta.


"Miss Sinta,, kenapa miss datang sama kak Rama ?" tanya seorang anak perempuan yang sangat cantik itu.


"Mira...!


Sinta kaget melihat Mira, dia baru menyadari kalau sebahagian dari mereka adalah anak jalanan yang pernah di ajarkan sama dia.


" Kalian kok ada di sini sih ? Pantesan saja Miss Sinta gak pernah lihat kalian ngamen lagi di jalanan," ujar Sinta heran


" Iya Miss, Kak Rama yang membawa kami kesini dan waktu terakhir kali Miss Sinta mengajarkan kami itu adalah hari terakhir kami ngamen di jalanan." Jelas Joko, Sinta memandang ke arah Rama, Rama hanya tersenyum padanya.


" Mas bisa jelasin gak soal ini ?" ujarnya


"Nanti saja mas jelasinnya , sekarang kita bagikan dulu makanannya, kasihan mereka sudah kelaparan," ajak Rama. Mereka kemudian membagikan makanan itu, anak-anak terlihat mengantri terlebih dahulu dan para ibu-ibu mengatri setelah mereka, tidak ada satupun dari mereka yang berebut. Sinta takjub dengan apa yang di lihatnya sepertinya mereka sudah terbiasa seperti itu.

__ADS_1


Setelah mereka semua kebagian makanan, masih banyak makanan yang tersisa disana.


"Mas Rama, ini masih banyak makanannya mau kita apakan ?


" Itu di simpan di sana saja ," jawab Rama


"Kenapa gak di kasih sama orang lain saja, kalau makanannya basi kan mubazir," ujar Sinta, Rama tersenyum ke arahnya.


"Gak akan mubazir sayang karena sebentar lagi akan ada yang mengambilnya," ucap Rama semakin membuat Sinta Binggung, Benar kata Rama tak lama kemudian terlihat seorang bapak-bapak datang menghampiri mereka.


"Nak Rama sudah Datang ya ?" ucapnya Ramah, Rama segera mengambil makanan itu lalu menyerahkannya kepada bapak itu.


" Ini pak, Seperti biasanya tolong bagikan pada yang lain ya, makasih ya pak," ucap Rama sambil tersenyum ke arahnya.


"Iya nak, seharusnya kami yang banyak berterima kasih kepada nak Rama karena berkat nak Rama kami bisa seperti sekarang ini. Oh ya, ini siapa nak Rama ?" tanya bapak itu sambil melirik ke arah Sinta


"Oh iya pak saya lupa ngenalin sama Bapak, Ini Sinta Calon Istri saya, dia adalah orang yang menginspirasi saya membangun tempat ini dan membawa kalian kemari,"


"Loh mas Kok aku sih," tanya Sinta heran


"Anak-anak dan semuanya sebelum makan seperti biasa kita berdoa dulu semoga nikmat yang kita dapat hari ini menjadi berkah, Joko kamu pimpin doànya," suruh Devan pada Joko, Joko memimpin Doa dan semua yang ada di sana mengikutinya. setelah berdoà baru mereka mulai makan.


Sinta takjub melihat kedisiplinan mereka, sehingga meneteskan air matanya.


"Sayang..kenapa kamu menangis ?" tanya Rama sambil menuntun Sinta ke sebuah kursi yang tak jauh dari sana.


"Mas bisa jelasin gak apa yang terjadi sebenarnya, aku speechlees dan terharu akan apa yang aku lihat di sini," ucap Sinta.


"Oke Mas akan ceritakan semuanya padamu, tapi kamu harus janji kalau kamu gak akan marah," walaupun Sinta binggung akan ucapan Rama akan tetapi dia menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya saat kamu berada di toko buku waktu itu aku mengikutimu hingga sampai ke tempat dimana kamu mengajarkan mereka," ujar Rama

__ADS_1


"Jadi waktu itu mas ngintilin aku ?" ujar Sinta marah, dia tak menyangka kalau Rama mengikutinya selama ini.


"Tuh kan..tadi kamu sudah janji gak akan marah,"


"Maaf mas, aku lupa ayo lanjutkan ceritanya,"


"Saat itu aku merasa kagum melihatmu mengajarkan anak-anak itu dengan penuh kasih sayang, Aku iri padamu walau pun kamu hanya mengajarkan mereka, tetapi mereka kelihatan sangat bahagia dan aku tak pernah kepikiran melakukan hal yang kamu lakukan, mulai saat itu juga aku bertekad untuk mengangkat derajat mereka dari kemiskinan, aku membangun tempat ini buat tempat tinggal mereka bersama keluarga mereka. Dan seperti inilah keadaan mereka sekarang," jelas Rama, Sinta manggut-manggut mendengar penuturan Rama.


"Mas tapi aku penasaran pada saat kita datang tadi mereka lagi mengerjakan sesuatu, aku ingin tau apa yang mereka lakukan tadi ,"


"Mereka sedang membuat kerajinan dari sampah plastik, selain dapat mengurangi sampah di kota ini mereka juga bisa menghasilkan uang dari hasil yang mereka buat,"


"Di sini tinggal lebih kurang sekitar dua puluh keluarga, Para ayah mencari botol-botol bekas dan sampah plastik lainnya yang bisa di olah menjadi sebuah kerajinan sedangkan ibu-ibu dan anak-anaknya membuat kerajinan dari sampah tersebut, ya kira-kira seperti ini bentuk kerajinannya," ujar Devan sambil memperlihat gantungan kunci mobilnya.


"Bagus banget ya mas, aku kira ini kamu belinya di mall, taunya bikinan mereka," ucap Sinta terkesima melihat gantungan kunci itu yang tidak terlihat seperti terbuat dari plastik.


"Memang kok sayang, semua karya mereka sekarang sudah di jual di Mall- Mall terbesar di kota ini," ucap Rama bangga


" Yang bener mas," ucap Sinta tak percaya


"Tapi kok bisa ya mereka membuat kerajinan seperti itu, itu bukan bagus lagi namanya tapi rasanya mereka sudah propesional dalam hal itu."


"Aku menyewa tenaga pengajar propesional untuk mengajarkan mereka mengolah sampah menjadi kerajinan yang bernilai tinggi, sehingga mereka sekarang sudah bisa membiayai anak-anaknya sekolah di sekolah formal," jelas Rama membuat Sinta makin kagum di buatnya


"Mas..makasih ya sudah membuat mereka menjadi berguna dan mandiri," ucap Sinta meneteskan air matanya


"Seharusnya mas yang berterima kasih sama kamu, berkat kamu mas menjadi orang yang berguna bagi orang lain," ucapnya sambil menangkup wajah Sinta dan menghapus air matanya dengan jarinya.


"Aku berjanji Sinta, mulai saat ini aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata pun mengalir di mata indahmu ini, aku akan selalu membuatmu bahagia Sinta," ucapnya sambil menatap manik mata Sinta yang indah itu.


"Mas aku bahagia..sangat bahagia," spontan Sinta memeluk tubuh Rama

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Jangan lupa Like,, Coment dan Votenya ya..


__ADS_2