
Lo tau gak, gara-gara kebodohan lo, lo akan kehilangan Sinta," ujar Rafka ngos-ngosan.
"Ha...ha.., gue memang sudah melupakan dia semenjak kalian itu selingkuh," jawab Rama sambil tertawa dengan nafas berat.
"Lo akan menyesal setelah tau kenyataannya Rama, lo gak akan punya kesempatan lagi buat kembali sama Sinta," ucap Rafka sambil mengelap darah di sudut bibirnya
"Apa lo bilang, gue menyesal, dia yang akan menyesal sudah menghianati cinta gue,"
"Asal lo tau Rama Sinta itu sepupu gue yang dulu mau gue kenalin ke lo," ujar Rafka
Jedaarr...
Kepala Rama berputar, jantungnya seakan keluar dari dalam tubuhnya ketika mendengar ucapan Rafka.
"Apa lo bilang ?" tanyanya lemah dengan bibir yang bergetar.
"Sinta adalah sepupu gue," ucap Rafka lemah
Tak terasa air mata mengalir di pipi Rama. Dia sangat kaget mendengar kenyataan itu. Rama sudah sangat menyakiti hati Sinta dan dia kemudian membentur-benturkan kepalanya di tembok, Rafka yang melihatnya segera menarik Rama sehingga di terhempas di sofa.
"Apa yang lo lakuin Hah ?" Bentak Rafka
"Rafka kenapa lo gak bilang kalau lo itu sepupu Sinta" tanya Rama dengan nada meninggi.
"Gara-gara lo gue sudah salah menuduh Sinta yang bukan-bukan," ucapnya
"Apa itu salah gue atau salah Sinta, itu semua salah lo Rama, Lo yang gak mau dengar penjelasan dari kita," ujar Rafka tak kalah tinggi.
"Gue harus ketemu Sinta sekarang, gue harus minta maaf sama dia," Rama hendak beranjak dari sofa.
"Percuma.." ucap Rafka, Rama mengerutkan keningnya
"Percuma kenapa ?
"Sinta sudah pergi," Rama memegang kerah baju Rafka.
"Bilang ke gue, dia pergi kemana ?
Dia pulang ke kampungnya, dia sudah tidak sanggup melihat kelakuan lo yang jalan sama cewek lain dan mesra-mesraam di depannya." ucap Rafka.
"Itu gak seperti yang dia lihat Rafka , gue gak jalan sama Sonia, gue hanya menunaikan Janji sama ayahnya sonia saja," ucap Rama
"Percuma lo jelasin sama gue, Sinta juga sudah pergi,"
"Gue harus nyusul dia, dimana kampungnya Rafka ?
"Gue gak mau ikut campur lagi urusan kalian, yang penting gue sudah kasih tau lo keadaan yang sebenarnya, kalau lo ingin memperjuangkan cinta lo sama Sinta, lo cari tau saja sendiri," ucap Rafka lalu pergi dari sana.
Rama mengacak-ngacak rambutnya frustasi, lalu dia menelpon anak buahnya buat melacak keberadaan Sinta. Akan tetapi anak buahnya mengatakan mereka sulit menemukan keberadaan Sinta dalam waktu dekat karena sekarang ponsel Sinta sedang di Non aktifkan.
__ADS_1
Rama makin frustasi, Jalan satu-satunya adalah pergi kerumah pamannya Sinta dan mencari Informasi di sana. Rama mengambil kunci mobilnya dan segera pergi Ke Rumah pamannya Sinta.
Sampai di sana dia melihat kalau Paman dan Bibi Sinta baru saja pulang.
"Assalamuàlaikum," ucapnya
"Waàlaikumsalam," jawab mereka barengan.
"Eh Nak Rama, tumben datang kemari, sudah lama sekali kamu gak pernah kesini lagi," ucap Wulan
"Wajah Nak Rama kenapa babak belur begitu ?" tanya Zainal
Oh ini om, tadi ada sedikit kecelakaan, Sinta nya ada om," tanya Rama
" Loh..apa Sinta gak kasih tau nak Rama kalau dia pulang Ke kampungnya," tanya Wulan, Rama menggelengkan kepalanya
"Oh mungkin Tadi Sinta buru-buru kali ma, sampai gak sempat kasih tau nak Rama," ucap Zainal.
"Memangnya kenapa Sinta pulang kampung Om ?
"Ayahnya Sinta masuk rumah sakit, Ibunya Sinta sudah bilang kalau Sinta gak usah pulang, tapi Sinta bersikeras untuk tetap pulang ke sana.
"Kalau boleh tau Kampung Sinta di mana Tante ?
"Sinta gak ngasih tau kamu dia berasal dari mana ?
"Sebentar ya nak Rama tante tulis dulu alamat lengkapnya," ujar Wulan sambil menuju kamarnya, Wulan sudah keluar dari kamarnya itu dengan secarik kertas di tangannya.
"Ini nak Rama alamatnya Sinta di kampung," ujar Wulan sambil menyerahkan kertas itu ke tangan Rama.
"kalau begitu saya permisi dulu ya tante, Om ," ujar Rama
"Apa gak mau minum dulu nak Rama ?
"Gak usah om, saya masih ada yang harus di kerjakan di kantor," ucapnya.
" Baik lah kalau begitu, nanti kalau nak Rama jadi ke kampungnya Sinta, jangan lupa titip salam om dan tante buat semua yang ada di sana ya," ujar Zainal.
"Baik Om, nanti saya sampaikan kalau saya ke sana, kalau begitu saya pamit ya Om, Tante," ucapnya sambil menyalami keduanya lalu dia pergi dari sana.
Sampai di mobilnya dia melihat alamat yang di berikan sama Wulan Tadi.
Ternyata Sinta berasal dari Aceh,, Batin Rama.
🌹🌹🌹
Di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM)...
Sinta sedang menunggu taksi online yang dia pesan, tak lama kemudian taksi tersebut pun datang, terlihat supirnya turun dan berjalan menuju ke arah Sinta.
__ADS_1
"Apa anda mbak Sinta ?
"Eh iya..Pak Rahmat ya ?" Rahmat menganggukkan kepalanya
"Mari mbak," ucap Rahmat sambil membawa koper Sinta menuju mobilnya dan mereka pun naik ke dalam mobil.
"Alamatnya sesuai Aplikasi ya mbak ?
"Iya pak, Ke RSUZA ya,"
"Siapa yang sakit Mbak ?
" Ayah saya pak,"Sinta tidak banyak bicara, dia hanya menjawab apa yang di tanyakan oleh pak Rahmat saja. Dia masih tidak tenang sebelum melihat langsung keadaan Ayahnya itu.
"Mbak dari mana ? kok pakek pesawat ?
"Saya dari Jakarta pak, Saya asli orang sini kok pak," ucapnya
"Ooo saya pikir mbak Orang Jakarta, ngomongnya mirip orang sana," ujar pak Rahmat sambil tersenyum, Sinta pun juga tersenyum. Tak lama kemudian Mereka pun sampai di RSUZA.
Pak Rahmad segera masuk ke dalam lingkungan Rumah sakit tersebut dan mrmberhentikan mobilnya di Lobby Rumah sakit itu. Sinta segera turun dan mengambil kopernya yang sudah di turunkan oleh pak Rahmat.
"Makasih ya pak ," Ujarnya lalu segera masuk ke dalam Rumah sakit tersebut.
Sinta segera menuju ke ruang rawat inap yang sudah di beritahukan oleh ibunya.
"Sinta...!
Ibu Sinta yang bernama Rahmi itu segera menghampirinya, Sinta yang melihat Ibunya itu segera berhambur kepelukannya.
"Mak ! Sinta kangen sama mak," ucap Sinta beruarai air mata.
"Mamak juga kangen sekali sama kamu nak,"
Mereka berpelukan meluapkan kerinduan yang mendalam, sudah hampir satu tahun mereka tidak bertemu, setelah libur semester kemaren Sinta sempat pulang dan semenjak saat itu Sinta tidak pulang-pulang lagi karena kesibukannya di kampus semakin bertambah.
Akhirnya setelah beberapa saat mereka pun melepaskan pelukannya.
"Mak gimana keadaan ayah sekarang ?" tanya Sinta
"Alhamdulilkah Sinta, keadaan ayah kamu semakin membaik ketika kamu bilang akan pulang," jawab Rahmi
"Ayo kita masuk, Ayah akan senang sekali kalau tau kamu sudah sampai," ajak Rahmi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Read...Like...Coment...Vote..
Makasih🙏🙏🙏
__ADS_1