JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 63


__ADS_3

Bruukkk...


Sinta melihat ada wanita paruh baya yang terjatuh diantara kerumunan orang-orang itu, Reflek Sinta keluar dari antrian lalu menolong wanita paruh baya itu.


"Ibu gak apa-apa ?" tanya Sinta sambil membawa ibu itu ke sebuah kursi yang tak jauh dari sana lalu mendudukkan nya di sana.


"Saya gak apa-apa kok nak, maaf gara-gara saya kamu jadi keluar dari antrian." ucapnya gak enakan.


"Gak apa kok Bu, keselamatan ibu lebih penting dari nasi goreng itu, lagian kalau sudah rejeki kita pasti nantinya kebagian juga," ucap Sinta


"Kamu baik sekali nak," ucap Wanita itu


"Ibu kesini sendirian aja ya ?" tanya Sinta sambil melihat ke kiri dan kekanan.


"Ibu kesini sama suami ibu, dia lagi membeli minuman di sana," tunjuk Wanita itu.


"Oh ya nak, nama kamu siapa ?


"Saya Sinta Bu," ucap Sinta


Degg...


Apa jangan-jangan dia orangnya ya, Ah yang namanya Sinta kan banyak, mana mungkin sih bisa kebetulan begini, aku gak boleh menduga-duga ,nanti kalau salah gimana,, Batin Muna


"Oh ya bu, ibu tadi mau beli nasi goreng juga ya ?" Muna mengangguk.


"Oh kalau begitu saya antri lagi ya siapa tau masih kebagian, nanti saya belikan juga buat ibu deh," ucapnya lalu kembali ke antrian itu.


Muna sangat terkesan dengan kebaikan hati gadis itu, tak lama kemudian Firman datang dengan membawa dua botol minuman di tangannya.


"Loh mama kok di sini, bukannya tadi lagi ngantri ya ?" tanya Firman


"Iya tapi tadi mama jatuh, untung ada gadis baik yang menolong mama," ucapnya


"Tapi mama gak apa-apa kan, ada yang sakit ?" tanya Firman


"Ada..sakitnya tuh di sini," ucap Muna sambil menunjuk dadanya.


"Mama sakit hati tau pa, masak papa nyuruh mama ngantri sih, gak tau apa orang-orangnya berdesakan gitu," ujar Muna kesal.


Tak lama kemudian Sinta datang menghampiri mereka dengan membawa dua kresek di tangannya.


"Alhamdulillah bu, kita kebagian nasi gorengnya," ucapnya senang sambil menyerahkan satu kresek buat mereka.

__ADS_1


"Ini pa anaknya yang menolong mama tadi, cantik kan namanya Sinta," ujar Muna sambil mengandeng Sinta. Firman melihat ke arah Istrinya seolah bertanya kepadanya, Muna mengelengkan kepalanya.


"Oh makasih banyak ya nak Sinta, saya tidak tau gimana jadinya tadi kalau kamu gak nolong istri saya,"


"Sama-sama pak, sudah kewajiban saya sebagai sesama manusia menolong sesama pak," ujarnya


"Hati kamu baik sekali nak, kalau saja anak kami belum punya calon kamu akan kami lamar buat dia," ujar Firman


"Bapak bercanda aja, saya juga sudah punya calon loh pak," ucap Sinta sambil tertawa.


"Yach gak jadi deh punya mantu cantik dan baik kayak kamu," canda Muna, Sinta pun tertawa dan terlihatlah sederet gigi putihnya yang menambah kecantikannya itu.


"Sinta...siapa ini, kok ketawa gak ngajak-ngajak ayah sih," ujar Fajar


"Aduh ayah, Sinta jadi kaget kan, Pak, Bu kenalin ini ayah saya ," ujar Sinta


"Fajar," ucap Fajar lalu mengulurkan tangannya


"Firman, ini istri saya Muna," ujar Firman


"Oh ya Sinta apa sudah kamu beli nasi gorengnya, ayo kita pulang. Kasian mak mu menunggu terlalu lama di rumah, pasti dia sudah kelaparan," ajak Fajar


"Baik yah, Pak, Bu kami permisi dulu ya," ujar Sinta


"Ya Bu,"


"Saya boleh minta nomor ponsel kamu gak, kalau ada waktu kami ingin bersilaturahmi kerumah mu sebelum kami pulang nanti," ujar Muna menyerahkan ponselnya ke tangan Sinta.


"Boleh kok Bu," ucap Sinta sambil mengetikan nomor ponselnya di sana.


"Makasih ya nak buat nasi gorengnya, kami berharap bisa bertemu lagi dengan mu,"


"Sama-sama bu, saya pulang dulu ya," ucapnya lalu menyalami mereka berdua.


Sinta sudah pulang bersama ayahnya, tinggallah Muna dan Firman di sana.


"Pa, kalau saja gadis itu yang jadi calon menantu kita, mama pasti senang banget pa," ujar Muna


"Iya ma, selain cantik hati gadis itu sangat baik, jarang loh ada gadis sebaik dia yang mau menolong orang yang gak di kenal seperti kita," ujar Firman.


"Tapi sayang pa ,Dia juga sudah punya calon, kalau gak mama akan suruh Rama buat sama dia aja," ujar Muna


"Gak baik ma memaksakan kehendak kita, nanti anak kita gak bahagia," ujar Firman.

__ADS_1


"Pa kita makan di mana nih, mama sudah lapar banget," ujar Muna


"Kita cari tempat yang romantis yuk," ujar Firman lalu mengandeng tangan istrinya itu kemudian mereka pergi dari sana.


Di Hotel...


Rama sudah terbangun dari tidurnya karena perutnya merasa lapar, dia bergegas mandi lalu menuju ke kamar Papa Mamanya. Dia berencana mengajak mereka buat makan di luar.


Saat Rama sudah berada di depan pintu kamar itu seorang petugas kebersihan yang tak sengaja lewat di sana memberitahukan kepadanya bahwa orang yang menginap di dalam tadi sudah pergi.


Rama pun menghubungi papanya.


Drrrt..drrrt..


"Iya Rama, ada apa ?" tanya Firman yang segera mengangkat telpon dari Rama.


"Papa dan mama di mana sih, aku mau mengajak kalian makan di luar," ujar Rama


"Papa sama mama sedang berada di pinggir pantai sambil menikmati nasi goreng cinta dibawah kerlap-kerlipan bintang bertaburan di langit yang indah menambah nuansa romantisme diantara kita berdua," Ujar Firman seperti melantunkan syair.


"Papa Lebay ...Serius nih Pa, kalian di mana ?


"Papa dan Mama lagi berada di pinggir jalan lagi makan nasi goreng nih," ucap Firman


"Rama nyusul ke sana ya,"


"Gak usah kamu makan di Restorant hotel saja, jangan ganggu kami, kami mau bernostalgia mengenang masa-masa muda dulu," ucap Firman lalu memutuskan sambungan telponnya


" Kayak ABG aja sih pasangan satu itu,ngalah-ngalahin anak muda aja. Gak sadar apa anaknya udah segede ini, mau punya menantu lagi," omel Rama, Dia pun melangkahkan kakinya menuju Restorant Hotel.


Saat sampai di sana, Semua mata memandang ke arahnya dengan tatapan kagum, siapapun yang melihatnya akan terpana dengan ke tampanan Rama yang sempurna itu. Tak ketinggalan para Gadis -gadis seketika bangun dari duduknya sambil menatap ke arah Rama dengan mulut ternganga. Mereka bak kedatangan seorang pangeran berkuda putih yang sangat gagah.


Rama cuek saja, dia pun menuju ke sebuah meja lalu duduk di sana, beberapa orang gadis menghampirinya.


"Maaf...bisa kami menemani anda makan ?" tanya salah satu dari mereka, Rama hanya menoleh sebentar lalu memanggil pelayan.


"Mau pesan apa pak ?


"Apa di sini ada Prifat Room ?" pelayan itu mengeryitkan keningnya. Baru kali ini ada orang yang menanyakan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya, biar miss N semangat Up nya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2