JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 37


__ADS_3

Gleekk...


Bian menelan Salivanya ketika melihat pemandangan itu, Memang selama ini dia tidak pernah melirik sedikitpun kepada istrinya itu kerena memang selama ini dia selalu pulang dalam keadaan mabuk.


Sesuatu yang tadinya tertidur di bawah sana tiba-tiba bangun dan memberontak. Bian segera melihat ke arah lain agar dia tidak tergoda olehnya. Setelah menyajikan minumannya Siska duduk di samping Bian.


"Mas, kamu sudah makan ?"


"Belum," jawabnya datar


"Sebentar ya mas, aku hangatin dulu makanannya, biar kita makan malam bersama," ujarnya segera bangun dari duduknya, lingerinya sedikit tersingkap sehingga menampakkan paha putih nan mulus Siska. Anaconda Bian semakin memberontak, akhirnya Bian bangun dan segera pergi kekamarnya, sedangkan Siska masih melanjutkan aktifitasnya.


Bian masuk ke kamar mandi dan menguyur kepalanya, dia harus segera menenangkan Anacondanya yang semakin tak bisa di kontrol itu. Dia takut tidak bisa mengendalikan nafsunya itu. Sebagai pria normal wajar kalau dia bernafsu ketika melihat pemandangan indah di hadapannya itu.


Ketika Bian pacaran sama Sinta jangankan berciuman pegang tangan saja bisa di hitung dengan jari. Wajar saja kalau Bian reaksinya cepat ketika melihat Siska dengan baju super tipis yang menampakkan lekuk indah tubuhnya itu.


Siska sudah selesai memanaskan makanannya, dia berjalan menuju kamarnya hendak memanggil Bian untuk makan malam. Ketika dia masuk ke sana dia tidak melihat suaminya itu namun setelah mendengar suara air dari dalam kamar mandi dia merasa lega kalau suaminya itu ternyata sedang mandi.


Siska memutar knop pintu kamar mandi itu ternyata tidak di kunci, akhirnya dia pun masuk ke dalam kamar mandi itu dan matanya membola ketika melihat apa yang seharusnya dia lihat dari dulu. Siska berpikir inilah saatnya agar Bian menyentuhnya layaknya istri sesungguhnya, sudah lama dia haus akan belaian suaminya itu, bermacam cara dia lakukan agar suaminya itu melihatnya sedikit saja tapi apa yang dia dapat selama ini hanya makian dan tamparan dari Bian.


Malam ini dia bertekad apapun yang terjadi dia harus bisa membuat Bian menyentuhnya. Dia melepaskan seluruh Pakaiannya dan segera memeluk Bian dari belakang. Bian kaget hendak menghempaskan Siska tapi Siska dengan cekatan segera mencium dan Mel*** Bibir Bian sehingga membuat Bian semakin bergairah, Anacondanya kembali bangun dari tidurnya.


Mata Bian sudah di tutupi dengan kabut gairah yang sangat besar, dia segera mengendong istrinya tersebut menuju ke ranjang dan menghempaskan tubuh Siska di sana, kemudian Bian segera menindihnya. dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


Bian dan Siska mengerang ketika sudah mencapai puncak kenikmatan, Sebuah senyum terukir di bibir Siska, akhirnya kesuciannya telah di renggut juga oleh suaminya itu. Siska merasa puas akan perlakuan Bian yang sangat lihai menurutnya.


Akhirnya merekapun terkapar dan dan akhirnya tertidur dalam satu selimut akibat kelelahan .

__ADS_1


Malam sudah berganti pagi, Bian mengerjapkan matanya, dia merasakan ada sebuah tangan berada di perutnya, dia kaget melihat Siska berada dalam pelukannya. Sekilas ingatannya pun membuatnya menyesal.


Apa yang gue lakukan, kenapa gue malah merenggut kesuciannya dan menanamkan benih di rahimnya sih, bagaimana kalau dia hamil, itu akan mempersulit gue untuk menceraikannya,, Batin Bian


Bian segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, dia berteriak frustasi di sana. Akhirnya Bian segera bersiap-siap untuk pergi kekantornya tanpa membangunkan Siska yang masih tertidur pulas itu.


Bian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota. Saat dia melewati sebuah danau dia menghentikan laju mobilnya.


Bian turun dari mobilnya itu dan melangkah mendekati danau tersebut. Netranya melihat ke sebuah bangku di sana yang ternyata ada seseorang yang sangat dia kenal sedang duduk di sana, Bian segera mendekatinya.


"Sinta ! Kamu di sini juga ?" tanya Bian


"Mas Bian !" ujar Sinta kaget, Bian pun melupakan kejadian tadi malam ketika melihat pujaan hatinya berada di sana juga. Bian kemudian segera duduk di samping Sinta.


"Kamu ngapain di sini sendirian ?" tanya Bian


"Aku cuma mau menenangkan diri mas, kalau Mas ngapain di sini, apa tidak ke kantor ?" tanya Sinta.


Deggg...


Jantung Sinta berdetak lebih kencang, memang dia mengakui kalau kenangan bersama Bian masih belum sepenuhnya hilang dari pikirannya, akan tetapi Sinta menepiskan semuanya karena Cintanya terhadap Rama lebih besar dari perasaan yang masih tersisa untuk Bian.


"Mas,, kamu tidak boleh begitu, kamu sudah punya Siska sekarang. Walau bagaimanapun kamu harus bisa menerima Siska seutuhnya karena dia adalah istri mas," ujar Sinta


Bian ingin memegang tangan Sinta tapi Sinta menarik tangannya.


"Jangan begini mas," ucapnya

__ADS_1


"Sinta...kasih aku kesempatan sekali lagi untuk bisa membahagiakanmu, aku janji akan segera menceraikan Siska dan akan kembali padamu," ucap Bian memohon


"Maaf mas, aku tidak bisa." ujarnya


"Apa itu semua karena Rama ?" tanya Bian


"Ini tidak ada hubungannya dengan mas Rama, aku ini seorang wanita mas, aku tau perasaan Siska kalau mas ngelakuin itu padanya, aku tidak mau ketulah karma. Dan seharusnya mas menghargai Dia bukan malah ingin mencerikannya," ujar Sinta


"Tapi aku tidak mencintainya, Aku hanya mencintaimu Sinta ,"


" Cinta itu bisa datang dan pergi mas, saat ini memang mas belum bisa mencintainya akan tetapi aku yakin suatu saat mas akan bisa menerimanya, coba pikirkan lagi matang-matang mas agar mas tidak menyesal kemudian," ujar Sinta. Bian mematung mendengar ucapan Sinta


"Mas aku pergi dulu, pikirkan apa yang aku ucapkan tadi jangan sampai mas menyesal nanti ketika mas kehilangan semuanya," ucap Sinta sambil pergi dari sana. Sinta segera menaiki motor dan melajukannya menuju kampusnya.


Bian masih mematung, ucapan Sinta nengena di hatinya tapi dia mengesampingkan itu semua, yang dia pikirkan hanyalah bagaimana bisa mendapatkan Sinta kembali dan membawanya ke pelukannya.


Bian kemudian masuk ke mobil dan melajukanya menuju kantornya.


Sementara Siska yang sudah bangun dari tidurnya bingyung ketika melihat suaminya itu tidak erada di sampingnya lagi. Sebuah senyum terlihat di bibirnya ketika mengingat kejadian yang mereka alami tadi malam.


Siska merasa bahagia karenanya. Akhirnya apa yang di impikan terwujud juga. Siska hendak bangun dari ranjangnya tapi dia meradakan sakit di area sensitifnya


Aawww...


Sebuah rintihan keluar dari mulutnya, Siska kembali terduduk di ranjangnya itu karena tidak sanggup untuk berdiri. akan tetapi senyum kembali terbit di bibirnya, rasa bahagianya telah mengalahkan rasa sakitnya itu. Kemudian Siska kembali mencoba untuk berdiri dan akhirnya dia menunu kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


🌹 Jangan lupa Like...Coment dan Vote ya Readers...


Makasih🙏🙏🙏


__ADS_2