JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 61


__ADS_3

Menarik..., dan sepertinya kalau kamu bilang dia Orang Aceh sangat sesuai dengan apa yang kami inginkan, orang aceh kan terkenal dengan kekentalan Agamanya, itu yang jadi priotitas utama keluarga kita," ucap Firman, seulas senyum terbit di bibir Rama.


Benar dugaannya bahwa Orang tuanya pasti setuju dengan pilihan hatinya itu.


"Eits..tapi jangan senang dulu, Papa ingin tau seberapa dalam ilmu agamanya dulu baru papa merestui hubungan kalian," ucapnya


"Tapi gak ada waktu lagi pa," ujar Rama yang membuat kening Firman berkerut.


"Aku sudah melamarnya dan dua hari lagi kita tunangan," tambahnya.


"Apa...!" teriak Firman yang membuat mereka kaget. Muna yang tadinya di dapur jadi ikutan kaget mendengar suaminya teriak, dia langsung menuju ke ruang tamu itu.


"Ada apa sih Pa kok teriak-teriak gitu," ujar Muna


"Ini ma, anak kamu nih sudah ngelangkahi kita," ucap Firman


"Ngelangkahi gimana maksud papa," tanya Muna


"Dia sudah melamar anak orang dan dua hari lagi mereka tunangan," ucap Firman


"Apa...! "teriakan Muna lebih kencang dari pada Firman tadi, Muna memegang dadanya.


"Duduk dulu ma, gak baik buat jantung mama," ucap Rama


"Ini gara-gara kamu anak nakal," ucap muna sambil memukul lengan Rama.


"Aww.." rintih Rama, Muna memukulnya tepat di lukanya Rama.


"Kamu kenapa ? perasaan mama mukulnya gak kencang-kencang amat kok kamu kesakitan begitu." tanya Muna berubah menjadi khawatir.


"Lengan Rama Terluka tante," ucap James


"Mana ?" tanya Muna sambil melepaskan Hodie yang di pakai Rama. Tadi saat sampai di Mansion Rama kembali memakai Hodie nya agar orang tuanya tidak melihat lukanya itu, dia tidak menyangka akhirnya ketahuan juga oleh mereka.


"Kamu kenapa nak ?" tanya Muna lebih khawatir lagi saat melihat lengan Rama di perban.


"Ini hanya luka kecil ma," ucap Rama


"Jangan Bohong kamu Rama, gak mungkin luka kecil sampai di perban seperti ini," ujar muna marah.


"Ceritakan sama mama, apa yang terjadi sama kamu nak," ucap Muna


"Ini kena tusukan belati saat Rama menyelamatkan Sinta dari orang jahat ma, mama jangan khawatir ya lukanya sudah di obati kok," ujar Rama


"Bagaimana mama gak khawatir, belum jadi istri saja sudah membuatmu terluka seperti ini," ujarnya

__ADS_1


"Itu namanya laki-laki sejati ma," ucap Firman


"Laki-laki sejati itu akan melakukan apapun demi orang yang di cintainya seperti papa dulu," ujar Firman.


"Kapan papa bersikap layaknya Laki-laki sejati, seingat mama dalam kisah kita hanya mama yang berjuang demi mendapatkan Papa yang dingin kayak kutup Utara itu," ucapan Muna membuat Rama dan James tertawa.


"Yang harusnya di sebut adalah Perempuan sejati, bukan laki-laki sejati," celetuk James


"James..." ucap Firman


"Peace Om," ucapnya sambil membentuk jarinya seperti hutuf V.


"Tapi kan papa juga berjuang untuk mendapatkan restu dari orang tua mama," ujarnya


"Tapi itu tak sesulit mencairkan Es balok kayak papa," ujar Muna


"Sudah dong kok malah jadi ngebahas masa lalu Papa Mama sih,"


"Diam.." ucap Firman dan Muna barengan ke arah Rama. Rama pun akhirnya tutup mulut gak bicara lagi.


Sebenarnya yang butuh solusi sekarang siapa sih, kok malah mereka yang bernostalgia..Hadeuh..dasar orang tua,, Batin Rama


" Rama jangan mengumpat kami," ucap Firman


"He..he..gak kok Pa," ujarnya cengengesan


" Ya jelas lah papa tau kamu kan anak papa, kamu ada juga karena papa ada" ujarnya


Tuh kan dia tau lagi ,, Batinya lagi


"Berarti Like Father Like Son ya Om," ujar James


"James kamu bisa diam gak sih, kalau gak kamu akan Om jadiin makan Siang Leopard di belakang," ujar Firman, James bergidik lalu menutup mulut dengan tangannya.


"Rasain lo James jadi kena amukan bokapnya Leopard kan," ujar Rama


"Berarti lo dong Leopard nya," ujar James


"James,"


"Peace Om.." ujarnya lalu berlari menuju dapur menghindari tatapan seram Firman.


"Sekarang jadi gimana Pa soal Rama ?" tanya Rama penuh harap


"Soal apa ?" Tanya Firman lupa

__ADS_1


"Yah Papa pasti lupa lagi deh, faktor umur sih," ujar Rama


"Kamu ngatain papa tua, dasar anak durhaka kamu ya," ujar Firman


"Sudah dong jangan berantem lagi, heran deh sama kalian, kalau lagi jauhan aja kangen, Lah ini sudah ketemu malah berantem," ujar Muna yang datang dari dapur dengan membawa nampan berisi minuman buat mereka. James mengikutinya dari belakang sambil memakan camilan yang ada di toples di tangannya.


"Habisnya Rama buat papa kesal sih ma, masak dia ngatain papa tua," ujar Firman Manja, Rama memutar bola matanya malas.


"Memang bener kan pa, kan kita sudah tua, sudah punya putra setampan Rama dan sebentar lagi punya mantu habis itu punya cucu, mama jadi gak sabar di panggil nenek," ujar Muna sambil senyam-senyum membayangkannya.


"Lah Gimana mau punya cucu, Menantu saja belum di ACC," ujar Rama


"Ya sudah, kapan kita akan berangkat kesana ?" tanya Firman


"Jadi Papa ngerestui kami ?" tanya Rama


"Kita lihat aja Nanti, papa pengen kenal sama calonnya kamu terlebih dahulu, jadi malam ini kita harus ke sana, gimana ma ?" ujar Firman


"Lebih cepat lebih baik pa, mama juga penasaran sama wanita yang sudah bisa meluluhkan turunan es balok itu," ujar Muna


"Jadi semuanya sudah clear kan, Rama mau tidur dulu, soalnya Rama belum sempat istirahat dari kemarin," ujarnya sambil pergi ke kamarnya, James pun juga ke kamar tamu dan beristirahat juga karena kelelahan.


🌹🌹🌹


Sinta baru saja selesai menjemur pakaiannya, terdengar olehnya ada suara mobil yang berhenti di depan rumahnya. Dia kemudian segera masuk kerumahnya karena dia sedang berada di halaman belakang.


Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu, Rahmi menyuruh Sinta untuk membukakan pintunya karena Rahmi sedang memasak buat sarapan mereka pagi ini.


"Sinta..tolong buka pintunya sebentar ya..mak lagi masak nih," suruhnya


"Iya mak ," ujar Sinta langsung menuju ke sana kemudian membuka pintu itu.Saat pintu terbuka terlihat Yusuf sedang berada di sana sambil tersenyum ke arahnya.


"Mas Yusuf, kok pagi-pagi sekali sudah di sini ?" tanya Sinta


"Loh kok malah nanya sih, apa Om sama tante gak ngasih tau kamu kalau hari ini kita akan mengecek persiapan pertunangan kita," tanya Yusuf.


"Mak sama ayah gak bilang apa-apa kok sama aku, mungkin mereka lupa," ujar Sinta


"Ayo masuk mas," suruhnya.


"Eh nak Yusuf sudah datang, ayo kita sarapan bareng yuk," ajak Rahmi


"Makasih tante, saya sudah sarapan kok,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like...Coment..Vote yang banyak ya 👌👌👌


__ADS_2