JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 48


__ADS_3

Alhamdulillah Sinta, keadaan ayah kamu semakin membaik ketika kamu bilang akan pulang," jawab Rahmi


"Ayo kita masuk, Ayah akan senang sekali kalau tau kamu sudah sampai," ajak Rahmi, mereka pun masuk ke dalam ruangan itu, saat Sinta melihat ayahnya dia langsung berhambur ke arahnya.


"Ayah..!


"Sinta..!


Mereka saling berpelukan, air mata keduanya jatuh di pipi. Sinta melepaskan pelukannya lalu mengecup kening ayahnya itu.


"Ayah, kenapa ayah bisa kayak gini. Ayah pasti merokok lagi ya, Sinta kan udah bilang kalau ayah jangan merokok lagi, gini kan akibatnya," ujarnya marah, Fajar tersenyum mendengar celotehan putrinya itu.


"Jangan marah dong Sinta, ayah gak apa-apa kok, kamu saja yang berlebihan khawatirnya," ucap Fajar


"Sudah..jangan bertengkar, tadi aja mewek-mewek sudah ketemu malah bertengkar," goda Rahmi


"Gimana gak mewek, Ayah kangen sama putri ayah ini, kalau dia udah kasih cucu ke kita Ayah pasti gak akan mewek lagi." ujarnya melirik ke arah Sinta.


"lagian kamu Sinta, kapan sih kamu kenalin calon kamu ke kami ?" tanya Rahmi


"Iya mak, ayah pengen sekali menimang cucu," ujar Fajar


Tuh kan, perasaan dari dulu yang mereka tanyain hanya itu-itu mulu, jadi males ah jawabnya,, Batin Sinta


"Aku gak punya pacar kok mak, gimana mau kenalin sama kalian," ucapnya bohong, memang selama ini orang tuanya gak pernah tau kalau dia pernah pacaran dan patah hati karena memang Sinta tidak terbuka sama mereka.


"Kalau begitu kebetulan dong nak," ucap Fajar


"Kebetulan apa yah ?


"Kemaren sebelum ayah sakit ayah ketemu sama Ustadz Burhan, Dia menanyakan kamu apa sudah punya calon apa belum. Kalau belum dia ingin melamar kamu buat putranya yang kebetulan sekarang sudah jadi ustazd juga," ucap Fajar. Sinta kaget mendengar penuturan ayahnya itu,tapi dia tidak membantahnya.


"Iya Sinta, anaknya itu loh kakak kelas kamu yang namanya Yusuf itu. kalau gak salah dulu dia pernah dekat sama kamu," Sinta makin kaget.


Apa..putra Ustadz Burhan itu kak Yusuf,, Batin Sinta


"Gimana Sinta apa kamu bersedia, ayah sangat setuju kalau kamu menikah dengan dia nak," ujar Fajar berbinar


"Tapi Ayah Sinta kan masih kuliah, lagian skripsi aja belum kelar," ujar Sinta


"Itu soal gampang, kalian tunangan saja dulu, nanti setelah kamu lulus kuliah kalian bisa menikah," ucap Fajar

__ADS_1


Sinta tidak tau harus menjawab apa, dia masih mencintai Rama, namun melihat ekspresi orang tuanya saat membahas tentang Yusuf dia merasa tidak bisa menolaknya.


Gimana ini, aku sudah terlanjur bohong tadi. gak mungkin aku bilang ke mereka kalau aku mencintai mas Rama. Lagian mas Rama juga gak mau melihat aku lagi dan aku gak tau apa dia itu masih mencintai aku atau enggak,, Batin Sinta


"Bagaimana Sinta apa kamu bersedia," tanya Fajar lagi dengan wajah penuh pengharapan.


"Terserah ayah saja, Sinta ikut saja," ujarnya lemah. mereka tersenyum gembira mendengar ucapan Sinta.


Semoga keputusanku ini tidak salah,, Batin Sinta


🌹🌹🌹


Rama masih berada di kantornya, Dia lagi binggung gimana cara dia meminta maaf ke Sinta atas kesalahanya itu. Rama mondar-mandir di dalam ruangannya sambil memegang kepalanya.


James yang melihatnya merasa binggung akan tingkah Bosnya itu, dia lalu menhampirinya.


"Pak Rama kenapa kelihatan gelisah begitu ?


"James kamu ngagetin saja," ucapnya kaget


"Apa sih yang Pak Rama pikirkan, coba cerita sama saya siapa tau saya bisa bantu," ujar James


"Begini James, ada teman saya dia sudah salah faham sama pacarnya karena dia melihat pacarnya itu jalan sama pria lain, teman saya itu sudah menghina pacarnya itu dan memutuskan hubungan dengannya. Tapi akhirnya teman saya itu tau kalau pria itu adalah sepupu pacarnya, Teman saya binggung bagaimana caranya dia meminta maaf kepada pacarnya itu dan mengajak balikan lagi," cerita Rama


"Tapi saya kan gak tau kalau Rafka sepupunya," ujar Rama keceplosan


"Ha..ha..Jadi yang pak Rama ceritain itu Pak Rama sendiri, dan pria itu adalah mas Rafka ?"ujar James sambil tertawa


"Bukan begitu.."


"Sudah pak Rama jujur saja, Rahasia aman kok Pak," ujarnya.


Huff..


Rama menghembuskan nafasnya kasar


"Benar apa yang kamu katakan, itu memang tentang saya. Saya sekarang lagi galau memikirkan cara untuk meminta maaf ke Sinta."ujarnya lemah.


"Itu sih gampang Pak,"


"Maksudnya ?

__ADS_1


"Pak Rama lamar saja dia ke Orang tuanya, dan baru nanti bapak minta maafnya belakangan," ujarnya


"Tapi kalau saya di tolak gimana ?


"Kalau itu sih saya gak tau juga, yang penting Pak Rama sudah berusaha soal hasil serahkan sama yang maha kuasa." ujar James bijak.


"Benar juga apa kata kamu James, Aku akan melamar Sinta secepatnya, James kamu pesankan tiket pesawat buat saya, Saya akan segera menyusul Sinta," ujarnya


"Kemana Pak Rama ?


"Aceh.."


James melongo mendengar ucapan Rama, tapi kemudian dia melakukan apa yang di suruh oleh Rama.


Senyum Subringah telihat di bibir Rama, dia pun segera pulang ke apartementnnya untuk bersiap-siap.


Sementara Sinta sekarang sedang duduk di teras rumahnya, Sebuah mobil berhenti di depan rumahnya tersebut.Dari dalam mobil turun sebuah keluarga yang terasa asing di matanya.


Tapi tiba-tiba Sinta melihat seorang Pemuda yang tidak asing turun dari kursi kemudi mobil itu.


"Kak Yusuf..!


Yusuf tersenyum manis ke arah Sinta, Sinta pun membalasnya. Dari dalam rumah Ayah dan Ibu Sinta keluar dengan senyum sumbringahnya.


"Eh Ustadz Burhan sudah datang rupanya, kami sudah menunggu kalian loh," ujar Fajar masih dengan senyumnya


"Iya pak Kades, kita tadi nunggu Yusuf yang kelamaan bercermin, maklum mau bertemu calonnya," ujar Ustadz Burhan menjabat tangan Fajar. Yusuf menundukkan wajahnya malu tapi tidak dengan Sinta, dia kaget mendengar penuturan Ustadz Burhan tersebut.


"Sinta ayo salim sama calon mertua kamu," Raut wajah Sinta berubah, akan tetapi dia memaksakan buat tersenyum ke arah mereka sambil menyalami keduanya.


Sementara Yusuf masih tersipu malu, sesekali dia melirik ke arah Sinta. Yusuf tidak menyangka kalau perjalanan cintanya akan semulus ini tanpa harus bersusah payah.


Setelah pulang dari Jakarta waktu itu, Yusuf mengutarakan maksudnya kepada ke dua orang tuanya, Orang tuanya pun menyetujuinya dan segera bertemu langsung dengan ayahnya Sinta dan mengutarakan maksud Putranya itu.


Di sinilah dia sekarang, hari ini Yusuf akan secara resmi melamar Sinta kepada orang tuanya.


Sinta dan Ibunya segera ke dapur, perasaan Sinta membeludak, sesak di dadanya membuat air mata menggenang di sudut mata indahnya itu.


"Mak, Sinta ke kamar mandi dulu ya kebelet nih,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Read...Like...Coment...Vote...


Thank's 🙏🙏🙏


__ADS_2