JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 88


__ADS_3

"Iya Bi, Yusuf ada perlu sama Abi dan Umi, ini menyangkut dengan masa depan Yusuf," ujar Yusuf


"Ada apa sih, kok serius sekali kayaknya ," ucap Burhan, Tak lama Umi pun bergabung dengan mereka.


"Eh Ada Yusuf, lagi ngomongin apa sih, kelihatannya serius sekali," tanya Uminya Yusuf


"Ini Mi, Yusuf katanya ada yang mau di omongin sama kita berdua, katanya menyangkut masa depannya" ujar Burhan


"Emang ada apa sih nak ?" tanya Umi penasaran


"Sebenarnya Yusuf ingin meminta Izin sama Abi dan Umi untuk merantau ke Jakarta," ucapnya


"Kenapa ? Apa di sini kamu gak nyaman Suf," tanya Burhan


"Bukan begitu Bi, Yusuf ingin mencoba hal yang baru, kemarin pak Rama menawarkan aku untuk kerja di Perusahaannya sekaligus mengajar ngaji di rumah kreatif punya dia," ujar Yusuf


"Apa hanya itu alasannya ? " selidik Burhan yang merasa janggal akan permintaan putranya itu.


"Sebenarnya ada hal lain sih Bi," ujar Yusuf


"Apa itu menyangkut Aisyah ?" tanya Burhan sambil tersenyum, Yusuf kaget mendengar ucapan Abinya itu.


"Abi kok tau, kan Yusuf belum cerita," ucapnya


"Sebenarnya Pak Rama sudah pernah datang ke sini Suf, untuk meminta Izin pada Abi agar mengizinkan kamu ke Jakarta, dan dia juga menceritakan juga tentang Aiayah sepupunya itu," ujar Burhan


"Abi tau perasaan mu ketika kamu gagal merajut hubungan bersama nak Sinta, Abi gak mau Aisyah itu jadi tempat pelarian kamu Suf, apa kamu yakin kalau kamu menyukainya atau dia cuma jadi pelarianmu saja," ujar Burhan


"Yusuf gak tau Bi, saat Yusuf melihat wajahnya Yusuf merasakan getaran di dada Yusuf, Yusuf juga gak tau apa itu tapi Yusuf akan memastikannya ketika nanti berada di Jakarta," ujar Yusuf


"Baiklah Nak, Abi dan Umi Izinkan kamu merantau ke Jakarta karena gak ada satupun orang tua yang tidak ingin melihat putranya bahagia, Abi dan Umi doàin kamu membawa kabar baik saat pulang nanti, Abi juga melihat nak Aisyah itu gadis yang baik, jadi jangan permai kan perasaannya ya Suf," ujar Burhan


"InsyaAllah Bi, terima kasih banyak Abi dan Ummi sudah membolehkan Yusuf buat pergi," ujarnya


"Rencananya kapan kamu berangkat," tanya Burhan


"Mungkin besok Bi," ucap Yusuf

__ADS_1


"Lihat Mi , putra mu ini sepertinya tidak suka membuang-buang waktu untuk mengejar cintanya persis seperti Abi dulu saat mengejar Umi," canda Burhan


"Kita Beda Bi, bukannya kita di jodohkan ya," ujar Umi


"Tapi kan Umi gak mau di jodohkan sama Abi, tapi karena kegigihan Abi membuat Umi akhirnya jatuh cinta juga sama Abi kan," ujar Burhan


"Loh kok malah membahas kita sih Bi, kita kan lagi membahas Yusuf," ujar Umi dengan wajah meronanya


Yusuf tersenyum melihat tingkah orang tuanya itu, begitulah keluarganya yang selalu penuh candaan dan kehangatan di sana, Yusuf merasa beruntung mempunyai keluarga sehangat ini.


"Baiklah Suf, kalau ada yang di butuhkan lagi kamu bilang saja sama Abi ya," ujar Burhan


"Baik Bi,kalau begitu Yusuf permisi dulu Bi, mau siap-siap dulu," ujar Yusuf


"Assalamiàlaikum.."


"Waàlaikumsalam ," jawab mereka, Yusuf pun akhirnya kembali ke biliknya dengan wajah senangnya karena sebentar lagi dia akan bertemu kembali dengan Aisyah.


🌹🌹🌹


Dia Baru saja keluar dari kamarnya hendak menuju ke ruang makan hendak sarapan, Akan tetapi langkahnya terhenti saat dia melihat kalau ada Rama sedang ngobrol dengan pamannya di Ruang tamu, Sinta kemudian segera menghampiri mereka.


"Mas Rama...kok pagi-pagi sekali sudah datang sih ," tanya Sinta


"Aku kan pengen menjemput kamu sayang, kita sarapan bareng yuk ," ajak Rama


"Tapi..


"Pergi saja Sinta, Nak Rama sudah lama menunggu kamu loh, dan Bunda kamu pun masaknya cuma dua porsi saja karena Nak Rama bilang kalian akan sarapan di Luar," ujar Zainal.


"Ooo ya udah deh, Sinta pergi dulu ya Paman, Bunda...Sinta pergi dulu ya.." teriak Sinta karena Wulan sedang berada di dapur.


"Iya sayang hati-hati ya," ujar Wulan yang masih sibuk berkutat dengan alat masaknya.


"Om saya pamit dulu ya," ucap Rama sambil menyalim tangan Zainal, Sinta pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Rama juga.


Rama dan Sinta akhirnya berjalan menuju mobilnya Rama, setelah keduanya berada di dalam mobil itu Rama bertanya pada Sinta.

__ADS_1


"Sayang, kamu mau kita sarapan di mana ?" tanya Rama


"Gimana kalau di Cafe dekat kampus ku saja, lagian aku hari ini jadwalnya cuma mau nyerahin Skripsi saja kok," ujar Sinta


"Oke sayang, di manapun kamu mau aku ikut saja," ujar Rama, Rama pun melajukan mobilnya menuju Ke Cafe dekat kampus Sinta . Mereka sekarang sudah sampai di sana dan duduk di meja paling sudut yang terlihat nyaman buat mereka.


Setelah memesan makanannya, mereka pun mulai makan, tanpa mereka sadari beberapa pasang mata memandang sinis ke arah mereka dan saling bergosip


"Eh lo lihat tu si Sinta, gue perhatiin dia selalu bersama dengan pria itu, jangan-jangan dia itu simpanannnya ," ujar Nuri yang sekelas dengan Sinta.


"Iya..dulu gue juga pernah lihat dia di antar dan di jemput sama pria itu," ujar Temannya


"Coba lihat malah mereka mesra banget lagi, kalau gak salah itu kan pak Rama pengusaha muda yang terkenal itu, pantesan saja Sinta keganjenan sama dia, gue heran kok pak Rama mau sih sama Sinta yang norak dan miskin itu," ujar Nuri


"Iya ya gue baru nyadar kalau itu Rama Ardiansyah pemilik RA Group itu, gue juga curiga, jangan -jangan Sinta sudah menyerahkan segalanya buat dia, makanya pak Rama itu nempel kayak perangko sama dia," ujar yang lainnya


Rama yang mendengar sekilas obrolan mereka langsung berdiri dengan gelas dan sendok di tangannya


Ting..ting..


Rama mengetuk gelas itu menggunakan sendok yang di pegangnya.


"Mohon perhatian semuanya," ujar nya


"Mas..kamu ngapain sih," bisik Sinta


"udah kamu diam saja, aku akan membungkam mulut busuk mereka," ujar Rama


"Hari ini saya Rama Ardiansyah sangat merasa bahagia karena gadis yang sangat cantik ini sudah resmi menjadi tunangan saya, dan kepada semuanya saya mohon Doànya agar kami berdua bisa segera menuju ke pelaminan," ujar Rama yang membuat mata Nuri dan teman-temanya melongo mendengar ucapan Rama yang spontan itu.


"Saya yang beruntung mendapatkan Gadis seperti Sinta, Dan bagi siapa saja yang menjelek-jelekkan tunangan saya ini saya pasti tidak akan tinggal diam,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Readers mana Comentnya..


Sepi amat...kriik..kriik..🙄🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2