
Maaf saya harus masuk, sebentar lagi acara mau di mulai," ucap Yusuf lalu bangkit dan masuk ke dalam Gedung itu, Dira bengong dengan Sikap Yusuf yang dingin kayak es itu. Dia pun juga masuk ke sana.
Acara pun di mulai, MC sudah mulai mengoceh, Dira masih saja Bad mood, sampai sekarang Rafka belum terlihat juga dan Sahabat-sahabatnya pun tidak kelihatan satu orang pun
Di ruangan Ganti...
Sinta sedang gugup ketika MC memulai acaranya, Rahmi datang dan mengajak Sinta menuju ke tempat prosesi lamarannya.
Setelah serangkaian acara telah berjalan, akhirnya sampai lah pada acara puncak yaitu prosesi lamaran.
Saat Sinta berjalan menuju kesana, semua terpesona dengan kecantikannya itu yang seakan-akan menghipnotis para undangan baik pria maupun wanita, sesaat suasana hening sampai akhirnya Sinta sudah berada di atas panggung yang di dekor sedemikian rupa buat tempat prosesi lamaran itu.
Sinta di persilahkan duduk di sebuah kursi yang di khususkan buatnya dan di samping dan belakangnya adalah keluarganya.
Sementara di bagian depan berhadapan dengannya telah duduk beberapa orang yang dia pun tidak mengenalnya, tapi ada dua orang yang dia kenal. Sinta melihat lagi kearah pasangan itu mungkin dia salah lihat tapi ternyata dia memang tidak salah lihat, mereka adalah orang tua yang kemaren malam bertemu dengannya di warung nasi goreng itu.
Sinta mengira mungkin mereka adalah keluarga dari Yusuf, makanya dia tidak bertanya apa-apa dan hanya diam saja, Sinta melihat ada sebuah kursi yang kosong tepat berada di hadapannya yang sudah di pastikan itu adalah tempatnya Yusuf.
Bermacam pertanyaan timbul di benak Sinta.
Kenapa mas Yusuf belum duduk juga di situ, dan Ustadz Burhan dan Umi Maya pun gak ada, Sebenarnya ada apa sih ini, Apakah mereka belum sampai juga ,, Batin Sinta.
"Sebelum prosesi lamaran di laksanakan, ijinkan saya mengucapkan Happy Birth Day buat pihak wanita yang hari ini berulang tahun yang ke 24, mari kita beri selamat buat Saudari Sinta," ucap MC, tepuk tangan riuh dari Para undangan , mereka kemudian menyanyikan lagu Ulang tahun buat Sinta, Dira dan sahabat-sahabat lainnya naik ke atas panggung dan memeluk Sinta serta memberi selamat kepadanya.
Sinta kaget dengan kedatangan mereka, awalnya dia tidak mengenali Ica dan Dira tapi setelah melihat Jono dan Zidan baru dia tau kalau itu sahabat-sahabatnya dari Jakarta.
Sebuah kue raksasa di dorong beberapa orang menuju ke tengah panggung, Dira dan sahabat-sahabatnya membawa Sinta menuju ke sana. Sinta sangat kaget, dia saja sudah lupa sama ulang tahunnya itu karena asik memikirkan perasaannya.
Air mata mengalir di pipinya, semua orang yang dia sayangi berada di sana, tapi tetap saja ada yang hampa karena hatinya seakan-akan mengembara entah kemana.
"Selamat ya Sinta sayang, semoga panjang umur, sehat selalu dan apa yang kamu impikan terwujud," ucap Dira sambil memeluk Sinta, ucapan Diar seakan menampar batin Sinta yang tau itu gak akan mungkin terjadi.
"Jangan nangis dong, jelek tau, ini hari bahagia jangan sampai di warnai dengan tangisan yang bisa merusak moment nahagia ini," timpal Ica lalun memeluk Sinta.
Zidan dan Jono pun menjabat tangan Sinta dan mengucapkan selamat kepadanya.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia kalian bisa datang ke acara ini," ucapnya dengan air mata masih mengalir di pipinya.
"Ya jelas dong kita datang walaupun gak di undang sih," ujar Dira, Sinta tersenyum mendengarnya
"Nah gitu dong senyum, jangan mewek-mewek terus, make Upnya jadi rusak kan," canda Ica
Walaupun Sinta terlihat tersenyum bahagia, akan tetapi perasaan gembira itu membuat dia semakin sedih, Sinta mengharapkan seseorang hadir di saat bahagianya itu, tapi apa di kata, keinginannya itu tidak mungkin dan tidak akan terwujud.
Sinta mulai memotong kuenya, potongan pertama dia berikan kepada Mak nya yang senantiasa memberikan kasih sayang buatnya dari kecil sampai sekarang ini, dan juga buat ayah tercinta dan selanjutnya buat orang-orang tersayangnya.
"Baiklah, sekarang sudah saatnya Acara puncak , tapi sebelumnya ada sebuah pertunjukan yang akan hadir di hadapan kita semua, sebuah ungkapan isi hati yang di nyanyikan oleh calon pria yang akan melamar saudari Sinta, mari kita saksikan semua," ucap MC heboh.
Semua orang deg-degan karena memang tidak ada yang tau siapa calon prianya yang memang mereka rahasiakan, tapi tidak dengan Sinta yang tau nya pria itu adalah Yusuf.
Dibalik sebuah tirai telah duduk seorang pria yang memegang gitar, sesaat kemudian suara petikan gitar berbunyi di iringi sebuah suara yang menyanyikan sebuah lagu yang menggambarkan perasaan dan keinginannya melamar Sinta.
Kau...
Adalah sosok yang mengisi hatiku
Dari rasa hampa menjadi bahagia...
Kau...
Anugerah tuhan yang di berikan untuk ku...
Diriku yang selama ini setia menunggu...
berharap aku kamu menjadi kita..
Apakah kau inginkan ku untuk bersamamu
Apakah kau inginkan ku bersanding denganmu
seperti apa yang tlah di harap kan oleh ku...
__ADS_1
Jawab aku...
Maukah kau menjadi pendamping hidupku...
Mengikat mu dengan apa adanya diriku
Jawablah pertanyaanku,
Bersediakah Dirimu
Bantu aku...
menjadikan nyata semua hara..pan ku
Hingga akhirnya ku bersanding denganmu
Menggenggam kedua tanganmu
Memasangkan Cincin,
Di jari manis mu..
Suasana hening, semua orang di sana menghayati isi lagu itu, lagu yang mempunyai makna terdalam dari isi hati seorang pria yang ingin mempersunting seorang wanita yang telah lama dia tunggu-tunggu dan saat inilah saatnya dia meluapkan rasa yang selama ini ada dalam hatinya.
Semua terharu mendengarnya, ada yang meneteskan air matanya, ada pula yang memeluk pasangannya.
Sinta mematung mendengar suara yang tak asing di telinganya itu.
"Mas Rama," satu kata keluar dari mulutnya dan air mata pun mengalir di pipinya.
Sesaat Tirai pun turun dan terlihatlah sosok pria tampan yang mengenakan pakaian senada dengan yang di pakaikan oleh Sinta, Sinta seketika berdiri dari duduknya, Dia sungguh kaget melihat pria didepannya itu adalah orang yang di harapkannya berada di sana yaitu Rama.
Sesaat Sinta masih mematung dan akhirnya perlahan kaki Sinta melemah dan Jatuh tak sadarkan Diri. Rama yang melihat itu langsung menangkapnya dan mengendong Sinta lalu membawanya ke ruangan Ganti. Semua orang kaget dan panik ketika melihat Sinta pingsan begitu pula dengan orang tua keduanya dan sahabat-sahabat Sinta lainya.
Mereka segera mengikuti langkah Rama yang membawa Sinta ke sana, sampai di sana Rama membaringkan Sinta di ranjang yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like Dan Coment yang banyak ya 😍🙏🙏