JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps35


__ADS_3

Paman ke sini aja dulu, nanti Sinta ceritain, jangan lupa ajak bunda ya paman," ujarnya


"Baiklah,, paman akan segera ke sana," ucap Zainal segera mengajak Istrinya menuju kerumah sakit yang dimaksud.


Rafka yang mendengar ucapan Sinta pada pamannya menjadi khawatir kalau Paman dan bibinya akan salah faham pada Rama, walaupun Rama sudah membuatnya babak belur begitu, akan tetapi Rafka mengkhawatirkan kisah cinta sahabat dan Adiknya itu kandas karena kesalahfahaman itu.


Rafka bertekad setelah sembuh dari sakitnya, dia akan berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Rama, walaupun Sinta melarangnya. Dia tau kalau Rama sangat mencintai Sinta begitu pula sebaliknya.


"Sinta..!


"Iya Bang Rafka ada apa ?


"Kamu akan menceritakan kejadian tadi pada paman dan bibi ?" tanya Rafka


"Bang Rafka,, aku tidak akan menceritakannya pada Paman, aku tidak mau pandangan paman terhadap Mas Rama berubah, lagian aku tidak mau paman sampai kehilangan pekerjaannya hanya karena permasalahan ini," ujarnya


"Lagi pula kalau paman tau dia pasti akan membuat perhitungan sama Mas Rama, itu yang aku takutkan, biarlah aku yang menanggungnya, jangan sampai paman terbawa dalam masalahku ini," tambahnya


Rafka lega karena ternyata pemikiran Sinta sama dengan pemikirannya, dan dia tidak menyangka kalau adik kecilnya itu sangat dewasa dalam menyingkapi masalahnya.


Zainal dan Wulan sudah sampai di rumah Sakit X, mereka langsung menuju ruangan yang sudah di beritahukan oleh Sinta tadi. Setelah sampai di sana Zainal mengetuk pintu ruangan itu, dari dalam ada yang membukanya. Zainal lega karena melihat Sinta yang membukakan pintu, itu berarti bukan dia yang sakit.


"Sinta..terus siapa yang sakit ?"


"Paman dan bunda masuk dulu ya," ucap Sinta, Zainal dan Wulan lalu masuk ke ruangan itu, Zainal yang baru melangkah masuk seketika Netranya melihat Rafka terbujur lemah di atas brankar, dia segera menghampirinya.


"Rafka,, apa yang terjadi padamu nak," tanya Zainal khawatir.


"Aku gak apa-apa kok paman, tadi ada sedikit insident di jalan," ucapnya sambil meringis kesakitan karena bibirnya sedikit terluka alibat pukulan Rama.


"Insident apa Rafka, kenapa kamu bisa seperti ini ?" tanya Wulan

__ADS_1


"Biasa bik, anak muda. masalah sama teman bik, tapi sudah kelar kok masalahnya," ucap Rafka.


"Udah ma, jangan di tanyain lagi, kasian Rafka..dia kelihatan kesusahan buat bicara," ujar Zainal karena dia melihat beberapa kali Rafka meringis kesakitan saat bicara.


🌹🌹🌹


Rama meninju dinding ruangan kantornya sehingga tangannya terluka dan berdarah, dia tidak menghiraukan tangannya itu karena luka di hatinya lebih parah dari luka di tangannya itu.


Setelah habis dari pantai, Rama tidak pulang ke Apartementnya melainkan ke kantornya. Rama sudah terbaring di sofa yang ada di dalam ruangannya dengan tangannya yang berlumuran darah. Kepalanya bagaikan di hantam batu besar, hatinya bagai tersayat-sayat pisau yang tajam.


Sudah dua kali dia merasakan sakitnya di khianati, tapi kali ini lebih sakit dari yang pertama karena dia di khianati oleh sahabat terbaiknya sendiri, Rama tidak menyangka kalau Rafka akan menusuknya dari belakang.


Awalnya Rama lega mengetahui kalau Rafka punya gebetan sendiri, tapi apa yang dia terima adalah sebuah penghianatan besar yang tak bisa dia maafkan. Air mata pun tak henti-henti keluar dari matanya.


Setelah lelah menangis Rama akhirnya tertidur lemas di sofa karena kehilangan banyak darah yang keluar dari tangannya.


Hari sudah pagi, James baru saja datang ke kantor. Sampai di kantor dia segera masuk ke Ruangan Rama karena memang itu yang selalu di lakukannya setiap pagi mempersiapkan apa saja yang di butuhkan oleh Rama saat dia datang.


James segera memanggil Security agar membantunya membawa Rama ke Rumah sakit.


James sudah sampai di rumah sakit dan Rama Pun sudah di tangani oleh Dokter. James sangat Khawatir dengan keadaan Bos nya itu, dia tidak pernah melihat Rama sehancur itu, Dulu dia pernah melihat Rama patah hati, tapi tidak separah sekarang.


Pak Rama kenapa bisa kayak gitu sih, padahal kemarin dia baik-baik saja, apa yang terjadi sama dia ya ?,, Batin James


Seorang Dokter keluar dari ruangan itu, James segera menghampirinya.


"Gimana keadaan pak Rama Dok ?


"Luka di tangannya sudah bengkak, sepertinya lukanya sudah agak lama di biarkan begitu saja sehingga Darahnya cukup banyak keluar dari luka tersebut, itu yang membuat pasien pingsan.Tapi anda tidak perlu khawatir, lukanya sudah di obati dan kami sudah memberikan obat anti nyeri untuk Pasien dan mungkin sebentar lagi pasien akan segera sadar,"


James menarik nafasnya lega. Dia ingin menghubungi orang tua Rama, akan tetapi dia takut akan kemarahan Rama karena Rama tidak suka kalau keadaannya di ketahui oleh orang tuanya.

__ADS_1


Dulu pernah sekali ketika Rama Sakit, James memberitahukan kepada orang tua Rama kalau bosnya itu lagi sakit, Rama sangat marah pada James waktu itu dan mulai saat itu kalau James melakukan sesuatu yang menyangkut Bos nya itu dia akan menanyakan terlebih dahulu kepada Rama baru setelah itu dia melakukannya.


James memperhatikan wajah Rama yang terbaring di Brankar, Matanya Sembab dan penampilannya acak-acakan sama seperti beberapa tahun yang lalu ketika Rama sedang patah hati kerena di khianati oleh cinta pertamanya.


"Kasian sekali kamu Pak Rama, entah kapan kamu akan merasakan bahagia," guman James


Tangan Rama terlihat bergerak, perlahan matanya terbuka.


" James !" panggilnya


"Ya pak Rama, apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya James


"Saya mau pulang, tolong bantu saya bangun," ucapnya lemah


"Tapi pak Rama,, kata Dokter Pak Rama harus istirahat dulu beberapa waktu di sini sampai keadaan Pak Rama membaik," cegah James


"Saya tidak apa-apa kok james, saya mau pulang," ucapnya sambil mencabut selang Infus yang menancap di tangannya, darah segar keluar dari tangannya itu. Rama berusaha bangkit tapi dunia seakan berputar pandangannya kembali gelap kemudian dia kembali terbaring Di Brankar. James yang melihat itu segera memanggil Dokter .


Dokter sudah kembali memasang selang Infus di tangannya Rama.


"Pak James, tolong di jaga ya pak Ramanya jangan sampai kejadian ini terjadi kembali karena akan berakibat fatal buat Pak Rama." Ujar Dokter itu


"Maaf Dokter, saya akan pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, tapi saya mau bertanya Dok, apa boleh kalau Pak Rama di rawat di rumah saja karena saya takut pak Rama akan kembali berulah." tanya James ragu-ragu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Mohon dukungannya Ya Reader,, karena Novel ini masih proses menuju kontrak.


Like.. Coment dan Vote ya..


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2