JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
eps 33


__ADS_3

"Mas aku bahagia..sangat bahagia," spontan Sinta memeluk tubuh Rama sehingga membuat Rama mematung.


"Sinta.. kita belum muhrim," ucap Rama membalikkan perkataan Sinta waktu itu. Sinta dengan cepat melepaskan pelukannya saat mendengar ucapan Rama.


" Tapi kalau kamu mau peluk lagi, aku bersedia kok," ucap Rama


"Ih mas Rama, kamu nakal deh," ucap Sinta merona


"Loh kok malah balik ngeledek sih, tadi siapa yang meluk duluan, bukan aku kan ?"Ledek balik Rama


"Mas Rama ngeselin ah..Lebih baik aku kesana aja bersama mereka," ujar Sinta berlalu dari sana menuju ke arah ibu-ibu yang sudah selesai dengan makannya dan mereka melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


Sinta pun mulai mencoba belajar membuat kerajinan itu bersama mereka, sesekali tawa Sinta terdengar ketika mendengar gurauan-gurauan ibu-ibu yang ada di sana.


Rama merasa bersyukur, setelah sekian lama menunggu Akhirnya dia dapat memiliki hati Sinta walaupun penuh dengan perjuangan dan mulai sekarang dia bertekad akan selalu membuat Sinta bahagia.


🌹🌹🌹


Sudah dua bulan Bian menikah dengan Siska, Dia sering kali pulang malam dengan keadaan mabuk dan sering main tangan terhadap istrinya.


Siska merasa seperti hidup di neraka, akan tetapi dia masih bersabar dengan sikap suaminya itu karena itu pilihannya sendiri karena menikah dengan orang yang tidak mencintainya.


Setiap malam Siska berdoà agar suaminya itu bisa menerimanya sebagai seorang istri yang sebenarnya bukan hanya istri di atas kertas saja. Seringkali Siska ingin merasakan di sentuh dan di manja seperti pengantin baru lainnya oleh suaminya itu, tetapi bukan kasih sayang yang dia dapatkan akan tetapi dia sering mendapat tamparan dan hinaan dari suaminya itu.


Bukannya Siska tak mampu melawan, bisa saja dia mengadukan perbuatan suaminya itu pada orang tuanya, akan tetapi dia tidak melakukannya karena dia tidak ingin masalah rumah tangganya itu di ketahui oleh mereka dan dari awal ini sudah pilihannya untuk menjadi Istrinya Bian, dia harus menerima akibatnya sendiri. Dia yakin suatu saat Bian akan bisa menerimanya sebagai istrinya.


Malam ini Siska belum juga bisa tidur, dia sedang menunggu suaminya pulang. Sekarang dia berada di ruang tamu dengan memakai lingeri yang sangat sexy, malam ini dia bertekad untuk menggoda suaminya itu, dia sangat merindukan sentuhan dari Bian.

__ADS_1


Selama Dua bulan mereka menikah, jangankan menyentuh Siska, melihatnya saja Bian sudah merasa muak dan jijik. Walaupun begitu Siska masih saja berusaha menggodanya. Dia yakin nantinya Bian akan menyentuhnya juga.


Braakk...


Suara pintu di banting, seperti biasa Bian pulang dalam keadaan mabuk, dia kemudian berjalan menuju kamarnya, Siska yang melihatnya segera menghampiri suaminya itu.


Ketika Siska ingin memapahnya, bian mendorong Siska hingga terjatuh di lantai.


"Pergi kamu,, jangan dekat-dekat, aku muak melihat wajah polos mu itu, gara-gara kamu aku kehilangan Sinta," ucapnya kemudian dia berjalan terhuyung-huyung ke arah kamarnya.


Siska hanya bisa menangis, rasanya dia tak sanggup lagi menahan luka di hatinya.


Tapi dia masih yakin, pelan-pelan Bian akan bisa menerimanya walaupun tubuh dan jiwanya sudah semakin tersakiti.


Siska bangkit dan melangkah menuju kamarnya, dia melihat Bian sudah terbaring di ranjang. Dia kemudian melepaskan sepatu Bian dan mengambil air hangat dan dengan telaten membersihkan sisa-sisa muntahan Bian yang ada di tubuhnya kemudian mengganti baju bian dengan piyamanya.


Siska sudah selesai dengan rutinitasnya, walaupun hatinya sakit dengan perlakuan Bian, namun dia tetap melakukan kewajibannya terhadap suaminya itu.


"Mas,, semoga nantinya kamu bisa menerima aku sebagai istrimu seutuhnya," gumannya sambil membelai rambut Bian yang sudah terlelap.


Matahari sudah meninggi, Bian terbangun dari tidurnya .Dia melihat sekelilingnya suasana kamar sudah kelihatan rapi dan bersih, Bian segera menuju ke kamar mandinya. Hari ini seperti biasa dia berencana akan mencari keberadaan Sinta lagi walaupun dia hanya bisa memandangnya dari kejauhan saja.


Bian sudah mengetahui kalau Rama sudah jadian dengan Sinta, akan tetapi dia akan mencari cara untuk memisahkan mereka agar dia punya kesempatan untuk bisa memiliki Sinta kembali.


Bian sudah rapi dengan baju santainya, dia menggunakan hody dan jeans hitamnya. karena hari ini hari minggu dia tidak pergi kekantor. Bian hari ini akan mengikuti Sinta sendiri seharian full, biasanya dia menyuruh suruhannya yang mengikutinya dan melaporkan setiap apa yang di lakukan oleh Sinta, dan malamnya baru dia sendiri yang mengikuti Sinta, Bian masih sangat terobsesi sama Sinta.


Bian dengan santainya berjalan menuju ke ruang makan, di sana Siska sudah menyiapkan sarapan buat Bian.

__ADS_1


"Mas sudah bangun ya, ayo mas kita sarapan bareng," ucap Siska dengan senyum manisnya.


Bian tidak mengubrisnya, dia terus duduk lalu sarapan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Siska. Siska hanya tersenyum kecut melihat sikap suaminya yang tidak berubah terhadapnya.


Setelah sarapan Bian segera pergi dengan menggunakan mobilnya. Rasa penasaran Siska membawanya mengikuti kemana Bian pergi, Siska ingin tau Kemana saja suaminya di luaran sana.


Bian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah Sinta, dan Siska pun akhirnya kehilangan jejak suaminya itu. Siska memutuskan untuk kembali kerumahnya.


Bian sudah sampai di rumah Sinta, dia melihat kalau Sinta keluar dari rumahnya dengan seorang pemuda tampan yang tidak di kenali oleh Bian, Bian mengambil Foto ketika Sinta berboncengan sama pemuda tersebut, Sinta terlihat mesra sekali dengan pemuda itu.


Pemuda tersebut melajukan motornya yang membuat Sita memeluk tubuh pemuda itu dari belakang, moment itu pun sudah di abadikan oleh Bian di ponselnya.


Siapa pemuda itu, belum lagi aku menyingkirkan Rama sudah ada lagi pemuda ya**ang lain yang mendekati Sinta,, batinnya


Bian segera melajukan mobilnya mengikuti mereka.


Rafka dan Sinta hari ini berencana akan ke pantai Ancol, Sinta sangat senang karena sudah lama dia tidak merasakan suasana pantai. Mereka sudah sampai di Ancol, Rafka segera memarkirkan motornya kemudian Dia pun bergegas mengikuti Sinta yang sudah duluan berlari kearah Pantai tersebut.


Sinta berlari-lari kecil di atas riak laut seperti anak kecil, tak lama kemudian Rafka sudah berhasil menghampiri Sinta dengan nafas ngos-ngosan sebab memang Sinta larinya kekencangan karena terlalu antusiasnya.


"Bang..aku haus, beliin minum dong," suruh Sinta yang masih asik bermain air.


Rafka menjatuhkan rahangnya, baru saja dia sampai di sana sudah di suruh-suruh aja...


"Dasar anak kecil," gumannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


🌹Jangan lupa Like..Coment Dan Vote ya...


__ADS_2