JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 29


__ADS_3

Apa lo lihat-lihat," ucapnya, Lusi malah memeletkan lidah kearahnya.


"Dasar centil," ucap Edo kemudian kembali fokus kedepan kelas.


" Sudah..sudah, kita mulai pelajarannya," ucap Rafka segera memulai pelajaranya.


Terlihat senyum di bibir Dira dan teman-temannya yang lain, sebuah chat masuk ke ponsel Dira, suara ponselnya berbunyi nyaring sehingga perhatian semua yang ada di sana tertuju padanya tak terkecuali Rafka.


Mati gue,, kenapa gue lupa sih kalau ponsel gue belum di silent,, Batinnya.


Dira cengengesan melihat ke arah Rafka, Rafka berjalan ke arah Dira dan mengambil ponsel milik Dira kemudian memasukkan kedalam kantong celananya.


Dira melongo melihat apa yang di lakukan Rafka. Dia ingin protes tapi dia kemudian menyadari kalau itu memang salahnya.


Pelajaran pun telah usai, Rafka menutup Bukunya.


" Dira setelah istirahat kamu keruangan saya," ucapnya kemudian dia keluar dari ruangan itu.


" Siapa sih yang nge chat gue saat masih ada kelas," ucap Dira kesal


"Gue,,he..he..." ucap Ica cengengesan


"Maaf Dira, gue kesenengan tadi karena Bu Sari gak masuk, kan kita gak akan kena hukuman, lagian salah lo sendiri kenapa juga ponsel lo gak di silent," ujar Ica


"Gue lupa oon, dan gue yang harus ke ruangan pak Rafka," ujarnya lemah


"Kok lemah begitu, harusnya lo semangat dong. Kan lo bisa berduaan tuh sama pak Rafka, siapa tau timbul benih-benih cinta di antara kalian," ujar Ica


"Bacot lo itu, Mana mau Pak Rafka sama gue. Dia udah tampan, berwibawa lagi. Pasti banyak yang ngantri untuk dapatin dia," ucap Dira


"Ha...ha.. Akhirnya Lo ngaku juga kalau dia itu Tampan", ledek Ica


" Udah jangan saling meledek kenapa," ujar Sinta yang dari tadi hanya jadi pendengar saja.


"Siapa yang tampan Dira sayang,, Babang Jono ya ?" ucap Jono yang baru gabung di sana bersama Zidan


"Ih GR lo Jon,, orang Dira lagi ngomongin yayangnya," Dira memelototkan matanya ke Ica


"Yayang yang mana, kan Yayang nya Dira cuma Babang jono seorang," ucap Jono sambil menepuk dadanya bangga


"Pede Gila lo, mau muntah gue. yuk Ica kita kekantin," ucap Dira sambil menarik tangan Ica dan Sinta menuju ke kantin kampus.


"Ikut..." ucap Jono menarik tangan Zidan, Zidan menepisnya.


"Gue bisa sendiri Jon," ucapnya

__ADS_1


"Sorry Bro, gue jadi ikutan kayak mereka he..he.." Jono cengengesan, kemudian merekapun mengikuti para ladies menuju kantin.


Rafka sudah berada di ruangan nya. Dia berencana menghubungi Sinta untuk mengajaknya makan siang dan mengenalkannya kepada sahabatnya Rama.


Rafka mengambil ponselnya lalu menghubungi Sinta, Sinta yang melihat ada panggilan telpon dari Rafka langsung mengangkatnya.


" Iya bang, ada apa?" tanya Sinta yang masih ada makanan di mulutnya.


"Minum dulu Sinta.. kebiasaan deh ngomong masih ada makanan di mulutnya," ucap Rafka, Sinta kemudian minum air putih yang ada disana.


"Udah bang, ada apa nih telpon aku ?


" Tadinya abang mau ngomong langsung sama kamu, tapi kan kamu bilang kalau di kampus jangan ada yang tau kalau kita sepupuan, jadi abang nelpon kamu," ujarnya


"Bagus,, itu baru abangku yang tampan, Abang mau ngomong apa ?


" Kamu ada waktu gak siang ini, abang mau ngajak makan siang bareng nih," tanya Rafka


"Maaf Bang,, Sinta sudah Janji sama orang. Mau makan siang bareng juga," ucapnya


"Yach...padahal abang mau ngenalin seaeorang sama kamu ?"ucap Rafka kecewa


"Mungkin lain kali ya bang, kan hari minggu ni kita mau jalan-jalan kan, abang lupa ya sama janjinya," ujar Sinta


"Oh Iya,, hampir saja abang lupa, nanti abang akan ajak dia jalan sama kita, kalau gitu udah dulu ya my princess,,abang tutup dulu telponnya," ucap Rafka sambil menutup panggilan telponnya


"Bukan kok, tapi tadi itu sepupu aku," Jawab Sinta


"Ganteng gak ?, kenalin dong sama gue, siapa tau cocok kan," ucap Dira


"Iya kapan-kapan gue kenalin sama dia, dia tampan kok sebelas dua belas dengan Pak Rafka", ujar Sinta


"Loh kok malah bahas Pak Rafka sih, kan kita lagi bahas sepupu lo,"


"Kan pak Rafka yayang lo," ceplos ica


" Whaatt...Teganya hatimu padaku saayang," Jono menyanyikan lagunya mbak Betharia sonata yang menggambarkan perasaannya saat ini.


"Lebay...." ucap mereka barengan kemudian tertawa


Setelah Istirahat mereka masuk keruang kelasnya kecuali Dira, Dia melangkahkan kakinya menuju ruangan Rafka. Jantungnya deg-degan dengan keringat dingin muncul di keningnya.


Kira-kira hukuman apa ya yang akan di kasih Pak Rafka sama gue,, Batinnya


Sesampainya Dira di depan pintu Rafka, Dia menarik nafas dan menghembuskannya pelan untuk menetralisir kegugupannya. Dira mulai mengetuk pintu ruangan itu.

__ADS_1


Tok..tok...


"Masuk.."Ucap seseorang dari dalam ruangan itu yang sudah pasti adalah Rafka, Dira membuka pintunya pelan-pelan dan mulai masuk ke ruangan itu.


" Biarkan saja pintunya terbuka agar tidak timbul fitnah," ucap Rafka. Dira mematuhi perintah Rafka , dia membiarkan pintu ruangan itu terbuka.


"Kamu pasti sudah mengetahui kenapa saya panggil kamu ke ruangan saya," tanya Rafka


"Iya pak," jawab Dira sambil menundukkan kepalanya.


"Kalau kamu tau, berarti saya tidak perlu menjelaskan lagi kesalahan kamu dan sebagai hukumannya kamu harus menemani saya makan siang ini dan ponsel kamu akan Saya sita sampai hukumanmu selesai," ucap nya


"Apa...Apa Bapak tidak salah ?" tanya Dira


"Maksud kamu ?" Rafka balik bertanya


"Maksud saya pak,, apa gak ada hukuman yang lebih mendidik gitu, ini kok malah nemenin bapak makan siang sih," ujar Dira binggung


"Itu juga mendidik,, agar kamu makan tepat waktu, nanti pulang kuliah saya tunggu di parkiran. Sekarang kamu boleh kembali ke kelasmu," ujarnya


Dira tidak bertanya lagi, dia segera keluar dari ruangan itu dengan bermacam pertanyaan di benaknya.


Aneh banget sih pak Rafka itu, emang ada ya hukuman seperti itu,, Batinnya


Dira segera kembali ke ruang kelasnya, sampai disana Dia di cerca bermacam-macam pertanyaan dari teman-temannya.


"Eh Dira datang tuh," ujar Ica segera menghampiri Dira di ikuti oleh Sinta, Zidan dan Jono.


"Dir,, Lo di hukum apa sama Pak Rafka," tanya Zidan


"Kali ini dia memaafkan gue, tapi tidak lain kali," ujar Dira Bohong, Dia tidak ingin teman-temannya tau kalau dia di hukum makan siang sama Rafka, bisa-bisa dia tambah di ledek sama mereka.


"Tuh kan..kayaknya Pak Rafka ada hati sama Lo tuh," ujar Ica


"Apaan sih Lo Ca,, berhenti jodoh-jodohin gue sama dia," ujar Dira marah


" Kalau sama gue boleh dong beb ?" ujar Jono


" Enggak.."


Ha...ha...ha...


Mereka semua pun tertawa melihat wajah Jono yang Melongo...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


🌹Jangan lupa Like..Coment...dan Vote ya


Makasih🙏🙏🙏


__ADS_2