
Waah Bro, itu yang lo bilang gadis bontet, cantik banget, kok dia gak seperti yang lo bilang sih," ucap Zidan membuat Ica memelototkan matanya ke arah Zidan
"Tapi tetap yayang Ica lebih cantik kok," ujar Zidan saat melihat tatapan tajam Ica ke arahnya.
"Queen, kamana aja lo ? udah lama lo gak mampir ke sini," ucap Laki-laki botak yang baru saja menghampiri gadis yang mereka sebut Queen itu.
" Gue gak sempat, kan lo tau sendiri kalau gue lagi belajar buat ujian akhir," ucapnya
" Sorry, Kita lupa kalau lo masih bocah ," ujar laki-laki yang bernama Denis itu, Denis adalah ketia geng paling di takuti disana tapi dia takluk di bawah Queen karena memang kemampuan Queen bukan hanya pembalap handal tapi juga kemampuan beladirinya yang sangat mengagumkan.
Queen menatap tajam ke arah Denis,Denis menundukkan wajahnya. Denis sebenarnya dari lama sudah menaruh hati pada Queen, tapi Queen hanya menganggapnya sebagai kakak saja tidak kebih dari itu.
Queen melihat sekilas ke arah Jono, lalu menghampiri ke arahnya.
" Mana motor pink lo ?" Jono takut sekaligus malu pada orang-orang yang ada di sana yang tertawa mendengar pertanyaan Queen.
"Gak Ada, gue akan balapan pakai motor ini," ujar Jono
"Yach gue jadi kecewa jadinya, tadinya gue udah nyiapin motor yang sepadan dengan motor pink lo itu, tapi gak apa-apa deh kalau gitu kita balapan dengan motor gede aja," ucap Queen
"Lo sudah siap ?" tanya Queen, Walaupun ragu-ragu Jono menganggukkan kepalanya.
"Taruhannya apa nih ?" ujar Denis
"Gak ada taruhan, gue cuma mau latihan saja sama dia," Jono merasa lega mendengar ucapan Queen.
"Tapi..." Ucapannya menggantung yang membuat jantung Jono makin deg-degan.
"Tapi apa Queen ?" tanya Zidan
"Tapi kalau gue menang dia akan jadi guru prifat gue," ujar Queen. Jono lega mendengarnya.
"Oke deal," ucap Jono sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman. Queen menyambut tangannya.
Degg..
Jantung Jono berdetak kencang saat manik mata Jono bertemu dengan manik mata Queen. Tak sadar Jono mengedipkan matanya ke arah Queen, Wajah Queen merona dan segera melepaskan tangannya dari tangan Jono.
Denis yang melihatnya menggepalkan tangannya. Queen dan Jono menaiki motor masing-masing lalu mereka melajukan motornya ke garis start.
"Bang Botak jalanan sudah steril ?" Tanya Queen
__ADS_1
"Beres Queen, jalanan aman terkendali," ujarnya
Jono dan Queen sudah berada di garis Start dan bendera pun di kibarkan, Jono dan Queen mulai melajukan motornya dengan kencang, Saat berada di belokan Queen hilang keseimbangan dan motornya pun terjatuh dan dia terjatuh di aspal dan mengerang kesakitan.
Jono menghentikan motornya dan segera menolong Queen, kaki Queen berdarah.
"Lo gak apa-apa ?" tanya Jono
"Kaki gue sakit banget," ucapnya
Jono segera menggendong Queen dan menaruhnya di Jok belakang motornya lalu segera membawanya ke Rumah sakit.
"Mereka kemana sih, kok lama banget," ucap Denis
"Iya..ya..kok lama ya," jawab yang lain
Tiba-tiba ponsel Zidan berbunyi dan semua mata memandang kearahnya, Zidan cengengesan melihat ke arah mereka. Zidan yang melihat Jono menelponnya langsung mengangkatnya.
"Hallo Jon, lo dimana ? bukannya lo lagi balapan ya kok bisa nelpon," tanya Zidan yang membuat Denis merebut ponselnya.
" Queen dimana ?" bentaknya
"Queen di rumah sakit X tadi dia terjatuh," jawab Jono.
"Bang Botak, bubarkan semuanya. Queen di rumah sakit dan gue akan ke sana," ucap Denis pada Botak
"Siap.." jawab Botak
Denis pun segera melajukan motornya dan menuju ke rumah sakit X, Zidan dan Ica mengikutinya dari belakang. Karena Denis melajukan motornya sangat kencang mereka akhirnya kehilangan jejak Denis.
"Sial..cepat amat motornya, kita kehilangan jejak kan," ucap Zidan.
"Kenapa gak nelpon Jono balik aja sayang," ucap Ica
"Eh iya..ya, kenapa gue gak kepikiran ya," ujar Zidan sambil menyerahkan ponselnya ke Ica
"Sayang kamu aja yang nelpon ya, kan aku lagi nyetir." suruhnya, Ica segera menDeal nomornya Jono, dan Jono langsung mengangkatnya.
"Hallo Jon, lo dimana sekarang ?" Tanya Ica
"Gue di Rumah sakit X," jawabnya dan saat itu pula Denis datang dan segera memukul Jono dan ponselnya pun terpental dan rusak.
__ADS_1
Ica binggung tiba-tiba saja ponsel Jono mati setelah dia mendengar suara pukulan dan teriakan Jono.
"Sayang ayo segera ke Rumah sakit X, aku khawatir sama Jono," ujar Ica
"Emang kenapa sih sayang sama Jono,"
"Aku juga gak tau, tapi sebelum sambungan telpon terputus aku sempat dengar teriakannya." ujar Ica, Zidan pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit tersebut.
Di Rumah sakit...
Denis yang baru saja sampai langsung menuju ke arah Jono dan langsung menonjok wajah Jono sehingga membuat Jono jatuh tersungkur di lantai, kejadian itu membuat beberapa perawat yang sedang bertugas kaget melihatnya dan segera memanggil security.
Beberapa orang Security datang dan melerai perkelahian mereka dan membawa mereka ke pos pengamanan.
Sedangkan Queen yang mendengar keributan yang ada di luar ruangan itu bertanya pada salah seorang perawat yang baru saja masuk ke sana.
"Suster, ada apa sih diluar kok ribut banget," tanya Queen
"Itu mbak, tadi ada yang berkelahi di luar," ucap Suster itu, perasaan Queen mulai gak enak.
"Apa salah satunya yang bawa saya kemari ya Sus ?" tanya Queen lagi
"Sepertinya iya mbak," jawab Suster itu
Fiks ini pasti Denis yang buat ulah, itu anak kebiasaan banget suka mukul-mukul sembarangan, dia pasti salah faham lagi ,, Batin Queen
"Dokter apa saya bisa keluar sebentar ?"
"Bisa tapi harus pakai kursi roda ya, karena kaki kamu belum bisa di ajak gerak dulu nanti lukanya terbuka lagi." ujar Dokter itu
"Suster tolong bantu nona ini duduk di kursi Roda dan tolong antarkan dia kemana dia mau pergi," suruh Dokter itu.
"Baik Dok," jawab Suster tersebut lalu dia membantu Queen duduk di kursi roda dan mendorong kursi roda tersebut menuju pos keamanan seperti yang Queen inginkan.
Saat sampai di sana, memang benar kalau Denis sudah datang ke rumah sakit dan membuat keributan di sana. Denis yang melihat Queen langsung menghampirinya.
"Queen lo gak apa-apa ? Apa yang si kampret itu lakuin sama lo," tanya Denis
"Kebiasaan lo ya, kalau datang itu tanya-tanya dulu kek, jangan main pukul-pukuk aja. Lo itu sudah salah faham sama dia, asal lo tau dia yang udah nolong gue dan bawa gue ke sini saat gue terjatuh sendiri di jalan sana,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
*🌹 Like...Coment dan Vote ya Readers
Makasih🙏🙏🙏*