JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 94


__ADS_3

Yusuf sekarang sudah berada di depan sebuah gedung raksasa yang menjulang tinggi,dia berada di depan Gedung perusahaan RA Group sekarang.


Yusuf sangat takjub melihat gedung itu, walaupun saat dulu dia ke Jakarta sudah pernah melihat gedung-gedung menjulang tinggi seperti itu namun dia tidak pernah membayangkan hari ini akan bekerja di sana.


Yusuf Mulai melangkahkan kakinya menuju pintu masuk ke Lobby Gedung itu, Saat dia hendak masuk Security yang menjaga di sana menghadangnya.


"Maaf ada perlu apa pak Ustadz datang kemari ?" Tanya salah seorang Security yang melihat penampilan Yusuf yang memakai baju koko dan peci itu.


"Saya mau bertemu dengan Pak Rama pak ," Jawab Yusuf


"Pak Ramanya belum datang, Silahkan Pak Ustadz menunggu di ruang tunggu Lobby yang ada di sana," ucap Security itu Ramah.


Yusuf pun kemudian masuk ke sana dan berjalan menuju tempat yang tadi di tunjuk oleh security tersebut.


Yusuf mulai duduk di sana kemudian mengambil Al-Quran kecil yang selalu dia bawa kemana saja lalu mulai membacanya. Banyak karyawan yang baru datang melihat ke arah Yusuf yang tampan itu apalagi penampilannya yang berbeda dari yang lainnya mengundang perhatian semuanya.


Banyak dari mereka yang berhenti dan menonton Yusuf yang sedang melantunkan ayat suci Al-Quran itu dengan sangat merdu. Baru beberapa menit saja sudah banyak orang yang mengerubungi Yusuf, namun Yusuf masih meneruskan bacaannya tanpa menoleh sedikitpun.


Rama yang baru saja Datang heran melihat Orang-orang yang berkerumun itu, dia bertanya pada seorang Security.


"Pak Ada apa sih di sana, kok banyak sekali karyawan yang berkerumun ?" tanya Rama


"Maaf pak Rama, tadi ada seorang Ustadz yang ingin bertemu dengan Pak Rama dan saya menyuruhnya menunggu di sana, namun saya juga tidak tau kenapa mereka pada memperhatikannya, Apa perlu saya bubarkan mereka semua," Jawab Security itu


"Ooo gak usah pak, biar saya yang kesana saja untuk mengeceknya," ujar Rama lalu menuju ke sana.


Saat Rama sudah berada di tengah-tengah mereka, ada yang melihatnya lalu berbisik pada teman-temannya.


"Eh ada pak Rama tuh, ayo kita masuk dan bekerja," ujar salah seorang dari mereka. Rama menaruh tangannya di bibir mengisyaratkan kepada mereka agar mereka tidak berisik dan mendengarkan saja Lantunan bacaan Al-Quran itu.Mereka pun kembali terdiam Sampai Yusuf menyekesaikan bacaannya.

__ADS_1


"Shadaqallahul'azim..." Yusuf menyelesaikan bacaannya dan mencium Al -Qur'an itu lalu memasukkannya ke dalam Tasnya. Dan pada saat dia melihat ke sekelilingnya Yusuf terkaget karena banyak sekali orang yang memperhatikan sambil tersenyum kearahnya.


Netranya melihat ke arah sosok yang sangat di kenalnya.


" Pak Rama..!


"Yusuf..," ujar Rama lalu memeluk Yusuf, Semua orang tercengang melihatnya, seorang Bos perusahaan ternama memeluk seorang biasa seperti Yusuf.


"Saya sangat senang sekali kalau kamu sudah datang, saya pikir kamu gak di kasih izin buat ke sini oleh orang tua kamu," ujar Rama setelah melepaskan pelukannya. Mereka yang ada di sana pun kembali melongo mendengar ucapan Rama. Salah seorang dari mereka memberanikan diri untuk bertanya.


"Pak Rama, sebenarnya dia siapa sih, kok pak Rama kelihatannya sangat akrab dengannya ,"


"Semuanya Kenalkan Ini Yusuf yang akan menjadi manajer keuangan di kantor ini mengantikan pak Kusno yang sebentar lagi pensiun," ujar Rama


"Ooooo," ujar mereka semua


"Apa itu pak Rama ?" tanya seorang karyawan wanita yang sangat mengangumi Rama dari dulu yaitu Jeni.


"Setiap Hari Jum'at seluruh karyawan wajib mengikuti pengajian yang akan di ajarkan oleh Ustadz Yusuf, kegiatan itu akan di adakan di Mushalla kantor, dan bagi yang tidak mengikutinya akan kena Sanksi kecuali berhalangan," ujar Rama


Semua pada riuh, ada yang senang dan ada pula yang tidak suka, Rama melihat Eskspresi yang berbeda-beda dari mereka.


"Keputusan saya tidak dapat di ganggu gugat, apabila ada yang keberatan bisa langsung Komplain kepada saya atau Sekertaris James Langsung," ujar Rama


Semuanya terdiam mendengar ucapan Rama itu, Suka tidak suka mereka harus melakukan semua arahan Rama itu karena memang Rama adalah Bos perusahaan itu.


"Kalau begitu kalian semua sudah boleh balik kerja, Ayo Yusuf kita keruangan saya ," ujar Rama, Rama berjalan berdampingan dengan Yusuf menuju ke Ruangannya.


Sampai di sana sudah ada Sekertaris James yang sudah berdiri di depan pintu Ruangan itu sambil memegang beberapa Map di tangannya.

__ADS_1


"Loh kok ada Yusuf di sini Pak Rama ?" tanya James


"Iya James dia mulai sekarang akan bekerja di sini, " ujar Rama


James mangut-mangut lalu membukakan pintu buat Bos nya itu.


"Ayo Suf, kita masuk ka dalam," Yusuf pun mengikuti langkah Rama di susul Sekertaris James di belakang mereka.


"Pak Rama, ini semua berkas yang harus Pak Rama tanda tangani," ujar James sambil menyerahkan beberapa map ke tangan Rama.


"Oke..taruh di situ saja dulu, dan James kamu suruh pak Kusno menjelaskan semua tentang keuangan perusahaan kepada Yusuf dan mengajari dia bagaimana cara membuat pembukuan dan lainnya yang berkaitan dengan kerjaan seorang manager keuangan," ujar Rama.


"Jadi maksud Pak Rama Yusuf yang akan mengantikan Pak Kusno yang sebentar lagi Pensiun ya," tanya James


"Iya James, Hanya orang-orang terpilih lah yang bisa menduduki Jabatan itu, dan saya percaya Yusuf akan setia pada perusahaan kita, dan saya tidak meragukannya sedikitpun," ujar Rama.


"Pak Rama mungkin saya tidak pantas menjabat posisi itu, saya tidak pintar dalam hal tersebut, biar saya bekerja yang lain saja," ujar Yusuf


"Saya tidak butuh orang pintar, tapi yang saya butuhkan adalah orang yang Jujur Suf, Kalau orang tidak mengerti kita bisa ajari, tapi kalau orang yang terbiasa gak Jujur mau kita apakan saja pasti akan tetap berbohong dan akhirnya menghianati kepercayaan kita, Kamu mengerti kan apa maksud saya ?" tanya Rama, Yusuf mangut-mangut


"Kamu Lihat James, dia awalnya tidak sepintar itu, dia hanya lulusan SMA saat bekerja di sini, awalnya dia hanya seorang OB, tapi sekarang lihat dia, dia begitu berwibawa dan sangat pintar membantu saya dalam mengelola perusahaan ini," ujar Rama


"Iya Suf, itu semua berkat kebaikan Keluarga Pak Rama yang membiayakan kuliah saya sampai saya seperti ini sekarang," ujar James


"James kamu jangan berlebihan gitu, Semua Rezeki sudah di tentukan oleh Allah James, tinggal dari mana kita meraihnya saja, dan mungkin Rezeki kamu di kirim melalui tangan kami," ujar Rama, Yusuf semakin kagum akan kerendahan hati Rama itu..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir di CS Ku ya, dan mohon dukungan sebanyak-banyaknya..Makasih..🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2