
Emm boleh deh, jadi ngirit ongkos juga kan he..he..," ujarnya sambil naik ke atas motor itu.
Sari segera melajukan motornya menuju ke Blang padang, akan tetapi saat setengah perjalanan Sari membelokkan motornya ke arah lain sehingga membuat Sinta heran.
"Sari ini kan bukan ke arah Pasar, kita mau kemana sih ?" tanya Sinta yang tidak tau di mana dia berada sekarang. Maklum Sinta dulunya anak rumahan kalau gak sekolah, pengajian ya di rumah saja, jadi wajar kalau dia tak tau daerah itu.
"Kamu tenang saja Sinta, kita hanya mampir sebentar kok di rumah temen aku. aku cuma mau ngambil barang sebentar di sana baru setelah itu aku akan ngantar kamu." ucap Sari sambil menyerigai. Dia seperti merencanakan sesuatu tapi Sinta tidak curiga sedikitpun padanya.
"Ooo aku pikir kita mau kemana ?" ucap Sinta lega. Sari hanya tersenyum smirk, tapi Sinta tidak melihatnya karena memang dia berada di belakang Sari.
Bodoh banget sih kamu Sinta, main percaya saja sama aku. aku akan buat kamu mrnyesal karena telah merebut Ustadz Yusuf dari aku,, Batin Sari.
Akhirnya mereka sampai juga di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, akan tetapi rumah itu jauh dari rumah-rumah lainnya.
"Yuk kita masuk sebentar, Lala pasti sudah menunggu aku dari tadi," ajak Sari
"Aku tunggu di sini saja ya, kamu saja yang masuk," ucap Sinta, tapi Sari gak kehabisan akal, dia punya seribu satu cara buat bisa membawa Sinta masuk ke rumah itu.
"Ah ayolah Sinta, aku pasti lama nanti, karena mungkin Lala akan mencari pesananku dulu, nanti takutnya kamu lama sendiri di luarnya," bujuk Sari lagi
"Ya sudah kalau begitu, tapi janji ya gak lama, soalnya aku takut kalau mas Yusuf nunggunya kelamaan," ujarnya
Mereka pun akhirnya masuk ke sana dan benar saja seorang gadis sebayanya sudah nenunggu mereka di dalam rumah itu saat Sari membuka pintunya.
"Kok kamu gak ngetuk pintu dulu sih Sari main masuk-masuk saja ke rumah orang," ucap Sinta mulai curiga
"Aku sudah biasa ke sini kok Sinta, makanya aku langsung masuk aja," ucap Sari lalu segera menuju keruang tamu. Sinta pun segera mengikutinya.
"Eh lo sudah datang Sari, siapa nih ?" tanya seorang gadis tang berada di ruang tamu itu.
"Ini teman aku Sinta yang baru pulang dari Jakarta, Sinta kenalin dia Lala yang aku bilang tadi," ujar Sari, Sinta menjulurkan tangannya hendak bersalaman, Lala pun menyambut tangannya itu.
"Eh gimana sama pesanan aku, apa sudah sampai ?" tanya Sari
"Oh itu sudah sampai kok, sebentar ya gue cari dulu, oh iya kalau lo mau minum ambil saja sendiri di dapur, banyak minuman kok di sana," ucap Lala lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Kamu mau minum apa Sinta ?" tanya Sari
"Ah gak usah repot-repot," ucap Sinta
"Gak repot kok, aku mau ngambil minum nih di dapur," ucapnya
"Apa aja deh," ucap Sinta
"Oke kamu tunggu sebentar ya," Sinta menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Bodoh kamu Sinta, kamu sudah masuk dalam perangkapku dan sebentar lagi kamu akan jadi wanita paling hina dan tak pantas bersanding dengan Ustadz Yusuf,, Batin Sari dengan serigainya.
Sari membuat dua minuman yang satunya sudah di taruh obat tidur olehnya kemudian dia segera kembali ke ruang tamu dengan membawa minuman di tangannya.
"Ini buat kamu," ucapnya sambil menyerahkan minuman yang sudah di taruh obat tidur tadi.Sinta mengambilnya dan menaruhnya di meja, Sari kesal melihatnya karena Sinta tidak langsung meminumnya.
"Di minum dong minumannya, panas-panas gini enak loh yang seger-seger begini," rayu sari, Sinta pun akhirnya meminum minuman tersebut, dan tak berapa lama berselang dia terlihat sangat mengantuk dan tertidur di sofa itu.
"Ha..ha..kena lo sekarang," ucap Sari
"Assalamuàlaikum bu, apa Sinta ada di rumah ?" tanya Yusuf
"Waàlaikum salam, ini nak Yusuf ya, bukannya Sinta dari tadi pagi pamitnya mau ketemu sama kamu, kok kamu tanya sama ibu," jawab Rahmi
"Tapi Sinta belum datang ke sini bu, saya sudah dari pagi menunggunya tapi dia tidak datang juga, saya telpon pun tidak di angkat," ujar Yusuf makin khawatir karena Sinta tidak ada di rumahnya.
"Kemana juga tu anak, oh Ya nak Yusuf ibu hubungi teman-temannya dulu siapa tau Sinta mampir dulu di sana, nanti ibu kabari lagi ya ," ucapnya sambil memutuskan sambungan telponnya.
Rahmi gelisah, dan saat dia mau menyusul suaminya, Fajar sudah terlihat masuk ke halaman rumahnya, Rahmi langsung menghampirinya.
"Yah, Sinta yah, Sinta hilang,"
"mak ngomong apa sih, jangan bercanda ah, ayah Capek ni," uiar Fajar
"Saya gak bercanda Yah, tadi Sinta Janjian mau ketemu sama Yusuf tapi jam segini dia belum sampai di sana, dan Yusuf bilang telponnya pun gak diangkatnya," ujar Rahmi
__ADS_1
"Jangan-jangan di lari lagi sama Rama," ucap Fajar sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi Rama.
Sementara Rama yang berada di penginapannya terlihat gelisah dari tadi, dia terlihat mondar-mandir sudah seperti setrikaan saja. Dia sudah menghubungi semua orang terdekatnya yang berada di Jakarta akan tetapi mereka baik-baik saja.
"Apa terjadi sesuatu sama Sinta," gumannya, Rama mau menghubungi Sinta, tapi dia ingat sama pesan Ayahnya Sinta kalau dia harus bersabar dan membiarkan Ayah dan ibunya yang menyelesaikan semuanya.
Tiba-tiba ponselnya berdering, dan dia melihat ada nomor baru yang menelponnya. Rama lalu mengangkatnya.
"Assalamuàlaikum,"
"Waàlaikumsalam, kamu di mana nak Rama ?"
"Ini siapa ya ?
"Ini ayahnya Sinta,"
"Oh iya om, saya lagi di penginapan, ada apa ya Om ?"
"Sinta ada sama kamu ?
"Maksud om apa ? saya gak mengerti, dari tadi saya sendirian saja di sini." ucapnya
"Sinta hilang Nak Rama, tadi dia pamit mau ketemu sama temannya tapi tadi temannya Sinta nelpon ke rumah dia bilang kalau Sinta belum sampai juga di sana," jelas Fajar
Deggg ..
Jantung Rama hampir copot mendengar ucapan Fajar.
"Om tenang saja, saya akan mencari Sinta di manapun dia berada dan saya berjanji akan membawa pulang Sinta tidak kurang satu apapun," Janji Rama sambil memutuskan sambungan telponnya.
Rama menghidupkan GPS yang ada di ponselnya, saat di Jakarta Rama pernah menyambungkan GPS yang ada di ponsel Sinta dengan punyanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Read...Like...Coment...Vote...
__ADS_1
Thank's 🙏🙏🙏