JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 69


__ADS_3

Tawa pun pecah di sana. baju Jono sudah basah terkena air yang tertumpah akibat perbuatan Mereka, dan akhirnya dia pamit ke toilet. Saat keluar dari toilet.


Bruuuk...


" Eh maaf mas, saya gak sengaja ," ujar seorang gadis yang lagi buru-buru hendak masuk ke toilet wanita.


Jono sepertinya sangat Familiar dengan suara itu, dia pun menoleh kearahnya.


"Aisyah..!" panggilnya


"Mas Jono, kita ketemu lagi ya, tapi maaf mas saya buru-buru nih kebelet soalnya, permisi ya," ucap Aisyah lalu masuk ke dalam Toilet.


"Benar ya kata pepatah, kalau jodoh emang gak kemana, kemanapun pasti ketemu lagi..ketemu lagi..," ucap Jono sambil senyam-senyum sendiri lalu bergegas menuju tempat teman-temannya tadi.


Jono masih setia dengan senyumnya, mereka yang melihatnya binggung.


"Heh Jon lo kesambet ya, dari tadi lo senyam-senyum sendiri, apa jangan-jangan lo kerasukan lagi sama setan toilet Restorant ini," ucap Zidan, Jono masih saja senyum.


"Iya nih, di tanyain masih senyam -senyum aja, jangan-jangan emang bener dia kesambet sayang," ucap Ica


"Gue ketemu Bidadari di toilet," ucapnya


"Ha..ha..ha..," sontak tawa mereka menggema, semua pengunjung menatap ke arah mereka.


"Sudah pada diam napa, orang-orang pada liatin tuh," ujar Rafka


"Abisnya ada-ada aja deh si Jono ini, mana ada Bidadari di Toilet, yang ada si Kuning kali," ujar Zidan masih tertawa


"Iya nih ada-ada lo Jon, kebanyakan nonton drama sih lo," ujar Dira.


"Beneran gue ketemu ama Bidadari gue yang tadi di pesawat duduk bareng gue," ucapnya


"Kok bisa kebetulan gitu ya," ujar Dira


"Jodoh kali," ujar Rafka


"Kalau itu gue setuju pak Rafka, makasih atas dukungannya ya," ucap Jono sambil menunjukkan gaya narsisnya.

__ADS_1


"Ya sudah, kita balik yuk, kalian gak pada capek apa, saya juga mau istirahat biar besok kelihatan Fresh di acaranya Sinta." ajak Rafka


"Eh tunggu..bagaimana sama Bidadari gue ?" ucap Jono


"Ntar kalau Jodoh pasti ketemu lagi kok," ucap Rafka.


"Ya sudah deh, sudah ketemu dua kali, sekali lagi pasti beneran Jodoh," ucap Jono.


"Udah dong jangan benggong terus, ayo balik," ajak Zidan yang melihat Jono belum beranjak dari duduknya.


Sampai di hotel mereka pun segera bersih-bersih dan menghempaskan tubuhnya di Ranjang masing-masing.


Keesokan paginya...


Di Rumah Sinta, Rahmi membangunkan Sinta karena sehabis sholat Subuh dia tertidur lagi beralaskan sajadah dan masih terbalut mukenanya.


Sinta mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu beranjak dari sana dan langsung ke kamar mandi buat bebersih.


Setelah itu dia segera memakai pakaiannya yang biasa dia pakai buat berpergian. Fajar dan Rahmi sudah siap dengan Setelannya, namun Sinta harus menganti pakaiannya di salah satu kamar di gedung acara pesta tersebut.


Sinta sangat takjub melihat gaun pertunangannya yang sangat mewah itu, gaun dengan warna soft nude dengan batu-batu yang bertebaran di dadanya membuat gaun itu semakin mewah dan indah.


Setelah memakai pakaiannya barulah dua orang wanita tadi merias wajahnya. Wanita-wanita itu sangat takjub dengan bentuk wajah Sinta yang sangat cantik itu, saaat semuanya sudah selesai, Sinta melihat bayangannya di cermin, betapa terpukaunya dia melihat bayangannya itu.


"Apa ini beneran aku ?" tanya Sinta pada dua wanita itu.


"Iya Sinta..ini kamu, kamu cantik sekali sepertu Bidadari, calon tunangan kamu sangat beruntung mendapatkan kamu yang sudah baik cantik lagi," ucap salah satu wanita itu.


"Raut wajah Sinta menjadi sayu mendengarnya, dia baru sadar kalau orang yang dia inginkan sebagai pendampingnya bukan yang akan menjadi tunangannya.


Dua perias tadi sudah keluar dari sana, kini tinggallah Sinta di sana sendirian masih menatap dirinya di pantulan Cermin itu.


"Mas Rama ..seandainya kamu yang jadi calon tunanganku, maka aku sangat bahagia, tapi semuanya hanya khayalanku saja, biarlah aku kubur dalam rasa ini padamu, aku hanya ingin membahagiakan orang tuaku saja di sisa-sisa hidupku ini, karena aku yakin kalau Allah telah memilihkan mas Yusuf buat menjadi calon imamku," ucapnya Lirih, tak terasa air mata jatuh di pipinya.


Dari arah pintu terlihat Rahmi berjalan menghampiri putrinya itu, Dia membelai punggungnya Sinta memberi kekuatan padanya, dia tau saat ini Sinta lagi galau, walaupun dia tau kalau yang bakalan terjadi nanti di luar apa yang Sinta bayangkan sekarang, tapi Sinta kan tidak tau, hanya mereka saja yang tau.


Sinta memeluk ibunya itu, sambil terisak.

__ADS_1


"Sudah lah Sinta mungkin memang nak Yusuf yang terbaik buat kamu, ini sudah ketentuan yang di atas," ujar Rahmi masih menelus-ngelus punggung putrinya.


"Mak,, apa aku gak bisa memilih mak, apa aku akan kuat menjalani hubungan ini tanpa di dasari Cinta ," ujarnya sambil menatap ke arah ibunya itu.


Sebenarnya Rahmi tidak tega membohongi Sinta lebih lama lagi, akan tetapi dia sudah berjanji pada suaminya agar tidak memberitahu kan kepada Sinta tentang semua itu.


Rahmi mulai menghapus Air mata Sinta dengan Jarinya.


"Sinta..! mak tau kamu gak suka dan tidak menginginkan ini terjadi, akan tetapi kamu harus menjalaninya sayang, kamu gak mau kan kalau keluarga kita mendapat malu hari ini, maka lakukanlah semua ini nak demi mak dan ayah kamu," nasehat Rahmi.


Sinta menghela nafas panjang buat menetralkan perasaannya yang berkecamuk itu.


"Maafkan aku mak, aku sempat ragu, kini aku akan melakukan yang terbaik buat kalian semua," ucapnya mantap dan tersenyum manis kearah Ibunya itu.


"Mak yakin kamu pasti bisa sayang," ucap Rahmi menguatkan, Sinta menganggukkan kepalanya lalu memeluk kembali ibunya itu dengan senyum merekahnya.


"Nah gitu dong, jangan mewek-mewek terus, kamu gak cantik loh kalau nangis begitu..Smile dong sayang," gurau Rahmi.


Sinta pun tersenyum dan kembali memeluk ibunya itu.


Di Hotel, Rama kelihatan sangat gugup, dia sudah siap dengan baju yang senada dengan gaunnya Sinta, wajahnya cemas dengan apa yang akan di jalaninya hari ini.


"Semoga semuanya Lancar," ucapnya.


Dari arah pintu masuk papanya dengan senyum merekah melihat putranya yang gagah itu.


"kamu tampan sekali Rama, sama kayak papa dulu," ucapnya bangga.


"Makasih pa, Aku gugup banget pa, apa semuanya akan berjalan dengan apa yang kita inginkan," ujar Rama


"InsyaAllah Nak, semoga gak ada halangan apapun ya, ayo kita berangkat, nanti telat loh," ajak Firman


Mereka pun akhirnya berangkat juga ke Gedung yang akan di laksanakan acara pertunangan tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya 😍🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2