JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 24


__ADS_3

Rafka sedang menunggu Dira di parkiran, dia sudah di sana semenjak lima belas menit yang lalu. Netranya mengarah ke sebuah mobil yang berada tidak jauh dari motor yang dia parkir.


karena sudah kelamaan menunggu akhirnya Rafka menulis sesuatu pada secarik kertas dan menaruhnya di kaca depan mobil milik Dira, kemudian dia menaiki motornya lalu pergi dari sana.


Dira baru saja keluar dari ruang kelasnya bersama sahabat-sahabatnya, mereka menuju ke arah mobil Dira karena penasaran sama kerusakan yang di ceritakan sama Dira tadi.


"Wah..wah.. parah banget ya kerusakannya," ujar jono


" Ini sih kalau gak ada garansi bisa habis puluhan juta kayaknya," ujar Zidan menimpali, sedang Sinta dan ica yang gak ngerti soal mobil hanya diam saja mendengarkan ocehan mereka.


Ketika Dira mau menaruh tasnya di dalam mobil, netranya melihat ada secarik kertas terselip di kaca depan mobilnya. Dia langsung mengambil kertas tersebut dan membacanya, senyum terbit di bibirnya.


Jono yang melihat ke arah Dira merasa penasaran kenapa Dira senyam-senyum sendiri, dia pun menghampiri Dira dan merebut kertas di tangan Dira dann membacanya keras.


" Saya tunggu kamu di bengkel XXX, Rafka..,"


" Jangan bilang kalau yang nabrak mobil lo itu pak Rafka," tanya ica , mereka semua menatap ke arah Dira. Dira menganggukkan kepalanya.


Mereka kaget,, tak terkecuali Sinta yang tak menyangka kalau sahabatnya itu sudah pernah bertemu dengan Rafka.


Pantesan dia sembunyi saat bang Rafka masuk ke ruang kelas tadi, dunia ini sempit banget ya,, batin Sinta.


" Cie...cie.. gebet aja tuh pak Rafkanya Dira, orangnya tampan, dewasa, dan kayaknya sudah mapan, bisa langsung di jadiin suami tuh," ujar Ica


Heemmm..


Dehem Zidan tak suka kalau Ica memuji pria lain di hadapannya, Ica baru sadar kalau Zidan cemburu.


"Zidanku lebih tampan kok," ucapnya sambil bergelayut manja di tangan Zidan


"Dasar lo,, cepat banget berubahnya, tadi aja lo muji-muji pak Rafka, sekarang malah muji Zidan," ucap Jono mengompori


"Gue kan cuma cintanya sama Zidan doang, walaupun banyak pria yang tampan tapi tetap Zidan nomor satu di hati gue," ujarnya sok imut


Zidan merasa senang kalau gadisnya itu hanya cinta sama dia, tapi dia khawatir dengan sikap plin-plan nya Ica, bisa saja nantinya dia ke cantol sama pria lain yang lebih tampan darinya, dia harus memastikan apa Ica hanya cinta sama dia atau hanya cinta sesaat saja.


" Beb,,kamu kenapa ngelamun gitu sih," ujar Ica ketika melihat Zidan melamun

__ADS_1


"Oh gak kok, aku cuma bahagia aja kalau yang kamu katakan itu benar adanya," ucap Zidan


"Jadi kamu meragukan aku Beb," ujar Ica kesal


" Aku tidak meragukan kamu sayang, tapi hubungan kita baru saja di mulai kamu udah muji-muji pria lain di depan aku, apa aku salah kalau sedikit meragukan ke tulusan kamu padaku,"


"Eh kok malah bertengkar sih, kita kan lagi bahas soal Dira sama pak Rafka, kenapa jadi kalian yang ribut", ujar Sinta menengahi


"Lagian yang di katakan sama Zidan ada benarnya juga, kamu seharusnya menghargai Zidan dan tidak memuji pria lain di hadapannya, dan Zidan seharusnya kamu percaya sama Ica, karena suatu hubungan tidak akan berhasil kalau tidak ada kepercayaan di dalamnya, udah kalian berbaikan sana," nasehat Sinta


"Maafin aku Beb,,aku gak akan gitu lagi, aku akan lebih menghargai kamu kedepannya," ucap Ica menatap sayu mata Zidan


"Aku juga minta maaf ya sayang, aku sudah meragukan ketulusan mu. Makasih ya Sinta,, kamu sudah menyadarkan kita kalau sebuah hubungan gak akan berhasil kalau tidak saling percaya dan saling menghargai satu sama lain.


Zidan dan ica hendak berpelukan, akan tetapi Suara Sinta menghentikannya.


" Eit,, ingat bukan muhrim,"


"Iya bu Ustazah," ucap mereka barengan, mereka semua tertawa.


Mereka kemudian pulang dengan kendaraan masing-masing.


Dira merasa takjub, dia belum pernah memasuki bengkel sebesar itu, karena memang dia tidak pernah memperbaiki mobilnya sendiri, kalau rusak pasti papanya menyuruh anak buahnya untuk memperbaikinya.


Rafka tersenyum ketika melihat Dira yang sudah turun dari mobilnya. Mereka pun akhirnya masuk ke dalam bengkel itu bersama-sama


"Eh Pak Rafka,, tumben datang ke bengkel, biasanya kalau ada perlu tinggal telpon aja," ujar seorang pria yang berpakaian rapi berjalan menuju ke arah mereka, Rafka hanya tersenyum kepadanya.


Kenapa orang ini sangat hotmat ya pada pak Rafka, mungkin pak Rafka adalah pelanggan setia bengkel ini, tapi gak mungkin, pak Rafka kan gak pakai mobil, oh mungkin pria ini adalah mantan muridnya kali,, Batin Dira


"Ada yang bisa saya bantu Pak Rafka ?" Tanyanya lagi


"Ini,, tolong perbaiki mobil yang di sana ya, kalau sudah selesai hubungi saya saja," suruhnya


"Siap pak Rafka, kami akan segera memperbaikinya, ada yang bisa kami bantu lagi pak Rafka ?" tanya pria itu lagi


" Gak ,, cuma itu aja, kalau begitu kami pergi dulu," ujar Rafka kemudian melangkahkan kakinya keluar dari bengkel itu, Dira segera mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


"Mobilnya di tinggal di sini ?"tanya Dira


"Iya,, dilihat dari kerusakannya, kayaknya butuh waktu seminggu untuk memperbaikinya," ujar Rafka


"Kok Pak Rafka tau sih soal mobil ?" tanya Dira curiga


"Ya tau lah, kan dulu saya alumni SMK jurusan teknik mesin, saat kuliah saja saya ngambil jurusan pendidikan," jelasnya


Pantesan pak Rafka ngerti mobil, dia pernah sekolah SMK toh,,Batin Dira


"Terus aku pulang pakai apa dong," tanya Dira binggung


"Kamu saya antar saja,"


" Enggak..engak deh, aku naik taksi aja," ujarnya


"Ya sudah,, apa kamu tidak nyesal nanti ?"


"Maksudnya ?" tanya Dira


"Jarang loh ada tukang ojek se tampan saya,"


" iih,, Narsis," guman Dira


" Gimana ? mau gak saya antar ?


Dira berfikir sejenak kemudian dia mengangukkan kepalanya. Dia segera naik di belakang Rafka yang sudah stand di motornya.


karena motor Rafka motor besar, Dira kesulitan saat menaiki motir tersebut,, melihat itu Rafka mengulurkan tangannya agar Dira berpegangan padanya.


Dira sedikit ragu memegang tangan Rafka, akan tetapi dia berfikir kalau tidak memegang tangan Rafka dia gak bakalan bisa menaiki motor itu, dia pun langsung memegang tangan Rafka.


Deegggg...


Ada getaran aneh di hati Dira begitu pula dengan Rafka, jantung mereka berdetak lebih kencang dari biasanya. Setelah berhasil menaiki motor itu Dira langsung melepaskan tangannya dari Rafka akan tetapi dia tidak bisa melepasnya karena tangan Rafka mencengkeram erat tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


🌹Jangan Lupa Like dan Comentnya ya agar Author semangat Up nya...makasih🙏🙏🙏


__ADS_2