JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 79


__ADS_3

Sinta lagi berjalan-jalan di taman sore itu, tatkala dia mendekati sebuah pohon netranya melihat seorang pemuda berpakaian serba putih duduk di bangku di bawah pohon itu, yang menarik perhatiannya adalah dari belakang pemuda itu mirip sekali orang yang sangat dia kenal.


"Mas bian ..!


Pemuda itu menoleh lalu tersenyum manis kearahnya yang ternyata memang Bian adanya.


"Mas Bian kenapa kamu di sini ?" tanya Sinta


"Aku di sini mau menemuimu Sinta, aku ingin minta maaf padamu selama ini aku selalu menyakitimu Sinta," ujar Bian


"Kamu tidak salah mas, mungkin kita memang di takdirkan tidak berjodoh, aku sudah mengikhlaskan kamu mas, kamu harus mencintai istrimu dengan sepenuh hati mas," ucap Sinta.


"Sinta terima kasih buat semuanya, terima kasih kamu telah menjadi seseorang yang selalu mengerti aku, terima kasih kamu sudah memberikan cinta yang besar buat aku, dan sekarang aku bisa pergi dengan tenang, selamat tinggal Sinta semoga kamu selalu bahagia ," ucap Bian lalu dia pergi dan menghilang.


Sinta yang melihat itu berteriak memanggil Bian.


"Mas Bian...!


Peluh membajiri kening Sinta, seakan itu seperti kenyataan adanya, Wajah Bian yang


tersenyum padanya itu membuat dia tak kuasa menahan tangisnya.


"Kenapa aku merasakan kalau terjadi sesuatu sama mas Bian ya, mungkin hanya perasaanku saja, ini kan cuma mimpi," ucapnya lalu dia masuk ke kamar mandi untuk berwudhu karena Subuh telah tiba dan dia segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


🌹🌹🌹


James sudah siap mau pergi ke rumah pemilik Hotel itu, kebetulan hari ini hari minggu, jadi dia berpikir kalau hari ini Pemilik hotel itu pasti ada di rumahnya.


Dia melajukan mobil yang di sewanya untuk trasportasinya selama di sana. James sekarang sudah berada di sebuah rumah yang terlihat besar di bandingkan rumah yang lainnya.Dia kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju ke rumah itu.James mulai mengetuk pintu rumah itu.


Tok..tok...


"Assalamuàlaikum.." ucap James

__ADS_1


"Waàlaikumsalam.." jawab sebuah suara seorang perempuan yang berasal dari dalam rumah itu, Pintu pun akhirnya terbuka.


"Ada perlu apa ya nak?" tanya wanita itu


"Saya ingin bertemu dengan pak Ridwan, pak Ridwannya ada bu ?" tanya James sopan


" Oh ada nak, silahkan masuk dulu saya akan panggilkan suami saya dulu." ujar wanita itu, James kaget saat mengetahui kalau itu istrinya pak Ridwan pemilik Hotel yang dia tempati itu.


Gue tidak menyangka kalau ini ibunya gadis itu, dia terlihat begitu sederhana sekali, beda sekali dengan putrinya yang sangat glamor itu,, Batin James


Tak lama kemudian seorang pria paruh baya keluar bersama wanita tadi menuju ke arah James sambil tersenyum ramah.


"Maaf nak saya lama, habisnya kalau saya lagi main burung selalu lupa waktu," ucapnya ramah.


"Gak apa-apa Pak Ridwan, saya mengerti kok, maaf sudah menganggu waktu istirahat anda," ujar James.


"Oh iya Nak...?


"James pak," jawab James


Gue jadi gak tega melaporkan ini sama mereka, Mereka begitu baik dan sopan beda sekali dengan anaknya itu, tapi gue harus melakukan ini karena gue tidak mau ambil resiko, semua ini demi keamanan pak Rama kedepannya,, Batin James.


"Maaf pak Ridwan, saya datang kemari buat memperlihatkan rekaman ini sama pak Ridwan dan ibu juga,." ujarnya sambil membuka laptopnya dan menunjukannya kepada Pak Ridwan.


Pak Ridwan bersama istrinya melihat rekaman Vidio itu, wajah Ridwan memerah menahan marah.


"Apa maksud semua ini nak James ?" tanya Ridwan dengan nafas memburu.


"Maaf sekali lagi pak Ridwan, bukannya saya mau menjelek-jelekkan anak bapak, tapi semua ini memang terjadi, saya dapat rekaman ini dari hotel bapak langsung, saya sudah bertemu dengan manager bapak dan komplen dengan semua ini namun kemaren bapak lagi menghadiri pesta pertunangan atasan saya," ujarnya


"Jadi nak James ini Asistennya pak Rama yang bertunangan kemaren?" tanya Pak Ridwan mulai takut.


"Benar sekali pak Ridwan, saya Asistennya pak Rama, sebenarnya target putri bapak adalah Pak Rama, namun kebetulan saya yang duluan ke sana maka inilah yang terjadi," ujar James

__ADS_1


"Saya mau bapak menasehati anak bapak agar tidak menggangu hubungan Atasan saya dengan tunangannya kerena kalau sampai itu terjadi saya tidak tau apa yang bisa di lakukan pak Rama terhadap Bapak dan putri bapak, mohon di mengerti agar bapak tidak menyesal." tanbah James.


Terlihat sekali pak Ridwan gemetar hebat, memang James hanya bicara seperti biasa tapi kata-kata yang dia ucapkan mengandung ancaman yang sangat besar sehingga semua yang mendengarnya akan merasakan ketakutan.


"Saya mewakili anak saya minta maaf kepada nak James dan juga pak Rama, saya akan mendidik anak saya agar lebih tau diri dan lebih baik lagi." ujar Pak Ridwan


"Buka seperti itu yang saya mau, saya Ingin Putri bapak yang langsung meminta maaf kepada Pak Rama dan tunangannya dan mengakui kesalahannya, dan juga pada saya pribadi," ujar James menekankan kata-katanya saat menyebut dirinya sendiri.


Pak Ridwan mengerti akan ucapan James itu karena di Vidio itu James yang menjadi korban putrinya.


"Baiklah Nak James, saya akan menyuruh anak saya buat meminta maaf langsung pada Pak Rama dan Sinta dan juga nak James." Ujarnya.


Dari arah pintu datang seorang gadis yang main nyelonong saja masuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Risa...!" Panggil pak Ridwan. Risa menoleh, Saat dia melihat James yang berpakaian formal itu jiwa genitnya mulai muncul, Risa mendekat ke arah mereka dan duduk di samping James. James merasa risih di buatnya.


"Risa...kamu yang sopan sama nak James.." ujar Ridwan


"Papa please deh, jangan marah-marah dong, Risa kan cuma duduk doang," ucap Risa


"Kamu tau siapa dia ?" tanya Ridwan


"Ya tau lah pa, dia itu cowok ganteng yang kaya Raya kan, aku suka deh," ujarnya sambil memegang dagu James, james menepis tangan Risa.


"Risa jaga kelakuan kamu, papa gak pernah ngajarin kamu seperti itu." ujar Ridwan


"Apa..papa bilang gak pernah ngajarin Risa seperti ini, terus dia siapa pa ?, dia itu pelakor yang sudah membuat mama meninggal," ujar Risa lalu beranjak dan masuk ke kamarnya sambil menangis.


"Risa....!" ucap Ridwan sambil memegang dadanya yang terasa sakit.


"Pak..bapak kenapa ?" ucap Rina istri Ridwan.


James dengan sigap memberikan obat buat pak Ridwan yang ada di tasnya, sesaat kemudian Ridwan kembali normal.

__ADS_1


"Maaf kan anak saja nak James, dia seperti itu semenjak ibunya meninggal,"


Like...coment dan Vote ya Readers 🙏🙏🙏


__ADS_2