
"Astagfirullah, pak Rama bikin saya kaget saja," ujar Yusuf sambil mengusap-usap dadanya.
"Habisnya saya kamu kerjain, jadi saya kerjain balik," ucap Rama sambil tertawa melihat wajah Yusuf yang bersemu merah itu.
"Kalau suka ya dekatin saja, saya setuju kok kalau kamu bersama Aisyah sepupu saya," ujar Rama, Yusuf tersenyum.
"Makasih Pak Rama, saya rasa kalau pun kami punya hubungan khusus itu gak akan berhasil, saya di sini dan dia di Jakarta, banyak hubungan LDR an yang gagal di tengah Jalan," ujar Yusuf.
"Kalau begitu kamu tinggal saja di Jakarta, di sana malamnya kamu bisa mengajarkan ilmu agama di rumah Kreatif milik saya dan siangnya bisa bekerja di perusahaan saya, gimana kamu mau tidak," ujar Rama
"Saya sangat senang dengan tawaran pak Rama, tapi semua itu harus saya bicarakan dengan Abi dan Ummi dulu, kalau mereka mengizinkan nanti saya kasih tau pak Rama lagi," ujar Yusuf.
"Jangan lama-lama loh Suf, ntar Aisyahnya keburu di sambar orang," canda Rama lalu pergi dari sana menuju ke tempat Sinta.
Yusuf hanya tersenyum mendengar candaan Rama itu, dia tidak tau apa ini adalah cinta pada pandangan pertama ataukah ini hanya kekaguman sesaat saja.
Gak ada salahnya aku mencoba membuka hati buat perempuan lain agar aku tidak terlalu larut dalam kekecewaan yang aku Ikhlaskan ini,, Batin Yusuf.
🌹🌹🌹
Bian sangat merasa bahagia berada di Rumah sakit, Dia ingin selalu di sana karena Istri tercintanya begitu memperhatikannya.
Tak terasa perlahan-lahan bayangan Sinta pudar di Ingatan Bian tergantikan dengan senyum dan canda tawa istrinya itu, Bian baru sekarang merasakan bahagia yang sesungguhnya di saat kita mencintai orang dan orang itu pun mencintai kita di sertai restu dari orang tua yang membuat keluarga semakin bahagia.
Bian mencoba berdamai dengan masa lalu dan mencoba menjadi suami yang baik buat Siska dan pastinya akan membahagiakan istrinya itu.
Tak terasa hari ini Bian sudah boleh pulang dari Rumah sakit dan mereka berencana pulang ke rumah mereka saja,Orang tua Bian menyuruh mereka untuk pulang ke Mansionnya dan Orang tua dari Siska juga demikian, namun mereka mengambil keputusan pulang kerumahnya karena agar salah satu orang tua dari mereka tidak ada yang kecewa.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu lama, akhirnya mereka sampai juga di rumah. Siska sangat kangen dengan suasana rumah itu, rasanya sudah lama sekali dia tidak pulang ke sana.
Bian yang melihat Istrinya sedih, mulai merangkulnya.
"Sayang, aku tau kamu kangen sama suasana rumah ini kan, aku janji untuk kedepannya tidak ada lagi kejadian-kejadian di rumah ini yang bikin kamu menangis terulang kembali, yang ada hanyalah kebahagiaan yang akan aku berikan padamu," ujar Bian.
Siska sampai meneteskan air matanya mendengar ucapan suaminya itu, tak sia-sia penantian dan kesabarannya selama ini. pasang surut telah dia jalani demi mempertahankan rumah tangganya yang masih seumur jagung itu. Dan sekarang dia bisa memetik hasil dari kesabarannya itu.
"Kamu kok menangis sih sayang ?" tanya Bian
"Aku terharu mas, selama ini aku hanya sampah di mata kamu tapi aku tetap sabar dan akhirnya sekarang aku mendapatkan juga hatimu mas, aku bahagia..bahagia sekali Mas," ucapnya sambil memeluk Bian, Bian pun membalas pelukan Istrinya itu.
"Maafkan aku sayang, dulu aku tidak pernah ingin melihatmu dan aku tidak pernah menyadari ketulusan dan besarnya cintaku padamu, tapi setelah kamu pergi semua berubah, aku Merasa kehilangan dan merindukanmu sayang." ujar Bian
"Maafkan aku yang telat menyadari semuanya, semoga ini belum terlambat, dan aku akan menebus semuanya dengan memberikan kebahagiaan kepadamu hingga akhir hayatku," tambahnya.
Siska sudah merasa tenang, Bian memeluknya dari belakang, lalu mencium rambut Siska,Siska memejamkan matanya meresapi kasih sayang yang dulu tidak pernah dia dapatkan dari suaminya itu.
"Sayang maafkan aku, sekarang aku akan menebus segalanya yang dulu tidak pernah aku berikan padamu," ujar Bian sambil membalikkan tubuh Siska menghadap Ke arahnya, Lalu mulai merapatkan tubuhnya ke tubuh Siska.
Bian mulai mengecup bibir mungil Siska dengan lembut, tapi lama kelamaan semakin panas saja ciuman itu sampai Siska melenguh kenikmatan.
Dan di saat Bian hendak membaringkan Siska Di Ranjang, Ucapan Siska menghentikannya.
"Mas Aku lagi datang bulan," ucap Siska malu-malu. Bian melepaskan tangannya di tubuh Siska, tubuhnya yang sudah memanas itu dan juniornya yang sudah siap tempur terpaksa harus berpuasa hari ini, Bian Bangkit dari ranjang itu lalu bergegas ke kamar mandi untuk menenangkan Juniornya itu.
Siska merasa bersalah, namun apa boleh buat, mereka tidak boleh melakukan itu sebelum dia suci dari hadast itu.
__ADS_1
Di kamar mandi Bian menguyur kepalanya dengan Air dingin, perlahan-lahan juniornya mulai tenang dan kembali tertidur. Bian sudah selesai dengan Ritual mandinya dan keluar dari kamar mandi itu hanya dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi area pinggang sampai lututnya saja sehingga menampilkan Tubuh bagian atasnya yang berotot itu dengan kotak-kotak di perutnya yang menambah terlihat sempurna itu.
Siska menelan salivanya melihat tubuh proporsional suaminya itu, pemandangan itu baru kali ini saja terpampang di hadapannya walaupun mereka sudah pernah sekali melewati malam panas berdua akan tetapi Siska tidak sempat memperhatikan tubuh proporsional suaminya itu seperti ini.
"Sayang kenapa kamu memandangi aku seperti itu ?" tanya Bian, Siska tertunduk malu mendengar pertanyaan Bian.
"Aku tau kamu pengen memegang tubuhku, tapi kamu harus sabar ya sayang aku tidak Ingin juniorku bangun lagi dan akhirnya aku khilaf, kita tunggu kamu suci dulu ya," ujar Bian Blak-blakan, Siska semakin malu di buatnya.
"Kenapa kamu menunduk begitu ?" tanya Bian
"Aku malu mas ," ujar Siska
"Kenapa harus malu, aku ini milik kamu begitu pula sebaliknya, semua yang ada di tubuhku ini milikmu, dan semua yang ada di tubuhmu itu milikku, biasakan mulai sekarang memandang milikmu sendiri." ujar Bian
Siska menatap wajah Bian dengan penuh cinta, ingin Rasanya dia memeluk tubuh Bian dalam keadaan seperti itu, namun benar kata Bian dia harus menahan dirinya sampai keadaannya benar-benar suci.
Bian pun pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Minal Aìdin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin...ya Para Readers setiaku...
Selamat Idul Fitri 1443 H bagi yang merayakannya, mohon maaf lahir dan Bathin kalau ada salah kata, saatnya kita saling bermaaf-maafan .
miss N juga minta Maaf kalau belum bisa memberika performa terbaik miss N, semoga kedepannya miss N lebih kreatif lagi dalam menulis, dan semoga para Readers menyukai karya-karya miss N.
__ADS_1