JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 85


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana mereka semua harus balik ke Jakarta, Rama sudah berada di rumah Sinta hendak menjemputnya untuk balik bersama-sama dengannya mengunakan Jet Pribadi milik Rama.


Rama tidak pernah menggunakan Jet Pribadinya itu karena dia lebih suka merakyat dari pada bermewah-mewahan seperti itu, Sesekali saja dia menggunakannya kalau lagi dalan keadaan darurat atau harus segera berangkat keluar Negeri.


Orang tuanya yang sering menggunakannya kerena selain mereka risih dengan banyaknya Orang di Pesawat mereka juga sudah tua dan butuh ketenangan saat perjalanan berlangsung.


Orang tuanya Rama sudah tiga hari yang lalu balik ke Jakarta, hari ini giliran mereka yang harus balik ke sana.


Bukan apa-apa Rama memakai Jet Pribadinya karena teman-temannya saja banyak begitu, itu akan membuat suasana semakin meriah di Jetnya itu.


Rama masih menunggu Sinta di Ruang tamu bersama dengan Fajar ayahnya Sinta.


"Maaf Nak Rama ..Sinta memang seperti itu kalau mau meninggalkan mak nya, Dia pasti sedih berpisah lagi dengan mak nya itu," ujar Fajar


"Gak apa-apa kok Om, saya siap menunggu sampai kapanpun Sinta siap berangkat bersama saya," ujar Rama


"Terima kasih nak Rama, kamu telah memberikan begitu besar cintamu pada putri Om Sinta, om merasa bersyukur mempunyai calon menantu seperti kamu," ujar Fajar


"Saya yang seharusnya berterima kasih pada Om kerena telah merestui kami, dan saya yang lebih bersyukur karena mendapatkan wanita seperti Sinta yang begitu cantik dan baik hatinya" ujar Rama


Lagi asik mengobrol, Sinta pun akhirnya keluar dari kamarnya dengan mata yang sedikit sembab karena menangis. Rama memakluminya, Walaupun di sana banyak yang menyayangi Sinta tapi kasih sayang seorang ibu tidak dapat di kalahkan oleh segalanya.


"Apa kamu sudah siap sayang," ujar Rama tak merasa canggung walaupun sedang berada di hadapan orang tua Sinta, orang tua Sinta tersenyum mendengar ucapan Rama itu.


"Mas Rama, jangan seperti itu, aku malu sama Ayah dan mak," ujar Sinta merona


"Kenapa memangnya, kamu harus terbiasa dengan sebutan itu ," ujar Rama


"Tapi kan malu mas," ujar Sinta


"Nak Rama benar Sinta, kamu harus biasakan dengan panggilan itu karena dalam suatu hubungan keromantisan itu sangat di butuhkan agar hubungan kalian semakin mesra," ujar Fajar.


Sinta semakin merona saja, Akhirnya Rama memecahkan suasananya dengan candaannya.


"Tu kan Om saja tau, pasti om begitu juga sama tante ya," canda Rama

__ADS_1


"Ha..ha..tau aja kamu nak Rama, Kalau Om sih lebih dari itu," ujar Fajar yang membuat mak nya Sinta mencubit pinggang Fajar sehingga membuat Fajar meringis kesakitan.


"Awww" pekik Fajar.


"Ini yang Om maksud," ucap Fajar, mereka pun tertawa.


"Ya Sudah kalian segera berangkat, nanti ketinggalan pesawat," ujar Fajar


"Gak akan kok Om, malah pesawatnya yang nungguin kita," ucap Rama


"Ah Nak Rama bisa aja bercandanya," ujar Fajar tertawa, Rama pun ikut tertawa.


"Kalau begitu Om kami berangkat dulu,Doàin kami agar sampai tujuan dengan selamat ," ujar Rama


"Amien..."Ucap Orang tua Sinta barengan.


Akhirnya mereka pun pergi kebandara dengan menggunakan jasa Taksi Online karena mobil yang di sewa oleh Rama sudah di kembalikan ke pemiliknya.


Di Mobil mereka tersenyum bahagia, akhirnya apa yang di impikan oleh Rama dan Sinta terwujud juga walaupun status mereka masih sebatas bertunangan akan tetapi itu merupakan tahap awal dari keseriusan hubungan mereka.


Setelah menempuh setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di bandara. Saat sampai di sana Rama segera mengajak Sinta melewati Jalur Khusus tidak seperti penumpang lainnya yang harus melalui proses check in dulu baru bisa masuk ke Ruang tunggu.


"Kamu ikut saja sayang, nanti kamu juga tau sendiri," ujar Rama yang membuat Sinta penasaran.


Saat melewati pintu tersebut Terlihat Sekertaris James sedang menunggu mereka di sana dengan senyumnya.


"Pak Rama sudah sampai, semuanya sudah menunggu Pak Rama di Pesawat," Ujar James segera mengambil alih Koper di tangan Rama.


"Ayo sayang ,kita naik ke Pesawat," ajak Rama


Jadi tadi saat di rumah Mas Rama Tidak bercanda kalau pesawat yang menunggu kita,, Batin Sinta


Sinta pun mengikuti Rama tanpa banyak bertanya, karena dia ingin segera mengetahui keadaan yang sesungguhnya.


Sekertaris James berjalan di depan mereka dan mengarahkan mereka ke sebuah pesawat yang tidak begitu besar tapi mewah itu.

__ADS_1


"Loh kok kita naik pesawat itu sih, kan biasanya kita naik pesawat yang lebih besar," tanya Sinta, Rama tersenyum


"Iya Bu Sinta, kita tidak naik pesawat umum melainkan Jet Pribadi milik pak Rama," ujar Sekertaris James


Sinta kaget mendengar ucapan Sekertaris James itu, dia tidak menyangka kalau itu jet pribadi tunangannya itu.


Apa Mas Rama begitu kaya sehingga mempunyai jet pribadi seperti ini, padahal dia terlihat begitu sederhana sekali, aku tidak menyangka kalau mas Rama sekaya ini,, Batin Sinta.


"Ayo sayang..kok malah bengong sih," ujar Rama, Sinta tersentak kemudian mengikuti langkah Rama menuju Jet pribadinya itu.


Saat mereka menaiki Jet itu, sahabat-sahabat Sinta segera berhambur ke arah mereka.


"Sinta...akhirnya lo datang juga," ucap Dira


"Gila...Lo beruntung banget ya Sin bisa mendapatkan Pak Rama, dia punya Jet Pribadi yang super mewah ini, kalau gue jadi lo gue akan ajak dia keliling Dunia pakai Jetnya ini," ujar Ica yang membuat wajah Zidan seketika berubah


Jono mengode ke arah Ica, Ica segera menutup mulutnya dengan tangannya, dia kemudian menghampiri Zidan.


"Sayang..jangan marah ya..itu kan seumpama saja, tapi aku bahagia kok walaupun kamu gak punya jet Pribadi seperti Pak Rama, asalkan Kamu selalu berada di dekat aku itu sudah cukup buat aku," ujar Ica, wajah Zidan pun kembali sumbringah mendengar ucapan Ica.


"Benarkah sayang,Kamu gak apa-apa kalau aku gak sekaya Pak Rama ?" tanya Zidan


"Gak sayang, lagian Cintaku padamu tidak bisa di bandingin dengan harta sebanyak apapun itu," ujar Ica.


"Preet...Gombal aja lo Ca..Ca.., Di mana-mana kalau banyak Harta itu cinta pun banyak, tapi kalau miskin seperti gue gak akan ada yang mau," ujar Jono.


"Siap Bilang gak ada yang mau, gak semua cewek itu silau sama harta tau gak," ucap Zera spontan sehingga membuat semuanya melihat ke arahnya.


"Kode tu Jon," ucap Zidan yang membuat wajah Dennis merah menahan marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mampir yuk di CS pertama ku..


Judulnya :

__ADS_1


CINTA BEDA DUNIA


mohon dukungan sebanyak- banyaknya ya 🙏🙏🙏


__ADS_2