
" InsyaAllah semoga Allah menjaga hati kita berdua sampai waktu yang telah ditetapkan tiba hingga menjadi pasangan yang sah di mata agama dan negara, Amiin ya Allah summa Amien..," tutur Sinta dengan senyum manisnya yang menbuat Rama ingin segera menghalalkannya saja saat itu juga , tapi apa boleh buat Mereka harus mengikuti adat yang berlaku di sana, Rama juga harus bersabar menunggu Sinta sampai dia di wisuda dulu baru bisa men Sahkannya menjadi miliknya seutuhnya.
"Aduuh..saya juga ikut meneteskan air mata..ungkapan Hati dari seorang Rama sangat menyentuh hati dan jawaban dari Sinta juga tak kalah membuat hati kita seperti di aduk-aduk...ini adalah proses dari seorang pria menuju tanggung jawab yang besar nantinya dalam membangun rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah Amiin..," ucapan MC nya pun tak kalah membuat terharu.
Semua larut dalam perasaannya masing-masing, mereka melihat itu adalah lamaran yang sempurna sepanjang dari yang pernah mereka saksikan sebelumnya.
Akhirnya acara tukar cincin pun di laksanakan, Rama mengeluarkan sebuah kotak Cincin dari sakunya lalu membukanya,terlihatlah cincin bertahtakan berlian yang sangat berkilau itu, Sinta sangat terharu melihatnya, begitu pula dengan para undangan yang hadir, ada yang bisik-bisik kagum, ada pula yang iri kepada Sinta.
Rama memasangkan cincin itu di jari manis Sinta dan Sinta pun memasangkan pasangan cincin itu di jari Rama, riuh tepuk tangan kembali menggema saat mereka memperlihatkan tangan mereka ke arah para undangan.Rama hendak mencium kening Sinta tapi di tahan oleh Firman.
"Ijab Qabul dulu baru boleh nyosor," ucap Firman mengundang tawa mereka semua, Rama hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan.
Tapi di mana orang lagi bahagia disana juga terdapat banyak orang yang sirik dan tak suka, begitu pula diantara para undangan itu, seorang gadis cantik bergaun putih dan modis itu cemberut melihat ke arah mereka.
"Kenapa wajah lo di tekuk begitu ?" tanya Lala yang tak sengaja melihatnya.
"Beruntung banget ya si Sinta itu, dia bisa dapat pemuda kaya raya seperti Rama itu, padahal juga cantikan gue ke mana-mana, jangan-jangan dia main dukun lagi," ucap Risa gadis tadi yang merupakan salah satu tetangga Sinta yang selalu iri sama Sinta.
"Sirik aja lo..emang sih lo itu cantik tapi Sinta itu baik, lo sama dia jauh Ris," ucap Lala teman gak suka mendengar Risa menjelekkan Sinta karena dia tau kalau Risa itu suka cemburu lihat kebahagiaan orang lain.
"Lo di kasih apa sampai lo bela dia seperti itu, jangan-jangan lo sama juga kayak dia" ujar Risa gak terima di bandingkan sama Sinta
__ADS_1
"Gue punya mata kali, gue bisa nilai siapa yang cantiknya beneran dari hati atau cantik polesan kayak lo," ucap lala gak mau kalah
"Sudah dong, kok pada ribut sih di pesta orang, mendingan kalian makan sana, lumayan kan makanannya enak-enak loh," ucap Nila yang juga teman mereka menengahi.
"Lo lihat aja, kalau sampai gue gak bisa ngerebut tu cowok jangan panggil nama gue Risa anak orang kaya di kampung ini," ucap Risa sombong
"Idiih pede amat lo, gak lihat tadi betapa besar Cinta pak Rama itu sama Sinta, lo mau jungkir balik pun di depannya dia gak bakalan ngelirik lo," Lala masih meladeni Risa
"Kita lihat saja nanti, mana ada sih kucing di kasih ikan gak mau," ujar nya
" Ris jangan macam-macam deh lo, mendingan lo cari cowok laen saja, jangan tunangan orang pun lo embat," ucap Nila mengingatkan
"Gue maunya dia, lo tau kan apa sih yang gue mau gak bisa gue dapetin" ucapnya
Hemm..gue harus segera bergerak cepat nih, dan sepertinya setelah acara ini mereka akan balik ke Jakarta, gue harus bisa ngedapatin dia malam ini juga,, Batin Risa
Risa pun pergi dari sana menemui seseorang yang akan di suruh mencari Informasi di mana rama menginap.
Setelah mendapatkan Notif chat dari orang itu dia tersenyum smirk lalu bergegas menuju ke Hotel yang di maksud, Dengan berbagai cara dia lakukan agar mendapatkan kunci cadangan kamar hotelnya Rama, akhirnya di sinilah dia sekarang, Dia berbaring di atas King side yang ada di dalam kamar itu, dia mencium bau Farfum Rama yang masih membekas di sana.
"Rama..malam ini lo akan jadi milik gue," ucapnya dengan serigainya.
__ADS_1
Sementara acara pesta pun sudah selesai, James menemui Rama dan pamit padanya untuk beristirahat. Dia belum sempat beristirahat karena baru tiba pagi tadi. Karena belum sempat memesan kamar hotel dia berniat untuk meminta ijin buat beristirahat di kamar hotelnya Rama.
Setelah menemui Rama, James pun pergi menuju ke sana.Dia mulai membukakan pintu kamar Hotel tersebut, tapi dia heran melihat kamar itu gelap tak ada cahaya di sana, saat dia hendak menyalakan lampunya, sebuah tangan menariknya dan langsung meraba-raba dadanya yang bidang.
James heran, apa di sana ada hantu genit yang hendak menjamahnya, dia bergidik ngeri lalu mendorong sosok itu sampai tersungkur di lantai.
"Awww..." pekik Risa saat bokongnya menimpa lantai, dia meringis kesakitan. tapi dia masih saja berusaha menggoda pria itu yang dia sangka adalah Rama. Risa lalu kembali memeluk pria itu.
"Mas Rama... buat apa kamu sama Sinta, aku bisa ngasih semuanya sama kamu asalkan kamu mau jadi kekasih aku," ucapnya sambil mendesah dan tangannya mulai merayap di tubuh James.
"Siapa sih Lo, ngapain di kamar Rama ?" ucap James.
Risa langsung melepaskan Pria itu ketika mendengar suara itu bukan suara Rama, lalu berlari keluar dari sana. James mencari-cari saklar lampu ruangan itu lalu menghidupkannya, saat semuanya terang dia tidak melihat siapapun ada di sana.
James binggung akan kejadian itu, dia merasa ada yang gak beres di sana, ada yang hendak menjebak Bosnya itu. James segera menuju ke Resepsionis dan memberitahukan kalau dia ingin bertemu dengan manager Hotel itu. Sesaat Resepsionis itu menelpon, lalu dia mengarahkan James le sebuah ruangan uang tidak terlalu besar, kemudian James mengetuk pintunya.
Tok..tok..
Pintu pun di buka oleh seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu lalu mempersilahkan James untuk masuk ke sana.
"Maaf ada perlu apa ya anda mau bertemu dengan saya ?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like dan Coment yang banyak ya...😍🙏🙏