JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 38


__ADS_3

Rama sudah kembali bekerja, dia sudah sembuh dari sakitnya. Dia sudah bertekad akan melupakan semua kenangan bersama Sinta walaupun itu berat baginya.


James masuk ke ruangan Rama dengan membawa beberapa file di tangannya.


"James ! Apa saja jadwal saya hari ini ?


"Pagi ini jadwalnya kosong tapi nanti saat makan siang Pak Rama ada pertemuan dengan Pak Rayhan di Restorant X," ucap James


" Masih ada yang bisa saya bantu Pak Rama ?"


" Tidak James, kamu boleh kembali keruanganmu," ucap Rama, Rama merenggangkan otot-ototnya yang sedikit kaku.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas Siang, James sudah menunggu Rama di luar ruangannya, tak lama kemudian Rama keluar dari sana dan mereka pun segera berangkat menuju Restorant yang di maksud.


Sampai Di sana Rayhan sudah menunggu Rama bersama putrinya Sonia, seperti biasa dandanan sonia begitu sexy dia mengunakan gaun ketat yang bagian bawahnya terbelah sampai ke pahanya. Rama segera menghampiri mereka, Rayhan bangun menyambut kedatangan Rama.


"Maaf Pak Rayhan saya sedikit terlambat," ucap Rama.


"Gak apa-apa kok Pak Rama, saya belum lama juga datangnya, tapi Sonia dari tadi yang gak sabaran menunggu pak Rama." ucapnya sambil melirik ke arah Putrinya itu.


"Silahkan Duduk mas Rama," ucap Sonia dengan senyum genitnya, Rama pun kemudian duduk di ikuti oleh James yang duduk di sebelahnya.


"Kita pesan makan dulu ya," ujar Rayhan sambil memanggil pelayan yang ada di sana.


Setelah mereka selesai memesan pelayan itu pergi dari sana, Rama mulai membicarakan tentang kerjasama mereka, Sonia tak henti-hentinya menatap lekat wajah Rama yang terlihat berwibawa, Gadis mana yang tak terpikat oleh ketampanan Rama yang karismatik itu.


"Jadi bagaimana Pak Rayhan tentang persentasi saya ?" tanya Rama


"Bravo..sungguh luar biasa Pak Rama, saya senang sekali mempunyai partner kerja seperti Pak Rama dan Untuk kedepannya saya akan menambah Investasi saya di Perusahaan Pak Rama,"


"Terima kasih Pak Rayhan atas konsistensi Pak Rayhan selama ini kepada Perusahaan saya,"


"Itu memang yang seharusnya karena saya melihat potensi besar di perusahaan Pak Rama yang Sangat menjanjikan," ucap Rayhan

__ADS_1


"Oh ya Pak Rama, Putri saya Sonia dari kemaren merengek sama saya minta bertemu dengan Pak Rama, apakah pak Rama tidak keberatan kalau hari ini jalan-jalan sebentar dengannya," Rama berpikir sejenak.


"Baik lah Pak Rayhan," ucapnya, sebenarnya Rama sangat malas meladeni Sonia tapi karena Pak Rayhan secara langsung memintanya dia tidak enak untuk menolak.


Makanan sudah sudah di sajikan, mereka pun akhirnya makan. Sonia masih saja menatap genit ke arah Rama sehingga membuat Rama merasa risih di buatnya. Dan acara makan-makan pun akhirnya selesai.


"Oke Pak Rama kalau begitu saya pamit dulu dan selamat bersenang-senang ya," ujarnya kemudian pergi dari sana.


"Pak Rama, saya gimana ? apa saya menunggu Pak Rama di mobil saja," Tanya James yang merasa tidak enak berada di sana, dia males jadi obat nyamuk buat mereka.


"Gak usah James, kamu kembali saja ke kantor. Nanti saya bisa balik pakai taksi," ujar Rama. Sonia yang mendengar itu jadi kesal.


"Rama..apa gak sebaiknya Sekertaris kamu saja yang balik pakai taksi, kita kan mau jalan-jalan," usul Sonia


"Biar James saja yang Pakai mobil, kalau kamu keberatan mungkin kita gak usah jalan-jalan saja," ujar Rama datar, Sonia makin kesal di buatnya. Padahal dari tadi dia sudah membayangkan kalau dia akan berduaan saja di dalam mobil bersama Rama.


James hanya tersenyum mendengar ucapan Bos nya itu, dia yakin kalau Bosnya itu tidak suka jalan sama Sonia makanya dia mencoba untuk mengerjainya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak Rama," ujar James seraya pergi dari sana. Sonia masih terlihat kesal tapi apa boleh buat demi bisa jalan-jalan dengan Rama dia mengikuti saja kemauan Rama tersebut.


"Gimana kalau kita ke Mall," usul Sonia


"Terserah kamu saja," jawab Rama Dingin, kemudian mereka pun pergi dari Restorant itu menuju ke Mall yang di maksud oleh Sonia.


🌹🌹🌹


Kuliah hari ini sudah selesai, Dira menghampiri Sinta yang terlihat lesu. Dia penasaran kenapa Sinta hari ini begitu tidak semangat, padahal biasanya dia yang paling semangat di antara mereka.


" Sinta ! lo kenapa sih lesu gitu ?" tanya Dira, Sinta tak menjawab dia masih asik dengan lamunannya. Karena Sinta tak merespon Dira menepuk pundaknya dan Sinta Kaget di buatnya.


"Lo kenapa sih, dari tadi gue perhatiin ngelamun aja, ngelamunin apa sih lo ?" tanya Dira


"Oh gak kok, aku gak kenapa-kenapa Dira, aku cuma gak enak badan aja," ujar Sinta

__ADS_1


"Jangan-jangan lo di apa-apain ya sama si Rama-Rama itu," tebak Dira


"Hus..kamu kalau ngomong jangan sembarangan, mas Rama gak kayak gitu orangnya," ujar Sinta membela Rama, walaupun hatinya berdenyut sakit ketika mendengar nama Rama di sebut akan tetapi dia tidak rela kalau ada orang yang menyangka yang macam-macam sama dia.


"Terus lo kenapa , gak biasanya kayak gini,"


"Tadi aku udah bilang kalau aku lagi gak enak badan," Dira segera memegang kening Sinta.


"Lo bohong ya, kening lo gak panas kok," ujar Dira


"Ada apa nih, kok main pegang-pegang kening segala, Sinta lo sakit ya ?" tanya Jono yang hendak pulang tapi melihat Dira dan Sinta masih belum beranjak dari duduknya dia menghampiri mereka sedangkan Ica dan Zidan sudah duluan pulang tadi.


"Gak Kok Jon, aku gak kenapa-kenapa, dasar Diranya aja yang parnoan," ucapnya sambil tersenyum ke arah Jono.


"Yayang Dira mau pulang bareng gak ?" tanya Jono


" Enggak..palingan lo mau nebeng kan,"


"Yayang tau aja isi hati babang Jono," Jono cengengesan.


"Sinta mana Kunci motor lo ?" tanya Dira, Sinta mengambil kunci motornya dan memperlihatkan ke Dira, Dira segera mengambilnya dan menyerahkan kepada Jono.


"Ini Jon, lo pulang pakai motor Sinta aja, biar Sinta gue yang Antar. Gue takut dia kenapa-kenapa di jalan kalau mengendarai motor dalam keadaan lesu kayak gini,"


"Yang benar saja,, Masak Yayang nyuruh Babang Jono naik motor Sinta sih, malah motornya warna pink lagi," ucap Jono gak percaya


"Udah jangan Bawel, lo mau pulang pakai motor atau pakai Angkot ?"


"Ya udah deh, gue milih pakai motor saja hitung-hitung ngirit ongkos, kalau gitu gue duluan ya Sinta,,Bye Yayang Dira ," ujarnya sambil berlalu.


Sinta tersenyum melihat Jono dan Dira yang gak pernah akur itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


🌹Jangan Lupa Like...Coment dan Vote ya, agar miss N semangat Up nya.


Makasih🙏🙏🙏


__ADS_2