JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 72


__ADS_3

Mereka segera mengikuti langkah Rama yang membawa Sinta ke sana, sampai di sana Rama membaringkan Sinta di ranjang yang ada di dalam ruangan itu.


Rama panik, Firman segera menelpon dokter pribadinya yang juga hadir di sana dan menyuruhnya segera ke ruangan itu.


Tak lama kemudian Dokter itu datang dan segera memeriksa keadaan Sinta. Dokter itu terlihat tenang dan tersenyum.


"Gimana Fan, apa ada yang serius," tanya Firman kepada Fandi dokter pribadinya itu


"Sinta gak apa-apa, dia cuma banyak pikiran dan sepertinya dia tidak sarapan, itu yang membuatnya tak sadarkan diri, sebentar lagi juga dia akan sadar, saat dia sadar usahakan dia memakan sesuatu," ucap Fandi


Semua bernafas lega mendengar ucapan Dokter itu, begitu pula dengan Dira. Sesaat dia melupakan Kekesalannya pada Rafka yang dari tadi tak kunjung nampak batang hidungnya itu.


Entah di mana dia sekarang, di saat Sinta tidak sadarkan dirinya , Rafka malah menghilang, Dira sangat kesal di buatnya.


Rafka kamu di mana sih, kok kamu cuekin aku kayak gini. Mentang-mentang lagi di kamoung halaman kamu, malah kamu bersama gadis-gadis itu,, Batin Dira kesal.


Rama masih setia di samping Sinta, dia tidak henti-hentinya berdoà agar Sinta cepat sadar.


"Maafin aku Sinta, aku telah membuat kamu seperti ini," ucapnya, Sebuah tangan memegang pundaknya, Rama menoleh.


" Ini semua bukan salah kamu nak Rama, ini semua salah saya yang memaksakan semuanya berjalan sesuai rencana saya, tapi kamu jangan khawatir nak, Sinta itu tak selemah apa yang kamu bayangkan, dia itu kuat dan pasti sebentar lagi dia akan sadarkan diri," ujar Fajar menenangkan Rama.


Fajar sangat bahagia melihat betapa besar Cinta Rama pada Sinta, sungguh beruntung putrinya itu mendapatkan lelaki seperti Rama yang bebet bibit dan bobotnya sudah jelas dan juga sangat bertanggung jawab itu.


Yusuf dari tadi masih duduk di salah satu kursi di pojokan gedung, dia memang ingin menyendiri di sana, saat tadi Sinta pingsan ingin sekali dia ke sana untuk melihatnya, rasa khawatir memenuhi hatinya itu, tapi dia tidak pantas berada di dekat Sinta karena dia sudah mengiklaskan Rama buat memiliki Sinta.


Di sinilah dia sekarang, lagi menata hatinya yang porak-poranda itu. Dia memang sudah mengiklaskan Sinta, tapi hatinya masih belum sepenuhnya rela karena dia sangat mencintai gadis itu.


Sedang asik dengan lamunannya, seorang gadis berhijab berjalan sambil membawa minuman di tangannya dan hampir saja terjatuh, Yusuf bangun dan segera menangkapnya, adegan seperti di Film-Film pun terjadi.


Sesaat manik mata mereka bertemu, hawa sejuk membasahi jantung Yusuf yang berdetak tak beraturan melihat wajah ayu nan cantik gadis itu.


"Maaf mas, tolong lepasin saya," ucap gadis itu lembut.

__ADS_1


Yusuf tersadar kalau posisi mereka memang terlalu dekat sehingga membuat gadis itu risih. Pandangan sayu gadis itu seakan menghipnotisnya sehingga dia tidak sadar kalau sedang berada di tempat yang ramai sekarang.


"Oh maaf.." ucap Yusuf lalu melepaskan tangannya di tubuh Gadis itu.


"Makasih ya mas, kalau gak ada mas saya tidak tau apa yang akan terjadi sama saya," ucapnya Sambil menunduk malu.


"Oh ya...kamu sendirian aja ?" tanya Yusuf


"Iya mas, kalau mas ?" tanya gadis itu


"Saya juga, oh ya nama kamu siapa, sepertinya kamu bukan orang sini ya, saya tidak pernah lihat kamu di sini," ujar Yusuf, gak tau kenapa Yusuf penasaran dengan gadis itu yang membuatnya sedikit banyak bicara saat itu, berbeda sekali dengan beberapa menit sebelumnya, dia terlihat diam saja sambil memandangi orang- orang yang lalu lalang di depannya.


"Iya mas, saya memang bukan orang sini, saya berasal dari Jakarta mas,saya datang untuk menghadiri pesta ini." ucapnya


"Ooo kalau gitu kenalin saya Yusuf, kalau kamu ?" tanya Yusuf


"Aisyah...!" panggil Zera melambaikan tangannya ke arah Aisyah, Aisyah pun menoleh.


"Maaf mas saya ke sana dulu ya, teman saya sudah memanggil saya," pamit Aisyah lembut, suara Aisyah bak buluh perindu yang membuat hati Yusuf bagaikan tersiram air dingin di gurun pasir.


Aisyah menghampiri Zera dan Denis yang lagi menikmati hidangan kue-kue khas aceh yang jarang mereka temukan di Jakarta.


"Cobain Syah.." ucap Zera lalu menyuapi sepotong kue ke mulut Aisyah, Aisyah pun memakannya, matanya membola saat kue kenyal dan di dalamnya ada seperti selai yang manis itu masuk ke mulutnya.


"Wah..lezat sekali Zera, ini kue apa ya ?" tanya Aisyah.


"Itu kue Timphan, " ucap Yusuf yang sudah berada di belakang Aisyah.


"Mas..kok mas di sini, bukan kah tadi di sana ya ?" tanya Aisyah.


"Iya saya datang mau ngambil kue juga," alasan Yusuf, padahal dia memang mengikuti Aisyah ke sana.


"Cie..cie..syapa ni Syah..tampan bener, kenalin napa ?" goda Zera yang memang sedikit usil orangnya.

__ADS_1


"Kenalin Zer ini mas Yusuf, mas Yusuf ini Zera teman saya dan ini kak Denis, kakak saya." ujar Aisyah


" Yusuf " ucap Yusuf sambil menjabat tangan Denis dan buat Zera dia menyatukan tangannya di depan dada.


"Cocok nih sama lo, sama-sama alim ," celutuk Zera, Aisyah mencubit pinggang Zera.


"Aww.." pekik Zera, Yusuf dan Denis tertawa melihat mereka, wajah Aisyah bersemu merah karena di goda terus-terusan oleh Zera.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang netra yang dari tadi memperhatikan keakraban mereka dengan perasaan tidak senang.


🌹🌹🌹


Rafka sekarang sudah berada di luar gedung itu, dia bersembunyi dari gadis-gadis yang mengidolakannya.


Nafasnya ngos-ngosan karena dari tadi asik menghindar dari para gadis-gadis itu. Dia terduduk di tangga belakang Gedung itu.


"Huff..sepertinya di sini aman," ucapnya


"Aku gak bisa begini terus, aku harus cari cara agar mereka tidak mengenali aku," ucapnya


Seketika dia teringat dengan Dira yang tak di lihatnya dari tadi karena dia di kerubungi Fans lamanya itu. Rafka mengambil ponselnya lalu menghubungi Dira.


Dira melihat sekilas ponselnya yang berbunyi itu, saat melihat Rafka menelponnya dia malas mengangkatnya karena masih kesal pada Rafka.


Rafka tidak berhenti di situ saja, dia menghubunginya lagi tapi tetap saja tidak di angkat oleh Dira.


"Sepertinya Dira kesal sama aku, aku harus cari cara buat bisa masuk ke sana lagi dan mencari Dira , tapi gimana caranya ya agar gadis-gadis itu tidak mengenali aku," gumannya


Saat menoleh Rafka tak sengaja melihat seorang pelayan yang membuang sampah di tempat tidak jauh dari tempat Rafka duduk, Rafka segera memanggilnya. Pelayan itu datang ke arah Rafka dan bertanya.


"Ada apa Bang, apa ada yang bisa saya bantu ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like dan Coment yang banyak ya...


Di Vote juga dong 😍😍😊😊


__ADS_2