JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 23


__ADS_3

Teess...


Air mata Sinta jatuh di pipinya, gak tau kenapa dadanya terasa sesak mendengar ucapan Rama, tiba-tiba perasaan itu muncul sendiri tanpa bisa di kendalikan olehnya.


"Sinta,,sinta,, kamu masih di situ," ujar Rama ketika tidak ada jawaban dari sinta.


"Eh iya mas, aku dengar kok," sahutnya


"Kamu gak apa-apa kan ? " tanya Rama khawatir


"Aku gak kenapa-kenapa kok mas," bohongnya


"Aku pikir tadi kamu nangis, tapi syukur lah kalau kamu gak kenapa-kenapa," ucapnya


"Yang bener aja mas, masak aku nangis sih ?" ujarnya sambil tertawa palsu


"Iya aku pikir kamu nangis karena belum bisa ketemu sama Aku," goda Rama lagi


"Ya enggak lah mas, nanti kan mas juga akan pulang kalau urusan mas sudah selesai, kalau begitu udah dulu ya mas, Dosennya udah masuk tuh, aku mau kekelas dulu," ujarnya sambil memutuskan sambungan telponnya.


Air mata Sinta terus saja mengalir tanpa bisa di tahannya, dadanya sesak karena sudah membohongi Rama, padahal apa yang dikatakannya tadi berbanding terbalik dengan apa yang dia rasakan.


Setelah beberapa saat kemudian, Sinta sudah agak lebih tenang, dia kemudian menuju ke toilet untuk mencuci wajahnya, Dari jauh dia melihat Zidan yang sedang mengejar Ica yang hendak masuk ke toilet.


Sebelum Ica berhasil masuk kedalam toilet itu, tangan Zidan sudah lebih dulu menariknya menuju ke koridor yang sepi tidak jauh dari sana.


Sinta yang penasaran apa yang terjadi dengan mereka segera mengikutinya dan bersembunyi di balik tembok tidak jauh dari mereka.


"Zidan,, lepasin," ujar Ica sambil berusaha melepaskan tangan Zidan yang memegang erat tangannya.


"Gue gak akan lepasin lo, sebelum lo jelasin apa maksud ucapan lo tadi di kantin," ucap Zidan sambil menatap mata indah Ica, Zidan memang ada perasaan sama Ica semenjak mereka berdua pertama kali bertemu, namun ketika mengetahui kalau Ica itu jahat dan sering ngebully orang bersama Dira, dia menepiskan perasaannya itu


" Ucapan yang mana ?" tanya Ica pura-pura lupa


"Kamu lupa,, apa perlu aku ingatin lagi biar kamu ingat," ucapnya lagi yang membuat detak jantung Ica jadi semakin cepat karena tiba-tiba kata-kata Zidan berubah jadi aku kamu.

__ADS_1


Zidan masih saja menatap lekat mata Ica, Ica menundukkan wajahnya tidak sanggup menatap manik mata Zidan.


" Oke,, kalau kamu gak mau ngomong, biar aku yanh ngomong," ucap zidan sambil memegang ke dua tangan Ica, detak jantung Ica makin gak beraturan.


"Ica, sejak aku melihat kamu pertama kali di restoran tempat kamu bekerja setahun yang lalu, aku sudah suka sama kamu, akan tetapi aku menepis perasaan itu karena melihat sikapmu yang terlalu sombong dan angkuh di kampus, tapi setelah aku mengetahui sifatmu yang sebenarnya perasaan itu mulai kembali, bahkan lebih besar dari sebelumnya," ujar Zidan sambil menunduk.


Mendengar ucapan Zidan Ica sangat senang kerena perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.


Ica memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada Zidan.


"Aku juga,, saat pertama kali letemu kamu di kampus, aku sudah jatuh hati padamu akan teyapi aku merasa minder karena kamu itu terlalu tampan dan banyak cewek-cewek yang menyukaimu. Aku sering membully cewek-cewek itu karena aku cemburu sama mereka yang bisa berdekatan denganmu," ucapnya


"Jadi kamu juga suka sama Aku," ujar Zidan berbinar


Ica menganggukkan kepalanya, Zidan segera memeluk ica dan ica pun membalas pelukannya. mereka menyalurkan perasaan mereka satu sama lain.


Zidan mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ica yang cantik itu, dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Ica, Ica uang melihat Zidan mendekat reflek memejamkan matanya dan bibir Zidan sudah menempel di bibir ica, zidan mengecup lembut bibir Ica dan Ica pun membalasnya, ketika mereka sudah terhanyut dalam buaian cinta tiba-tiba..


Bruuukkk...


Sinta yang kaget melihat adegan panas di hadapannya hendak pergi dari sana, akan tetapi nasib sial menimpanya, ketika dia berbalik dia menabrak tong sampah yang ada di belakangnya dan diapun terjatuh, Sinta segera bangkit dan langsung masuk ke toilet yang tak jauh dari sana.


Sementara Zidan dan Ica merasa binggung letika mencari-cari sumber suara tadi, tapi mereka tidak menemukan ada yang ganjil di sana. Mereka kemudian kembali ke kantin dengan perasaan bahagia.


Sinta langsung mencuci wajahnya, ketika dia melihat wajahnya di cermin dia kaget melihat dahinya yang sedikit benjol akibat tabrakan tadi.


"Pantesan tadi nyeri, ini nih azab tukang ngintip," ujarnya cengengesan


Sinta kemudian juga kembali kekantin sambil memijat-mijat kepalanya yang sedikit benjol itu. Di sana sudah terlihat Zidan dan Ica yang sedang tersipu-sipu.


Melihat Sinta sudah kembali dengan memegang kepalanya , sontak mereka bertanya-tanya.


"Sinta,, kenapa lo sakit," ucap Dira


Sinta tidak menjawab, di segera duduk di dekat Dira dan melepaskan tangannya yang dari tadi memegang dahinya,

__ADS_1


" Ya ampun,,,Sinta kenapa dengan dahi lo, kol benjol begitu," ujar Dir sambil memegang dahi Sinta.


"Ini gara-gara dua orang yang lagi kasmaran gak tau tempat, jadi kek gini deh akibatnya," ujar Sinta melirik Zidan dan Ica


Zidan dan Ica senyam-senyum ketika mendengar ucapan Sinta di tujukan ke mereka.


Ternyata suara tadi itu adalah Sinta, ih aku malu banget sama dia,, batin Ica


"Gak usah malu gitu,, lagian kalau sudah suka sama suka langsung di halalin aja biar gak ada setan di antara kalian," ucao Sinta


Jono dan Dira yang masih binggung dengan ucapan sinta langsung melayangkan berbagai pertanyaan kepada Sinta.


"Maksud lo apa sih Sinta ,gue jadi binggung dengernya", ucap Dira


"Iya nih, dari tadi lo ngomong kasmaran-kasmaran, siapa sih yang lagi kasmaran ?" tanya Jono juga binggung


"Kalian tanya aja sama mereka berdua," ucap Sinta masih memijit- mijit dahinya


Jono dan Dira langsung menatap ke arah Zidan dan Ica, mereka berdua cengengesan ketika semua mata memandang kearah mereka.Dira kembali menatap Sinta


"Jangan bilang kalau mereka berdua sudah jadian," ujar Dira


Sinta mengangguk,,


"Wah parah lo bro, giliran sudah jadian aja lo gak cerita sama gue, coba dulu masih sekedar suka, jono gini lah, jono gitu lah,,um,,umm", ucapan Jono terputus karena mulutnya sudah di bekap oleh Zidan


"Selamat ya Ica, akhirnya pangeran impian lo sudah lo dapetin," ucap Dira sambil memeluk Ica.


"terus ini gimana ?" tanya Sinta sambil menunjuk ke dahinya yang benjol


Dira dan ica berhambur mengandeng Sinta menuju UKS, dan tinggallah para cowok-cowok di kantin itu yang masih terbengong melihat para ladies meninggalkan mereka di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Jangan Lupa Like fan Comentnya ya agar Author semangat Up nya...makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2