
"Apa di sini ada Prifat Room ?" pelayan itu mengeryitkan keningnya. Baru kali ini ada orang yang menanyakan itu.
"Maaf pak, di sini tidak menyediakan privat Room, Kalau Bapak kurang nyaman makan di sini, kami bisa antarkan makanannya ke kamar anda," ujar Pelayan itu
"Baiklah, tolong antarkan pesanan saya ke kamar 25 A," ucapnya lalu beranjak dan pergi dari sana, para gadis-gadis tadi ada yang ngedumel sendiri karena gak di gubris oleh Rama ada juga yang semakin kagum padanya.
"Waah cool banget sih cowok itu, kira-kira sudah punya Istri apa belum ya," ujar seorang gadis diantara mereka
"Kalau dia sudah punya istri pun aku rela kok jadi yang kedua ," ujar Yang lainnya.
Rama hanya tersenyum sekilas mendengar ucapan mereka.
"Eh dia senyum ke gue ," ucap gadis yang gak sengaja melihat senyum Rama
"Geer lo, dia itu senyum ke gue," ujar yang lainya
Akhirnya mereka pada ngeributin senyum Rama.
Emang susah ya punya tampang keren dan mempesona kayak gue, bisa bikin rusuh para gadis-gadis itu, tapi kenapa Sinta dulunya malah cuek sama gue ya, Sinta memang beda dari yang lainnya,, Batin Rama
Saat Rama sudah berada di kamarnya, tak lama kemudian beberapa orang pelayan yang semuanya adalah perempuan datang ke sana dengan membawakan pesanan Rama, Rama mengerutkan keningnya ketika mereka masuk kesana.
"Ini mas, pesanannya," ucap seorang pelayan yang berada di depan mereka.
"Loh kok ini banyak banget makanannya, padahal saya hanya pesan spagheti saja," tanya Rama binggung
"Ini hadiah dari kami mas, semoga mas suka," ujar yang lainnya
" Mohon maaf ya,,Bukannya saya tidak suka atau menolak makanan ini, tapi perut saya cuma satu, gak mungkin bisa menghabiskan makanan sebanyak ini, lebih baik kalian bawa saja lagi makanan ini atau kalian makan sendiri saja." tolak Rama Sopan, mereka semakin kagum di buatnya.
"Maaf mas, saya mau tanya apa mas itu artis ya," celutuk salah seorang dari mereka.
"Ha..ha..mbak ini bisa aja, emang tampang saya sekeren itu apa ?" ucap Rama merendah
"Iya mas, malahan lebih keren dari artis -artis yang pernah kami lihat di TV," ucap yang lainnya
"Bukan...saya bukan artis kok, saya cuma rakyat biasa," ucapnya
"Oooo begitu ya.. Boleh gak kalau kami minta Foto mas ? " tanya mereka lagi.
"Kalau soal itu maaf ya saya tidak bisa, saya sudah punya calon istri, saya harus menghargai perasaannya, saya tidak mau karena ini dia salah faham, sekali lagi maaf ya mbak-mbak."
"Kalau sudah gak ada yang di tanyain lagi, kalian bisa pergi karena saya mau makan," suruhnya sopan.
"Yach patah hati deh gue, ternyata dia sudah punya calon istri,"
__ADS_1
"Beruntung sekali calon istrinya itu ya, setiap hari bisa lihat pemandangan indah kayak dia, kalau gue jadi dia bakalan gue kurung di kamar terus dia nya," ucap gadis yang sedikit genit diantara mereka.
"Huuuu...lo sih pikirannya itu mulu," sorak yang lain.
Rama hanya mengeleng-gelengkan kepalanya mendengar obrolan mereka.
"Kalian salah, gue yang beruntung bisa mendapatkan gadis seperti Sinta," guman Rama, kemudian dia pun memakan spagheti yang dia pesan tadi.
🌹🌹🌹
Rafka lagi mondar-mandir di depan gerbang rumah Dira sambil memutar-mutar ponselnya.
"Giman caranya gue ngajak dia ya," gumannya
"Apa gue ajak ketemuan aja kali sambil makan malam, Atau gue telpon aja," Rafka masih mondar mandir kayak setrikaan.
Setelah memikirkannya akhirnya dia memutuskan buat menelpon Dira.
Drrrttt..drrrttt...
Dira melihat sekilas ponselnya karena dia lagi makan, tapi setelah melihat siapa yang menelponnya dia langsung menyambar ponselnya dan beranjak dari sana, itu yang membuat mamanya binggung dengan apa yang di lakukan anaknya karena dia selalu marah kalau ada yang menganggunya kalau lagi makan.
"Pa..ada yang beda deh sama Dira," ujar mamanya Dira pada suaminya
"Kenapa sih ma ?
"Mungkin penting kali ma,"
"Enggak pa, mama tau betul sifat Dira, tu anak paling gak suka kalau makannya di ganggu, sepenting apapun urusannya pasti gak akan di gubrisnya." ujar Mamanya Dira
"Mungkin dia lagi jatuh cinta kali ma, mama kayak gak pernah muda aja deh," ujar suaminya yang membuat mata istrinya melotot.
Sementara Dira segera mengangkat telpon dari Rafka.
"Hallo Pak Rafka, ada apa ?" tanya Dira
"Loh kok Pak sih ?" ucap Rafka kesal
"Eh maaf, kebiasaan, he..he.."
"Ada apa ya kamu nelpon aku ?" tanya Dira
"Aku mau ngajak kamu makan malam, kamu udah makan belom ?"
Lah kalau aku jujur gak jadi di ajak makan di luar sama Rafka, mending aku bohong aja deh,, Batinnya
__ADS_1
"Kok kamu diam sih, kamu udah makan apa belom ?" tanya Rafka
"Belom," Jawab Dira.
"Kamu mau gak makan di luar sama aku ?"
"Mau..." Jawab Dira cepat, Rafka tersenyum.
"Kalau gitu kamu siap-siap gih, aku tunggu di gerbang," ucap Rafka.
Dira segera menuju balkon dan melihat ke bawah, dia melihat Rafka sudah ada di depan gerbang dan berdiri di depan motornya sambil tersenyum kearah Dira.
"Mati gue,dia sudah di sini lagi, jangan sampai dia masuk bisa ketahuan bohong gue," gumannya.
"Kamu tunggu di situ saja ya, aku gak lama kok," ucap Dira lalu mematikan telponnya, Dira bergegas menganti bajunya dan dandan tipis-tipis, setelah di rasa semuanya perfect Dira menyambar tas nya lalu langsung turun ke bawah.
"Dira kamu gak lanjutin makannya ?" tanya mamanya
"Gak ma Dira sudah kenyang," jawabnya
"Kamu mau kemana ?" tanyanya lagi karena melihat Dira menuju ke arah pintu hendak keluar.
"Mau makan di luar," teriak Dira
"Lah tu anak tadi bilang sudah kenyang, sekarang malah bilang mau makan di luar," ucap Mamanya binggung. Papanya Dira hanya tersenyum melihat Istrinya ngomel-ngomel sendiri.
"Pak buka gerbangnya," suruh Dira sama Satpam rumahnya
Pak satpam segera membuka gerbang itu, Dira berjalan ke arah Rafka.
"Kok cepat banget," tanya Rafka
"Aku gak mau kamu kelamaan nunggu kalau aku lama dandannya," ujar Dira
"Kamu udah Cantik kok walaupun gak dandan," ucap Rafka yang membuat Dira merona.
"Ayo jadi pergi gak nih ?" tanya Dira menghilangkan kegugupannya.
"Ayo..," Rafka memberikan Helm buat Dira, karna mereka pakai Motor Dira memakai pakaian yang sesuai dengannya yaitu memakai Kaos dan Jeans serta Hody agar dia tidak kedinginan terkena angin malam.
"Kita makan di mana Nih ?" tanya Rafka.
"Terserah kamu, aku ikut saja,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like dan Coment yang banyak ya...🙏🙏🙏