
Saat mereka sedang menyantap makanan penutup,Presdir kim membuka obrolan diantara mereka.
"Nona Jessy selamat atas peresmian cabang Restoran anda yang baru sebulan yang lalu.Saya amat kagum dengan kesuksesan anda."
Tapi aku tidak kagum padamu Tuan,karena sesukses apapun kau itu tetap saja gagal dalam hal mendidik cucu kesayanganmu itu.
"Terimakasih Tuan,saya banyak belajar dari anda."
"Ya ya ya,Saya rasa Tuan Heru ini beruntung memiliki istri seperti anda hahahaha,"Sembari menepuk bahu Heru yang posisi duduknya berada disisi kirinya.
Aku penasaran akan seperti apa reaksimu jika kau tau betapa busuknya dua orang yang dari tadi kau puja-puja.Ini adalah saatnya.
"Tentu saja Tuan dia beruntung memiliki istri sepertiku,tapi sayangnya aku yang tidak beruntung memiliki suami seperti dia."
Tawa Presdir Kim langsung terhenti saat mendengar kalimat itu.Sementara Kenan yang tadi sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan Jessy.
"Apa maksud dari ucapan anda Nona Jessy,kenapa anda bicara seperti itu?,"Mengernyitkan dahinya.
"Tuan Kim taukah anda jika sebenarnya suami saya tidak sesempurna seperti yang anda katakan,"Lalu Jessy mengambil ponselnya dan memberikannya pada Presdir Kim untuk memperlihatkan foto Heru dan Siska,"Suami saya ini sudah mengencani cucu kesayangan anda,dia telah mengkhianati saya dan melanggar peraturan yang anda buat."
Melihat foto itu Presdir Kim langsung tertawa."Hahaha ada-ada saja anda Nona Jessy,saya memang menyuruh Tuan Heru untuk menjaga cucu saya.Dan mungkin foto selfie itu diambil saat mereka bersama.Karena saya tau tuan Heru tidak seperti yang anda katakan,dan begitu pula dengan cucu saya yang tidak mungkin mencintai suami anda."
"Namun apakah anda bisa menjelaskan ini Tuan,"Menyodorkan sebuah kertas yang ia temukan dikamarnya.Sementara itu Heru mulai bereaksi,ia mencengkeram tangan Jessy agar menghentikan semua ini."Apa anda masih menganggap ini sebagai lelucon,asal anda tau Tuan saya adalah tipikal orang yang tidak mudah menuduh seseorang tanpa adanya bukti.Saya sudah mengintai suami saya selama beberapa hari,dan saya pun mulai menemukan fakta bahwa ia telah mengkhianati saya dengan mengencani cucu kesayangan anda.Dan hubungan mereka sudah sejauh ini,taukah anda Tuan betapa hancurnya hati saya."
"Iya itu benar Tuan Kim,saya juga sebenarnya sudah tau tentang hal ini.Hari ini saya juga ingin memutuskan hubungan antara saya dan Siska.Ini adalah hal yang sulit bagi saya mengingat betapa saya mencintai cucu anda,tapi maaf saya tidak bisa mentolerir kesalahan Siska apalagi ia tengah mengandung buah cintanya dengan pria lain."Kenan juga mengeluarkan uneg-unegnya,ia juga memutuskan untuk mengakihiri semua ini.
"Apa itu benar Siska?"Memegang lengan cucunya itu,"JAWAB KAKEK APAKAH BENAR YANG DIKATAKAN KENAN DAN NONA JESSY."
"I...i..iya Kek maafin aku."
__ADS_1
PLAKKK!!! Tamparan keras mendarat dipipi Siska,kini pipi putih mulus itu seketika memerah.Dan tangisan Siska pun pecah,ia hanya bisa menangis dan menunduk.
"MEMALUKAN!!! Kakek benar-benar kecewa sama kamu.Kakek tidak mau tau,besok Kakek akan mengirimmu keluar negeri dan jangan pulang kemari sebelum kau menyesali semua perbuatanmu itu!!!."Menunjuk-nunjuk Siska.
"Jika anda melakukan itu untuk menjauhkan cucu anda dari suami saya,Saya rasa itu tidak perlu Tuan Kim.Karena saya sendiri yang akan menjauh dari kehidupan mereka,selama ini saya sendirian menghadapi masalah sebesar ini.Saya akan segera mengakhirinya,dan besok saya akan mengajukan gugatan perceraian untuk suami saya.Terimakasih untuk makan malam yang begitu berkesan ini,kalau begitu saya permisi Tuan."Jessy beranjak dari tempat duduknya dan langsung berjalan meninggalkan empat orang itu.Sementara itu Heru yang merasa geram akan tindakan istrinya,segera berlari mengejarnya.
"Apa kau puas dengan semua ini? Huh?."
Jessy terus berjalan tak menghiraukan heru.
"Apa kau bahagia sudah menghancurkan karirku,apa kau juga tidak kasihan pada Siska sedikitpun lihatlah dia sampai kena tampar Presdir Kim karena ulahmu,"Ujar Heru lagi.
Jessy masih terus berjalan dan tak menoleh sedikitpun.
"Kau benar-benar menghancurkan semuanya,tak hanya hubungan antara kau dan aku.Tapi juga antara Presdir Kim dan Siska.APA KAU TAK MENDENGAR UCAPANKU,DASAR WANITA IBLIS!!!"Emosi Heru kali ini pun memuncak.
Mendengar kata-kata itu Jessy menghentikan langkahnya dan berbalik.Ia berjalan menuju Heru,setelah jaraknya dekat Jessy menarik bagian krah baju Heru.Ia tak kalah emosinya.
Jessy melepaskan cengkramannya dari krah baju Heru dan berlari meninggalkan Heru.Tangisannya pecah didepan gerbang besar itu.Sementara itu Heru langsung kembali masuk kedalam berniat untuk mengambil kunci mobilnya.Heru dan Kenan berpapasan dipintu menuju ruang makan.Kenan rupanya juga ingin cepat-cepat pulang dari tempat yang megah namun terasa seperti neraka setelah insiden tadi.Saat mobilnya hendak keluar dari tempat itu,Kenan melihat Jessy menangis sesenggukan didepan gerbang besar itu.Ia pun segera menghampiri Jessy.
"Nona Jessy mari saya antar anda pulang."Kenan menjulurkan tangannya dan ia juga memakaikan jasnya pada Jessy agar ia tak kedinginan karena memang dress yang dipakai Jessy modelnya sedikit terbuka.
"Iya Tuan Kenan terimakasih."Jessy pun menurut dan segera masuk kedalam mobil Kenan.
Didalam mobil keduanya tidak saling bicara,yang terdengar hanya suara tangisan Jessy.Setelah Jessy dirasa tenang,Kenan mulai membuka bicara.
"Nona dimana alamat rumah anda?."Mendengar itu Jessy langsung menunjukkan alamat rumahnya.Setelah beberapa saat mereka pun sudah sampai didepan gerbang rumah Jessy.
"Tuan bisakah anda Tunggu saya sebentar,saya akan mengambil barang-barang saya karena saya tak mau lagi tinggal dirumah ini."
"Baiklah nona saya akan menunggu disini."
__ADS_1
Jessy pun masuk bergegas mengepak pakaiannya kedalam koper dan juga tak lupa membawa beberapa barangnya.Setelah dirasa selesai ia segera keluar dari rumahnya.Mbak darmi asisten dirumah itu yang melihat Jessy keluar dengan membawa koper merasa heran.
Apa yang terjadi dengan Nona Jessy.
"Tuan ayo kita segera pergi dari sini,"Sambil menutup pintu mobil.
"Baik Nona."Kenan segera mengemudikan mobilnya."Jadi rencana selanjutnya anda akan tinggal dimana Nona?."
"Entahlah Tuan,mungkin saya akan tinggal di hotel sampai waktu yang tak ditentukan.Saya sengaja tidak pulang kerumah kedua orang tua saya karena takut menambah beban pikiran bagi mereka."
"Jadi anda belum memberi tau orang tua anda Nona perihal masalah rumah tangga anda?."
"Belum Tuan,saya mungkin juga tidak sanggup mengatakannya,"Menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Nona Jessy bagaimana jika anda tinggal saja di apartemen saya yang tempo hari Nona menginap disana,kebetulan saat ini ada banyak unit VIP yang kosong.Anda bisa tinggal disana secara gratis."
"Tuan apa baru saja anda menghina saya.Dengar baik-baik Tuan Kenan,hanya karena saya bermasalah dengan rumah tangga saya bukan berarti saya juga bermasalah dengan keuangan saya."Jawab Jessy dengan sewot.
"Tidak,bukan begitu Nona.Saya minta maaf jika anda merasa tersinggung,tapi sungguh bukan itu tujuan saya.Saya hanya tulus ingin membantu anda Nona,karena menurut saya jika anda tinggal di apartemen saya akan lebih baik karena letaknya yang tak jauh dari Restoran anda.Bukankah anda sesekali mengunjunginya?."
Oh jadi itu alasannya,benar juga ya aku jadi bisa mengunjungi Restoranku setiap saat.Aaaaa gara-gara tadi aku bertengkar dengan Mas Heru aku jadi gak bisa berpikir jernih dan salah sangka pada Tuan Kenan.
"Oh begitu ya Tuan,maafkan saya yang telah salah sangka pada anda Tuan.Baiklah kalau begitu saya mau tinggal di apartemen anda,tapi saya tetap akan membayar biaya sewanya Tuan.Karena saya tidak ingin berhutang budi pada anda Tuan."
"Baiklah jika itu mau anda Nona Jessy."
Tak terasa mereka sudah sampai didepan apartemen milik Kenan.Mereka berdua langsung masuk ke apartemen itu.Kenan membantu membawakan koper milik Jessy.
Ini adalah takdir yang menyakitkan bagiku.
Siapa yang menyangka Mas Heru yang awalnya merupakan mimpi indahku,kini menjadi mimpi terburukku.🙁
__ADS_1