Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
PRIA ASING


__ADS_3

Jessy pun telah didekat mobilnya ia duduk bersimpu sambil menangis tersedu-sedu.Ia meratapi nasib rumah tangganya.Syal yang tadi ia gunakan untuk menutupi separuh wajahnya,kini basah dengan air matanya.Ia lalu berdiri,saat ia berusaha membuka pintu mobilnya tiba-tiba tangannya dicekal oleh seorang pria asing yang tidak Jessy kenal.Ternyata pria itu adalah orang yang tadi sama mengawasi Heru dan Siska.Rupanya pria ini mengikuti Jessy karena khawatir pada keadaan Jessy dengan apa yang baru saja menimpanya.


"Hey Nona,Anda tidak bisa menyetir dalam keadaan seperti ini.Karena sangat berbahaya,"Menggengam erat lengan kanan Jessy.


"Kamu siapa hah,Mau berbahaya atau tidak itu bukan urusanmu.Sekarang lepaskan tanganku!!!"Jessy mencoba melepaskan tangannya dari pria asing itu namun tetap saja Jessy tak cukup kuat untuk melepaskannya.


"Yang tadi bersama suami Anda adalah tunangan saya,tadi saya juga mengikutinya karena merasa curiga dengannya,"Berusaha menjelaskan pada Jessy.


"Oooh jadi wanita J****g itu tunanganmu,kenapa kau biarkan dia menggoda suamiku.Dan kau dengar tadi kan,dia sekarang sedang MENGANDUNG ANAK SUAMIKU!!!"Sambil menunjuk-nunjuk pria asing itu dan tangisannya kembali pecah setelah mengatan tiga kata terakhir.


Pria asing itu diam sejenak,ia membiarkan Jessy menangis agar merasa lebih lega.Sementara itu dari kejauhan nampak Eka sedang berlari menghampiri Jessy dan pria asing itu.


Hey siapa itu kenapa ia memegang tangan Jessy.


Apa jangan-jangan rampok.


"Maaf tuan anda siapa,kenapa anda memegang tangan teman saya,"Ujar Eka yang nampak curiga pada pria asing itu.


"Oh..ini saya tadi melihat teman anda mau pulang dengan menyetir mobil jadi saya mencegahnya karena bisa berbahaya."


Jawaban yang masuk akal,tapi tetap saja aku curiga.


Tapi mana ada rampok yang tampan seperti ini,apalagi dia memakai pakaian yang berkelas.Hey hey stay focus Eka!!!


"Oh tenang saja tuan dia aman bersama saya.Saya yang akan menyetir mobilnya kebetulan tadi saya kesini naik taksi online."


"Ooh baiklah Nona,jaga baik-baik teman anda.Kalau begitu saya permisi dulu,"Berlalu meninggalkan Eka dan Jessy.


Cih sok peduli banget sih laki-laki ini,padahal kenal aja enggak.


Eka pun langsung membantu sahabatnya itu masuk kedalam mobil.Ia merasa iba pada sahabatnya itu,Eka masih tidak menyangka Heru tega menduakan Jessy bahkan sampai sejauh itu.


"Ka aku ikut ke rumah kamu aja,untuk saat ini aku masih gak mau pulang kerumah dulu."

__ADS_1


"Iya Jess santai aja,Oh ya aku mau nanya tadi itu siapa sih Jess yang di parkiran."


"Aku juga gak tau Ka soalnya juga aku baru ketemu tadi itu.Tapi tadi dia sempet bilang sih kalau dia adalah tunangan dari wanita PELAKOR itu,"Jessy sedikit menekankan kata pelakor.


"APA!!! yang bener Jess,terus terus dia bilang apalagi,"EKA mulai kepo.


"Gak ada cuma itu aja."


"Dih emang gak jelas sih tu orang.Eh tapi dia tampan loh."


"Ya terus kenapa kalau dia tampan.Nih ya asal kamu tau,sepertinya aku juga akan membencinya karena kalau benar dia adalah tunangan si pelakor itu maka secara gak langsung dia juga ikut andil dalam terjadinya perselingkuhan antara Mas Heru dengan Wanita J****g itu.Karena dia sudah tidak becus menjaga pasangannya sampai-sampai menjadi pelakor,"Menjelaskan pada Jessy dengan gaya ala-ala dosen.


"Mana bisa gitu Jess dia kan juga korban tau."


Sepanjang perjalanan kedua sahabat itu berbicara ngalor-ngidul.Kadang sesekali Eka menyanyikan lagu bahasa asing dengan belepotan karena tidak hafal liriknya dan nadanya juga kemana-mana dengan suara cempreng khasnya yang membuat Jessy tertawa cekikikan yang membuat ia sejenak lupa dengan masalah rumah tangganya.Sepertinya Eka memang sengaja menghibur sahabatnya itu agar keadaannya membaik.


Sesampainya dirumah,Eka mengajak Jessy masuk kedalam.Rumah modern bernuansa alam itu begitu menyejukkan mata bagi siapapun yang melihatnya.Banyak tanaman-tanaman hias di beberapa sudut ruangan yang ditata sedemikian rupa menambah kesan damai.Dirumah yang indah dan luas itu,Eka tinggal berempat dengan anaknya dan dua orang asisten rumah tangganya karena satu tahun yang lalu suaminya meninggal dunia karena kecelakaan pesawat.Dan amat berat melewati hari bagi Eka sepeninggal suaminya,akan tetapi ia beruntung memiliki sahabat seperti Jessy yang selalu berada disisinya dan membantunya bangkit kembali.Kini situasinya berbalik,sudah saatnya ia membalas kebaikan sahabatnya itu.


"Jess kamu duduk dulu biar aku bikinin kamu teh hangat,atau kamu mau mandi dulu."


"Oke aku mau keatas liat anak aku dulu ya,"Eka melangkah menaiki tangga kemudian menuju kamar anaknya.


Aku benar-benar gak habis pikir sama Mas Heru.Aku kecewa,aku membencinya dan aku bersumpah tidak akan pernah mencintainya lagi.Bahkan saat ia bersujud dihadapanku sekalipun,aku tidak akan pernah memaafkanmu.


"Jess kamu laper gak,aku minta bik Narsi aja biar masakin makanan buat kamu."


"Gak usah Ka,sepertinya nafsu makan aku udah hilang deh."


"Jangan gitu lah Jess,kesehatan kamu itu penting banget.Coba bayangin kalo kamu gak makan nih ya,kamu gak bakalan kuat membalikkan meja restoran seperti tadi siang hahahaha,"Eka tertawa terbahak-bahak bila mengingat betapa barbarnya sahabatnya itu.


"Gak lucu tau,kamu gak tau itu belum seberapa karena aku belum mengeluarkan seluruh kekuatanku.THE POWER OF ISTRI SAH!!! hahahaha,"Tertawa ala ala tokoh joker.


Seketika seisi rumah itu penuh dengan tawa kedua sahabat itu.Saat ini mungkin mulutnya yang tertawa,akan tetapi hati dan jiwanya yang menangis.Keduanya saling melempar candaan hingga tak terasa langit sudah mulai gelap.Jessy yang tadinya berencana menginap dirumah Eka kini berubah pikiran.Sepertinya dia ingin pergi ke suatu tempat yang bisa membuatnya lupa akan masalah rumah tangganya.Ia lantas berpamitan pada Eka,ia mengatakan bahwa ia akan menginap dirumah orangtuanya agar Eka tidak merasa cemas.

__ADS_1


"Jessy aku anterin kamu ya,"Karena cemas Eka memohon.


"Gak usah Ka aku udah pesen taksi online,bentar lagi juga udah sampai.Terus mobil aku biarin disini aja dulu,besok kalau aku sempet bakal aku ambil.Kamu gak usah khawatir karena aku baik-baik aja,toh aku juga menginap dirumah orangtuaku jadi pasti akan aman."


Maafin aku harus bohongi kamu Ka.


Karena kalau aku jujur kemana aku pergi kamu pasti melarangku.


Tak lama akhirnya taksi online yang dipesan Jessy telah sampai.Ia segera memeluk Eka.Ia melambaikan tangan dari dalam mobil.Didalam mobil Jessy memainkan ponselnya,ia membuka galeri foto diponselnya dan apa yang ia lihat membuatnya kembali menangis untuk kesekian kalinya dalam sehari ini.



Rupanya Jessy lupa menghapus foto Heru dan Siska yang ia kirim beberapa hari yang lalu dari ponsel Heru.Nampak difoto itu raut muka bahagia Heru dan Siska yang berbanding terbalik dengan orang yang kini melihat foto itu.Sementara itu seseorang dibalik kemudi itu merasa kebingungan dengan apa yang terjadi dengan penumpangnya karena sedari tadi sesenggukan.


"Nona apa anda baik-baik saja?"Melihat Jessy dari kaca spion tengah.Sopir taksi online itu ingin memastikan apakah penumpangnya itu baik-baik saja.


"Saya baik-baik saja pak,apakah masih lama sampai ke tempat tujuan saya?"Sambil mengusap air matanya.


"Sebentar lagi nona kita hampir sampai."


Dan benar saja mobil yang ditumpangi Jessy kini berhenti disebuah tempat yang ia tuju.Jessy langsung turun dari mobil itu setelah membayar.Dari luar sudah terdengar suara musik bertempo cepat khas klub malam.Jessy segera memasuki klub malam itu,namun dari kejauhan nampak seorang pria yang tengah berlari karena melihat Jessy memasuki klub malam itu.Jessy terus berjalan menuju meja bartender tanpa menyadari kalau seseorang tengah membuntutinya.Jessy memesan segelas minuman pada seorang bartender,sementara itu pria yang tadi mengikutinya memilih duduk agak jauh dari Jessy tapi ia tetap memperhatikan Jessy.


Aku saja yang masih bertunangan merasa sakit hati,apalagi dia yang sudah terikat pernikahan.Mungkin inilah yang sering orang-orang bilang definisi sakit tidak berdarah.


Rupanya orang itu adalah tunangan Siska yang tadi pagi menghadang Jessy agar tidak mengemudi saat pikiran kacau. Pria bernama Kenan Albert Swift itu masih fokus memperhatikan Jessy.Ia tercengang dengan kemampuan minum Jessy,ia juga menghitung berapa gelas minuman yang sudah dihabiskan Jessy.Namun setelah mencapai gelas ke 10 Jessy nampaknya sudah mulai terlihat mabuk,tapi dia masih meminta si bartender untuk menuang minuman ke gelasnya.Melihat itu Kenan sontak bergegas menghampiri Jessy dan merebut minumannya dan meminumnya sendiri.


"Berhenti Nona!!! Anda akan mabuk berat jika terus minum.Dan kau hentikan jangan kau tuang lagi minuman ke gelas wanita ini."


"Hey kau bukan Mas Heru,jangan menghentikan ku atau aku akan menciummu jika kau terus bicara hahaha,"Jessy mulai bicara ngawur.


"Ayo Nona aku akan mengantarmu pulang."Kenan menarik lengan Jessy dan menuntunnya keluar dari tempat itu.Namun saat sudah dekat dengan pintu keluar,Jessy yang berjalan sempoyongan tiba-tiba BRUG!!! Jessy sudah kehilangan keseimbangannya.


Kenan Albert Swift

__ADS_1



__ADS_2