
Mentari datang menyapa lagi,Eka nampak sudah siap untuk pergi jalan-jalan tapi berbeda dengan Jessy yang justru masih pulas tertidur.Wanita berlesung pipi itu lantas segera membangunkan sahabatnya itu.
"Jessy ayo bangun,hari ini adalah hari terakhir kita di Bali loh masak kamu mau menghabiskan waktumu seharian dengan tidur seperti ini huh?"Kata Eka seraya memakai sepatu,tapi melihat Jessy yang bahkan tak menjawabnya,ia pun berinisiatif membangunkan sahabatnya itu dengan cara lain."JESSY AYO BANGUN,HARI INI OPPA LEE MIN HO JOGGING DI DEPAN HOTEL INI"Teriak Eka yang lantas membuat Jessy langsung membuka matanya dan berlari kearah kamar mandi."CEPATLAH JESS,ATAU KAMU AKAN KUTINGGAL,hihihi"Teriaknya lagi,Eka nampak cekikikan melihat tingkah sahabatnya itu.
Jessy yang nyawanya masih belum penuh kembali itu membersihkan badannya dengan cepat,begitu air shower jatuh membasahi kepalanya ia pun langsung sadar sepenuhnya.
"Cih bodoh sekali aku percaya begitu saja pada Eka,mana ada Oppa Lee Min Ho disini dia kan sedang sibuk syuting drakor anyarnya di Korea,"Gumam Jessy sembari terus menggosok punggungnya.
Setelah selesai ia memakai handuk kimononya dan segera keluar dari kamar mandi,ia tak melihat lagi keberadaan Eka di kamar itu.
Jessy pun segera berpakaian,ia memilih memakai t-shirt berwarna putih dan hotpant.Meski pakaiannya terlihat sederhana,namun tak mengurangi kecantikan Jessy sedikitpun ia malah lebih mempesona dengan pakaian sederhananya.
Jessy bergegas keluar dari kamar hotel dan berjalan mencari keberadaan sahabatnya.Karena dirasa cukup lama ia mencari Eka dan tak kunjung ketemu,Jessy pun memutuskan untuk menelpon Eka saja.
📞Eka:"Halo Jess,kamu dimana? Apa kamu sudah bersiap?"
📞Jessy:"Hey harusnya kan aku yang nanya begitu,kamu ada dimana sih Eka aku tuh cari-cari kamu disini tapi tidak ketemu,aku masih di hotel ini."
📞Eka:"Hehehe maaf aku meninggalkanmu,habisnya kamu lama kalau sedang mandi,Oh ya aku ada di coffe shop di depan hotel aku tunggu kamu disini ya."
📞Jessy:"Baiklah aku segera kesana,jangan kemana mana ya!"
Jessy memutuskan sambungan teleponnya dan bergegas menuju ke lift untuk segera turun ke lantai paling bawah hotel berbintang itu.Saat lift hampir tertutup,seseorang melesat masuk kedalam lift itu dan membuat Jessy terkejut.
Hah itu kan Kenan,aduh bagaimana ini aku harus apa?
"Jessy maafkan aku atas kejadian semalam yang sudah tidak sopan padamu,maaf aku tak bermaksud melecehkanmu,"Ujarnya.
"Ssssssst lebih baik kamu diam saja,bukankah sudah ku bilang semalam kalau pria kurangajar sepertimu tak pantas untuk dimaafkan,"Kata Jessy dengan ketusnya.
"Iya aku tau aku memang kurangajar,tapi bukankah kamu juga menikmati itu ya? Kamu bahkan membalas ciumanku,lalu kenapa aku harus meminta maaf padamu kalau kamu juga senang dengan ciumanku."
"Apa? Kau memang brengsek,kalau bukan karena kau yang memulainya aku tidak akan seperti itu apa kau mengerti!!!"Jessy melototi Kenan.
Aduh kenapa lift ini terasa begitu lambat sih,aku sudah muak dengan Kenan.Dia memang meminta maaf padaku,tapi lihatlah wajahnya yang seperti orang tak bersalah itu.Huh dasar otak mesum!!!
__ADS_1
Jessy memalingkan wajahnya dari Kenan,ia benar-benar kesal dengan Kenan.Jessy terlihat gelisah karena pintu lift tak kunjung terbuka.Waktu seakan berjalan lambat saat ini,tapi tak lama kemudian pintu lift pun akhirnya terbuka.Jessy pun bergegas berjalan keluar dari lift tanpa bicara lagi dengan Kenan.
Kenapa aku bicara seperti itu ya tadi,lihatlah Jessy,dia pasti sangat marah padaku.Kenapa saat di dekat Jessy otakku tak bisa berfikir jernih.Padahal aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya dengan wanita yang ku cintai.
Mood Jessy pagi ini benar-benar hancur karena Kenan,ia pun berjalan menghampiri sahabatnya dengan bibir manyun.Ia mendudukkan dirinya dengan kasar di kursi yang ada di sebelah Eka.
"Hufft menyebalkan!!!"Kata Jessy.
"Apanya yang menyebalkan Jess?"Tanya Eka.
"Eh tidak,tidak aku hanya sedang datang bulan aja makanya aku bilang menyebalkan,"Jawabnya.
"Oooh,pasti mood kamu lagi enggak baik ya,"Kata Eka sambil menyuguhkan secangkir kopi yang telah dipesannya khusus untuk Jessy."Mending kamu minum ini biar mood kamu lebih baik."
"Iya Ka,makasih ya!"Jessy pun menyeruput kopi itu perlahan."Oh ya Ka hari ini kita mau kemana?"Tanya Jessy.
"Hmmm karena ini hari terakhir,jadi aku berencana berburu oleh-oleh kalau menurut kamu gimana?"Kata Eka yang meminta pendapat pada Jessy.
"Kalau aku sih oke oke aja sih,"Jawabnya.
"Ya udah kalau gitu,kita jalan sekarang yuk Jess,"Ajak Eka.
Kedua sahabat itu akhirnya meninggalkan coffe shop itu dan memilih berjalan menyusuri trotoar.Jessy dan Eka terlihat keluar masuk toko yang berjajar di sepanjang jalan itu.Keduanya membeli kaos tie dye yang serupa dan langsung dikenakan oleh mereka,bahkan mereka memakai aksesoris kalung dan anting yang sama.Mereka benar-benar terlihat kompak,mereka juga menyempatkan untuk berswafoto bersama.
Dan mereka juga sampai meminta tolong pada karyawan toko itu untuk memotret mereka dan mengabadikan momen kekompakan kedua sahabat itu.
Setelah puas berfoto ria mereka melanjutkan berburu oleh-oleh khas Pulau Dewata Bali.Jessy membeli beberapa cemilan khas Bali dan juga beberapa hiasan dinding ukiran karya seniman setempat.Jessy bahkan memberikan uang yang lebih untuk karya seni yang dibelinya,ia tak ragu untuk mengeluarkan banyak uang karena itu untuk menghargai jerih payah dari tangan berbakat seniman jalanan itu.
Setelah dirasa pegal kaki kedua sahabat itu,mereka akhirnya memutuskan untuk duduk sebentar di bangku yang tersedia di pinggiran toko.Keduanya sama merasa lelah,bagaimana tidak lelah mereka berdua berjalan sudah hampir 2 km dari hotel tempat mereka menginap.Melelahkan memang,tapi ya itulah wanita,lelah mereka akan terbayarkan setelah mendapatkan barang impian mereka.
Hal itu adalah sesuatu yang lumrah bagi kaum hawa,kaki mereka akan menjadi kuat meskipun harus berkeliling Mall hanya untuk mendapatkan barang incaran mereka.😁
__ADS_1
Karena barang yang dibeli oleh Jessy maupun Eka sudah banyak sampai mereka kesulitan membawa belanjaan mereka itu,akhirnya kedua sahabat itu memutuskan untuk kembali ke hotel.
*****
"Roy,berapa lama Jessy akan tinggal?"Tanya Kenan.
"Sepertinya Nona Jessy dan juga Nona Eka akan pulang besok Tuan,"Jawabnya seraya tangannya menekan tombol lift.
Keduanya pun masuk kedalam lift itu.
"Besok? Huh bagaimana ini Roy,"Kenan terlihat gelisah."Kalau Nara sedang marah padamu,cara apa yang kau lakukan untuk membujuknya agar dia melunak?"
"Nara memang mudah sekali marah,tapi itu tak akan berlangsung lama ketika saya memeluknya lalu menciumnya dengan romantis Tuan,"Roy tersenyum dengan muka yang bersemu merah menahan malu."Dia akan segera melunak hatinya kalau saya perlakukan demikian Tuan dan saya rasa cara ini juga akan disukai oleh wanita diluaran sana."
"Ah yang benar saja,yang ada dia akan memukuliku,"Kenan menggelengkan kepalanya mengingat tingkah Jessy."Kau tidak bisa menyamaratakan Jessy dengan wanita lain di luar sana karena sudah jelas Jessy itu berbeda dengan wanita lain,dia sangat spesial dimataku,"Kenan tersenyum saat menyebut nama Jessy."Apa kau tidak ada saran lain selain itu,bagaimana cara membujuk Jessy agar tak marah lagi padaku?"
"Memangnya apa kesalahan anda yang membuat Nona Jessy marah pada anda Tuan?"
Aku tidak mungkin menceritakan kejadian semalam pada Roy,yang ada pasti dia akan menertawaiku.Oh kurangajar!
"Hey kenapa kau malah menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan,huh menyebalkan apa kau sudah bosan be.."
Belum sempat Kenan melanjutkan kata-katanya,Roy segera memotong agar Kenan tak melanjutkan kalimat yang menakutkan itu bagi Roy.
"Ett...ti..tidak Tuan bukan begitu muksud saya,saya bertanya begitu agar saya bisa membantu anda,"Roy berusaha menurunkan tensi darah atasannya itu."Kalau anda tidak memberi tau saya bagaimana bisa saya memberi anda saran terbaik Tuan,"Imbuhnya.
"Oh iya juga ya kau benar,"Kenan mengangguk pelan memahami kata-kata Roy."Baiklah akan kuberitahu kau,tapi karena ini sangat rahasia bisakah kau sedikit mendekat!"
Roy menurut pada Kenan dan mendekat pada Kenan dan membuka telinganya baik-baik.Ia nampak sesekali mengangguk memahami kata demi kata yang diucapkan oleh atasannya itu.
"Kalau hanya mencium saja,kenapa Nona Jessy harus semarah itu pada Anda Tuan?"Tanya Roy yang sudah kembali ke posisi semula.
"Hey siapa bilang hanya itu,aku kan belum selesai bicara kenapa kau potong,kemarilah lagi!!!"
Roy kembali mendekat,kali ini Kenan memberi taunya dengan cara berbisik.Betapa terkejutnya Roy ketika Kenan menyebutkan kalimat terakhir,matanya terbelalak.
__ADS_1
"Astaga Tuan!!!"Roy menutup mulutnya dengan kedua tangannya.Ia amat tak percaya jika Tuan Mudanya bisa segila itu dan seberani itu.
Kenapa Tuan Kenan jadi menggila seperti ini? Apa dia memang sudah tidak waras lagi ya? Aku saja dulu waktu mendekati Nara tidak sampai separah itu.Kalau begini caranya bukannya Nona Jessy akan menyukainya tapi justru malah akan membencinya....Astagaaa kenapa Tuan Kenan sebodoh ini?