Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
Flashback 5 Tahun Lalu(Hanya Mimpi)


__ADS_3

Sinar matahari pagi memasuki kamar Tias Ayu pagi ini, Fatur yang masih tertidur pulas terlihat bahagia dari raut wajahnya. Walaupun kedua matanya terpejam tapi senyumnya merekah lebar. Semalam adalah malam yang indah bagi Fatur dan Anggita, kecupaan bibir Anggita masih terasa menempel di bibirnya. Apalagi suara erangan Anggita yang sangat disukainya, dan tiba-tiba saja Fatur teringat akan seseorang yaitu Anggita.


Semalam Anggita tidur bersamanya pasca kejadian yang tidak terduga, bola mata yang terpejam tiba-tiba saja terjaga saat Fatur teringat sosok Anggita. Secepat kilat ia bangun dari tidurnya dan mencari sosok Anggita di sampingnya. Namun nihil Fatur tidak menemukan sosok Anggita di sana dan juga mengapa ia berada di kamar mamanya? Bukannya semalam berada di kamarnya bersama Anggita? Lalu kemana Anggita?


"Kamu sedang mencari apa?" tanya sebuah suara menyapanya saat Fatur terlihat sangat kebingungan saat baru bangun tidur.


Fatur menoleh ternyata mamanya yang sudah berdiri tidak jauh darinya, mimik wajah Fatur masih kebingungan dan mengingat keras kejadian semalam.


"Memang semalam aku di sini?" Fatur balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan mamanya.


Bukan hanya Fatur yang kebingungan tapi juga Tias Ayu yang terlihat bingung dengan sikap Fatur.


"Memangnya kamu mau tidur dimana lagi? Semalaman kamu mengigau dan tersenyum-senyum nggak jelas, memang semalam kamu mimpi apa sih sampai bahagia kayak gitu?" tanya Tias Ayu penasaran sambil berjalan menghampiri Fatur yang masih duduk terdiam di atas tempat tidur.


Sial, ternyata semalam hanya mimpi. Fatur menutup kedua bola matanya dan menggelengkan kepalanya karena terasa sangat berat sekali. Hatinya kecewa karena kejadian semalam itu tidak nyata. Meskipun sebenarnya Fatur tidak ingin merusak kehormatan Anggita. Tias Ayu hanya terdiam menatap putranya yang terlihat sangat kebingungan.


"Kamu kenapa?" tanya Tias Ayu lagi penasaran.


"Nggak kenapa-kenapa, Ma. Cuman mimpi."


"Mimpi?" Tias Ayu kebingungan tidak mengerti apa yang Fatur ucapkan.


"Anggita sedang apa, Ma?" tanya Fatur seraya bangkit dari tidurnya dan berdiri di hadapan mamanya.


"Sedang menunggumu sarapan," jawab Tias Ayu sambil merapihkan selimut yang habis dipakai oleh Fatur.


Jam sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi dan seharusnya Fatur sudah bangun serta berangkat ke kampus, namun karena mimpinya semalam membuat Fatur sangat terlelap.

__ADS_1


Seorang berjalan begitu cepat menuju sebuah ruangan, sembari membawa sesuatu di tangannya. Dia adalah seseorang kepercayaan Rudi yang dipercaya untuk mengawasi kedua buah hatinya selama ini, tidak lain adalah Briptu Seno lelaki berusia 29 tahun yang sudah lama dipercaya Rudi.


Selama beberapa tahun ini Briptu Seno selalu mengawasi Mili dan Fatur selama Rudi jauh dari mereka, bagaimana keadaan kedua buah hati Rudi selalu Briptu Seno laporkan setiap harinya. Kegiatan Mili dan Fatur tidak pernah luput dari pantauannya. Termasuk jam tangan dan cincin yang baru saja Fatur beli untuk Anggita.


Sesuai janjinya Rudi memberikan kartu kredit kepada Fatur untuk dipergunakan apa yang Fatur mau, walaupun sebenarnya Fatur tidak mau menerimanya apalagi mempergunakannya sama sekali. Namun Fatur berpikir jahat karena selama ini papanya telah menyia-nyiakan dirinya jadi Fatur mencoba menghamburkan uang papanya tanpa ia pikirkan.


"Permisi, Pak." Briptu Seno di ambang pintu sebelum memasuki ruangan Rudi saat pintu kantornya terbuka.


Rudi yang baru saja menerima telepon seketika menoleh ke arah pintu dan melihat Briptu Seno sudah berdiri.


"Masuk," perintah Rudi seraya meletakan ponselnya ke atas meja.


Langkah kaki Briptu Seno menghampiri Rudi yang sedang duduk di meja kerjanya.


"Ada berita apa?" tanya Rudi seakan paham jika kedatangan Briptu Seno adalah untuk melaporkan tentang kedua buah hatinya.


Mendengarnya membuat Rudi kaget bukan main, untuk apa Fatur membeli jam tangan dan cincin. Apa putranya membelikan untuk mama atau kakaknya?


"Biarkan saja," kata Rudi seakan tidak mempermasalahkan apa yang dibeli oleh putranya tanpa tahu untuk siapa barang-barang yang dibeli oleh Fatur.


"Semua Fatur belikan untuk Anggita," tambah Briptu Seno menyelesaikan ucapannya yang belum selesai.


Bagai disambar petir Rudi mendengarnya, apa benar jika Fatur membeli semuanya untuk Anggita? Perempuan yang pernah ditemui oleh Rudi beberapa waktu lalu? Wajah Rudi mulai merasa penasaran ada hubungan apa antara mereka berdua? Apa hubungan mereka berdua begitu serius sampai Fatur membelikannya barang yang mahal?


"Apa kamu yakin kalau Fatur membeli semua itu untuk Anggita?" Rudi memastikan seakan tidak percaya.


"Yakin, Pak. Karena sudah beberapa hari ini Anggita sedang berada di Batam."

__ADS_1


Bagaimana bisa Rudi tidak mengetahuinya tentang keberadaan Anggit di sini, dan kabar ini membuat Rudi sangat kesal.


"Mengapa kamu nggak memberitahu aku!" nada bicara Rudi mulai meninggi kepada Briptu Seno dengan wajah yang mulai kesal.


"Maaf, PaK. Aku sudah memberitahunya melalui ponsel tapi sepertinya pesanku nggak dibaca. Dan sudah beberapa kali aku mencoba memberitahu tapi jadwal bapak begitu sibuk sekali."


Memang benar sekali Rudi tidak membaca dan mengeceknya lagi. Jika memang benar Anggita ada di sini bersama dengan Fatur pasti mereka berdua sudah mempunyai hubungan yang serius.


"Pantau terus mereka berdua." Rudi terlihat bingung apa yang harus dilakukan saat ini.


"Baik, Pak. Aku permisi dulu,"pamit Briptu Seno pergi meninggalkan Rudi sendirian yang terlihat sedikit kesal.


Sebenarnya tidak malasah bagi Rudi jika Fatur memakai uang sebanyak itu untuk dirinya sendiri, tapi saat ini Fatur memakai uang sebanyak itu untuk Anggita. Perempuan yang jelas-jelas baru dikenalnya belum lama. Rudi menganggap jika Fatur sedang dimabuk asmara dan tidak terkontrol sehingga apa yang dilakukannya tidak akan pernah salah di matanya.


Rudi memutuskan untuk datang ke rumah mantan istrinya karena ingin bertemu dengan Fatur dan juga Anggita, namu sayang sekali Rudi tidak menemukan Anggita karena sedang pergi bersama dengan Mili. Sebenarnya Rudi bukan hanya ingin bertemu dengan Anggita, melainkan ingin bertemu dengan Fatur.


Tepat sekali Fatur baru saja pulang kuliah dan menemukan papanya sudah berada di sana ditemani mamanya. Mimik wajah Fatur terlihat dingin dan sinis menatap papanya yang sedang mengobrol dengan mamanya.


Untuk apalagi Rudi datang ke rumahnya, apa karena Rudi telah memberikan kartu kredit kepadanya jadi dirinya merasa sesuka hati bisa datang kapanpun ia mau.


"Kamu baru pulang?" tanya Rudi saat melihat Fatur baru menginjakkan kakinya di ruang tamu.


"Kelihatannya?" Fatur balik tanya dengan sikap dingin dan sinis menatap papanya dengan lekat yang sedang duduk bersama mamanya.


"Papa mau bicara sama kamu." Rudi to the poin saat Fatur hendak melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruang tamu.


Langkah kaki Fatur terhenti dan kembali menatap papanya, apalagi yang mau papanya bicarakan kepadanya. Bukannya tidak ada lagi yang harus dibicarakan antara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2