Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
PENGINTAIAN


__ADS_3

Malam pun menjelang,waktu menujukkan pukul 22:45 tapi Jessy masih belum tidur karena suaminya belum pulang.Jessy pun nampak gelisah,ia mondar-mandir naik turun tangga untuk memastikan apakah suaminya sudah pulang atau belum.Akhirnya Jessy memutuskan untuk menunggu di ruang tamu saja karena posisinya lebih dekat dengan pintu.Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi sahabatnya yaitu Eka.


Eka



📞Jessy : "Ka suamiku besok pamit keluar kota lagi buat ninjau lokasi katanya.Tolong kamu cari info apa benar dia keluar kota atau tidak."


📞Eka : "ok besok aku bakal tanya-tanya sama temen aku yang di lantai empat.Kebetulan temen aku sekertaris suamimu."


📞Jessy : "Oh yaaa wah baguslah kalau begitu.thank's yaa."


📞Eka :"Iyaa sama-sama."


Selang beberapa menit Heru pun datang.Dan nampak terkejut melihat Jessy berada di sofa ruang tamu.


"Sayang kok kamu disini sih,gak ngantuk"(basa-basi seperti orang tidak bersalah)


"Ya ngantuk laah tapi gimana namanya juga kepikiran karena suami yang belum pulang,biarpun ngantuk ya ditahan,"Jawab Jessy dengan ketusnya.


"Ya udah ayo ke kamar kita tidur."


"Iya."


Jessy pun akhirnya menurut dan berjalan mengikuti suaminya menuju ke kamar mereka.


Mas Heru tersayang kita lihat besok seperti apakah sebenarnya kamu itu


*****


Pagi harinya saat Jessy terbangun,ia tidak melihat Heru disampingnya.Jessy pun segera beranjak dari tempat tidur dan mencari dimana Suaminya berada yang ternyata sudah berada di ruang ganti.Heru terlihat sibuk memilih baju yang kemudian dimasukkan ke kopernya.


Hey apakah harus dia pergi sepagi ini.


"Hey sayang kamu udah bangun,"Berjalan menghampiri Jessy.


"Iya,Mas apa kamu harus berangkat sepagi ini ya?"


"Iya sayang takutnya ketinggalan pesawat."


"Tunggu sarapan dulu lah Mas aku mau masakin makanan favorit kamu,"Jessy dengan nada memohon.


"Maaf ya sayang aku gak bisa soalnya aku buru-buru banget,lain kali aja ya,"(mengecup kening Jessy) Ia lalu mengambil kopernya dan berpamitan pada Jessy.


"Sayang jaga diri kamu baik-baik ya,aku janji selama aku disana nanti aku bakal usahain untuk kasih kabar ke kamu tiap waktu,"Membelai rambut istrinya.

__ADS_1


"Iya kamu hati-hati disana jaga mata dan hati kamu buat aku."


"Iya sayang itu pasti,aku berangkat dulu yaa"(berjalan meninggalkan Jessy)


Oh ya aku harus segera menghubungi eka kalau Mas heru sudah berangkat.


Jessy mengambil ponselnya dan menelpon Eka segera.


📞Jessy:"Halo,Eka."


📞Eka:"Iya ada apa Jess?"


📞Jessy:"Ini suami aku udah berangkat."


📞Eka:"Hah Serius? Pagi buta gini."


📞Jessy:"Iya serius makanya aku juga makin curiga."


📞Eka:"Tenang aja yaa,nanti aku akan segera hubungi kamu kalau udah dapat info tentang suami kamu."


📞Jessy:"Iya Ka makasih yaa."


📞Eka:"Iya sama-sama...yaudah aku mau mandi nih Bye."


📞Jessy:"Bye."


*****


Sementara itu Eka kini sudah sampai di kantor tempat ia bekerja.Ia langsung menuju ke lantai empat untuk menemui temannya yang bernama Rini.Dari kejauhan sudah nampak Rini sedang merapikan beberapa berkas penting.


"Rini"(sambil menepuk bahu temannya itu)


"Eh Eka bikin kaget aja,ada apa Ka kok tumben banget kesini biasanya kan kalo mau ngobrol kan di kantin," Eka memang jarang ke lantai empat bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali Eka ke lantai empat ini.Tapi karena ini berhubungan dengan sahabatnya maka ia akan melakukan apapun untuk membantunya.


"Iya Rin aku kesini mau nanya sesuatu."


"Mau nanya apa sih Ka kayaknya penting banget deh"(Rini mulai penasaran)


"Gini Rin kamu kan sekertarisnya si Heru,kamu tau gak hari ini dia ditugaskan kemana? keluar kota ya?"


"Hah? maksud kamu Pak Heru atasan aku?"Rini mengernyitkan dahinya, dia merasa bingung.


"Iya lah Rin siapa lagi."


"Setau aku nih ya Pak Heru itu kemarin izin cuti 4 hari,dia minta aku menghandle beberapa pekerjaan.Bukan ditugaskan keluar kota seperti yang kamu bilang,"Rini menjelaskan semua yang dia tau pada Eka.

__ADS_1


"APA??? Kamu gak salah kan?"Eka kaget dengan pernyataan Rini yang jelas-jelas berbeda dengan apa yang Jessy ungkapkan padanya.


"Kenapa Ka kok kaget gitu,trus juga kenapa kamu tiba-tiba nanya soal Pak Heru memang ada sih apa sebenarnya?"Rini nampak kebingungan memahami teman sekantornya itu.


"Enggak aku cuma membantu Jessy aja,karena dia menaruh curiga pada suaminya yang akhir-akhir ini sepertinya tidak jujur pada dia.Salah satunya adalah hal ini,jadi si Heru itu izin keluar kota katanya sih karena ditunjuk Presdir buat meninjau lokasi yang akan dibangun pabrik.Tapi kenyataannya tidak seperti itu"(menjelaskan dengan detail pada Rini).


"Apa jangan-jangan Pak Heru SELINGKUH!!! Upss"(spontan Rini menutup mulutnya dengan kedua tangannya).


"Husss....pelan-pelan ngomongnya ini masih dugaan dan belum terbukti kebenarannya bahaya kalau yang lain dengar si Heru bisa dipecat."


Ya di Perusahaan itu memang memiliki peraturan tidak memperbolehkan karyawannya berselingkuh atau menduakan pasangan mereka yang sudah terikat hubungan suami istri yang sah.Selain karena melanggar aturan agama alasan kenapa selingkuh sangat dilarang oleh perusahaan karena hal ini juga bisa merusak citra dan martabat perusahaan tersebut.Dan peraturan ini berlaku bagi siapapun tanpa terkecuali termasuk bagi petinggi perusahaan.Bagi siapapun yang ketahuan melanggar peraturan ini maka mereka harus bersiap untuk dipecat secara tidak hormat oleh perusahaan.


Setelah lama berbincang-bincang dengan Rini,Eka bergegas kembali ke ruangannya.


Aku akan memberi tau Jessy tentang hal ini nanti setelah pekerjaanku selesai.


Waktu menunjukkan pukul 16:30 WIB semua karyawan perusahaan mulai berhamburan keluar dari gedung megah itu dan hanya tersisa beberapa karyawan yang lembur saat itu.Eka nampak sedang merapikan meja kerjanya yang berantakan.Setelah dirasa cukup rapi ia langsung keluar menuju area parkir.Wanita berusia 27 tahun itu mengemudikan mobil sedannya yang berwarna hitam dengan kecepatan tinggi agar tak terkena macet.Ia berencana untuk mampir ke rumah Jessy,Ia berniat untuk menyampaikan informasi tentang Heru yang dia dapat dari Rini.


*****


Setelah 30 menit mengemudikan mobil,Eka akhirnya memasuki komplek perumahan mewah.Dari jarak 30 meter sudah nampak jelas rumah berlantai 3 dan mewah yang tak lain adalah rumah Jessy.Eka pun segera memasuki gerbang rumah Jessy.


Jessy nampak antusias dengan kedatangan sahabatnya itu,ia segera membukakan pintu.


"Eka ayo masuk,"Mempersilahkan Eka dengan amat sangat ramah.


"Iya jessy makasih"


"Eh gimana kamu udah dapet info tentang suamiku?"


"Nah itu dia Jess,aku tadi udah tanyain sama Rini ternyata suami kamu itu izin cuti selama 4 hari tapi bukan keluar kota karena ditunjuk Presdir melainkan karena urusan pribadi,"(sambil memegang tangan Jessy).


Eka sepertinya agak ragu menyampaikannya karena ia takut sahabatnya itu merasa kecewa terhadap suaminya akan tetapi ia lebih memilih mengungkapkan kebenaran walaupun menyakitkan bagi sahabatnya itu.


"APA!!! CUTI 4 HARI?"


"Iya Jess,sabar yaa nanti kita cari tau apa yang sebenarnya dilakukan suamimu itu"(menepuk lembut bahu sahabatnya tersebut)


"Pergi kemana Mas Heru Ka...hiks"(mulai menitihkan air mata)


Seketika suasana menjadi sendu.Kedua sahabat itu tidak melanjutkan perbincanngan.Kini diruang tamu yang megah itu hanya suara tangisan Jessy yang paling dominan. Jessy menangis tersedu-sedu,ia tak percaya suami kesayangannya itu berbohong padanya.Selama ini Heru selalu terbuka padanya perihal apapun,akan tetapi kali ini untuk pertama kalinya Jessy dibohongi.Kini dinding kepercayaan Jessy pada Heru seketika runtuh.Jessy pun berfikir apa mungkin selama ini Heru sering berbohong hanya saja baru kali ini ketahuan.


Setelah dirasa Jessy lebih tenang,Eka pun Berpamitan pada Jessy.


Eka pun segera menaiki mobilnya setelah sebelumnya berpelukan dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


Kamu pergi kemana Mas


__ADS_2