
~Satu minggu kemudian~
Deras hujan mengetuk jendela,bersahutan dengan petir yang hendak sumbang suara dari kejauhan.Dikamar apartemen yang mewah itu,Jessy terlihat baru saja selesai berdandan.Ia berencana menghadiri acara pernikahan mantan suaminya,Jessy akan datang ke pesta itu bersama Kenan.Walaupun hujan melanda,Jessy tetap tak ingin mengurungkan niatnya karena memang sudah berjanji akan hadir di acara itu.Begitu pula Kenan,ia begitu antusias untuk datang.
Kenan menunggu Jessy di loby,dan beberapa saat kemudian Jessy sudah terlihat berjalan menghampirinya.Kenan terdiam beberapa saat ketika melihat penampilan Jessy yang begitu cantik mempesona,ia sampai tak berkedip karenanya.
Kenan kenapa menatapku seperti itu ya,apa aku salah kostum ya.Ah yang benar saja.
"Ken?"Melambaikan tangannya didepan muka Kenan.
"Eh,maaf,maaf aku seperti tersihir melihat penampilanmu yang begitu cantik,"Kenan jujur memuji Jessy.
"Oh ya hahaha,terimakasih ya."
"Ya udah ayo kita segera berangkat,mumpung hujannya udah mulai reda."
"Baiklah ayo."
Mereka berdua berjalan menuju mobil Kenan,Roy dan Nara juga ikut karena memang mereka juga mendapat undangan langsung dari Presdir Kim.Roy duduk dibalik kemudi mobil dan Nara duduk disebelahnya,sedangkan Kenan dan Jessy duduk dibelakang.Selama perjalanan Jessy tak banyak bicara seperti biasanya ia hanya melihat kearah samping dengan tatapan kosongnya,Kenan memahami apa yang dirasakan Jessy.Ia pun mengusap punggung Jessy.
"Kalau memang ini akan membuatmu kembali sedih,lebih baik kita putar balik saja dan lupakan kalau kita di undang ke acara itu."
Mendengar kata Kenan Jessy pun menoleh,"Enggak kok siapa bilang aku sedih,orang aku lagi merasa lapar kok.Makanya aku diam saja dari tadi."Balas Jessy dengan tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya dari Kenan.
"Nona tenang saja,kita sudah sampai,"Ucap Nara sambil menoleh kearah Jessy"Kita masuk cari makan dan langsung pulang aja gak perlu berjabat tangan sama pengantinnya."
"Hey istriku yang pintar,kenapa harus memberi saran konyol seperti itu pada Nona Jessy,huh,"Roy mencubit lengan istrinya.
"Heh sudah,sudah,kenapa kalian jadi berdebat disini ayo cepat turun,"Perintah Kenan.
Mereka pun turun dari mobil itu dan segera memasuki gedung hotel berbintang itu.Meskipun hujan masih berlangsung,tapi tamu undangan sepertinya banyak yang datang ke acara pernikahan cucu Presdir Kim itu.Tamu yang didominasi oleh orang-orang besar dan sebagian besar karyawan dari perusahaan milik Presdir Kim.Eka dan Rini juga turut hadir di acara itu,Jessy yang melihat Eka langsung menghampirinya.
"Eka i miss u so much,"Memeluk erat sahabatnya itu"Udah lama ya gak ketemu sama kamu,karena sama sibuknya kita cuma bisa kasih kabar lewat hp doang."
"I miss u too Jessy,iya aku maklumi kamu kan ratu restoran,"Menepuk-nepuk punggung Jessy"Oh ya kamu datang sama siapa?"
"Sama Kenan,"Menunjuk kearah pria yang berjalan menghampirinya.
__ADS_1
Eh itu kan Tuan yang waktu itu.
"Halo Nona,senang bertemu dengan anda kembali,"Mengulurkan tangannya"Nama saya Kenan."
"Nama saya Eka."
"Jess aku tinggal dulu ya,aku mau bicara sama rekan bisnis aku disana,"Ujar Kenan yang kemudian berjalan meninggalkan Jessy dan Eka.
"Ciyee Jessy punya cem-ceman baru nih,"Meledek temannya itu"Ya gitu dong jangan mau kalah sama si Heru."
"Apaan sih Eka,orang aku cuma berteman aja dengan dia."
"Ya enggak apa-apa sekarang cuma teman tapi nanti harus lebih dari itu,Hahaha." Goda Eka.
"Ih apasih kamu ini,bukannya kamu ya dulu yang bilang kalau aku harus hati-hati dengannya."
"Iya sih emang benar,tapi setelah denger cerita kamu waktu nelfon aku jadinya aku berubah pikiran.Sepertinya dia menganggapmu spesial."
"Dih kamu jangan sok tau deh Ka."
"Kabarku baik,panggil aku Jessy aja ya kan aku bukan lagi istri atasan kamu."
"Eh iya maaf-maaf aku lupa."Rini merasa kikuk.
"Hey kalian sadar gak sih,kita sama-sama janda loh ini,"Celetuk Eka.
"Iya juga ya,hahahaha,"Jessy tertawa geli.
"Iya hahahaha enggak nyangka ya,kita satu tim dong kalau begitu."
"So guys,kalian tau gak sih kalau diluar itu sekarang hujan makin lebat terus ditambah angin kenceng banget,"Ujar Rini dengan sedikit berbisik"Ngeri banget deh."
"Huh,alam saja tidak mendukung pernikahan mereka."Eka dengan menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah,kita doakan saja semoga hujan segera reda biar tamu undangan yang belum datang bisa segera datang."
Jessy kok kelihatan santai gitu ya,apa dia sudah melupakan semua perbuatan si brengsek Heru.Ah yang benar saja,aku aja masih kesal.
__ADS_1
Jessy ini benar-benar wanita yang baik ya,dia bahkan tak menaruh dendam pada mantan suaminya.Dia benar-benar dewasa menghadapi masalah rumah tangganya,ia rela melepaskan suaminya untuk bertanggung jawab pada wanita lain.Aku saja belum tentu bisa sekuat dia.
Eka dan Rini merasa heran dengan Jessy yang begitu murah hatinya.Mungkin kalau orang lain tak akan bisa sepertinya dalam mengambil tindakan.
Semua orang tampak menikmati pesta itu,namun sepertinya tidak bagi Eka dan Rini yang nampak tak nyaman berada di pesta itu karena merasa kesal bila memandang wajah kedua mempelai.Kalau saja bukan karena Jessy,mereka mungkin tak akan hadir di pesta itu.
Satu persatu tamu mulai naik keatas panggung pelaminan untuk berjabat tangan memberi ucapan pada kedua mempelai.
Kenan berjalan mendahului Jessy"Selamat menempuh hidup baru ya Siska,semoga kau bahagia bersama pria pilihanmu dan semoga segera diberi momongan,"Kenan mengulurkan tangannya pada Siska"Oh ya aku lupa kau kan sekarang bahkan sedang mengandung anaknya dan sepertinya juga tak lama lagi akan melahirkan,baiklah sekalian aku ucapkan selamat atas kehamilanmu,"Kenan mengucapkan kalimat yang seharusnya menjadi rahasia itu dihadapan tamu undangan yang lain.Siska,Heru,dan Presdir Kim sontak melotot mendengar apa yang dikatakan Kenan.
Mendengar apa yang dikatakan Kenan itu beberapa orang yang tadinya tak memperhatikan,sekarang malah terfokus kepadanya.Seketika orang-orang yang mendengar itu saling berbisik satu sama lain.Pesta yang tadinya penuh suka cita bagi kedua mempelai kini berubah menjadi mimpi buruk.Sementara Kenan melangkah melewati Presdir Kim begitu saja.
"KENAN!!!"Presdir Kim wajahnya nampak memerah karena emosi.
Kenan kenapa bicara seperti itu ya,apa yang terjadi dengannya.Aku harus mengejarnya.
Jessy berlari mengejar Kenan yang telah keluar dari tempat itu.Jessy melewati beberapa orang dan ia menoleh ke segala arah untuk menemukan keberadaan Kenan,dan akhirnya ia menemukan Kenan yang sedang menuju ke mobilnya.
"Ken tunggu aku!!!,"Jessy berlari secepat mungkin tapi tetap saja ia merasa langkahnya terasa lambat,akhirnya ia memutuskan untuk melepas sepatu hak tingginya dan Jessy juga tak menghiraukan gaunnya yang harus basah kuyup karena hujan"KENAN STOP!!!"
Kenan yang mendengar teriakan Jessy mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobil,ia berdiri mematung disebelah mobilnya menanti Jessy.
"Kenapa kamu lakukan itu Ken?"Memegang lengan Kenan"Apa tujuanmu mengatakan hal itu huh?"Menggoncang-goncangkan tubuh Kenan.
"Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku membenci sebuah ketidaksetiaan seseorang pada pasangannya,anggap saja aku membantumu membalaskan dendammu pada mereka,"Kenan memegang kedua bahu Jessy"Aku melakukan itu untuk membalas rasa sakit hatiku pada Siska,dulu dia yang mengejar cintaku sewaktu kuliah dan kenapa setelah aku mencintainya dan berharap bisa hidup bersamanya dia malah mengkhianatiku? Apa kamu tau jawabannya?."
Jadi tadi pas berangkat begitu antusias karena ia ingin melakukan ini.
"Apa katamu,dendam?"Jessy menatap Kenan lebih dekat"Kamu salah besar jika kamu pikir kalau aku menaruh dendam pada mereka,jujur kalau ditanya benci atau tidak tentu saja aku benci.Tapi bukan berarti aku harus membalas perlakuan mereka bukan,lalu apa bedanya aku dengan mereka."Jessy mulai menitihkan air matanya"Kenan,kalau bicara soal sakit hati aku lebih sakit.Tapi aku bukan anak kecil lagi yang hanya bisa merengek,percayalah Tuhan pasti memiliki alasan mengapa hal ini menimpa kita,"Sambil mengusapi air matanya yang bercampur air hujan dan membasahi wajahnya"Lunakkanlah sedikit hatimu itu,hilangkan semua kebencian yang ada dalam hatimu dan ikhlaskanlah semua yang telah terjadi."
"Aku tak tau harus berkata apalagi,aku melakukan ini karena hatiku hancur kala melihatmu menangis,"Kenan meraih tubuh Jessy dan membenamkan wajah Jessy didada bidangnya"Maafkan sikapku yang kekanak kanakan."
Roy dan Nara datang menyusul dengan membawa dua buah payung dan segera membuka payung itu untuk menaungi tubuh Kenan dan Jessy."Tuan dan Nona mari silahkan masuk,"Roy membukakan pintu mobil.
Kenan dan Jessy pun masuk kedalam mobil dengan baju yang sama-sama basah kuyup.Roy dan Nara tak berkomentar sedikitpun karena mereka mengerti betul apa yang kini dirasakan oleh Kenan.
Luka itu kini terbuka kembali,siapa sangka setelah sekian lama Tuan Muda harus kembali merasakan hal yang sama.Trauma itu terulang kembali.
__ADS_1