
"Ka ayo cepatlah,"Jessy menarik tangan Eka dan berlari menembus kerumunan orang yang sama menghadiri acara launching itu.
"Iya Jess sabar dong,ini orang udah banyak banget ya padahal masih belum dimulai acaranya."
"Ya mereka kan sama antusiasnya dengan kita,mereka pasti juga ingin melihat secara langsung aktris idola mereka,"Jessy mengangkat kedua tangannya."Aaaaaa itu dia,itu dia datang,"Jessy berjinjit karena sangat senang melihat aktris Korea idolanya secara dekat,momen ini diabadikannya menggunakan ponsel miliknya.
"Wah sungguh seperti mimpi,kita yang biasanya hanya bisa melihat wajahnya dari layar laptop sekarang kita melihatnya secara langsung dengan mata kita,"Ujar Eka.
"Iya Ka,lihatlah wajahnya sangat glowing,hemm kita saja yang sesama wanita begitu suka melihatnya apalagi kaum pria ya,"Ujar Jessy dengan penuh decak kagum.
Acara launching produk make up itu pun berlangsung dengan lancar.Walaupun begitu banyak pengunjung yang datang ke acara itu,namun tak ada kericuhan sedikitpun karena memang acara itu dilengkai dengan penjagaan yang sangat ketat.
Semua pengunjung termasuk Jessy dan Eka harus sedikit menelan kekecewaan karena tak diizinkan oleh panitia untuk berfoto bersama aktris idola mereka itu yang menjadi Brand Ambassador produk make up itu.Meski begitu,Jessy dan Eka masih terlihat antusias mencoba produk make up tersebut,bahkan Jessy tak tanggung-tanggung memborong beberapa paket kosmetik yang disukainya.
"Jessy untuk apa kamu membeli make up sebanyak itu,apa kamu mau menjadi make up artist ya?"Eka menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedua tangan Jessy yang penuh dengan paperbag berisikan paket kosmetik.
"Aku akan memakainya beberapa saja kok,selebihnya aku mau kasih ke beberapa karyawatiku."
"Wah enak sekali ya memiliki Bos sepertimu,aku jadi mau resign dari tempat kerjaku."
"Hahaha,enggak apa-apa juga kalau kamu pindah kerja di tempatku,aku dengan senang hati menerimamu."
"Nanti biar kupikirkan apa alasan yang bagus untuk resign dari tempat kerjaku."
"Hahaha baiklah."
Jessy dan Eka pun bergegas meninggalkan tempat itu dengan menaiki taksi online.Sementara Kenan dan Roy yang telah membuntuti mereka dari hotel juga bergegas pergi.Kenan sengaja membeli mobil untuk bisa dipakainya bersama Roy mengikuti Jessy selama di Bali.
"Roy,ayo cepat ikuti mereka."
"Baik Tuan."
Mobil itu pun melaju dengan cepat membuntuti mobil berwarna hitam didepannya.Rupanya Eka dan Jessy tak langsung pulang ke hotel,mereka berhenti di sebuah pantai berpasir putih yang begitu elok dipandang mata.Jessy dan Eka segera turun dari mobil berwarna hitam itu,setelah membayar mereka secepatnya berjalan menuju ke tepi pantai.Sementara itu,Kenan dan Roy juga berjalan mendekat.
"Jessy,tumben ya pantai ini sepi pengunjung?"Tanya Eka.
"Mungkin mereka masih ada di Mall tadi Ka,"Jessy meletakkan beberapa paperbag ditangannya keatas pasir begitu saja."Dan bukankah lebih baik ya kalau tidak terlalu ramai,kita jadi bisa menikmati indahnya sunset di pantai ini dengan tenang."
"Hemm,ya kamu benar juga."
Jessy begitu menikmati suasana di pantai itu dengan memejamkan matanya,dengan suara deburan ombak yang ia rindukan.
__ADS_1
Angin menerpa wajah cantik Jessy dengan lembut,aura kecantikannya begitu memancar terang diantara sinar mentari yang mulai meredup itu.Siapapun yang melihatnya akan merasa tersihir dengan kecantikannya begitu pula Kenan yang sudah berdiri tak jauh dari Jessy.
Aku bingung mengungkapkan dengan kata apa lagi untuk menggambarkan kecantikan Jessy.Dia semakin terlihat cantik paripurna jika sedang memejamkan mata begitu.
"Sunset itu memang indah,tapi keindahannya masih kalah jauh dengan kecantikanmu,"Puji Kenan.
Mendengar suara itu Jessy terkejut,ia membuka matanya dan menatap Kenan yang berdiri tepat didepannya.
"Kenan,kamu disini juga?"
"Iya Jessy,aku berdiri disini sudah dari tadi."
"Benarkah? Aku disini juga dari tadi kok,tapi tidak melihatmu disini,"Menatap Kenan dengan curiga."Memangnya kapan kamu datang?"
"Bukankah sudah ku bilang kalau aku itu sejak tadi berada disini,kamu saja yang tidak memperhatikan."
Cih yang benar saja,aku hanya memejamkan mataku lima menit yang lalu kan? Kenapa dia bicara seolah memang sudah lama disini?
Melihat Jessy didatangi dua orang pria,Eka yang tadinya bermain air langsung berlari menghampiri sahabatnya itu.
"Anda pasti mengira saya orang jahat,iya kan?"Tebak Kenan.
"I...iya Tuan hehehe maafkan saya,soalnya tadi pas saya datang bersama Jessy tidak ada orang disini jadi saya kaget aja begitu melihat anda mendatangi Jessy."
"Jangankan kamu Ka,aku aja juga kaget tadi,"Jessy menyilangkan kedua tangannya."Kenan,emangnya ada urusan apa kamu berada di Bali?"
"Kenapa kamu masih bertanya,bukankah Nara sudah memberitahumu kalau aku sedang mengurus bisnisku disini ya?"
"Oh iya ya,kok aku jadi pelupa gini,"Kata Jessy dengan mengecilkan suaranya.
"Tuan,langit sudah semakin gelap,apakah tidak sebaiknya kita kembali ke hotel saja,"Ajak Roy.
"Iya kau benar Roy,Dan kalian apakah masih ingin tetap disini huh?"Tanyanya pada Jessy dan Eka."Tak apa juga sih kalau kalian tetap disini,mungkin sebentar lagi akan datang o...hmph."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya,mulut Kenan ditutup oleh Jessy dengan kedua tangannya."Hey diamlah jangan bicara yang aneh-aneh,ayo kita pulang saja Ka,"Jessy mengangkat tangannya dari mulut Kenan dan langsung menarik tangan Eka menjauh dari Roy dan Kenan.
"Hey Jessy kamu mau kemana,taksi tidak akan cepat lewat disini,"Kenan berusaha menghentikan langkah Jessy."Ayo ikutlah mobilku,lagipula kan kita sehotel jadi lebih baik kalau kita pulang bersama."
Mendengar kata-kata Kenan,Jessy benar-benar menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri Kenan.
__ADS_1
"Hey apa katamu,kita sehotel?"Jessy mengernyitkan dahinya.
"Iya lah tentu saja!!!"Ujar Kenan.
"Bagaimana kamu tau kalau aku sehotel denganmu,apa kamu melihatku bersama Eka disana?"Tanya Jessy.
"Iya,tentu saja aku melihatmu tadi disana tetapi aku tidak menyapamu karena aku sedang sibuk,"Jawabnya."Aku memang tak sengaja sehotel denganmu aku tidak tau kalau kamu juga menginap dihotel itu,percayalah aku tidak mengikutimu!"
Apa? Kenapa Tuan Kenan bicara sepeeti itu,waaah gawat,gawat,gawat,Nona Jessy pasti curiga ini.Kenapa Tuan Kenan begitu ceroboh sih,ayo Roy berlikirlah,carilah cara untuk membantu Tuan Kenan.
"Apa maksudmu? Aku tadi tidak bilang kalau kamu mengikutiku,kenapa kamu bicara begitu atau jangan-jangan kamu memang?"Jessy menunjuk Kenan dengan tersenyum curiga.
Aduhh dasar mulut bodoh.
Kenan tubuhnya begitu gemetar mendengar pertanyaan dari Jessy.
"Aku....Aku...itu...anu E....e..e"Kenan kesulitan menjawab pertanyaan Jessy.
"Tidak Nona,Tuan Kenan dan juga saya memang tak sengaja mengikuti anda dan juga Nona Eka tadi sewaktu menuju kemari."
Mendengar kata-kata dari Roy,Kenan sontak langsung melototi asisten pribadinya itu.Dia makin merasa konyol dengan jawaban Roy.
Ada apa sih dengan mereka berdua,aneh sekali.
"Hey sudahlah,kita jadi pulang atau tidak ini lihatlah kakiku sudah terasa pegal ini,"Ajak Eka.
"Baiklah ayo,diamana mobil kalian?"Tanya Jessy.
"Itu disana Nona,"Jawab Roy seraya tangannya menunjuk kearah mobil yang tadi dikemudikannya.
Jessy pun berjalan mendahului Eka,Roy,dan juga Kenan yang masih merasa konyol.
Mereka pun melesat pergi dari tempat itu menuju ke hotel tempat mereka menginap.Di dalam mobil terasa begitu tenang,tidak ada suara sedikitpun dari keempat orang itu.Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Ada apa sih dengan Kenan ya,aneh sekali dia hari ini.(Jessy)
Jessy curiga tidak ya dengan kata-kataku tadi? Gengsi dong kalau sampai aku ketahuan bahwa aku memang mengikutinya.(Kenan)
Lucu sekali melihat Tuan Kenan yang konyol seperti tadi.(Roy)
Ada apa dengan Tuan Kenan ya? Apa dia mulai menyukai Jessy? Sebenarnya aku tadi sempat melihat Tuan Kenan di hotel sebelum berangkat ke Mall,bukankah resort yang baru dibangunnya itu berada di Gianyar ya? Harusnya kan dia menginap di hotel terdekat,kenapa dia malah menginap di hotel yang sama dengan Jessy? Jangan-jangan dia memang benar mengikuti Jessy,wahhh lucu sekali ya melihatnya menjadi bucin seperti ini hahahaha sudah bisa dipastikan kalau dia memang mencintai Jessy.(Eka)
__ADS_1