
Setelah menghabiskan sarapannya,Jessy memberanikan diri untuk membuka percakapan dengan Kenan.Ia bermaksud berterima kasih sekaligus meminta maaf pada Kenan.
"Tuan,sebelumnya saya mau berterima kasih pada Anda karena telah menolong saya.Dan saya juga meminta maaf kepada Anda atas ketidaksopanan saya,"Dengan membungkukkan tubuhnya.
"Iya Nona,santai saja.Saya rasa anda tidak bersalah atas semua ini.Sebenarnya saya menolong Anda karena saya merasa ikut bertanggung jawab atas semua yang menimpa Anda.Ini semua terjadi karena saya tidak becus menjaga tunangan saya.Ya saya memang terlalu sibuk dengan pekerjaan saya hingga tak memiliki waktu untuk memperhatikannya."Menundukkan kepalanya.
Hey apa aku pernah mengatakan aku akan mebencinya seperti aku membenci Mas Heru dan wanita itu.Sungguh aku tarik kembali ucapanku itu,karena Tuan ini begitu baik dan rendah hati.Aaaaa Aku jadi malu padanya.
"Tidak Tuan jangan seperti itu,semua ini bukan salah Anda ataupun salah aya.Anda sama halnya dengan saya yang sama-sama dikhianati.Sebenarnya bagaimanapun keadaan kita,seharusnya jangan menjadikannya sebagai alasan untuk tidak setia.Malah sebaliknya,mereka seharusnya tetap mendukung kita.Dan kalau ada yang mereka rasa tidak cocok dengan sikap kita,mereka kan bisa membicarakannya baik-baik bukannya malah mencari pengganti.Karena menurut saya itu sama halnya dengan mencari masalah baru,"Berusaha menguatkan dirinya dan pria yang ada dihadapannya.
Wah luar biasa cerdas sekali wanita ini.
"Ya Nona Jessy anda benar.Kita ini senasib,tapi mungkin rasa sakit yang saya rasakan tidak sesakit apa yang anda rasakan."
"Memang benar Tuan,ini sangatlah menyakitkan bagi saya.Saya tidak pernah membayangkan rumah tangga saya akan seperti ini.Jujur selama lima tahun pernikahan saya tidak pernah diterpa masalah sedikitpun,ya sekalipun ada itupun tidak terlalu berarti."Seketika Jessy terdiam dan mulai menitikan air mata.
"Nona Jessy tenangkan diri Anda."Menepuk pelan bahu Jessy.
"Tuan,sepertinya saya hendak pamit dulu.Terimakasih atas semua kebaikan anda."Berlalu meninggalkan Kenan yang masih duduk,Kenan pun mengejar Jessy.
"Nona Jessy tunggu,biar saya yang mengantar anda,"Memegangi tangan Jessy agar berhenti melangkah.
"Tidak Tuan,terimakasih.Saya mau pulang naik taksi online saja.Saya sudah terlalu banyak merepotkan anda."Sambil mengusap air matanya.
"Tidak Nona jangan merasa seperti itu,Saya ikhlas menolong anda.Saya mohon jangan menolak bantuan saya."Memohon pada Jessy.
Akhirnya Jessy pun mau diantar oleh Kenan.Mereka berdua kembali satu mobil setelah semalam juga semobil karena insiden mabuknya Jessy.Mobil sedan mewah berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan sedang.Jessy mengarahkan Kenan ke alamat rumah Eka untuk mengambil mobilnya.Ia sebelumnya telah mengirim pesan pada Eka untuk menunggunya.
"Nona Jessy apakah ini rumah anda?"
"Eh bukan Tuan,ini bukan rumah saya tapi rumah teman saya yang kemarin itu.Memang kemarin saya tidak pulang kerumah,dan mobil saya ada disini jadi saya bermaksud mengambilnya."
__ADS_1
"Oooh begitu"Mengangguk-anggukan kepalanya.
Jessy kemudian segera melepas seat beltnya dan turun dari mobil Kenan.
"Terimakasih atas kebaikan anda Tuan,hati-hati dijalan,"Dengan memberikan seyuman yang manis.
"Iya Nona sama-sama."Melambaikan tangannya pada Jessy dari dalam mobil.
Mobil Kenan sudah tak terlihat lagi,kebetulan Eka sedang didepan pintu ia langsung mengajak Jessy masuk.Ia merasa penasaran bagimana bisa sahabatnya itu diantar oleh pria asing itu.
"Jess kok kamu bisa diantar laki-laki itu,bagaimana ceritanya?"
Jessy sejenak terdiam,ia bingung mau menjawab apa karena ia tak mungkin menceritakan yang sebenarnya terjadi karena Eka pasti mencemaskannya.
"Ooh itu namanya Kenan,aku gak sengaja ketemu gitu dijalan terus dia nawarin gitu buat anterin aku.Katanya kebetulan searah dengan tujuannya."
Duh Eka percaya gak ya sama jawaban aku.
"Jadi sekarang udah tau namanya nih,tapi kamu harus tetap hati-hati sama dia kamu kan baru kenal sama dia.Apa kamu gak merasa curiga sama dia."
"Ya aneh aja gitu,masak baru berapa hari kenal udah baik banget gitu."
"Aduuuh Eka,dia kan baik gitu ke aku karena dia merasa senasib aja dengan aku.Udah deh jangan julid sama orang."
"Ya terserah kamu lah yang penting aku sebagai sahabat udah ngingetin kamu."
Eka merasa lega sepertinya keadaan Jessy membaik.Ia melihat raut wajah sahabatnya itu kembali ceria,walaupun jauh dilubuk hati paling dalam Jessy masih bersedih.Eka menemani Jessy seharian dirumahnya,ia bahkan memang sengaja izin tidak masuk kantor hanya untuk menemani sahabatnya itu.Sungguh beruntung Jessy mempunyai sahabat seperti Eka yang di jaman modern seperti saat ini sulit sekali ditemukan.
*****
Sementara itu ditempat lain Heru tampak kacau.Ia sedang kalut saat ini,ia sekarang tengah bimbang antara mempertahankan rumah tangganya atau bertanggungjawab atas kehamilan Siska.Awalnya Heru hanya ingin bermain-main saja dengan Siska,tetapi sepertinya Heru sudah kebablasan.Kini bumerang itu kembali padanya,kemanapun ia membuangnya tetap saja bumerang itu kembali lagi padanya.Sekarang rumah tangganya sedang diambang kehancuran dan sepertinya tak bisa tertolong lagi.
__ADS_1
"Aaaaargh!!!kenapa semua jadi begini."
Ketiga ART yang ada dirumah itu merasa heran kenapa majikan laki-lakinya itu nampak frustasi.Mereka juga mempertanyakan dimana keberadaan Jessy yang tak pulang sejak kemarin.
"Mbak Darmi sebenarnya apa sih yang terjadi dengan Tuan Heru dan Nona Jessy."
"Gak tau saya Jang,"Jawabnya sembari mengelap meja makan.
"Eh Mbak,Bang Jajang,kalian tau gak sih kemarin kan aku gak sengaja dengerin Nona Jessy pas dapat telpon dari seseorang.Nona bilang kalau dia mau segera nyusulin Tuan Heru yang sedang bersama wanita lain disebuah Mall.Aku tuh jadi curiga jangan-jangan Nona Jessy gak pulang dari kemarin karena marah sama Tuan Heru."Lail bercerita sambil memegang kemoceng,"Aku jadi kasian sama Nona Jessy."
"Ah masak sih Lail yang bener kamu kalau ngomong jangan ngawur,"Memukul Lail dengan lap yang digunakannya untuk membersihkan meja.
"Tau nih Mbak,si Lail suka bikin gosip aja,"Imbuh Jajang.
"Yaudah kalau kalian berdua gak percaya,orang aku denger sendiri kok."
Ketiga ART itu berdebat perihal apa yang terjadi dengan rumah tangga majikannya tanpa merasa takut didengar oleh Heru yang posisinya tidak jauh dari mereka bertiga.Namun,sepertinya terlalu fokus pada ponselnya hingga acuh dengan ketiga ART itu.Heru sibuk menelpon Jessy namun tidak ada jawaban darinya.
Sementara itu Jessy yang merasa terganggu dengan dering ponselnya,segera menonaktifkan ponselnya tersebut.Eka memahami sahabatnya itu.Ia kembali menghibur Jessy,bersama anaknya ia berusaha menguatkan sahabatnya itu.Anak Eka tahun ini menginjak usia ke-4 tahun.Tawa polos anak Eka membuat Jessy tersenyum.Mungkin jika dua tahun yang lalu janin yang dikandungya tidak gugur,saat ini pasti sudah bisa berjalan dan bermain bersamanya.Jessy kembali mengingat masa-masa itu,ia amat antusias dengan kehamilannya kala itu.Tapi sayang, diusia kehamilan yang keempat bulan Tuhan mengambilnya kembali darinya.Hati Jessy sangat hancur saat itu bahkan sempat merasa depresi,beruntung Heru menguatkannya.Dan,baik Heru maupun Jessy sejak saat itu tidak pernah membahasnya lagi sampai detik ini.Namun kini luka sayatan dihati Jessy semakin lebar lagi.ðŸ˜
Tuhan apa arti semua lukaku ini.Mengapa engkau mengambil satu persatu kebahagiaanku.Apa dosaku Tuhan.
*****
Empat hari kemudian Jessy memutuskan untuk pulang kerumahnya.Ia merasa tidak enak pada Eka.
"Ka aku pulang dulu ya,makasih untuk semua kebaikan kamu.Dan maaf ya karena aku sudah merepotkanmu."(sambil memeluk Eka)
"Iya Jess sama-sama,kamu gak usah sungkan sama aku kalau membutuhkan bantuan aku pasti akan membantu."Menepuk-nepuk punggung sahabantya itu.
Jessy pun memutuskan untuk berpamitan pada Eka.Ia segera mengemudikan mobilnya dan berlalu meninggalkan rumah Eka.Ia kini menguatkan hatinya untuk bertemu kembali dengan suaminya dirumah.Setibanya dirumah rupanya Heru belum berangkat bekerja,Heru yang melihat mobil istrinya lantas bergegas menghampirinya.
__ADS_1
Akhirnya dia pulang juga.
"Sayang akhirnya kamu pulang juga,aku mengkhawatirkanmu."Heru sambil memegang tangan Jessy,namun segere dikibaskan oleh Jessy dan berjalan meninggalkan suaminya itu tanpa bicara sepatah katapun.Jessy berjalan dengan cepat menaiki tangga dan menuju kekamarnya.Jessy mengunci pintu kamarnya rapat rapat.