Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
Flashback 5 Tahun Lalu(First Kiss)


__ADS_3

Senyum Fatur sejak pulang dari kampus terlihat terus merekah, hari ini Fatur terlambat pulang karena membeli sesuatu untuk Anggita ditemani oleh Erik tadi. Hari mulai senja sepertinya Anggita mulai jenuh karena menunggu Fatur yang belum juga pulang. Entah mengapa Anggita teringat akan Damar, pikirannya kembali teringat tentang mantan kekasihnya saat Lara mengirimkan pesan jika kemarin dirinya bertemu dengan Damar.


Saat Anggita sedang melamun memikirkan Damar di kamar Fatur, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamar. Lamunan Anggita buyar karena suara ketukan pintu. Selama tinggal di rumah Fatur, Anggita tidur di kamar milik Fatur. Sementara Fatur tidur di kamar mamanya. Fatur adalah anak manja yang masih selalu dekat dengan mamanya.


"Anggita. Boleh aku masuk." sebuah suara terdengar dari luar kamar dan itu adalah suara Fatur, seseorang yang sudah lama dinantikannya.


Secepat kilat Anggita bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu, dibukanya pintu kamar lalu Anggita melihat seseorang telah berdiri di hadapannya. Senyum lelaki merekah menyapa Anggita membuat hati Anggita sangat bahagia. Sudah lumayan lama Anggita menantikan kehadirannya.


"Hai. Sorry aku terlambat," kata Fatur saat mereka berdua berhadapan di depan pintu kamar Fatur.


Anggita membalas senyuman Fatur dengan penuh arti, andai Fatur tahu jika dirinya sangat merindukannya sejak tadi.


"Nggak apa, aku baik-baik saja," balas Anggita mencoba membuat Fatur tidak merasa bersalah.


"Aku membelikan sesuatu buatmu," tambah Fatur lagi yang membuat Anggita penasaran.


Rasa penasaran menyelimuti Anggita saat ini, apa yang dibelikan Fatur untuknya? Fatur melangkah masuk ke dalam kamarnya tanpa persetujuan Anggita, dan gadis cantik itu memberi jalan untuk Fatur masuk ke kamar.


Kedua bola mata Anggita mengikuti langkah kaki Fatur, secara spontan tangan Anggita menutup pintu kamar lalu menguncinya. Tanpa berpikir panjang Anggita mengikuti Fatur dan menghampirinya. Keduanya duduk bersisian di atas tempat tidur Fatur, sejurus kemudian Fatur mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kuliahnya.


Terlihat dua buah kotak kecil yang keduanya berwarna merah, Anggita mulai mengerutkan kening saat melihat kotak yang ada di tangan Fatur. Kotak apa itu? Anggita mulai menebak-nebak, dari bentuk dan ukurannya seperti kotak aksesoris jam tangan dan cincin. Apa mungkin jika Fatur membelikan itu semua kepadanya?


"Aku membelikan ini buatmu." Fatur membuka salah satu kotak dan menunjukkannya kepada Anggita.


Betapa terkejutnya Anggita saat melihat isi dari kotak itu, tepat dugaannya jika isi dari kotak itu adalah jam tangan. Ada dua buah jam tangan dengan warna senada yang sangat cantik sekali, mungkin jam tangan couple.


"Ini jam tangan couple yang aku beli buat kita," jelas Fatur saat Anggita masih terpaku melihat jam tangan yang sepertinya sangat mahal.


"Kamu beli ini buat aku?" tanya Anggita tidak percaya menatap Fatur yang tersenyum mengangguk membalas tatapan Anggita.


"Iya. Aku satu kamu satu, katanya ini jam tangan baru limitied edition. Hanya ada beberapa pasang aja diberbagai gerai, jadi aku memutuskan beli supaya kita bisa samaan." Fatur mengambil satu jam tangan dan memakaikannya di pergelangan tangan Anggita sebelah kanan.

__ADS_1


Hati Anggita tersentuh dengan perlakuan manis Fatur, ia tidak menyangka di balik sikap dingin dan ketus Fatur ternyata dia adalah lelaki yang sangat lembut. Mata Anggita mulai berkaca-kaca karena melihat ketulusan hati Fatur kepadanya, memang benar apa yang diucapkan oleh Tias Ayu jika Fatur adalah lelaki yang sangat lembut dan tulus kepada perempuan.


"Kamu suka?" tanya Fatur setelah selesai memakaikan jam tangan Anggita.


"Suka," jawab Anggita singkat terus tersenyum menatap jam tangan yang kini sudah berada di tangan kanannya.


"Cocok buat kamu," puji Fatur tidak salah memilih jam tangan berwarna hitam pekat.


"Kamu simpan baik-baik kalau kangen aku lihat jam tangan ini." Fatur mengambil jam tangan satunya lalu dipakainya di tangan sebelah kanan.


"Bagus, kan?" tanya Fatur lagi sambil tangan kanannya didekatkan ke tangan Anggita sebelah kanan.


Baru kali ini Anggit mempunyai sesuatu yang samaan dengan pasangannya, sebenarnya sejak masih dengan Damar ingin sekali Anggita mempunyai sesuatu yang sama. Entah itu kaos, sepatu, jaket, jam tangan, namun Damar selalu menolak dengan alasan lebay atau aneh. Padahal dari hal kecil saja kita bisa membuat pasangan bahagia.


"Bagus banget. Makasih, Tur." Anggita langsung memeluk Fatur dengan erat.


Deg, entah mengapa setiap kali Anggita berada di dekapannya jantung Fatur selalu tidak aman. Bergemuruh begitu cepat dan tak menentu. Tubuhnya mematung dengan aliran darah yang mendidih mengalir ke seluruh tubuhnya.


"Ada satu lagi buat kamu." Fatur melepaskan pelukannya dan memperlihatkan kotak satunya yang belum dibuka.


Anggita kembali penasaran akan isi kotak itu, betapa terkejutnya saat melihat sesuatu yang berkilau di dalam sana. Matanya terpaku sejenak tidak percaya dan mulutnya mendadak membisu. Itu adalah sebuah cincin. Fatur memberikannya Cincin.


"Mungkin terlalu cepat aku memberikan ini kepadamu, tapi ini adalah sebagai bukti kalau aku memang mencintaimu Anggita." Fatur menyadarkan Anggita.


Air mata yang memenuhi pelupuk mata Anggita yang kini jatuh menetas ke pipi, tangis bahagia yang Anggita rasakan menutupi rasa sakit hatinya karena Damar. Ternyata Fatur memang sangat serius kepadanya. Tatapan sendu dilukiskan Anggita kepada Fatur, bagaimana bisa lelaki yang baru saja dikenalnya sudah mampu meyakinkannya.


"I love you more Anggita," ucap Fatur menatap Anggita dengan senyum manisnya yang mampu membuat Anggita kembali menangis tersedu-sedu.


"Aku nggak akan pernah ninggalin kamu, aku nggak akan melepaskan genggaman tanganmu jika bukan kamu yang menyuruhku untuk melepaskannya." janji Fatur seraya menggenggam tangan Anggita dengan erat.


Saat ini Anggita tidak bisa berkata apa-apa, tangisnya semakin pecah setiap kali mendengar kata-kata Fatur yang mampu membuat hatinya bahagia. Fatur mengusap air mata yang turun ke pipi Anggita, lalu saat ini Fatur ingin menciptakan momen dimana Anggita tidak akan pernah melupakannya.

__ADS_1


Kejadiannya begitu cepat sehingga Anggita kaget. Fatur mencium bibir Anggita tanpa pamit dan aba-aba lebih dulu, namun tidak membuat Anggita marah. Ada sesuatu yang menempel di bibir Anggita, begitu sangat hangat dan lembut sekali. Serta napas Anggita terasa sedikit sesak karena ada sesuatu yang mengganjal di ujung hidungnya, sehingga udara yang masuk sedikit terhambat.


Fatur mulai memainkan bibirnya membuat Anggita mengikuti irama yang Fatur mulai. Tangan Kanan Fatur memegang erta belakang leher Anggita sehingga membuatnya tidak bisa bergerak, bagai dimabuk asmara Fatur menikmati bibir tipis dan berwarna merah muda.


Ciuman mereka membuat Anggita lupa diri dan semakin beringas membalas kecupan Fatur. Didorongnya Fatur sampai jatuh ke atas tempat tidur dan bibir Anggita masih belum lepas dari bibir Fatur. Mereka berdua memainkan gerakan yang sangat lincah. Sehingga membuat Anggita dan Fatur lupa diri. Bukan nafsu tapi rasa rindu dan cinta yang mereka berdua tahan selama ini sampai membuat mereka melakukannya.


Kini Anggita duduk tepat di atas tubuh Fatur, keduanya terhenti sesaat lalu saling menatap satu sama lain seolah berkompromi apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Apa mereka berdua bersepakat untuk melakukan lebih jauh lagi atau hanya sampai di sini saja.


Beberapa saat mereka terdiam sambil masih menatap satu sama lain, entah apa yang ada di dalam pikiran mereka berdua yang pasti mereka berdua tidak ingin melewati malam ini begitu saja.


Lama menunggu Anggita melakukan sesuatu akhirnya kini Fatur yang mengambil kendali, kini tubuh Fatur yang berada di atas dan Anggita di bawah saat Fatur membalikkan posisi Anggita.


"Apa boleh sekarang?" tanya Fatur lembut menatap Anggita dengan sendu.


Tidak perlu waktu lama bagi Anggita untuk menjawab pertanyaan Fatur, hanya dalam hitungan detik Anggita mengangguk dan mengiyakan pertanyaan Fatur. Dirinya tidak merasa keberatan jika Fatur melakukan itu kepadanya.


Dibukanyaa kanciing baju Anggita satu per satu yang saat itu sedang memakai blouse berwarna putih, sungguh Anggita sangat meniikmati saat Fatur membuka kancing bajunya satu per satu. Sampai akhirnya terbuka semua kancing blouse yang Anggita pakai sampai bawah, darah Fatur mulai mendidih dan degup jantungnya berdetak sangat kencang.


Sejenak Fatur melihat tubuh Anggita yang sangat putih sekali, apalagi bagian dada yang sudah terlihat pakaian dalamnya. Sekuat tenaga Fatur mencoba memegang bagian sensitif Anggita, saat sampai di sana, Anggita mulai merasakan sesuatu yang memacu adrenalin nya. Sentuhan tangan Fatur menempel di kulit bagian pakaian dalam Anggita.


Saat menyentuhnya membuat Fatur kembali tergerak untuk melanjutkan aksinya, sesekali Fatur menelan ludah sambil mereemas bagian dadaa Anggita dengan lembutnya. Dan kini Anggita mulai terhanyut akan sentuhan Fatur membuat dirinya ingin menikmati sentuhan lebih lama lagi.


Dilumaatnya kembali bibir Anggita oleh Fatur, dan lagi-lagi Anggita membalasnya dengan agresif. Kedua tangan Anggita dilingkarkan ke leher Fatur agar lebih nyaman melakukan gerakan itu. Dan kedua kutub bertemu untuk pertama kalinya, erangan kecil Anggita menggema di dalam kamar Fatur. Kedua jemari tangan Anggita menggenggam erat seprai tempat tidur saat Fatur melakukan gerakan dramatis.


Anggita tersentak kaget saat sesuatu melukainya, terasa sangat sakit dan perih namun Anggita mencoba menahannya. Fatur kaget saat tahu ternyata Anggita masih virgiin. Dan dia adalah lelaki pertama yang sudah merenggut kesuciannya.


"Aw...Aw..." suara rintihan Anggita terdengar di telinga Fatur yang saat itu mendekatkan telinganya ke bibir Anggita.


Begitu aktif dan agresif Fatur saat mendengar rintihan Anggita, kali ini Fatur bisa membuat Anggita sangat menikmatinya dan tidak berkutik. Sesekali Fatur menciium bibir Anggita dengan air yang keluar dari seluruh tubuh Fatur. Napas Fatur terengah-engah, dan kini giliran Anggita yang melanjutkan atraksinya.


Fatur tidak pernah melepaskan pandangannya dari wajah Anggita, menurutnya malam ini Anggita semakin sangat cantik apalagi dalam keadaan seperti ini. Seluruh bagian tubuhnya berkeringat, tapi Fatur sangat senang untuk menciium setiap jengkal bagian tubuh Anggita. Enerjik satu kata bagi Anggita yang mampu mengimbangi Fatur malam ini.

__ADS_1


Walaupun merasa sakit tapi Anggita tidak memperdulikannya, ia sangat menikmati kejadian ini dengan Fatur yang membuatnya lupa akan semuanya. Hanya rintihan, erangan kecil yang terlukis di kamar Fatur saat mereka berdua sama-sama menikmatinya.


__ADS_2