
"Nara kenapa kau lama sekali membeli ice creamnya,apa tokonya sudah pindah ya?"Kenan sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Ti...tidak Tuan tokonya masih sama,hanya saja tadi sedang antri,"Nara nampak ketakutan menjawab pertanyaan Kenan,kakinya gemetaran.
"Huh alasan saja,bilang saja kalau kau takut kepadaku karena masih ada disini."
"Hey sudahlah Ken jangan membuat Nara makin takut padamu,yang penting kan dia udah dapet ice creamnya kan".Menepuk bahu Kenan."Nara terimakasih ya ice creamnya."Mengambil sekantong plastik ice cream coklat dari tangan Nara.
"Iya Nona sama-sama,kalau begitu saya permisi,"Berniat segera pergi dari tempat itu,namun baru satu langkah Kenan memanggilnya.
"Nara tunggu!!!"
Hey ada apalagi ini.
Nara pun berbalik menghadap kearah Kenan dan Jessy lagi."Iya Tuan apa ada lagi yang bisa saya bantu?"
"Mari bergabung bersamaku dan juga Jessy ke dapur,Jessy tadi membuatkan aku dua kue spesial dan kebetulan tinggal satu yang belum kumakan.Ayo cicipi kue buatan Jessy."
Apa dia mau mengerjaiku ya,jangan-jangan kuenya diberi obat pencuci perut lagi.Aku tidak mau ahh,lagipula mencurigakan sekali dia ini.Bukannya tadi memarahiku ya tapi sekarang malah berbaik hati gini.
"Hey Nara,kau itu tidak mendengar ya apa yang aku katakan."
"Ken sudahlah,jangan terus membentak Nara.Kamu semakin menakutinya."Jessy berjalan kearah dapur dan kembali lagi dengan membawa sepiring cheesecake strawberry buatannya."Ini Nara buat kamu,kalau kamu takut mencicipinya disini karena ada Kenan silahkan bawa saja ke kamarmu.Kamu tak perlu cemas kue ini diracuni karena aku sendiri yang membuatnya,percayalah."Menyodorkan sepiring kue itu pada Nara.
Hey apa Nona Jessy bisa membaca pikiranku,wah luar biasa.Tapi kelihatannya kue ini sangat enak,mending aku mau deh.
"Terimakasih Nona Jessy dan Tuan Muda,mari saya permisi dulu."Membungkukkan tubuhnya.Ia pun berjalan meninggalkan tempat itu.
"Hey apa kamu bilang? racun?"Kenan sedikit kebingungan memahami apa yang Jessy katakan."Memang apa maksudnya?"
"Iya aku tau apa yang sedang dipirkan oleh Nara,lihat saja dia begitu ketakutan karenamu.Dan tiba-tiba kamu menawari kue padanya,tentu saja dia merasa curiga kalau kue itu beracun.Hahaha kurang lebih begitulah hipotesisku."Ungkap Jessy dengan tertawa cekikikan.
"Hahaha lucu sekali hipotesis macam apa itu."Kenan juga tertawa mendengar kalimat Jessy.
Trrrrt....trrrrt..trrt..Ponsel Kenan bergetar,seseorang diseberang sana sedang menelponnya.Ia bergegas mengangkat panggilan itu.
📞Kenan :"Halo cha ada apa?"
📞Marisa :"Kak kamu sudah lama tidak pulang,apakah masih sibuk ya? Aku merindukanmu."
📞Kenan :"Tidak kakak tidak sibuk kok,nanti malam kakak pulang ya.Maafkan kakak ya."
📞Marisa :"Baiklah,aku tunggu kedatanganmu kak.Daaah."
📞Kenan :"Iya daaah cha."
__ADS_1
Ia menutup panggilan itu dan kembali berbincang dengan Jessy.
"Jess kamu mau gak nanti temenin aku pulang kerumah untuk menemui adikku."
"Gimana ya,"Jessy sedang memikirkan ajakan Kenan.
"Kalau kamu gak mau juga gak masalah kok,aku ngajakin kamu cuma biar gak bosen aja disini."
"Hemmm sebenarnya ada benarnya sih apa yang kamu bilang itu,tapi apa gak masalah kalau aku ikut.Nanti aku malah ganggu kamu sama adik kamu lagi."
"Tidak kok,sama sekali tidak mengganggu.Lagipula adikku itu orangnya asik kok,dia itu easygoing.Walaupun bertemu orang yang baru ia kenal sikap aslinya gak ditutup tutupi,dan aku rasa sikap kalian gak jauh beda."Memegang dagunya sambil berpikir.
"Benarkah? memangnya kamu tau sebanyak apa tentang aku.Pake bilang kalau sifat aku hampir mirip sama adik kamu segala,seolah kita udah kenal lama aja."Menyikut Kenan.
"Ya anggap saja begitu."
Kamu benar,aku belum sepenuhnya mengenalmu tapi aku rasa mulai saat ini aku telah mencintaimu.
*****
~Di Rumah Kenan~
"Kakaaaaak,"Marisa berlari kearah Kenan yang baru saja tiba dirumah dan memeluk Kenan dengan erat untuk melepaskan semua kerinduannya.Memang beberapa bulan terakhir setelah Jessy tinggal di apartemennya,Kenan tak pernah pulang kerumah karena memilih tinggal di apartemen."Kak aku kangeeeen banget sama kakak,"Makin mempererat pelukannya,Kenan pun membelai rambut adik perempuannya itu."Hey tunggu dulu siapa wanita ini kak? Kok bukan kak Siska sih yang datang bersamamu."Menunjuk kearah Jessy.
"What??? Kok bisa sih kak,oh i know pasti gara-gara kamu ya dasar perusak hubungan orang!!!"Melototi Jessy.
Aduh apanya yang asik sih dari adik Kenan ini.Dia bahkan terlihat lebih menyeramkan dengan mata melototnya itu.
"Hey kamu jangan asal nuduh gitu dong cha,Jessy ini dan kakak sama-sama korban dari pengkhianatan Siska,"Mengusap wajah Marisa agar tak melotot lagi."Jadi Siska itu berkencan dengan suami Jessy ini yang notabene adalah orang kepercayaan di perusahaan Presdir Kim,mereka berusaha menutupi skandal perselingkuhan mereka selama ini dan karena Tuhan terbongkarlah semuanya."
"Oh ya ampun aku gak nyangka kak Siska bisa separah itu."Menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa tak percaya dengan semuanya."Dan Nona,maafkan atas ketidaksopanan saya telah menuduh anda sembarangan dan juga melototi anda.Sekali lagi saya mohon maaf karena saya benar-benar tidak tau."Membungkukkan badannya.
"Tidak apa,aku sudah memaafkanmu kok,"Jessy tersenyum.
"Kalau begitu kita masuk yuk,tadi pelayan sudah memasak hidangan yang enak untuk menyambut kakak dan juga Nona Jessy."
Mereka bertiga pun memasuki rumah besar itu.Jessy begitu takjub dengan interior modern dirumah Kenan,dengan nuansa monokromnya dan furnitur berkelas semakin menambah kesan elit dirumah itu.Bahkan di rumah berlantai enam itu terdapat lift pribadi untuk mempermudah penghuninya menjangkau lantai tujuan mereka.
Jessy tersenyum melihat bingkai foto yang dipajang disebuah ambalan,ia berhenti untuk menyaksikan foto itu dari dekat.Ia melihat foto Kenan bersama Marisa yang berpose sama,yaitu sama menyilangkan kedua tangan mereka.
Kenan dan Marisa
Lucu sekali ya mereka berdua
__ADS_1
"Nona Jessy mari saya antar berkeliling rumah ini."Ajak Marisa.
"Nanti aja cha,kita makan malam dulu aja yuk kakak sudah lapar dan Jessy juga pasti lapar,"Celetuk Kenan.
"Oh baiklah ayo kita keruang makan."
Sesampainya mereka diruang makan,beberapa macam makanan dan minuman sudah terpajang diatas meja menyambut mereka.
"Mari Nona Jessy silahkan duduk,dan nikmati makanan yang sudah pelayan saya siapkan."Marisa dengan ramah mempersilahkan Jessy.
"Ayo Jess silahkan dimakan,jangan sungkan-sungkan ya".Kenan mulai mengambil beberapa makanan dan dipindahkan kepiringnya.
"Iya iya terimakasih"Jessy pun mengambil makanan yang ada dihadapannya.
Mereka bertiga makan dengan tenang,yang terdengar hanyalah suara kunyahan mereka.Setelah makan makanan yang berat,kini mereka menikmati pencuci mulut yang tersedia.Marisa sepertinya sudah tak sabar bertanya banyak hal pada kakaknya itu.
"Kak,apa yang kakak lakukan selama beberapa bulan terakhir ini sampai kakak tak pernah pulang?"Marisa membuka pembicaraan."Apa karena masalah dengan kak Siska ya?"
"Ya itu salah satunya,tapi selain itu kakak juga kan lagi sibuk mengurus perusahaan kita.Walau kakak tidak pulang kakak kan tetap memberimu kabar kan meski hanya lewat telpon saja"
"Nona Jessy ayo jangan sungkan,silahkan nikmati kudapan yang anda suka,"Ucap Marisa yang melihat Jessy diam saja.
"Eh iya iya."
"Hey Icha kalau hanya makanan seperti ini Jessy sudah sering memakannya,dia kan ratu restoran berbintang,"Puji Kenan.
Ooh jadi icha itu panggilan sayang Kenan pada adiknya,waaaah so cute banget sih kakak adik ini.
"Oh ya benarkah? Wah luar biasa sekali anda Nona,saya harus belajar banyak dari anda Nona."Marisa terlihat kagum.
"Marisa biasa aja kok,aku kan hanya meneruskan bisnis keluargaku."
"Sama saja Nona,kalau anda tidak mahir mengelolanya mana mungkin bisa bertahan.Iya kan kak?"
"Iya benar cha,eh tapi bisa tidak kalau kamu jangan memanggil Jessy dengan sebutan Nona.Dia kan teman kakak,rasanya aneh saja terdengar ditelinga bila kamu panggil dia Nona,"Protes Kenan.
"Ooh baiklah aku akan memanggilnya kak Jessy,atau bahkan kakak ipar,"Marisa sambil menahan tawanya.
Mendengar apa yang dikatakan Marisa itu sontak Jessy dan Kenan yang tadi sama-sama sedang minum langsung tersedak bersamaan."UHUKKK UHHUKKK!!!".
"Hey lihatlah bahkan tersedak pun kalian kompak sekali,waaah benar-benar cocok,"Marisa bertepuk tangan layaknya penonton orkestra yang baru saja melihat pertunjukan yang menakjubkan.
"KLTAKKK"Kenan menyentil jidat Marisa."Kamu ini asal aja ya ngomongnya,lihat tuh kamu sudah membuat Jessy merasa tidak nyaman."
Marisa masih tetap tertawa walau jidatnya merasa kesakitan.Ia menangkap isi hati kakak lelakinya itu,Marisa mengerti betul apa yang sedang dirasakan kakaknya itu.
__ADS_1