
"Hey Roy kenapa kau membuka mulutmu seperti itu lagi sudah bagus kau menutupnya seperti tadi,lihatlah bahkan seratus lalat pun akan masuk kedalam mulutmu jika kau menganga seperti itu!"Sindir Kenan.
"Ma...Maaf Tuan saya masih syok dan tidak percaya saja kalau anda bisa senekad itu,pantas saja Nona Jessy marah dia pasti merasa bahwa dirinya dilecehkan oleh anda Tuan."
"Ya itulah yang ku pikirkan,menurutmu aku harus bagaimana Roy? Aku tidak pernah seperti ini pada wanita lain sebelumnya,tapi kenapa saat dekat dengan Jessy aku tak bisa menahan diriku?"Tanya Kenan dengan muka yang nampak frustasi.
"Begini saja Tuan,apakah anda sudah meminta maaf dengan tulus pada Nona Jessy tanpa menyalahkannya?"
"Aku sudah mencobanya tadi,tapi sialnya aku sempat menyalahkannya tadi,"Kenan memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Seharusnya anda tak menyalahkan Nona Jessy Tuan walaupun anda tidak sepenuhnya salah,anda harus mengingat bahwa wanita itu adalah makhluk yang paling benar di muka bumi ini maka anda harus mengaku salah,cobalah meminta maaf kembali Tuan dan selama beberapa hari kedepan usahakan untuk tidak membahas lagi masalah ini agar Nona Jessy tidak tersinggung atau pun merasa kesal pada Anda Tuan,"Nasehatnya sambil tangannya memencet tombol lift.
"Ya kau benar Roy,aku akan mencoba meminta maaf lagi."
*****
Pagi itu Jessy dan Eka sama-sama terburu-buru meninggalkan Hotel,mereka bergegas menuju ke Bandara.Mereka menaiki taksi menuju ke Bandara,sesampainya disana mereka segera bergegas menuju pintu keberangkatan karena sebentar lagi pesawat yang mereka tumpangi akan lepas landas.
"Jess sebenarnya aku masih kurang liburan disini,lain kali kalau ada waktu kita liburan bersama lagi yaa,"Ungkap Eka.
"Kalau aku sih malah pengen cepat pulang dari sini karena suasana hatiku sedang kacau karena Kenan,hufffft."Jessy menghela nafas panjang.
"Kacau? Ah kamu ini ada-ada saja ya,bukannya seharusnya kamu senang ya ada Kenan juga di Bali?"Goda Eka dengan tangannya menyolek lengan Jessy.
Keduanya tetap berbincang sembari berjalan memasuki pesawat,mereka berdua tetap asyik mengobrol tanpa memperdulikan sekitar.
"Senang dari Hongkong!!! Aku bahkan sekarang sedang kesal padanya!"Kata Jessy yang terlihat memanyunkan bibirnya.
"Dih kesal kenapa Jess,apa terjadi sesuatu diantara kalian?"Tanya Eka.
"Eh tidak,tidak,tidak terjadi apa-apa kok diantara kita."
"Aku tidak percaya padamu,tidak mungkin kan kamu tiba-tiba kesal padanya tanpa alasan?"
Jessy hanya diam saja tak menggubris apa yang Eka tanyakan padanya.Ia memalingkan wajahnya menatap keluar Jendela pesawat yang baru 10 menit yang lalu lepas landas.
Ada apa sih dengan Jessy? Dia tidak mau mengaku padaku,tapi tidak mungkin juga aku bertanya langsung pada Tuan Kenan.
Eka tenggelam dalam lamunannya,didalam otaknya kali ini dipenuhi pertanyaan mengenai Jessy.Akan tetapi melihat sahabatnya itu memejamkan matanya,Eka memilih diam dan menyimpan kembali pertanyaannya walaupun ia tau kalau Jessy tidak benar-benar tertidur.Ia memahami Jessy,mungkin ini bukan waktu yang tepat pikirnya,karena Jessy akan selalu menceritakan masalahannya kepadanya.
Sementara itu di Hotel,Kenan dan Roy masih berkutat dengan sarapan mereka.Keduanya nampak asyik menyantap makanan yang tersaji diatas meja.
"Tuan saya mendapatkan info kalau Nona Jessy dan Nona Eka sudah pergi dari Hotel satu jam yang lalu,"Ungkap Roy.
__ADS_1
"APA? Kenapa harus sepagi itu ya,apa Jessy sengaja memilih pesawat yang lebih pagi untuk menghindariku ya?"Tanya Kenan.
"Mungkin saja Tuan,"Jawabnya.
"Oh Roy kau harus membantuku mencari cara yang tepat untuk meminta maaf padanya!"
"Baik Tuan,akan segera saya pikirkan caranya."
"Baguslah!"
Setelah selesai menghabiskan sarapan,keduanya langsung kembali ke kamar masing-masing untuk mengambil koper mereka.
Mereka pun bergegas menuju ke Bandara.Kenan terlihat tak bersemangat hari ini,otaknya saat ini dipenuhi dengan nama Jessy.Ia diam saja selama di pesawat,Roy yang melihat Kenan seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil sesekali menyunggingkan senyumnya.
Tuan Kenan,lucu sekali melihatmu seperti ini.Tapi tenang saja,ini tak akan berlangsung lama Tuan,karena aku akan mencari cara untuk membantumu.
Setelah sampai di apartemen,Kenan segera turun dari mobil dan melesat masuk kedalam untuk mencari Jessy.Namun Roy dengan cepat menyusul Kenan.
Kenan yang tadinya berusaha memencet bel pintu kamar Jessy,mengurungkan niatnya begitu melihat kedatangan Roy.
"Ada apa Roy?"Tanyanya.
"Sebaiknya jangan sekarang Tuan,menurut saya sekarang bukan waktu yang tepat jadi biarkan dulu Nona Jessy menenangkan dirinya Tuan,"Jawab Roy.
Roy juga berjalan menjauh dari pintu kamar Jessy,ia berjalan menuju ke mobil kembali untuk mengambil kopernya dan juga koper mikik Kenan.
Sementara itu di dalam kamar Jessy ia nampak sedang menelpon seseorang.
📞Jessy:"Halo Lucas,bisakah kau membelikan ice cream coklat kesukaanku? Di kulkasku sudah habis stoknya."
📞Lucas:"Baik Nona,saya akan segera kesana."
📞Jessy:"Iya baguslah,terimakasih Lucas."
Jessy menutup telponnya,ia berjalan ke arah jendela dan membukanya.Ia menghirup udara dalam-dalam untuk menenangkan pikirannya.Ia kemudian berjalan kearah tempat tidur dan membaringkan badannya sembari memeluk bantal guling.
"Huffft membosankan sekali disini,apa aku ke rooftop saja ya biar aku jadi lebih tenang,"Katanya sambil melempar bantal guling yang tadi dipeluknya."Ah tapi kalau ada Kenan disana bagaimana?Aaaa benar-benar menyebalkan."
Tiba-tiba suara bel terdengar,Jessy pun bergegas membukakan pintu karena ia pikir Lucas yang ada dibalik pintu itu.
"Eh Lucas kenapa cepat seka...."
Jessy terkejut melihat orang yang datang ternyata bukan Lucas melainkan Roy."Rupanya kau Roy,mau apa kau kemari?"
__ADS_1
"Bolehkah saya bicara di dalam Nona?"
"Sudah bicara disini saja,aku akan mendengarkanmu!"Pintanya.
"Baiklah Nona,sebelumnya saya minta maaf telah mengganggu waktu anda,saya datang kemari bertujuan untuk mengundang anda makan malam."
"Makan malam? Kapan itu? Apa ada Kenan juga?"Tanya Jessy.
"Tidak ada Nona,hanya saya dan Nara saja,"Jawabnya."Makan malamnya besok dan tempatnya di rooftop gedung ini."
"Oke akan ku pertimbangkan kembali undanganmu itu,awas ya kalau sampai ada Kenan disana aku takkan memaafkanmu dan juga Nara,"Ancam Jessy dengan menunjuk Roy dengan jari telunjuknya."Oh ya satu lagi,kalau memang Kenan yang merencanakan ini tolong bilang padanya kalau aku masih marah dan tidak mau memaafkannya,"Kata Jessy dengan ketusnya.
"Anda tenang saja Nona,"Jawab Roy dengan entengnya."Kalau begitu saya permisi Nona,"Katanya dengan membungkukkan badannya dan lalu meninggalkan Jessy.
Roy berjalan menyusuri koridor dan tanpa disengaja ia berpapasan dengan Lucas yang sedang menatapnya dengan sorot mata yang tajam.
Hey bukankah itu asisten pribadi Nona Jessy ya? Kenapa dia menatapku seperti itu ya,memangnya ada masalah apa denganku?
Lucas berjalan dengan cepat menuju ke kamar Jessy,begitu tepat berada di depan pintu kamar Jessy ia langsung memencet bel.Dan secepatnya pintu itu terbuka.
"Ada apalagi sih bukannya aku sudah bilang kalau aku...Eh Lucas aku pikir kau orang lain,"Jessy menggaruk kepala belakangnya.
"Apakah ada orang lain yang datang sebelumnya Nona?"Tanya Lucas.
"Iya itu tadi namanya Roy,dia asisten pribadi Kenan,"Jawab Jessy."Ayo silahkan masuk!"
"Baiklah Nona."
Lucas pun masuk ke kamar unit Jessy,ia memberikan sekantong penuh ice cream coklat favorit Jessy.
"Nona,apakah akhir-akhir ini anda ada banyak masalah?"
"Humm kalau masalah sih ada tapi tak banyak kok hanya beberapa saja,memangnya Kenapa Lucas?"
"Aaah tidak Nona,hanya saja dalam satu bulan ini anda sudah mengkonsumsi ice cream coklat lebih banyak dari sebelumnya,biasanya kan anda menikmati ice cream hanya untuk menghilangkan stress,"Kata Lucas."Dan juga kalau saya perhatikan,semenjak anda bercerai dengan Tuan Heru beberapa bulan yang lalu anda tidak pernah lagi berolah raga,saya mengkhawatirkan kesehatan anda Nona,"Imbuhnya.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan kesehatanku,tapi sebenarnya apa yang kau bilang itu benar sih aku memang sudah tidak pernah berolah raga lagi seperti dulu,"Kata Jessy."Huffft memang sih aku akui kalau berat badanku sekarang sudah naik 7 Kg dari sebelumnya,ooooh aku harus bagaimana ini,"Keluhnya.
"Anda jangan seperti ini Nona kesehatan anda sangatlah penting,bagaimana kalau besok saya antar ke tempat biasa Nona fitness dulu?"
"Hmmm baiklah,jemput aku besok ya!"
"Baik Nona."
__ADS_1
Untung saja Lucas mengingatkanku,selama ini aku sudah terlena dengan makanan manis sampai lupa akan kesehatanku.Oh ice cream coklat maafkan aku,mungkin mulai saat ini aku akan jarang memakanmu atau bahkan mungkin aku takkan menyentuhmu lagi,Aaaaaaa ini sungguh mengharukan.Sayang sekali aku harus berpisah denganmu ice cream coklaaat.....