
Melihat Jessy jatuh pingsan,Kenan segera menggendong Jessy keluar dari tempat itu.Kenan menggendong Jessy ala bridal style menuju ke mobilnya.Ia memasukkan Jessy perlahan agar kepalanya tidak terbentur,ia juga memasangkan seat belt untuk Jessy.
Huffh merepotkan sekali wanita ini.
Oh ya aku mau mengantarkan dia kemana,aku kan tidak tau alamat rumahnya.Kalau aku bawa pulang kerumah juga tidak mungkin,oh bagaimana kalau membawanya ke apartement saja disana kan juga ada Roy yang bisa membantuku,ya ya aku akan membawanya kesana.
Kenan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartementnya.Membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai ke apartement berlantai 40 itu.
Akhirnya sampai juga untung dia anteng-anteng aja didalam mobil,jadi bisa cepat sampai.Hey itu kan Roy.
"Roy kemarilah,"Kenan segera turun dan memanggil Roy yang kebetulan lewat.Roy pun langsung menghampiri Tuan Mudanya itu.
"Iya Tuan ada apa?"
"Roy tolong bantu aku,tadi aku tidak sengaja melihat wanita itu di klub,"Sambil menunjuk kearah Jessy"Aku membawanya kemari karena aku tidak tau alamat rumahnya.Apakah ada unit VIP yang kosong?"
"Unit VIP ada dua unit yang kosong Tuan,"Roy merasa bingung pada Tuan Mudanya,pasalnya yang ia bawa bersamanya bukanlah Siska yang notabene adalah tunangan Tuan Mudanya."Dan siapa wanita itu Tuan?"
"Panjang ceritanya jika kujelaskan padamu siapa dia dan bagimana aku bertemu dengannya,yang pasti saat ini aku sedang menolongnya,"Kenan kembali kearah mobil dan kembali menngendong Jessy yang masih tak sadarkan diri menuju ke unit VIP"Dan bilang pada istrimu untuk membuatkan sup hangat dan baju ganti untuk wanita ini,"Berlalu meninggalkan Roy yang masih diliputi rasa penasaran.Dan sesuai dengan perintah Tuan Mudanya Roy pun segera memberitahukan pada istrinya.
*****
Setibanya dikamar Kenan langsung menempatkan Jessy di tempat tidur.Ia menempatkan Jessy secara perlahan.Jessy masih juga tak sadarkan diri tapi Kenan dapat mendengar dengan jelas suara ocehan Jessy.Wanita yang memiliki wajah cantik bak boneka itu sepertinya mengoceh tak karuan dan kadang terdengar seperti mengumpat dan menyumpahi suaminya.Tiba-tiba Jessy membuka matanya dan "HUEKKK".Jessy memuntahkan isi perutnya hingga mengenai Celana Kenan yang saat itu sedang menyelimutinya.
Oh sial.
Roy dan Nara yang baru saja masuk kekamar itu langsung membantu Kenan."Tuan sebaiknya anda mengganti celana anda dulu biar wanita ini saya dan Nara yang mengurusnya."
"Baiklah,aku tinggal dulu ya,"Kenan melangkah ke kamar mandi untuk mengganti celananya.
"Baik Tuan,"Roy dan Nara berbarengan.
"Sayang walaupun dia terbangun tapi sepertinya dia belum sepenuhnya sadar,"Ucap Nara sembari membereskan selimut yang juga terkena muntahan Jessy.
"Tak apa lah kamu tetap kasih aja sup hangatnya."
"Iya Sayang,aku juga akan menyuapinya.Karena dia adalah wanita yang dibawa oleh Tuan Muda,itu berarti dia bukanlah wanita sembarangan.Dia adalah wanita yang penting bagi Tuan Muda sampai Tuan Muda mau membantunya seperti ini.Ya walaupun Jujur aku masih penasaran siapa sebenarnya wanita ini,"Ungkap Nara sambil menyuapi Jessy dengan perlahan.Walaupun Jessy masih setengah sadar,tapi ia menurut pada Nara saat memintanya membuka mulut.
__ADS_1
"Hey diamlah,Tuan Muda menuju kemari,"Memberi kode pada istrinya itu agar diam.
"Bagaimana keadaannya sekarang?"
"Seperti yang anda lihat Tuan,dia sudah lebih baik sekarang,"Jawab Nara sambil membersihkan bekas sup yang belepotan diwajah Jessy"Walaupun masih setengah sadar,"Imbuh Nara.
"Baiklah Nara kau tetaplah disini untuk menjaganya dan jangan lupa ganti bajunya.Aku akan tidur di kamar sebelah jadi kalau ada sesuatu kau tinggal menelponku.Dan kau Roy kembalilah kekamarmu."
"Baik Tuan,"Roy dan Nara bersamaan.
Kenan pun segera keluar dari kamar itu dan disusul Roy yang berjalan dibelakang Tuan mudanya itu.Sementara itu Nara kini segera bergegas mengganti pakaian Jessy yang kotor.Ia mengganti setelan blazer hijau toska itu dengan kemeja putih panjang selutut Jessy.Setelah itu Nara segera menyelimuti tubuh Jessy yang kini sudah tertidur pulas setelah sebelumnya mengoceh tentang suaminya.
Sepertinya wanita ini tengah ada masalah dengan rumah tangganya.
Aku jadi makin penasaran dengan Tuan Muda,kenapa dia membawa wanita yang sudah bersuami ketempat ini.Semoga saja Tuan Muda tidak terlibat masalah.
Nara kini menempatkan dirinya di sofa besar yang ada diruangan itu.Dan segera memejamkan matanya.
Sementara Heru kini tengah diliputi kecemasan tentang keberadaan istrinya yang tak ia ketahui.Ia sudah menelpon Eka beberapa kali namun tidak ada jawaban,mungkin saja Eka juga merasa kesal pada Heru karena perlakuannya pada sahabatnya itu.Dan Heru juga terlalu takut untuk menelpon ke mertuanya karena takut disalahkan,akhirnya heru pun pasrah dan menunggu kepulangan istrinya kerumah.
Roy dan Nara
*****
"Hey siapa kau,apa yang kau lakukan padaku.Dan kau membawaku kemana hah.Ini tidak terlihat seperti kamarku,"Berusaha menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Anda tidak mengingat saya Nona?"
"Hey jangankan mengingatmu,mengenalmu saja tidak kan,"Jessy menjawab dengan ketus.
"Ah Anda benar Nona,kita belum berkenlan padahal sudah bertemu tiga kali,"Langsung mengulurkan tangannya"Nama saya Kenan,maaf kalau saya membawa anda kemari karena saya tidak tau alamat rumah anda."
Apa?ketemu tiga kali.Terus kenapa dia sampai harus mengantarku,ada apa denganku.Aah kepalaku pusing sekali.
"Yang pertama kita ketemu kemarin,yang kedua semalam di klub,dan yang ketiga adalah saat ini,"Mencoba menjelaskan pada Jessy.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan bajuku,kau apakan bajuku.Apa kau menyentuhku? Berani sekali kau itu,"Mulai menuduh Kenan.
"Tentu saja Nona,karena saya menggendong anda.Dan saya juga tidak tau cara bagaimana menggendong seseorang tanpa menyentuhya,"Tertawa kecil diakhir kalimatnya.
Hey apa dia baru saja mentertawakanku.
"Selamat pagi Tuan,Suami saya menunggu anda diluar,"Mendengar itu Kenan pun langsung berjalan keluar.
"Nara kebetulan kau datang,tolong bantu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Nona ini.Aku akan segera kembali setelah urusanku selesai."
"Baik Tuan,"Nara membungkukkan badannya memberi hormat pada Tuan mudanya."Nona apakah anda sudah merasa baikan,semalam anda mabuk berat sampai tidak sadarkan diri,"Nara berjalan mendekati Jessy yang masih kebingungan.
Apa? Aku mabuk.
"Oh sekarang aku ingat,semalam aku memang pergi ke klub malam.Aku memesan minuman dan setelah itu aku lupa apa yang terjadi."
"Tuan muda membawa anda kemari dalam keadaan mabuk berat,anda juga semalam muntah di celananya."
"Apa??? Aaaa memalukan sekali"Jessy menutupi wajahnya dengan kedua tangannya"Lalu siapa yang mengganti pakaianku?"
"Saya sendiri Nona,saya juga sudah membersihkannya.Maafkan saya sudah lancang mengganti pakaian anda.Itu karena Tuan muda yang memerintah saya,"Nara berusaha menjelaskan semuanya.
"Oh jadi begitu,terima kasih ya."
Jadi aku sudah salah menuduh pria itu,eh siapa namanya tadi.Kev eh Kenan Kenan ya ya Kenan.Aku harus meminta maaf.
"Saya sudah meminta pelayan memasakkan makanan untuk anda,sepertinya sudah siap.Saya permisi dulu Nona,kalau anda membutuhkan sesuatu panggil saja saya.Oh ya nama saya Nara,anda bisa memanggil nama saya."
"Baiklah,terima kasih Nara."Dengan tersenyum.
"Iya Nona sama-sama,Permisi"Berjalan keluar kamar megah itu.
Baru saja pintu tertutup,sudah terdengar terbuka kembali.Rupanya Kenan sudah selesai dengan urusannya.Ia berjalan menghampiri Jessy.
"Nona apakah anda sudah sarapan?"
"Be..belum Tuan,"Jessy merasa canggung mengingat kekonyolannya tadi.
__ADS_1
"Mari saya temani kebetulan saya juga belum sarapan."
Jessy menurut dan berjalan mengekor dibelakang Kenan menuju dapur yang ada di unit apartement VIP itu.Sesampainya di dapur,Jessy sudah disambut oleh makanan yang begitu menggiurkan diatas meja makan yang membuat Jessy menelan ludah.Kalau saja tidak ada Kenan mungkin Jessy tidak akan merasa ja'im untuk menyantap seluruh makanan dimeja itu karena saat ini perutnya memang terasa sangat lapar.Kenan dan Jessy menyantap makanan tanpa bicara sedikitpun,yang terdengar hanya suara kunyahan mereka berdua.