
Sementara itu Heru kini juga tengah mengendarai mobil setelah tadi berpamitan pada Presdir Kim.Ia hanya mendapat teguran dari Presdir Kim untuk menyudahi hubungannya dengan Siska.Tampaknya Presdir Kim masih ingin mempertahankan Heru di perusahaannya.
Aaaarrgh!!! Kurang ajar,baru saja tadi pagi aku dipromosikan sebagai Direktur.Kini posisiku itu terancam musnah karena ulah istri tak tau diuntung itu.
Heru mengemudi dengan kecepatan tinggi sambil mengumpat sepanjang perjalanan.Ia merasa kesal dengan kejadian malam ini.Sesampainya dirumah ia langsung mencari Jessy,namun tak ditemukannya.Heru kini tengah berada dikamarnya,setelah melihat baju-baju dan beberapa barang milik Jessy tidak ada ia langsung menghancurkan semua barang yang ada dihadapannya.Heru amat murka,tiga ART yang bekerja dirumah itu mendengar suara barang-barang yang dihancurkan Heru,tapi mereka tidak berani mendekatinya karena terlalu takut pada Heru.
"Mbak darmi ada apalagi sih ini,kenapa situasinya jadi seperti ini?."
"Aku juga gak tau Jang,tapi tadi aku liat Nona Jessy keluar rumah dengan membawa koper.Dan ia tampak sedang menangis."
"SERIUS MBAK?."Jajang dan Lail berbarengan.
"Iya Lail,Jang.Tapi aku tidak tau sih pastinya Nona pergi kemana."
"Aku rasa kalau masalahnya tidak serius,Nona Jessy tidak mungkin pergi dari rumah ini."Lail menerka-nerka.
"Iya Lail kamu bener,ini pasti Tuan Heru sudah membuat kesalahan besar."
"KALAU SAYA MEMANG MELAKUKAN KESALAHAN BESAR TERUS KENAPA!!! APA KALIAN SUDAH BOSAN BEKERJA DISINI."
Rupanya Heru mendengar percakapan ketiga ART itu.Seketika ketiga orang itupun langsung diam mematung.
"Maafkan kami Tuan,"Mbak Darmi langsung membungkukkan tubuhnya.
"Iya Tuan maafkan atas kelancangan kami."Jajang juga mengikuti langkah yang diambil Mbak Darmi.
"Iya Tuan maafkan saya juga,tolong jangan pecat kami Tuan,"Imbuh Lail.
Heru melangkah pergi meninggalkan ketiga orang itu tanpa berkata apapun lagi.Sementara ketiga orang ART itu kini saling menyalahkan satu sama lain.
*****
Tap...tap...tap..
Suara langkah kaki seseorang terdengar sedang mendekati ruangan kerja Eka dan "DUARRR!!!! SELAMAT PAGI EKA!!!."
Sontak Eka kaget dan langsung tersedak karena ia memang sedang meminum kopinya,ia langsung terbatuk."Uhhuk uhuk,Ya Ampun Rini pagi-pagi udah bikin orang spot jantung."Eka membersihkan bekas kopi yang mengenai bajunya."Memangnya kamu gak ada kerjaan apa,sekarang kau kan punya atasan baru."
"Nah itu dia yang mau aku omongin sama kamu,kamu tau gak ternyata foto yang waktu itu Nona Jessy kirimin ke kamu adalah foto Nona Siska yang merupakan cucu satu-satunya Presdir Kim.Yang berarti selama ini Pak Heru berkencan dengan cucu Presdir Kim tanpa sepengetahuan kita semua termasuk Presdir sendiri."
"Iya aku sudah tau lebih dulu kemarin,aku kan juga ada diruangan rapat kemarin.Dan benar-benar merusak moodku karena harus menyaksikan kedua manusia berdosa itu.Aku menyumpahi Heru semoga dia segera dipecat dan ditendang dari tempat ini,"Eka sambil mengepalkan tangannya karena merasa gregetan.
__ADS_1
"Aku sebagai wanita yang pernah diselingkuhi juga merasa geram sama Pak Heru.Dan yang bikin aku jadi lebih geram lagi sekarang aku harus seruangan dengan pelakor itu.Aaaaa menyebalkan sekali,"Menghentak-hentakkan kakinya kelantai."Tapi Ka melihat bagaimana Presdir Kim memperhatikan Pak Heru,sepertinya beliau akan membuat pengecualian karena semua prestasi yang dicapai oleh Pak Heru,ia juga sangat berpengaruh besar bagi perusahaan ini.Jadi mungkin berat bagi Presdir Kim untuk melepas Pak Heru begitu saja."
"Iya Rin kamu benar,si Heru memang bukan orang biasa diperusahaan ini.Dia memang sangat loyal pada Presdir Kim,ia akan melakukan apapun untuk Presdir Kim,"Mengangguk-anggukan kepalanya.
"ATAU!!!Jangan-jangan Pak Heru sengaja melakukan ini untuk mencapai rantai teratas diperusahaan ini.Astagaa licik sekali dia,apa harus sehina ini ya untuk menjadi sukses."Menggelengkan kepalanya.
"Mungkin saja Rin,seperti yang kamu tau kapitalisme memang adalah hal yang kejam."
"Tapi apakah harus dengan mengorbankan perasaan istrinya? Ini sih adalah hal tergila menurut aku."
Kedua orang itu merasa semakin kesal dan geram dengan kelakuan Heru dan Siska.Mereka juga merasa iba pada nasib rumah tangga Jessy.
*****
Sementara itu ditempat lain Jessy nampak sedang sibuk memasak di dapur.Ia nampak berkeringat karena sedang memasak,tapi meski begitu tak mengurangi kecantikannya sedikitpun.Suara ketukan pintu terdengar,Jessy segera mematikan kompornya kemudian bergegas membukakan pintu.Ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Kenan,Jessy pun mempersilahkan Kenan untuk masuk.
"Selamat pagi Nona Jessy,bagaimana keadaan anda?."
"Seperti yang anda lihat Tuan,saya baik-baik saja.Saya juga malah sedang memasak."
Dia pandai sekali menyembunyikan kesedihannya.Dia benar-benar wanita yang kuat,mirip sekali dengan Almarhumah Ibu.
"Oh ya,sedang masak apa anda Nona?."Kenan merasa penasaran.
"Benarkah? Dari aromanya sepertinya enak."Kenan pun berjalan menyusul Jessy ke dapur.
"Tentu saja Tuan,"Jessy tersenyum😊."Mari Tuan silahkan duduk."
Kenan pun segera duduk.Ia memperhatikan Jessy yang terlihat telaten mengambilkan makanan untuknya.
Apa seperti ini rasanya diperhatikan oleh seorang istri?.
Sayang sekali hubunganku dengan Siska harus kandas.Kalau saja dia tidak mengkhianatiku,mungkin aku akan bahagia.Tunggu dulu,untuk apa aku memikirkan Siska lagi?
"Silahkan dimakan Tuan,"Jessy membuat Kenan tersadar dari lamunannya.
"Oh iya Nona."Kenan mulai mencicipi masakan Jessy,sepertinya ia menyukai masakan Jessy terbukti dari lahapnya ia menyantap masakan Jessy hingga habis bersih tak tersisa."Nona pandai sekali anda memasak,pantas saja anda sukses berkecimpung di dunia bisnis kuliner rupanya ini rahasianya ya."
"Anda bisa saja Tuan,saya hanya menguasai beberapa resep saja kok."Jessy tersipu malu.
Saat Jessy akan membereskan piring kotor bekas dia makan dan Kenan tiba-tiba ponsel Jessy berdering.Ia pun langsung mengangkat telpon dari seseorang.Sementara itu Kenan yang masih berada ditempat itu berusaha menyimak Jessy yang sedang menerima telpon.
__ADS_1
📞Lucas:"Halo Nona saya mau minta maaf semalam tidak bisa mengangkat telpon dari anda karena saya sedang sibuk.Apa ada yang bisa saya bantu Nona?."
📞Jessy:"Sebenarnya aku hanya ingin memberi tau padamu kalau aku sekarang tidak serumah lagi dengan Mas Heru.Aku sekarang tinggal di apartemen,nanti aku share lokasinya.Jadi kalau ada sesuatu yang penting kau bisa datang kemari."
📞Lucas:"Baik Nona,dan apa ada lagi yang mungkin anda butuhkan Nona?."
📞Jessy:"Ooh iya Lucas,semalam saat aku pindah kemari aku hanya membawa beberapa barang saja.Apa kau bisa membantuku untuk mengambil Koleksi tas dan sepatuku dirumah."
📞Lucas:"Tentu saja Nona,anda bisa mengandalkan saya."
📞Jessy:"Baiklah aku percaya padamu Lucas."
📞Lucas:"Baik Nona,Selamat pagi dan selamat beraktivitas."
Jessy lantas mengakhiri telponnya itu.Sementara pria yang saat ini sedang memperhatikannya nampak sudah tak sabar bertanya pada Jessy siapa orang yang baru saja menelponnya.Tapi belum sempat ia bertanya,Jessy sudah memberi taunya terlebih dulu.
"Maaf ya Tuan kalau mengganggu,itu yang baru saja menelpon saya adalah Lucas asisten pribadi saya.Dia yang membantu saya mengelola bisnis saya."
"Tidak Nona,tidak mengganggu sama sekali kok,"Kenan lantas melihat jam tangannya."Dan Nona Jessy terimakasih untuk sarapannya,saya menyukai masakan anda."Kenan segera berpamitan pada Jessy."Baiklah kalau begitu saya mau berangkat ke kantor,Roy pasti sudah menunggu saya.Sekali lagi terimakasih untuk sarapannya."
"Iya terimakasih kembali Tuan sudah sudi mencicipi masakan saya,Syukurlah jika anda menyukainya."
Kenan langsung bergegas keluar dari tempat Jessy dan menemui Roy yang sudah menantinya.Kenan terlihat senyum-senyum sendiri,Roy yang melihat itu keheranan.Pasalnya yang ia tau Tuan Mudanya itu hubungannya barusaja kandas bersama Siska,seharusnya ia terlihat sedih tapi ini malah sebaliknya Kenan terlihat sumringah bahagia.
Apa Tuan Muda sudah tidak waras ya?
Kenapa dia terlihat bahagia seperti itu,ada apa dengannya?
Sepanjang perjalanan menuju kekantor Roy masih belum bisa memecahkan teka-teki itu.Bahkan sampai tiba dikantor pun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang ada di otaknya itu,sampai ia tak fokus bekerja.Ia meninggalkan mobilnya begitu saja tanpa membukakan pintu untuk Kenan.Setelah hampir sampai diruang kerja Kenan ia baru ingat kalau Tuan Mudanya ia tinggalkan di mobil.Ia pun segera berlari kembali ke tempat parkir mobil,tapi belum sampai ia sudah berpapasan dengan Kenan.
Aaaaaa...Astaga Tuan Muda.
CTAKKK!!! Kenan menyentil jidad Roy karena tingkahnya itu."Hey Roy ada apa denganmu sampai kau tak fokus seperti ini.Apa kau ada masalah dengan istrimu,huh?."
Aduh memalukan sekali,hanya karena aku memikirkan hal tadi aku jadi tidak profesional dalam bekerja.
"Tidak Tuan,saya dan Nara baik-baik saja kok.Entah mungkin saya kurang tidur hingga tidak fokus begini."
"Ooh begitu,hahahaha baiklah aku mengerti kau habis begadang semalaman"Tertawa dan menepuk bahu Roy.
Hey apa yang Tuan Muda pikirkan,kenapa dia tertawa seperti itu.
__ADS_1
Apa ada yang lucu dari perkataanku?.