
Kini mobil yang membawa keduanya itu tiba dirumah Presdir Kim.Seperti biasa,Presdir Kim menyambut mereka berdua dengan ramah.Tapi sepertinya Presdir Kim nampaknya bingung melihat kedatangan Kenan dan Jessy.
Presdir Kim
"Kenan kenapa kamu bisa semobil dengan Nona Jessy?"Sambil tetap berjalan beriringan.
"Sekarang Nona Jessy tinggal di apartemen saya,jadi saya berniat memberinya tumpangan untuk datang kemari."Ujar Kenan dengan santai.
"Iya itu benar Tuan."Imbuh Jessy.
"Ooh begitu,"Mengangguk-anggukkan kepalanya."Baiklah ayo silahkan masuk."Presdir Kim mengarahkan mereka menuju ke ruang tamu,berbeda dari sebelumnya yang menjamu mereka diruang makan.Baru beberapa langkah memasuki ruangan itu Jessy langsung berputar arah.
Kenapa ada laki-laki itu juga disini,menyebalkan sekali.
Melihat Jessy yang berputar arah,Kenan pun segera menangkap tangan Jessy dan mengajaknya untuk tetap masuk.
"Tak apa bersabarlah sedikit,kita selesaikan hari ini juga.Jangan tampakkan kesedihan anda dihadapan mereka,tunjukkan kalau anda itu kuat."Jessy yang mendengar kalimat motivasi Kenan itu mengangguk landai.
Kuatkan aku tuhan,kuatkanlah aku.
Jessy menghela nafas panjang.Ia pun menuruti apa kata Kenan,ia melebarkan senyumannya saat masuk ke ruangan itu.
"Mari silahkan duduk Kenan dan Nona Jessy."
"Tuan sebenarnya ada apa anda mengundang saya dan Tuan Kenan kemari."Jessy jadi yang pertama mengajukan pertanyaan.
"Nona Jessy,Kenan,saya mengundang kalian kemari untuk meminta maaf secara langsung atas apa yang telah dilakukan oleh cucu saya,Siska."Ujar Presdir Kim."Ayo Siska minta maaflah pada Nona Jessy dan juga Kenan."
"Tapi Kek aku..."Rengek Siska.
Melihat Siska seperti itu,baik Kenan maupun Jessy merasa kesal.
"Aaaah sudahlah Tuan,Siska tak perlu meminta maaf pada saya maupun Nona Jessy kalau itu terpaksa.Sebaiknya tidak usah."Kenan dengan ketusnya.
"Iya Tuan,lagi pula maaf pun tidak akan cukup membuat semuanya kembali seperti semula."Imbuh Jessy yang tak kalah ketusnya.
"Saya bisa mengembalikan semuanya Nona Jessy,kembalilah bersama Tuan Heru."Ujar Presdir Kim dengan entengnya.
Heru pun segera bersujud dihadapan Jessy dengan wajah memelas."Apa yang dikatakan Presdir itu benar,kembalilah padaku.Maafkanlah semua kesalahanku padamu.Aku tak akan mengecewakanmu lagi,aku bersumpah."
"Cih,mudah sekali kau bersumpah.Mungkin bisa saja aku memaafkanmu walaupun membutuhkan waktu yang lama,tapi untuk kembali padamu sepertinya tidak bisa.Aku tidak mau jatuh dilubang yang sama,aku mendapatkan pelajaran dari semua ini.Dan itu cukup buatku!!!."Jessy mendorong tubuh Heru agar tak bersujud lagi di hadapannya.
"Nona Jessy saya akan membawa cucu saya ke rumah sakit yang mahal untuk menggugurkan janin yang dikandungnya,anda tenang saja."Ucap Presdir Kim yang sepertinya tak memikirkan apa yang baru saja ia katakan.
Sontak semua orang diruangan itu terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Presdir Kim,kecuali Siska dan Heru yang sudah mengetahui rencana ini.
"APA!!!"Jessy dan Kenan kompak.
Jessy pun segera angkat bicara."Apa maksud anda mengatakan hal itu Tuan?."
__ADS_1
"Tentu saja untuk menyelesaikan semua ini Nona.Ini saya lakukan untuk membersihkan nama baik Siska,dan juga demi nasib perusahaan saya selanjutnya.Anda bisa kembali hidup bahagia bersama Tuan Heru tanpa harus memikirkan untuk bertanggung jawab atas kehamilan Siska."Sambil menyilangkan kedua tangannya.
Kenapa yang ada di otak Presdir Kim hanyalah pencitraan,pencitraan dan pencitraan.
"Mudah sekali anda mengatakan itu Tuan,kenapa anda bisa sekeji ini."Jessy nampak mulai geram.
"Memangnya apa yang salah dari itu Nona?"Seperti orang tak bersalah.
"Apa??? Anda bertanya apa yang salah.Huhh dasar ba****t,apa anda sadar kalau tindakan itu sangat kejam.Janin yang ada didalam rahim cucu anda itu adalah calon cicit anda sendiri dan anda ingin melenyapkannya.Apakah anda tidak ingin melihatnya lahir kedunia? Aku tidak menyangka orang yang terhormat seperti anda bisa berfikiran sekejam ini."Menunjuk Presdir Kim,"Dan kau Siska,"Untuk pertama kalinya Jessy menyebut nama itu,"Setelah dosa yang kau lakukan bersama suamiku lantas kau mau menambah lagi dosamu dengan melenyapkan calon bayimu? Dia adalah anak yang tak bersalah dan tak berdosa,kenapa dia harus menanggung semua ini hah?"Jessy mulai menitihkan air matanya.
"Memalukan sekali tindakan Anda Tuan,sungguh selama ini saya telah salah menghormati anda.Asal anda tau Tuan,dengan cara seperti ini bukannya malah menyelesaikan masalah anda malah menambah masalah yang lebih besar lagi."Kenan mendukung Jessy.
"Dan untukmu Mas,bertanggung jawablah sebagai laki-laki sebagaimana kau dilahirkan.Aku sudah mengurus gugatanku,semuanya sedang dalam proses.Jangan sampai aku mendengar kalian menggugurkan janin itu,atau aku akan bongkar ke publik tentang kebusukan kalian ini.Selamat malam,permisi."Jessy melangkah dengan meninggalkan sebuah ancaman bagi orang-orang berdosa itu yang kini hanya bisa diam mematung.Kenan pun menyusul Jessy untuk pergi dari tempat itu.
"Maafkan saya Tuan,saya tidak bisa menahan diri saya untuk tidak menangis.Mereka terlalu kejam,hiks,hiks,hiks."Jessy tersedu-sedu.Melihat air mata itu,Kenan segera meraih tubuh Jessy dan memeluknya.
"Tak apa Nona,menangislah agar hati anda lebih lega.Saya bersama anda disini."Membelai rambut Jessy dan memeluknya lebih erat.Ia pun turut hanyut dalam kesedihan Jessy,hatinya juga terasa sakit.
Nona,melihat anda seperti ini aku merasa hal yang sama terjadi pada ibuku terulang kembali.Dan ini amat menyakitkan.
Kenan mengajak Jessy masuk kedalam mobil untuk segera pulang.Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Tuan apakah saya salah?"Jessy mulai terlihat tenang.
"Tidak Nona,tindakan yang anda ambil ini adalah hal yang tepat.Saya kagum dengan ketegaran anda,tidak semua orang bisa melakukan ini."
"Saya tidak bisa egois Tuan,mungkin saya membenci Mas Heru dan Siska tapi tidak dengan calon anak mereka.Saya tidak sampai hati kalau tetap mempertahankan Mas Heru bersama saya sementara anak itu lahir tanpa adanya seorang ayah."
Apa maksud dari kata-kata Tuan Kenan ya?
"Eh Tuan,apa anda bisa mengantar saya ke klub malam yang waktu itu.Sepertinya saya ingin pergi kesana."
"Tidak Nona,maaf saya tidak bisa membiarkan anda kesana.Kalau hanya untuk menghilangkan kesedihan anda tidak perlu dengan cara mabuk juga,ada cara lain yang saya tau anda pasti suka."
"Apa itu?"Jessy mengernyitkan dahinya.
"Lihat saja nanti."
Mata Kenan pun kembali ke jalan,sementara itu Jessy yang masih diliputi rasa penasaran masih menatap kearah Kenan seolah menanti jawaban darinya.Akhirnya mereka telah sampai di apartemen,Kenan langsung mengajak Jessy pergi ke rooftop untuk menunjukkan sesuatu padanya.
"Tuan untuk apa anda mengajak saya kemari?"Memegang lengan Kenan"Oh aku tau,anda pasti menyuruh saya melihat bintang dilangit untuk membuat permohonan.Iya kan,ah itu sudah kuduga.Sudah sering aku menontonnya di drakor,itu sudah kuno dan membosankan."Jessy menyilangkan kedua tangannya.
"Bukan itu Nona sok tau,"Kenan memegang kedua bahu Jessy dan membalikkan Jessy kearah yang berbeda,"Tapi itu Nona."Kenan menunjuk kearah ratusan lentera yang terbang dilangit lepas dan terlihat indah."Aku juga menyiapkan dua untuk kita terbangkan bersama,ini Nona untuk anda."Memberikan satu lentera yang masih belum dinyalakan pada Jessy.
Sementara itu Jessy hanya bisa terdiam,ia begitu speachless dengan semua yang dilakukan Kenan untuknya.
"Nah Nona Jessy,tadi kan anda bilang kalau meminta permohonan adalah hal yang kuno dan membosankan.Sekarang anda tulis disini semua keluh kesah anda,atau bahkan mengumpati orang-orang jahat itu juga tak apa.Anggap saja ini semacam laporan pada Tuhan tentang apa yang baru saja kita rasakan."Memberikan sebuah kertas kecil beserta sebuah pulpen pada Jessy.
"Hahahaha sepertinya boleh juga."Jessy pun menuliskan beberapa kata di kertas kecil itu,Kenan nampak menahan tawa membaca kata per kata yang ditulis oleh Jessy."Oke sudah Tuan."
"Baiklah lalu kita gulung kertasnya seperti ini,dan kita selipkan disini."Kenan mengajari Jessy,sementara Jessy mengikuti apa yang Kenan lakukan."Dan kita nyalakan,lalu kita terbangkan bersama lenteranya.Kita hitung bersama apakah anda siap?"Mendengar itu Jessy menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Satu....dua....tiga...."Lentera itu sudah terlepas dari tangan Kenan dan Jessy,benda itu terbang melayang diatas langit malam menyusul beberapa lentera yang sudah terlebih dulu terbang.
"Whoah keren sekali."Teriak Jessy sambil bertepuk tangan,senyuman manis itu kini kembali lagi.Kenan menatap Jessy yang nampak bahagia itu.
"Oh iya Tuan darimana asalnya lentera-lentera itu,apakah disekitar sini ada sebuah acara festival?"Jessy menatap Kenan.
"Sudahlah Nona jangan memikirkan dari mana asal benda itu,anggap saja saat ini Tuhan tak rela melihat anda bersedih.Makanya memberi anda suguhan pemandangan yang indah,nikmati saja pemandangan indah ini."
Oh ya benar juga ya,tapi tetap saja aku penasaran.
Flashback on
Saat Kenan memeluk Jessy,ia sempat mengirimkan pesan singkat pada Roy untuk membeli banyak lentera dan menerbangkannya sesuai aba-aba dari Kenan.
✉Kenan:Roy,bisakah kau membeli banyak lentera saat ini juga.
✉Roy:Ya Tuan,tapi untuk apa anda membeli banyak lentera Tuan.
✉Kenan:Sudah lakukan saja apa yang ku perintah padamu,jangan terbangkan lentera itu sebelum aku dan Jessy sampai.
✉Roy:Baiklah Tuan,akan segera saya laksanakan.
✉Kenan :Roy tolong lakukan semua perintahku,dan jangan lupa sisakan dua untukku dan Jessy.
✉Roy:Baik Tuan,saya akan melaksanakan sesuai dengan perintah anda.
✉Kenan :Baguslah
Setelah itu,barulah Kenan mengajak Jessy untuk segera pulang ke apartemen.
Flashback off
"Ini sungguh luar biasa,terima kasih Tuan saya merasa senang."Mata Jessy berbinar melihat ratusan lentera itu.
"Sama-sama Nona,saya juga turut senang bila anda merasa demikian.Oh ya Nona,bisa tidak anda memanggil nama saya saja."
"Memangnya kenapa Tuan?"Mengernyitkan dahinya.
"Tak apa,hanya agar lebih akrab saja seperti seorang teman."
"Baiklah aku akan memanggilmu Kenan,dan kamu juga bisa memanggilku Jessy saja."
"Oke Jessy saja,"Menyenggol Jessy.
"Hey bukan begitu,maksudku cukup memanggil namaku."Mencubit lengan Kenan.
Keduanya pun nampak tertawa bersama.Kini mereka lupa dengan apa yang telah menimpa mereka.
Aku senang melihatmu seperti ini,aku bersumpah akan melakukan apapun yang membuatmu merasa bahagia.Apapun itu aku bersumpah pada diriku.
__ADS_1