Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
Flashback 5 Tahun Lalu(Pertemuan Kedua Anggita Dan Fatur Di Batam)


__ADS_3

BATAM


Fatur mendapat kabar jika Anggita akan datang lagi ke Batam, padahal dirinya sudah berniat untuk pergi ke Jakarta mengikuti Erik saat liburan semester nanti. Tapi Allah berkata lain Anggita memberitahunya jika minggu depan akan datang ke Batam untuk berlibur sekaligus bertemu dengannya.


Ini adalah kabar yang baik untuk Fatur, bukan hanya kabar baik tapi juga kabar bahagia karena rasa rindunya kepada Anggita akan terhapus sudah dengan kedatangan pujaan hati Fatur.


Pagi itu Fatur begitu sangat bersemangat membersihkan kamar, mengganti seprai tempat tidur, mengganti gorden kamar, mengganti selimut, dan merapihkan barang-barang yang ada si meja belajarnya.


Tias Ayu hanya tersenyum manis melihat sikap Fatur yang mendadak rajin seketika, memang selama ini Fatur tidak pernah melakukan itu. Namun karena Anggita bisa merubah dirinya, selama ini banyak sekali perubahan yang dirasakan oleh Tias Ayu saat putranya mengenal sosok Anggita.


"Rajin bener," ledek Mili yang berdiri di ambang pintu saat melintasi kamar adiknya dan melihat Fatur sedang merapihkan kamarnya.


Mendengar suara Mili dengan cepat Fatur menoleh ke arah pintu kamarnya dan melihat Mili sudah berdiri mematung menatapnya.


"Belum berangkat, Kak?" tanya Fatur sembari melanjutkan aktifitasnya tanpa menghiraukan Mili yang masih berdiri.


"Baru mau, kamu nggak pergi kuliah hari ini?" Mili balik bertanya sambil terus memperhatikan adiknya dari ambang pintu.


"Aku izin hari ini, mungkin besok aku masuk," jawab Fatur dengan nada sangat bersemangat tanpa menatap kakaknya dan lebih fokus merapikan kamarnya.


Mili tahu cerita dari mamanya jika adiknya sedang jatuh cinta dan pujaan hatinya akan datang minggu depan, senyum simpul terlukis di bibir Mili karena merasa bahagia. Akhirnya kulkas 10 pintu mulai mencair setelah sekian lama. Dan Mili berharap jika kebahagiaan ini bukan sesaat bagi Fatur.


"Jangan sering bolos, ingat kalau kamu akan ikut seleksi." Mili mengingatkan impian Fatur untuk bisa kuliah di Jepang.


"Pasti. Kakak tenang saja," timpalnya meyakinkan.


"Aku harap kamu akan selalu bahagia, dan senyum yang selalu terlukis di bibirmu akhir-akhir ini akan terus ada setiap harinya," kata Mili berbicara sendiri dalam hati sambil menatap Fatur.


"Aku pergi dulu, ya,' pamit Mili kepada Fatur.


"Hati-hati di jalan," balas Fatur spontan.


"Ok." Mili pergi meninggalkan kamar Fatur dan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga satu per satu.


JAKARTA.


Jakarta Bandara Soekarno-Hatta.

__ADS_1


Pagi ini Anggita akan pergi ke Batam sesuai janjinya kepada Fatur, dari bandara internasional Soekarno-Hatta pukul 09:00 WIB sebelum boarding dan take off jam 11:00 WIB. Sudah beberapa hari ini pasca putus dengan Damar, Anggita mengganti nomor ponselnya. Tidak ada yang tahu selain Lara dan tentunya Fatur. Namun di sisi lain Damar begitu kesulitan untuk menghubungi Anggita.


Hari ini gadis berambut panjang sebahu terlihat sangat cantik dengan blazer tangan panjang berwarna coklat kancing di bagian depan, dipadukan kaos berwarna senanda dan celana panjang jeans berwarna hitam. Tas gendong bermerek kesukaannya berwarna hitam serta sepatu flat shoes. Serta make up natural membuatnya terlihat begitu cantik sekali.


Tidak lama pesawat yang akan mengantar Anggita ke Batam take off, ia sudah duduk di kuris yang sesuai dengan keinginannya. Kebetulan Anggita mendapatkan kesempatan duduk di dekat jendela pesawat dan bisa melihat indahnya pemandangan dibalik kaca jendela pesawat. Walaupun hanya hamparan awan namun mampu membuat hati Anggita tenang.


"Selamat tinggal Jakarta sampai jumpa lagi. Aku pasti akan kembali," kata Anggita di dalam hati sambil melihat ke luar jendela.


BATAM.


Bandara Internasional Hang Nadim.


Jam 11:00 WIB Fatur menuju bandara Hang Nadim, karena tidak mau Anggita harus menunggu. Jarak waktu antara rumah Fatur dan bandara hanya 1 jam. Dengan mobil yang dipinjam dari papanya Fatur melewati jalanan kota.


Sebenarnya sempat ada drama kemarin antara Fatur dengan papanya, saat ini papanya mulai mendekati Fatur meskipun nyatanya Fatur belum bisa memaafkan papanya. Tapi dibalik keadaan ini Fatur mempergunakan kesempatan untuk meminjam mobilnya dengan imbalan Fatur mau jika diajak makan malam. Meskipun hanya sebuah kamuflase yang penting Fatur lakukan demi Anggita.


Saat itu Fatur terlihat sangat tampan dengan jaket bomber berwarna abu di-mix kaos berwarna putih, serta celana jeans berwarna hitam dipadukan sepatu bermerek berwana putih.


Pesawat yang Anggita tumpangi sampai di badara Hang Nadim. Anggita mencari sosok Fatur namun tidak menemukan batang hidungnya. diambilnya ponsel Anggita lalu menekan kontak Fatur, dering panggilan terdengar namun sayang Fatur tidak mengangkatnya. Berulang kali Anggita lakukan dan hasilnya tetap sama, apa Fatur masih berada di jalan? Atau mungkin Fatur lupa jika dirinya akan datang hari ini ke Batam?


Sebenarnya Fatur sudah melihat Anggita sedari tadi, hanya saja Fatur sengaja mengerjainya. Ia tersenyum-senyum dari kejauhan ketika melihat Anggita yang begitu panik dan khawatir.


Merasa kasihan dengan wajah Anggita yang mulai panik dan gundah, akhirnya Fatur menghampiri Anggita yang sedang panik dan sibuk memainkan ponsel miliknya. Anggita tidak tahu jika Fatur datang menghampirinya dari belakang, Fatur tersenyum bahagia karena orang yang sangat disayangi kini hadir di sini.


"Fatur, kamu kemana," gumam Anggita bicara sendiri sambil memainkan ponsel miliknya.


"Aku ada di sini Anggita," kata Fatur membalas ucapan Anggita.


Spontan Anggita kaget bukan main ketika mendengar suara Fatur yang berada di belakangnya. Dengan cepat dirinya menoleh dan melihat sosok tampan berdiri tepat di depannya sembari tersenyum manis. Fatur yang kala itu berhasil membuat Anggita sangat terpukau akan penampilannya membuat Anggita jatuh cinta lagi kepadanya. Begitu juga dengan Fatur yang semakin menyukai Anggita.


Keduanya bertemu pandang saling menatap beberapa saat, sembari tersenyum manis dan malu-malu. Wajah keduanya terlihat memerah karena malu jantungnya berdegup kencang tidak karuan.


"Hai," sapa Fatur mencairkan suasana sambil menatap Anggita yang ada di hadapannya.


"Hai juga," balas Anggita dengan nada gugup menatap Fatur sembari tersenyum manis.


Lagi-lagi keduanya kembali tersenyum dan tersipu malu saling menatap, rasa gugup menyelimuti keduanya dengan detak jantung masih berdegup sangat kencang.

__ADS_1


"Lo dari mana, gue cari dari tadi?" tanya Anggita dengan nada sedikit gugup saat suasana mulai terasa kaku.


"Gue dari tadi liat lo," jawab Fatur tersenyum seolah menggoda Anggita.


"Oh, jadi lo mau ngerjain gue?" Anggita cemberut menatap Fatur dengan tatapan sedikit sinis.


Hanya senyum manis ketika melihat reaksi Anggita yang begitu menggemaskan kali ini, ingin rasnya Fatur ingin sekali mencubit pipi Anggita.


"Iya," jawab Fatur singkat dan menyesal sambil tersenyum menatap Anggita.


"Resek," celetuk Anggita dan Fatur hanya tertawa ringan sembari tersenyum manis.


Sesuai janjinya selama Anggita di Batam akan tinggal di rumah Fatur, karena Fatur ingin memperkenalkan gadis itu kepada mama dan kakaknya.


"Apa gue nggak ngerepotin lo kalau tinggal di rumah lo?" tanya Anggita terus bertanya saat mereka berada di dalam mobil arah rumah Fatur.


Ada sedikit yang mengganjal di hati Anggita saat Fatur mengajaknya untuk tinggal di rumahnya, Anggita merasa sega kepada mama dan kakaknya. Apalagi mereka belum kenal satu sama lain.


"Nggak. Gue udah meminta izin sama mama dan kakak gue, jadi lo nggak perlu khawatir," tandas Fatur menenangkan Anggita.


Tidak lama mereka sampai di rumah Fatur yang lumayan megah tingkat dua dengan pagar yang menjulang tinggi menyamarkan isi dari rumah tersebut.


Anggita turun dari mobil ditatapnya bangunan bergaya dan terkesan mewah, rumah ini adalah peninggalan papanya dulu saat masih bersama. Dan tidak ada yang tahu jika sebenarnya rumah ini menyimpan duka dan kesedihan bagi Fatur dan keluarganya.


"Ayo masuk," ajak Fatur yang sudah berada di depan Anggita.


Anggita mengikuti langkah Fatur yang berada di depannya, mereka masuk ke dalam rumah dan terlihat di sana sudah menunggu mamanya dan kakaknya Fatur yaitu Mili yang baru saja pulang kuliah.


"Assalammualaikum, Ma." Fatur memberi salam ketika memasuki rumah sambil membawa koper Anggita lalu disusul Anggita dari belakang.


"Waalaikum salam," balas mamanya yang datang dari arah dalam rumah ke depan pintu masuk bersama Mili.


Tias Ayu dan Mili terpukau dengan sosok Anggita yang sudah mencuri hati Fatur, kedua perempuan itu menghampiri Anggita seraya memeluknya tanpa rasa canggung. Anggita terlihat gugup dan panik ketika bertemu mama dan kakaknya Fatur. Apalagi saat ini mamanya Fatur sedang memeluknya dengan erat.


"Ma. Kak, kenalkan ini Anggita." Fatur memperkenalkan Anggita sesaat mamanya melepaskan pelukannya dari Anggita.


Anggita tersenyum manis dan menganggukkan kepala sebagai tanda salam kepada Tias Ayu dan Mili, begitu pun sebaliknya. Tias Ayu dan Mili begitu senang dengan kehadiran Anggita di rumahnya, karena mereka berdua tahu jika Anggita mempunyai pengaruh positif bagi Fatur saat ini.

__ADS_1


__ADS_2