Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
SURAT TERAKHIR HERU


__ADS_3

Jessy nampak tersenyum bahagia sepanjang perjalanan pulang karena pengalaman barunya ini,kalau saja dia tau dari dulu betapa serunya mendaki gunung mungkin dia sudah bolak balik naik gunung.Dia juga sesekali tertawa bila mengingat kejadian tadi,ia digendong oleh Kenan saat turun gunung.Namun ia juga merasa kasihan pada Kenan yang pasti kelelahan karenanya.


"Hey ku perhatikan dari tadi kenapa kamu tertawa sendiri sih,apa ada yang lucu huh? Mengerikan sekali kamu tertawa sendiri di tempat seperti ini,"Memegang jidat Jessy.


"Maksudmu apa Ken? Apanya yang mengerikan,orang aku ngetawain kamu kok."


"Memangnya kenapa aku Jess?"


"Ya lucu aja gitu liat kamu sampai kecapean gendong aku,dan sepertinya aku ingin mendaki gunung lagi lain hari hehehe,"Jessy menahan tawanya.


"Lebih baik tidak usah,karena itu membahayakan bagimu dan merepotkan bagi orang lain."


"Oooh jadi kamu merasa direpotkan karena harus menggendongku."


"Ya bukannya gitu sih,cuma kan.....ah lupakan saja lah."Kenan tak ingin beradu pendapat dengan makhluk tuhan yang maha benar itu.😁


Ini kalo dilanjutin juga tetep bakalan aku yang salah.Hadeuh nasib nasibbbbb.


Jessy pun tertawa melihat Kenan yang seperti kalah bicara itu.


"Oh ya Ken nanti sesampainya di apartemen aku mau buatin kamu kue spesial sebagai tanda terimakasih aku karena kamu udah bantuin aku."


"Tidak perlu,aku tulus kok bantuin kamu.Tapi karena kamu memaksa yaudah deh aku mau,"Memandang kearah Jessy."Dan karena aku suka dengan yang spesial,maka buatkan aku dua ya."Kembali fokus kejalan raya.


Cih apa-apaan dia,bilangnya tidak perlu tapi malah minta dua.Hahaa dasar aneh.


"Baiklah akan aku buatkan dua."


Sesampainya mereka di apartemen,mereka disambut oleh seseorang yang nampaknya sudah menunggu kedatangan mereka.


"Hey Lucas,sedang apa kau disini?"


"Saya hanya ingin mengantarkan ini Nona."Memberikan sebuah undangan dan sebuah surat.


"Ohh dari Mas Heru ya,baguslah kalau dia benar-benar menikahi wanita itu."


"Nona saya rasa anda tidak perlu datang ke acara itu."


"Tidak,tidak,aku akan datang kok.Aku sudah tidak apa-apa kok,kau tenang saja Lucas jangan cemas padaku."


"Baiklah jika itu mau anda Nona,kalau begitu saya permisi Nona dan Tuan."


"Iya Lucas."


Kenan menatap Jessy heran karena tidak ada raut muka sedih sedikitpun di wajah Jessy setelah melihat undangan pernikahan Heru dan Siska.


Apakah benar Jessy sudah melupakan semuanya? Atau mungkin dia hanya tak ingin memperlihatkan kesedihannya.

__ADS_1


Jessy berjalan mendahului Kenan menuju ke kamarnya.Ia membuang surat dari Heru yang tadi datang bersama undangan itu di sembarang tempat tanpa menyadari kalau Kenan berada dibelakangnya,Jessy pun telah masuk kedalam kamarnya.Melihat gulungan kertas itu didepan sepatunya,Kenan pun segera memungutnya lalu kemudian membacanya.


Isi surat Heru untuk Jessy:


Dear Jessy,


Kau yang pernah mengisi relung hatiku


Kau yang dulu selalu mewarnai hampanya hidupku


Kau adalah pelangi yang menghiasi disetiap hariku


Tapi kini,


Kita tak lagi bersama


Kau tak berada dalam pelukanku lagi


Senyummu tak dapat kulihat lagi


Aku menyesal telah menyakitimu


Kini aku tenggelam dalam kehampaan ini


Jikalau kau memang membenciku


Tapi kumohon padamu maafkanlah aku


Semua kesalahanku


Sangat disayangkan,ini adalah surat terakhir


Dariku untukmu


Tolong maafkanlah aku


Dari orang yang pernah menorehkan luka dihatimu.


Heru Saptoyo


Cih pantas saja Jessy membuangnya,ini bahkan tidak pantas untuk dibaca.Cupu sekali dia meminta maaf lewat surat begini memangnya ini jaman apa.


Kenan membuang surat itu ke tempat sampah.Ia masih nampak menggelengkan kepala setelah membaca surat dari Heru untuk Jessy.Ia masuk ke kamarnya dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.Pria keturunan Denmark itu nampak kelelahan,ia merebahkan tubuhnya setelah membersihkan tubuhnya.Ia mengistirahatkan otot-ototnya yang terasa pegal setelah mendaki.Memang ini bukan kali pertama bagi Kenan mendaki gunung,akan tetapi pendakian kali ini terasa dua kali lipat lebih melelahkan karena ia harus menggendong Jessy.Saat ia mengingat hal itu,senyumnya mengembang.Ia masih ingat betul apa warna BH Jessy yang ia longgarkan pengaitnya,otaknya traveling kemana-mana bila mengingat itu dan tanpa ia sadari sejak tadi sesuatu dibawah sana nampak tegang.🤭🤭🤭


Astagaa,aku mikir apaan sih


Huh dasar piktor.

__ADS_1


Sementara Jessy yang berada dikamarnya juga sudah terlihat cantik meskipun hanya memakai baju santai setelah mandi tadi.Ia berencana pergi ke rooftop sendirian untuk mengusir sedikit kesedihannya setelah membaca surat dari Heru.Ia berjalan dan menaiki lift menuju lantai oaling atas digedung itu.Beruntung siang itu matahari tak begitu terik,Jessy langsung menuju ke sofa yang biasanya ditempatinya bersama Kenan.Ia menatap langit yang sedikit mendung itu.Air matanya tumpah kembali membasahi pipinya.


Kenapa aku menangis,seharusnya aku senang bisa terlepas dari si brengsek itu.


Memang seberapapun menyakitkannya hubungan kita bersama seseorang,tapi setelah berpisah dengannya tak akan mudah bagi kita melupakan kenangan yang telah kita lalui bersamanya.Walaupun hanya sedikit,kenangan itu akan selalu terngiang dalam ingatan kita.Begitu pun dengan yang saat ini Jessy rasakan,ia merasa sedih karena kisah cintanya berakhir dengan Heru.Dan akan terasa lebih sakit lagi bagi Jessy bila mengingat segala hal yang pernah dilalui bersama Heru selama lima tahun ini.Jessy berdiri diatas sofa itu,ia memejamkan matanya dan menghirup udara sedalam-dalamnya.


"ASTAGAA!!! Jessy jangan lakukan itu,jangan melakukan hal bodoh ini hanya karena mantan suamimu akan menikah lagi."Kenan berlari kearah Jessy dan mendekap tubuh Jessy lalu menurunkannya dari sofa itu.


"Hey lepaskan aku,memangnya kamu pikir aku mau melakukan apa huh? Bunuh diri gitu?Hahaha lucu sekali,"Jessy tertawa geli melihat wajah kepanikan Kenan."Aku disini hanya menenangkan diri,ya memang sih ada sedikit rasa sedih karena Mas Heru mau menikah dengan wanita itu tapi jujur gak ada sedikitpun terlintas di benakku untuk mengakhiri hidupku sebesar apapun masalahku.Lagipula aku masih waras,jadi untuk apa melakukan hal bodoh seperti itu."


"Syukurlah bila kamu masih bisa berfikir positif."


"Oh ya Ken kamu ngapain kesini juga?"


"Hey kamu lupa ya,sebelum kamu tinggal disini ini kan memang tempat favoritku."Kenan menyilangkan kedua tangannya.


"Iya iyaa aku tau,Nara sudah pernah memberitahuku.Aku kan bertanya hanya karena penasaran aja."


"Aku kemari karena tak bisa tidur siang,sebenarnya lelah sekali tapi aku tak bisa tidur karena aku memikirkan ka...."


Kalau aku bilang kalau aku sedang memikirkannya bisa kacau ini.Aku kan kesini untuk menghilangkan pikiran kotorku tapi malah ketemu dia,aduh harus bagaimana ini.


"Memikirkan apa Ken?"Jessy mengernyitkan dahinya.


"Eeh kerjaan,ya aku mikirin kerjaan yang banyak banget."


"Ooh aku kira mikir apaan,"Menganggukkan kepalanya."oh ya Ken nanti pas acara pernikahan Mas Heru sama Siska kamu datang gak?"


"Ya datang lah,aku ingin menyaksikan mantan tunanganku itu menikah dengan pria pilihannya."


"Benarkah? Apa kamu sanggup melihat itu?"


"Tentu saja Jessy,aku sudah merasa kuat sekarang berkatmu."


"Berkat aku? Kok bisa?"


"Ya bisa lah,aku melihat betapa tegarnya kamu Jess dalam melalui semua ini.Kamu bahkan berbesar hati melepaskan suamimu dari pelukanmu untuk mantan tunanganku.Kalau kamu saja bisa kenapa aku tidak,"Memegang bahu Jessy.


Tapi kamu tidak tau Ken betapa rapuhnya aku didalam sini,aku sanggup membaca surat ceraiku dengan riang hati.Tapi aku tidak tau apakah aku mampu kuat melihat Mas Heru di pernikahannya nanti.


"Hemmm begitu ya,aku terus berusaha kuat Ken.Aku tak ingin orang-orang yang kusayangi turut bersedih jika melihatku bersedih."


"Ya kamu benar Jess,oh ya sepertinya sebentar lagi mau hujan nih ayo kita turun,"Menggandeng tangan Jessy.


"Iya iyaa tapi tidak perlu menggandeng tanganku segala lah kayak mau nyebrang aja."


"Ya biar lebih cepat Jess."

__ADS_1


Mereka berdua melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu karena memang langit makin gelap karena mendung.Dan benar saja tak lama setelah Kenan dan Jessy meninggalkan tempat itu turun hujan yang sangat deras dengan disertai beberapa kilatan petir.


__ADS_2