Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
CEMBURU


__ADS_3

Jessy,Eka dan Bella telah sampai di sebuah Mall besar.Bella nampak antusias sekali,ia berlari mendahului Jessy dan Eka.


"Bella,hati-hati sayang jangan lari,"Eka pun turut berlari mengejar putrinya.


"Hey kalian tunggu aku,"Jessy dengan tergopoh mengejar ibu dan anak itu.


Bella pun akhirnya terhenti di sebuah stand ice cream yang cukup besar di Mall itu.Jessy segera memesan tiga cup ice cream untuk Eka dan anaknya juga untuk dirinya sendiri.


"Tante aku mau yang banyak coklatnya ya,"Bella dengan sedikit berjinjit melihat beberapa ice cream yang dipajang di etalase.


"Iya sayang ini tante pesen yang buaaanyaaak banget coklatnya."


"Asyiiik,makasih ya tante."


"Iya Princess cantik."


Setelah membayar,Jessy mengajak Eka dan juga Bella duduk di kursi yang tersedia di tempat itu.Namun sayangnya Bella merengek dan tak mau duduk.Ia mengajak pergi ke arena bermain.


"Ya udah lah Ka gak apa-apa kita makan ice creamnya sambil jalan,daripada dia nangis kan."Ujar Jessy.


Mereka menaiki eskalator untuk menuju ke tempat yang diinginkan Bella.Begitu sampai didepan tempat bermain,karena saking antusiasnya Bella sampai tak sengaja menumpahkan cup ice cream coklatnya ke baju putih Jessy.


"Bella,kamu gimana sih liat tuh baju tante Jessy sampai kotor,"Omel Eka.


"Maaf ma Bella gak sengaja,tante Jessy maafin Bella ya."


"Iya Princess Bella tante maafin,udah Ka jangan marahi anakmu lagi kasihan,"Sambil membersihkan bajunya dengan tangannya."Kamu disini aja ya temani Bella main,biar aku beli baju dulu."


"Ya udah Jess,jangan lama-lama ya."


"Iya iyaa."


Jessy pun menyusuri Mall itu dan pergi ke sebuah toko baju yang biasa didatanginya.Ia memilih sebuah sweater berwarna kuning yang tak begitu tebal agar dia tetap nyaman memakainya.Ia pun membawanya ke kasir dan membayarnya.Setelah itu Jessy pun bergegas ke ruang ganti pakaian.Ia memakai sweater yang baru saja dibelinya dan membuang baju putihnya yang kotor.Saat ia merapikan kembali sweaternya tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara ponselnya yang berdering.Ia segera mengangkat telfon yang ternyata dari Eka,sahabatnya itu mengatakan bahwa anaknya merengek mengajaknya pulang.Jessy pun memahami itu.



Kini Jessy tinggal sendiri,ia pun juga memutuskan untuk pulang.Jessy berjalan dengan memainkan ponselnya,ia nampak membalas beberapa pesan penting dari Lucas perihal bisnisnya.Hingga Jessy tak menyadari bahwa didepannya ada seseorang,Jessy menabraknya begitu saja.


"Eh maaf ya,maaf Tuan saya tidak sengaja."


Orang itu berbalik menghadap kearah Jessy,"Makanya kalau jalan itu pakai ma..."Orang itu menghentikan ucapannya begitu melihat siapa orang yang baru saja menabraknya."Jessy? Ini beneran kamu."


"Andre? Iya ini aku Jessy,kita sekelas dulu pas SMA."


"Wah kamu makin cantik aja ya,tega ya kamu waktu itu nikah gak undang aku padahal kita dulu satu geng loh."


"Mengundang kamu juga percuma gak bakalan datang,kamu kan kuliah di London."


"Hehehe iya ya bener juga sih,lagian kamu sih buru-buru nikahnya,kan udah ku bilang tunggu aku lulus dulu baru kita nikah,"Goda Andre.


"Dih apan sih Ndre,garing tau nggak."

__ADS_1


"Ya elaaah becanda doang kali Jess,"Mencubit hidung mancung Jessy.


Hey apa itu Jessy ya,tapi sepertinya bukan deh perasaan terakhir kali ketemu dia rambutnya tidak ssperti itu.Eh tapi itu benar-benar Jessy waah dia cantik sekali dengan penampilan barunya,tapi tunggu dulu,bicara dengan siapa dia?


Mereka berdua berbincang begitu seru hingga tak menyadari bahwa seseorang tengah mengawasi mereka berdua di pagar pembatas lantai yang ada diatas mereka.Orang itu nampak terbakar api cemburu kala melihat kedekatan mereka berdua.


Itu siapa ya,kelihatan akrab banget sama Jessy.Pake cubit hidung Jessy lagi,gak sopan banget jadi orang.


"Eh Jess kamu udah makan atau belum,kalau belum aku traktir makan yuk,"Ajak Andre.


"Tadi cuma makan ice cream doang sih,tapi kalau kamu mau traktir aku ya ayo,"Jawabnya.


Mereka pun menaiki eskalator bersama,karena memang letak Restoran yang dimaksud Andre berada di satu lantai tempat mereka berdiri tadi.Orang yang tadi mengawasi Jessy dan Andre itu adalah Kenan,saat Jessy dan Andre lewat didepannya ia secepatnya berbalik kearah lain agar tak dilihat oleh Jessy.


"Tuan urusan kita sudah selesai di tempat ini,mari kita segera kembali ke kantor,"Ajak Roy.


"Tapi urusanku belum selesai Roy,kau tunggulah di parkiran."


Hah,urusan apa yang dimaksud Tuan Muda.


"Baiklah kalau begitu Tuan."


Kenan berlari mengejar Jessy dan Andre.Kenan sepertinya kehilangan jejak dua orang itu,ia menyusuri satau demi satu restoran yang berada di tempat itu.


"Jessy ini adalah restoran favoritku,disini makanannya enak-enak loh,"Ungkapnya,"Tapi mudah-mudahan saja ratu restoran sepertimu terkesan dengan masakan di restoran ini,hehehe."Andre tertawa terkekeh,ia lupa bahwa wanita disampingnya itu adalah Ratunya Restoran.


Tempat ini lagi ya,kenapa kejadian waktu itu begitu terngiang ditelingaku.Ini adalah tempat diamana aku mengetahui pengkhianatan suamiku.


Hey,hey kenapa laki-laki itu membawa Jessy kemari,ini kan tempat Jessy melabrak suaminya bersama Siska waktu itu.Dan tangan,kenapa dia memegang tangan Jessy.Astagaaa laki-laki itu benar-benar kuarang ajar.


Kenan pun langsung bergegas menghampiri Jessy dan Andre itu,ia sesegera mungkin mengibaskan tangan Jessy agar terlepas dari genggaman Andre.


"Kenan? Apa yang kamu lakukan disini?"


Tanpa menjawab pertanyaan Jessy,Kenan membawa Jessy sedikit menjauh dari tempat itu.


"Jessy kamu tunggu dulu disini,kasih aku waktu dua menit."


Apa-apaan sih Kenan itu,tingkahnya kayak orang aneh aja.


Kenan segera berlari menghampiri Andre."Hey kau,jangan kau ganggu dia lagi karena wanita yang baru saja kau pegang tangannya adalah milikku,jadi jangan coba-coba lagi kau dekati Jessy atau kau akan berhubungan denganku!!!."


Kenan berlari kembali ke tempat ia meninggalkan Jessy,sementara Andre hanya bisa melongo dengan mulut menganga karena merasa bingung melihat apa yang baru saja Kenan lakukan.


Apa dia suami Jessy ya,dia terlihat seperti orang yang kebakaran jenggot gitu.Astagaa dia bucin sekali karena cemburu padaku,dia tidak tau kalau aku ini hanya sahabat Jessy.Hahaha ternyata masih ada ya orang aneh di muka bumi ini.


ANDRE



Andre hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa terkekeh mengingat tingkah Kenan.

__ADS_1


"Jessy,apa aku lama meninggalkanmu disini?"Tanyanya dengan nafas yang agak tersengal karena baru saja berlari.


Jessy melirik jam tangannya,"Kamu membuatku menunggu selama lima menit,walaupun kamu berlari tapi kamu tetap terlambat."


"Maafin aku ya,padahal perasaan aku larinya cepet loh,"Melirik kearah Jessy,"Tapi kalau boleh aku jujur,kamu kelihatan cantik dengan rambut barumu ini,aku suka."


Blushh


Pipi Jessy memerah mendengar pujian dari Kenan,"Baiklah karena kamu memujiku dengan benar aku akan memafkanmu."


"Oh ya,kamu mau kemana setelah ini?"


"Enggak ada,aku ingin pulang saja."


"Baiklah kita pulang bareng aja kalau gitu,Roy pasti sudah lama menungguku."


Kenan pun mengajak Jessy untuk menuju ke parkiran,ia tak sungkan menggandeng tangan Jessy layaknya seorang kekasih.


Itu sepertinya Nona Jessy ya,kenapa bisa bersama Tuan Muda? Ooh aku tau sekarang,jadi ini maksudnya yang Tuan Muda bilang tadi urusannya belum selesai.Rupanya ia mengajak Nona Jessy.


"Jessy ayo silahkan masuk,"Sembari membukakan pintu mobil untuk Jessy.


"Terimakasih."Jessy masuk kedalam mobil.


Kenan pun duduk disebelah Jessy,ia masih diliputi rasa penasaran tentang siapa laki-laki bersama Jessy tadi.


"Jess,tadi itu siapa?"


"Namanya Andre,dia teman SMA ku dulu."


"Teman? Mungkin hanya kamu yang menganggap begitu,tapi sepertinya dia tidak."


"Maksud mu apa Ken?"


"Dia sepertinya menganggap kamu lebih dari seorang teman, melainkan pasangan."


"Kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu,jangan sok tau deh Ken dia kan memang biasa akrab denganku,dia kan temanku dan dia baru saja pulang dari London jadi wajarlah kalau dia begitu."


"Ya lebih baik kamu menghindar lah dari laki-laki sepertinya,kan kamu gak tau isi hatinya seperti apa."


"Kenan,kamu ini kenapa sih sepertinya gak suka gitu kalau aku dekat dengan teman lamaku."


"Iya kamu benar,aku emang enggak suka melihat mu dengan laki-laki itu."


"Tapi alasannya apa?"


"E...eh itu aku..aku..,"Kenan bingung bagaimana menjawab pertanyaan Jessy."Aku tidak bisa jawab."


"Dasar aneh."


Kenapa Tuan Kenan seperti itu ya,sudah lama aku tak melihatnya seperti ini.Sepertinya dia cemburu pada Nona Jessy ya,oh ternyata benar apa kata Nara kalau Tuan Muda memang jatuh cinta dengan Nona Jessy.Hahahaha sepertinya aku akan kalah taruhan nih.

__ADS_1


__ADS_2