
Jessy memilih tidak menghubungi Heru walaupun saat ini tengah diselimuti rasa penasaran.Jessy memang sengaja begitu agar suaminya tidak menyadari kalau kebohongannya telah terbongkar.Ia berusaha sabar dan akan terus mencari info secara diam-diam untuk mengungkap kebenaran.
Apakah Mas heru selingkuh dari aku.
Aaaaa kenapa begini nasibku Tuhan.
4 hari berlalu dan amat terasa berat bagi Jessy.Ia tak bisa berfikir jernih,otaknya dipenuhi rasa penasaran tentang apa yang tengah dilakukan oleh suaminya diluar sana.
Jessy nampak pucat karena selama 4 hari ini dia tak nyenyak tidur.
Semalam suaminya sudah mengabari kalau pagi ini dia akan segera pulang.Jessy nampak sedang memasak makanan kesukaan Heru untuk menyambutnya,agar seolah-olah Jessy baik-baik saja.
Tak lama kemudian suara klakson mobil Heru terdengar.Jessy segera bergegas membukakan pintu untuk suaminya.
"Sayang"(meraih tubuh istrinya dan memeluknya).
"Mas aku kangen sama kamu"(menggelayuti lengan Heru).
"Aku juga Sayang,oh ya aku kan udah janji mau ajak kamu liburan ke Bali untuk merayakan 5 tahun pernikahan kita."
Apa kamu sedang berusaha merayuku.
"Setelah aku pikir lagi mending gak usah deh Mas,aku lagi males untuk pergi.Mungkin lain hari aja,lagian kamu pasti capek kan setelah bekerja diluar kota selama 4 hari,"(bermaksud menyindir).
"Iya aku emang capek sih kerja selama 4 hari ini,makasih ya Sayang udah mau ngertiin aku,"(Namun yang disindir tidak merasa bersalah).
Dih kenapa dia malah jawab santai gitu gak ada gugup-gugupnya.
Macam orang tak bersalah saja.
Heru lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Jessy yang masih diliputi rasa kesal akan kebohongan suaminya itu.
Sementara itu didalam kamar Heru tersenyum jahat karena ia merasa kalau istrinya itu bodoh karena tidak dapat mengetahui kebohongannya.Ternyata sudah 6 bulan terakhir ini Heru mengkhianati Jessy.Ia menjalin hubungan dengan wanita yang usianya 1 tahun lebih muda dari Jessy.Ia menjalin hubungan dengan wanita lain bukan karena Jessy tidak cantik,bisa dibilang Jessy sangatlah cantik dengan postur tubuh ideal.Hanya saja Heru yang merasa bosan dengan Jessy.Dan 4 hari lalu Heru memang bukan pergi kerja keluar kota melainkan berlibur ke Bali bersama wanita lain.OMG!!!Jahat banget sih si Heru😡
Syukurlah dia tidak curiga.
Berarti aku masih aman.
*****
Angin malam yang dingin masuk melewati celah-celah jendela kamar Heru dan Jessy.Namun tak membuat kedua insan yang sedang bercinta itu kedinginan malah sebaliknya mereka merasa gerah karena aktivitas mereka hingga peluh menetes dari tubuh mereka.Heru menikmati tiap tiap lekuk tubuh istrinya itu dengan berbagai gaya yang dikuasainya.Jessy tetap melayani suaminya seperti biasanya sebagaimana seharusnya tugas seorang istri walaupun saat ini rasa percaya pada suaminya tinggal lima puluh persen.Mereka berdua pun kian tenggelam dalam percintaan yang amat hebat hingga sama-sama merasakan puncak kenikmatan yang hakiki.🔥🔥
__ADS_1
Karena bercinta semalam membuat Heru dan Jessy bangun lebih siang dari biasanya.Mereka bergantian membersihkan diri.
Akan seperti apa nasib rumah tanggaku kedepannya.
Tuhan apakah suamiku adalah jodoh dunia akhiratku.
Jessy nampak melamun didepan lemari pakaiannya dengan masih bertelanjang dada.Heru pun yang melihat istrinya masih belum memakai pakaian lengkap langsung menghampirinya.Heru mengambil satu Bh berwarna biru dan menutupi pa****ra Jessy kemudian memasangkan pengait Bh bagian belakang."Sudah lama aku tidak melakukan ini"(berbisik ditelinga Jessy)
Jessy yang sedari tadi melamun sontak berbalik,yang tadinya posisinya membelakangi Heru,kini Jessy dan Heru saling berhadapan.
"Ih kamu bikin kaget aja Mas,"(mencubit lengan Heru).
"Iya maaf Sayang."
"Oh ya Mas maaf ya,nanti kamu sarapan di tempat kerja aja ya karena aku bangun kesiangan jadi ga sempat masak,"(sambil merapikan dasi Heru).
"Iya ga masalah kok,lagian kamu bangun siang juga kan gara-gara aku,"(mencubit lembut hidung Jessy).
Heru pun segera berpamitan pada Jessy untuk berangkat bekerja.Jessy pun mengantar suaminya itu sampai kedepan pintu.Setelah Mobil suaminya itu tidak terlihat lagi Jessy kembali ke kamarnya.Namun setelah beberapa langkah Jessy masuk ke kamarnya,matanya langsung tertuju pada sebuah ponsel yang berada diatas nakas yang merupakan milik suaminya.Mungkin karena berangkat terburu-buru Heru sampai lupa membawa ponselnya.Jessy pun secara sigap mengambil ponsel itu dan segera membukanya,beruntung ponsel Heru tidak memakai password jadi Jessy dapat membukanya dengan mudah.Dan betapa terkejutnya Jessy saat membaca pesan teratas,Matanya terbelalak membaca isi pesan tersebut.Ia juga membuka galeri foto di ponsel itu.Dan seketika Jessy langsung lemas dan terduduk dilantai bersandar pada ranjangnya.
Ternyata apa yang aku takutkan benar-benar terjadi.
Kenapa Mas Heru tega mengkhianatiku.
*****
Ditempat kerja,Heru tampak gelisah karna ponsel miliknya ketinggalan.Ia tidak fokus dalam bekerja karena takut ketahuan kalau dia sudah tidak setia lagi pada Jessy.
Bagaimana ini,dia buka ponselku gak ya.
Bagaimana kalau aku ketahuan,Aaaaargh sial.
Rini mengantar beberapa berkas penting yang harus ditandatangani oleh Heru.Ia merasa heran kenapa atasannya itu nampak gelisah.Karena kepo Rini pun akhirnya bertanya pada Heru.
"Maaf jika saya lancang Pak,apakah Bapak sedang ada masalah?"(sambil menyerahkan berkas-berkas yang ia bawa).
"E...eh ti..tidak saya baik-baik saja,oh ya apa hari ini saya ada jadwal meeting? Karena Hp saya ketinggalan jadi mungkin saya lupa jadwal hari ini,"Sambil menandatangani berkas.
Oh jadi Hp dia ketinggalan,pantas saja dia nampak gak tenang gitu.
Mungkin karena takut ketahuan istrinya kali ya kalau dia itu selingkuh.Eh eh kok jadi nyinyir gini sih aku.
__ADS_1
Rini
"Tidak Pak hari ini Anda tidak ada jadwal meeting."
"Oh ya sudah terima kasih,"Menyodorkan kembali berkas yang sudah ditandatanganinya.
"Iya Pak,kalau begitu saya permisi ya Pak,"Berjalan meninggalkan ruangan Heru.
Setelah Rini keluar dari ruangannya,Heru kembali tenggelam dalam pikirannya.Dia masih memikirkan hal yang sama.Dia juga bingung mencari alasan jika nanti sesampainya di rumah Jessy mempertanyakan perihal Siska padanya.Ia masih belum ingin menyudahi rumah tangganya tetapi dia juga tak ingin melepaskan Siska.
Sementara itu kini Rini sedang berada di lantai dua tempat Eka.Ia langsung menyampaikan pada Eka apa yang baru saja terjadi pada atasannya.
"Ka kamu tau gak barusan Pak He.." Belum menyelesaikan kata-katanya tangan Rini langsung ditarik oleh Eka menuju tempat yang lebih aman,yang kira-kira tidak ada orang yang akan mendengar percakapan mereka.
"Kita bicara disini saja ya biar lebih aman,ayo lanjutin cerita kamu."
"Jadi tadi itu aku keruangan Pak Heru,terus dia kayak gelisah dan gak tenang gitu,karena aku kepo jadi aku tanya deh kenapa,"Sengaja menggantungkan kalimatnya agar Eka makin penasaran.
"Kenapa berhenti,ayo lanjutin kenapa?"Eka penasaran.
"Ternyata Hanphone dia ketinggalan,menurut kamu aneh gak sih."
"Ya enggak sih,bisa aja kan dia gelisah karena mungkin ada sesuatu yang penting yang berhubungan dengan pekerjaan,"Eka berusaha berpikir positif.
"Ya emang sih dia tadi sempet nanya ke aku ada jadwal meeting atau enggak."
Ditengah-tengah perbincangan keduanya,tiba-tiba Eka dikagetkan karena ponselnya bergetar.Eka langsung membuka pesan singkat yang ternyata pengirimnya adalah Jessy.Betapa terkejutnya Eka mebaca pesan dan beberapa foto dari Jessy.Matanya melotot dan membulat sempurna.
"ASTAGA!!! Jessy."
Melihat ekspresi teman sekantornya itu sontak Rini merebut Hp Eka dan segera melihat apa yang Eka lihat.Rini tak kalah terkejutnya dari Eka.
"Jadi bener Pak Heru SELINGKUH!!!"
"Eh tapi Rin ini si cewek ini kayaknya wajahnya gak asing deh."
"Iya ya aku juga kayak pernah lihat tapi dimana yaa,apa sekantor sama kita?."
"Mungkin aja."
__ADS_1
Kedua orang itu juga kini diliputi rasa penasaran tentang siapa wanita yang berpose mesra bersama Heru.Mereka berdua mencoba mengingat siapa wanita itu tapi tetap saja mereka tidak bisa mengingat dengan jelas.