
"Nona kita sudah sampai."Lucas memarkirkan mobilnya.
"Kau tidak usah menungguku ya,sepertinya aku akan lama disini kalau kau menungguku mungkin akan membosankan."Jessy melepas seat beltnya.
"Tidak masalah Nona jika saya harus menunggu anda selesai."
"Tidak Lucas,kau kembalilah ke kantor saja."
"Baiklah Nona."Setelah Jessy turun dari mobil,Lucas langsung melesat meninggalkan tempat itu.
Jessy disambut hangat oleh pemilik salon kecantikan itu."My lovely Jessy,oh my god udah lama banget kita enggak ketemu."Wanita berusia sekitar 40 tahun itu memeluk hangat Jessy layaknya anak kesayangannya.
"Iya tante,aku terlalu sibuk sampai tak bisa menyempatkan diri datang kemari."
"Iya aku tau kamu memang Nona yang super sibuk,"Memegang kedua bahu Jessy sembari berjalan masuk ke dalam salon miliknya."Oh ya Jess,tante turut prihatin ya atas apa yang terjadi dengan rumah tanggamu,tante enggak nyangka ya kalau Heru bisa begitu."
"Iya tante makasih,jangankan tante,aku juga awalnya masih tidak percaya,"Menghembuskan nafasnya dengan kasar,"Tapi setelah adanya semua bukti-bukti ya aku harus percaya bahwa orang itu bisa berubah kapanpun itu."
"Kamu yang sabar ya,aku yakin kok pasti di luar sana ada pria yang lebih baik darinya,"Membelai rambut indah Jessy.
"Iya sih tante,tapi aku tidak tau apakah setelah ini aku bisa membuka hatiku kembali atau tidak karena aku cukup trauma dengan pengkhianatan semacam ini."
"Jangan gitu lah Jess,kamu kan keponakan tante yang paling cantik,usia kamu masih muda dan kamu juga kan masih belum punya keturunan,"Ujarnya."Dengar ya Jess apapun yang terjadi The Show Must Go On,kamu harus tetap melangkahkan kakimu di jalan yang benar jangan jadikan kekecewaan yang menimpamu sebagai alasan untuk menyerah dengan hidup ini,tapi jadikanlah itu sebagai pembelajaran yang berarti agar kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi."
"Iya tante,thank you so much udah nasehatin aku."Memeluk kembali tantenya itu.
"Iya Jess sama-sama,tante Linda enggak mau melihat kamu terpuruk."
"Oh ya Tante,aku kesini mau warnain rambut aku nih biar lebih segeran gitu."Memegang beberapa ujung rambutnya.
"Hemmm,kalau menurut tante nih ya rambut kamu ini akan lebih cantik lagi kalau dipendekin."
"Masak sih tante,apa cocok ya di aku?"
"Cocok lah,kamu meragukan tante."
"Ya enggak sih,kalau menurut tante bagus ya udah deh aku mau."
"Dinda kemarilah,"Memanggil salah satu karyawatinya."Ini tolong kamu pangkas rambut Jessy segini ya,trus warnain sama warna shimmering brown ya,"Ujarnya sembari menunjuk model rambut di sebuah katalog.
"Baik Bu."
Jessy pun segera dilayani oleh karyawati yang ditunjuk oleh Linda.Ia diperlakukan bak tuan putri oleh tantenya,ia diberi pelayanan VIP oleh tantenya.Setelah menunggu beberapa saat akhirnya rambut Jessy selesai dipangkas dan juga diwarna.Jessy nampak tersenyum puas melihat bayangan dirinya didepan cermin dengan gaya rambut barunya.
__ADS_1
"Wow My lovely Jessy,tante bilang juga apa kamu pasti cocok dengan model rambut ini,"Memegang rambut Jessy."Lihatlah wajahmu kelihatan lebih fresh dan seperti lima tahun lebih muda."
"Ah tante lebay deh,mana ada lebih muda tante hahaha."
"Dih kamu ya kalau dibilangin gak percaya,nih ya kalau menurut tante pasti nanti cowok-cowok pada ngejar-ngejar kamu."
"HAHAHAA Aduh kok Jessy malah takut ya tante."
"Kamu ini,"Mencubit lengan Jessy.
Keduanya lanjut berbincang di lantai dua salon kecantikan itu,namun belum puas berbincang tiba-tiba datang seorang wanita menghampiri Jessy.
"Jessy kamu ada disini juga ya,"Ucap wanita itu dengan antusiasnya.
"Eka,iya nih aku baru saja buang sial."
"Buang sial? Hahaha kamu ini ada ada aja deh,eh tapi aku suka liat rambut baru kamu karena kamu kelihatan dua kali lebih cantik,"Puji Eka.
"Makasih Eka,kamu juga gak kalah cantik kok."
"Oh ya setelah ini kamu mau kemana,kita jalan-jalan bareng yuk kan udah lama kita gak jalan bareng."
"Udah Jess sana pergi sama Eka,biar kamu gak stress."
"Iya tante Linda,kalau begitu aku pamit ya,"Sembari cipika cipiki dengan tantenya.
"Iya Jessy,Eka,Take care ya."
Jessy dan Eka pun hengkang dari salon kecantikan itu,mereka berjalan menyusuri trotoar sambil diselingi canda dari keduanya.Eka mengajak Jessy masuk ke sebuah cafe yang juga tersedia tempat karaoke.Jessy nampak antusias,bersama dengan Eka ia menyanyikan sebuah lagu dengan suara yang alakadarnya.
š¤Teruskan langkah melupakanmu,lelah hati perhatikan sikapmu
š¤Jalan pikiran mu buat ku ragu,tak mungkin ini tetap bertahan
š¤Perlahan mimpi terasa menggangu,kucoba untuk terus menjauh
š¤Perlahan hati ku terbelenggu,ku coba untuk lanjutkan hidupku
š¤Engkau bukan lah segalaku,bukan tempat tuk menghentikan langkahku
š¤Usai sudah semua berlalu,biarkan hujan menghapus jejakmu
"Hahahahahaha,"Jessy tertawa kala Eka yang menyanyi.
__ADS_1
"Kenapa ketawa Jess,suara ku bagus kan?"
"Iya bagus memang,tapi lebuh bagus lagi kalau kamu diam,Hahahaha."
"Terus gimana caranya orang bisa dengerin suara ku yang bagus kalau aku diam,bilang aja kalau suara ku jelek."
"Nah itu kamu tau,udah ya jangan cemberut,"Jessy mencubit kedua pipi Eka.
"Eh Jess ini kan udah siang,udah waktunya aku jemput anak aku di sekolahnya."
"Ya udah ayo kita pergi dari sini,"Jessy menggandeng tangan sahabatnya itu menuju keluar.
Keduanya menaiki sebuah taksi menuju ke tempat sekolah anak dari Eka.Matahari sedang terik kala itu,kendaraan nampak padat merayap di jam sibuk itu.Untung saja kemacetan tidak terlalu parah,akhirnya taksi yang dinaiki oleh kedua sahabat itu telah berhenti di sebuah gedung berlantai empat dengan desain modern dan benar-benar begitu berkelas hanya untuk sebuah sekolah TK.Sepertinya Eka dan Jessy datang diwaktu yang tepat karena baru saja mereka turun dari taksi,beberapa detik kemudian nampak banyak anak yang berhamburan keluar dari tempat itu.Eka melangkah mendekati gerbang agar ia bisa lebih mudah mencari anak perempuannya.
"Mamaaaaaa!"
Terdengar teriakan seorang anak yang berlari mendekat kearah Eka dan Jessy.
"Bella sayang,"Eka merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan hangat dari putrinya itu.
"Hello Princess Bella,belajar apa aja tadi dikelas,"Mencubit pipi tembam anak sahabatnya itu karena merasa gemas.
"Aku tadi belajar menyanyi tante Jessy."
"Oh ya kamu nyanyi lagu apa sayang? Boleh tante denger suara kamu."
"Pelangi-pelangi alangkah indahmu,merah kuning hijau dilangit yang biru,"Melambaikan tangannya dan sedikit menggoyangkan tubuh mungilnya."Pelukis mu Agung,siapa gerangan,pelangi-pelangi ciptaan Tuhan."
Jessy dan Eka kompak memberikan tepuk tangan untuk Bella.
"Whoaaah,luar biasa suara Bella bagus banget ya,untung gak nurun kayak suara Mama ya,Hahahaa,"Jessy tertawa bila mengingat suara sumbang Eka.
"Ya ampun gak usah dibanding-bandingin gitu juga kali,anak aku kan emang calon diva masa depan sementara aku hanya penyanyi amatiran hehehe,"Eka tertawa terkekeh.
"Hahaha iya kamu benar,Ya udah kalau begitu yuk kita pulang aja,panas disini,"Ajak Jessy.
"Ngapain buru-buru sih Jess,emang kamu gak kangen ya sama Bella?"
"Ya kangen sih,Eh gimana kalau kita pergi ke Mall,"Ajak Jessy lagi.
"Yuk tante aku ikut ya,nanti kita beli ice cream,"Bella begitu antusias.
"Iya sayang,ayo."
__ADS_1
Mereka bertiga segera menaiki sebuah taksi,panas terik matahari tak lagi dirasakan kulit Jessy begitu masuk dan terkena udara segar dari AC di taksi tersebut.Mereka bertiga bercanda bersama,Jessy nampak begitu menyayangi Bella layaknya anaknya sendiri.Hatinya damai saat ini ketika melihat tawa polos dari Bella.Terlihat Jessy beberapa kali mencium dan mencubit pipi tembam Bella yang begitu menggemaskan.Bella nampak bergembira hati kala Jessy bersamanya dan begitu pula sebaliknya.Eka yang melihatnya tersenyum lega melihat keadaan sahabatnya itu sekarang sudah jauh lebih baik.
Memang tawa dari anak kecil yang polos dan tak berdosa ini selalu membawa kebahagiaan bagi siapapun yang melihatnya.Aku bersyukur memiliki Bella,dan aku bersyukur memiliki sahabat seperti Jessy.Terima kasih Tuhan engkau masih memberi kami sebuah kebahagiaan.