Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
DEMAM


__ADS_3

Ting...tung...


"Eh Nara masuklah,"Setelah membukakan pintu untuk Nara,Jessy segera merebahkan dirinya kembali diatas tempat tidur.


"Nona apa anda baik-baik saja?,"Menyentuh dahi Jessy"Oh astagaa Nona Jessy anda panas sekali."Air muka Nara berubah seketika menjadi panik.


"Hatciih."


Nara berlari ke dapur untuk mengambil air untuk mengompres Jessy setelah sebelumnya ia mengirim pesan pada Kenan.Dan secepat kilat pun Kenan muncul.


"Nara bagaimana keadaannya?."


"Nona Jessy suhu badannya tinggi Tuan,ini saya baru saja mengompresnya,"Mengangkat saputangan dari dahi Jessy kemudian menyelupkan kedalam semangkuk air dan meletakkannya lagi di dahi Jessy setelah diperas"Tadi Nona Jessy meminta saya kemari untuk membawakan obat pereda nyeri ini Tuan,sepertinya Nona Jessy terkena demam karena tadi kehujanan."


"Oh Jessy maafkan aku yang telah membuatmu seperti ini."Menyentuh dahi Jessy"Apa tidak sebaiknya kita bawa dia ke Rumah Sakit ya?."


"Untuk sekarang jangan dulu Tuan,anda bantu Nona Jessy untuk meminum obat ini saja agar suhunya turun.Dan kalau sampai 30 menit suhunya masih belum turun maka kita bawa saja langsung ke Rumah Sakit,"Memberikan obat itu pada Kenan.


"Baiklah sekarang kamu kembali saja,biar Jessy aku yang jaga disini."


"Baik Tuan,Permisi."


"Jessy kamu minum obat ini dulu ya,"Kenan membukakan pembungkus obat itu kemudian memberikannya pada Jessy dan ia juga memberikan segelas air putih.Setelah selesai,Kenan menyelimuti Jessy yang nampak memejamkan mata itu.Saat ia hendak berdiri untuk meletakkan kembali gelas bekas Jessy,tangannya dicekal oleh Jessy.


"Mas kamu mau kemana,jangan tinggalin aku,"Suara Jessy terdengar serak"Aku mohon temani aku Mas,aku lagi sakit."


Apa Jessy sedang mengigau ya,karena panasnya tinggi bisa saja sih dia ngigau.Apalagi dia kan tak pernah memanggilku dengan sebutan "Mas".


Kenan melepaskan perlahan tangan Jessy,lalu ia segera meletakkan gelas yang ada ditangannya keatas nakas.Ia kemudian menidurkan tubuhnya di sofa yang letaknya tak jauh dari ranjang Jessy.Ia berusaha memejamkan matanya sambil sesekali ia melirik kearah Jessy sebelum akhirnya ia pun terlelap.


Sementara itu dikamar Nara nampak mondar-mandir memikirkan Jessy."Hey sayang,apa yang membuatmu mondar-mandir seperti itu huh? Kau membuatku tak fokus mengerjakan ini,"Roy sambil mengetikkan jarinya diatas keyboard laptopnya.


"Sayangku Roy,menurutmu apa ya yang sedang dilakukan Tuan Kenan dan Nona Jessy dikamarnya?,"Nara menggigit jarinya karena merasa cemas.

__ADS_1


"Astagaaa singkirkan pikiran kotormu itu dari otakmu,"Roy melemparkan sebuah buku kearah istrinya itu,namun tak mengenai Nara karena ia menghindar"Tuan Muda itu bukanlah pria hidung belang begitu pula Nona Jessy,ia bukanlah wanita murahan seperti yang kau pikirkan apalagi Nona Jessy sedang sakit."


"Tapi tetap saja kan Roy,mereka itu dua orang dewasa yang berada dalam satu kamar kalau tidak melakukan hal itu lalu apalagi huh,"Nara tetap bersikeras.


"Kau itu memang batu ya,"Berjalan mendekati Nara"Begini saja,bagaimana kalau kita saja yang lakukan itu,"Roy berbisik di telinga Nara.


"Lakukan apa?"


"Tentu saja melakukan apa yang kau pikirkan,aku akan membantu mewujudkan imajinasimu."Roy mengangkat tubuh istrinya itu keatas ranjang.


"Hey,hey lepaskan aku jangan lakukan itu sekarang aku sedang tidak mood."Nara mencoba melepaskan tangan suaminya itu dari tubuhnya.


"Ayolaah satu ronde saja,lagipula dari tadi kamu duluan kan yang mancing-mancing aku,lihatlah si joni sudah berdiri tegak sedari tadi dan kamu harus bertanggung jawab,"Roy menindih tubuh Nara.


"Hahaha itu bukan salahku,itu salahmu sendiri yang berselancar terlalu jauh sampai si joni berdiri,"Nara masih mencoba mendorong tubuh suaminya dari atas tubuhnya"Hey jangan pegang itu,jangan seperti itu Aaaa lepaskan,lepaskan,"Nara masih berusaha memberontak dan berteriak.🤣


Roy pun mengambil tindakan dengan mencium bibir Nara,ia mulai menyentuh daerah sensitif Nara yang kemudian membuatnya tak berkutik dan tidak berontak lagi.Nara terlihat menikmati aktivitas Roy dibawah sana,ia bahkan juga sesekali terdengar mendesah yang makin membuat Roy semakin bersemangat.Roy dan Nara semakin hanyut dalam kenikmatan yang diciptakan oleh keduanya.


🔥🔥🔥


Kenan yang mendengar suara nyaring Jessy itu sontak membuka matanya."Astagaaa!!! Aku ketiduran,ini jam berapa ya,"Kenan melihat jam tangannya"Udah jam dua dinihari,Suhu tubuh Jessy udah turun apa belum ya,"Kenan bangun dari sofa dan melangkah mendekati Jessy kemudian menyentuh dahinya.


Oh syukurlah sudah turun,tapi kenapa dia masih ngigau ya.Ini semua gara-gara aku dia jadi seperti ini.Jessy tolong maafkan aku telah membuatmu seperti ini.


Kenan membelai rambut Jessy,ia menyibakkan rambut Jessy yang menutupi wajahnya.Kenan memperhatikan wajah Jessy yang terlelap itu,ia makin merasa sayang pada Jessy.Ia tak ingin melihat Jessy bersedih lagi karena hatinya begitu terluka bila harus melihat Jessy menangis,apalagi bila Jessy sakit begini Kenan mengutuk dirinya sendiri atas kebodohannya tadi di acara pernikahan Heru dan Siska.


Apa aku akan terkena masalah karena hal yang tadi? Ah masa bodoh aku tak perduli dan aku tidak takut bila harus berurusan dengan Presdir Kim.Yang penting rasa sakit hatiku dan juga Jessy terbayarkan!!!


Karena dirasanya Jessy sudah membaik Kenan pun kembali ke sofa,ia menyandarkan kepalanya.Kenan belum tidur lagi,ia memainkan ponselnya sambil sesekali memandang kearah Jessy untuk memastikan keadaannya.


*****


Waktu menunjukkan pukul 06.00 WIB,udara dingin khas pagi hari berhembus.Seseorang menggeliat dibalik selimut tebal,Ia terbangun dengan keadaan yang telah lebih baik dari semalam.Jessy masih mengumpulkan nyawanya kembali,ia memandang ke segala arah sembari mengucek mata eloknya itu.Pandangannya tertuju pada seorang pria yang tertidur dengan posisi duduk bersandar di sofa.

__ADS_1


"Ya Tuhan,Kenan kok tidur disini ya."Jessy menghampiri Kenan dengan membawa selimut yang tadi dipakainya.


Ia lalu segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Ia berendam didalam sebuah bathub yang penuh dengan foam dan beraroma wangi yang menenangkan.


Dia pasti menjagaku semalaman,aduh aku mengigau atau tidak yaaa bagaimana kalau aku bicara yang aneh-aneh semalam.


Jessy mencemaskan kebiasaannya itu kala ia demam,ia pun menenggelamkan wajahnya kedalam bak mandi besar itu.


Setelah beberapa menit ia berada dikamar mandi,ia pun bergegas ke ruang ganti.Jessy memakai baju dengan model yang casual,ia terlihat cantik dengan memakai kaos putih ketat dan High Waist Jeans.Ia mengeringkan rambutnya didepan meja rias miliknya.Setelah dirasa cukup,Jessy melangkahkan kakinya untuk menghampiri Kenan kembali yang sepertinya telah bangun dari tidurnya.


"Kenan terimakasih ya sudah menjagaku semalaman,dan maaf sudah merepotkanmu."


"Iya Jess,sama sekali tidak merepotkan kok.Aku melakukannya karena ini memang salahku telah membiarkanmu kehujanan kemarin,baiklah kalau begitu aku permisi dulu ya."


"Iya Kenan,sekali lagi terimakasih ya."


Setelah Kenan pergi,Jessy mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


📞Jessy:"Halo Lucas,apa ada jadwal meeting hari ini?"


📞Lucas:"Tidak Nona,apakah ada yang bisa saya bantu?"


📞Jessy:"Tolong antar aku ke salon ya,aku meminta bantuanmu karena aku sedang malas menyetir sendiri."


📞Lucas:"Baiklah Nona,setelah ini saya akan segera kesana."


📞Jessy:"Baiklah."


Jessy memutuskan sambungan teleponnya dengan Lucas,ia berencana pergi ke salon untuk memanjakan dirinya yang sudah lama tak tersentuh oleh peralatan salon yang menjadi candu bagi kebanyakan wanita itu.


Ia menunggu kedatangan Lucas di loby,ia duduk di sofa besar berbahan beludru itu.Jessy melihat jam tangan yang dipakainya dan terlihat gelisah karena sudah sekitar tiga puluh menit menunggu Lucas,namun tak kunjung datang.Saat ia hendak berdiri untuk kembali kekamarnya,seseorang terlihat tergopoh dan memanggilnya.


"Nona Jessy,maaf kalau saya membuat anda lama menunggu karena tadi ada kecelakaan di jalan yang membuat kemacetan,"Lucas dengan nafas tersengal.

__ADS_1


"Kau tau kalau kau baru saja hampir merusak moodku,tapi karena alasanmu bisa dimaafkan baiklah ayo kita berangkat,"Jessy berjalan mendahului Lucas"Tapi tunggu dulu,tunggu disini ya,"Jessy berlari untuk membeli sebuah minuman di kedai yang letaknya bersebelahan dengan apartemen,dan ia memberikannya pada Lucas"Minumlah,agar kau lebih baik."


Lucas mengambil minuman yang diberikan Jessy,sungguh Lucas merasa beruntung memiliki atasan yang baik seperti Jessy.Untuk orang yang belum mengenalnya,mungkin mereka akan berspekulasi kalau Jessy itu adalah wanita kaya yang sombong dan ketus.Tapi untuk orang yang sudah lama mengenalnya maka mereka akan berpendapat sebaliknya,mereka akan menilai kalau Jessy ini adalah sosok wanita yang berkepribadian menarik dengan semua kebaikan yang ada dalam dirinya.


__ADS_2