Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
AWAL KEHANCURAN HERU


__ADS_3

Dikamar indekos yang tak begitu besar,Vania terlihat baru selesai mandi.Ia mengeringkan rambutnya dengan hair drayer,setelah dirasa selesai ia pun berjalan kearah ranjang dan membaringkan tubuhnya disana.Vania meraih ponselnya,ia membuka sosial medianya.


"Ada apa sih rame banget deh,orang-orang heboh bahas artikel emang artikel tentang apa sih?"Vania terlihat kepo dan membaca artikel tersebut yang mebuatnya terkejut."ASTAGAA ini kan aku sama Tuan Heru tadi,"Mata Vania Terbelalak."Jadi Tuan Heru ini Direktur di perusahaan K-TECH,oh my god pantas saja Lucas bilang aku akan menghadapi orang-orang besar jadi ini maksudnya menyuruhku mempersiapkan diri?"


Vania berguling-guling di tempat tidurnya,ia merasa takut apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya.


"Oh bagaimana ini,aku harus APAAA? Kalau begitu Lucas juga bukan orang biasa kan?"


Vania terlihat gelisah memikirkan nasibnya,tiba-tiba ponselnya berbunyi dan seseorang mengiriminya pesan.


APA!!! Dia ada didepan? Menungguku?


Vania secepatnya berlari keluar dan segera menghampiri Lucas.Begitu sampai diluar ia menoleh ke kanan dan kekiri untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain lagi disana.Dan tanpa bicara apapun Vania langsung menarik lengan Lucas dan membawanya masuk ke kamar indekosnya.


"Hey lepaskan,kenapa kau menarikku seperti ini huh?"Tanya Lucas.


"Sssssst bicaralah lebih pelan agar orang-orang tak mendengarmu,"Kata Vania dengan sedikit berbisik pada Lucas."Apa kau sudah gila ya,kenapa kau menyebarkan artikel seperti itu memangnya apa tujuanmu?"


"Apa kau lupa lagi kalau kau sudah sepakat untuk tidak bertanya tuju...."


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya,Lucas langsung dipotong oleh Vania."Iya iyaa aku tau,tapi kan kau tau ini akan mempengaruhi kehidupanku kedepannya apa kau tau hidupku sekarang terancam dan berada dalam bahaya!"Keluh Vania yang memanyunkan bibirnya.


"Oooh jadi kau menyesal telah bekerja untukku?"Goda Lucas."Tapi penyesalanmu itu tak berarti sekarang,semuanya sudah dimulai dan kau tinggal ikuti saja alur permainan ini sesuai dengan perintahku,"Kata Lucas dengan tegasnya."Dan untuk keselamatanmu,kau tak perlu khawatirkan itu karena aku akan melindungimu sepenuhnya."


Hei kalimat terakhirnya membuat dia terdengar seperti seorang pangeran,Oh manis sekali....Eits Vania jangan terprovokasi dan ingatlah kalau pria didepanmu ini adalah orang yang membuat harga dirimu hancur.Memangnya dia pikir bisa membeli harga dirimu dengan Satu Juta Dollar? Apa aku terlalu serakah hanya untuk mendapatkan Satu Juta Dollar aku harus menghancurkan hidup seseorang? Ohh Tuhan ampunilah dosakuuu.


"KLTAKK"Lucas menyentil jidat Vania karena sedari tadi tak merespon perkataannya."Kau ini dengar atau tidak?"


"Awww sakit tau!"Pekik Vania sembari mengusap jidatnya.


"Siapa suruh diam saja!"Kata Lucas."Selama beberapa hari kedepan kau jangan pergi bekerja dulu karena para wartawan juga pasti akan mencarimu!"


"Hey kalau aku tidak bekerja lalu bagaimana huh? Aku pasti akan dipecat oleh bosku,"Protes Vania.

__ADS_1


"Kau tenang saja,aku sudah menyiapkan pekerjaan baru untukmu yang pastinya lebih layak,dan bukankah bekerja denganku lebih menguntungkan ya daripada bekerja sebagai Sales?"Sindir Lucas.


Kenapa jadi dia yang mengatur hidupku?


"Terserah padamu,setidaknya aku mendapatkan banyak uang setelah menghancurkan harga diriku sendiri,Astagaaa aku sudah benar-benar gila."


"Oh jadi kau masih peduli dengan harga dirimu,memangnya dari kemarin kemana saja kau hahaha,"Lucas tergelak menyikapi tingkah Vania.


"Lihatlah dirimu,kau bahkan tertawa diatas penderitaanku,"Kata Vania."Sudahlah aku muak denganmu,pulanglah sana!"Vania mendorong tubuh Lucas kedepan pintu.Ia berusaha mendorong kuat kuat tubuh kekar Lucas agar bisa secepatnya keluar.


"Lepaskan,aku bisa sendiri!"Lucas melepaskan tangan Vania dari tubuhnya.Ia melangkahkan kakinya menjauh dari Vania,namun baru beberapa langkah ia berbalik lagi menghadap kearah Vania."Oh ya satu lagi,jangan sembarangan membukakan pintu kamar kosmu kepada pria kecuali aku!"Pintanya.Ia kemudian melangkah pergi dan tak menoleh lagi kearah Vania.


Hey dia bicara apa barusan?


*****


Di Ruang utama rumah keluarga besar Presdir Kim terlihat Siska sedang mencemaskan Heru.Ia mondar-mandir menunggu kedatangan suaminya,ia terperanjak kala mendengar suara klakson mobil yang begitu familiar ditelinganya.Ia pun segera berlari menuju sumber suara itu,ia menunggu Heru keluar dari mobil itu.


"Memangnya ada hal mendesak apa sampai Kakek mencariku? Apa yang sebenarnya terjadi?"Tanya Heru sambil tetap berjalan beriringan bersama Siska.


"Sayang,seharusnya aku yang bertanya apa yang terjadi padamu?"Tanya Siska yang kemudian merogoh saku bajunya dan mengeluarkan ponselnya."Apa yang kamu lakukan diluar sana? Apakah artikel ini menuliskan berita yang benar?"Menunjukkan ponselnya pada Heru.


"Ya Tuhan,siapa yang menyebarkan ini?"Mata Heru terbelalak membaca tiap-tiap kata yang ada dalam artikel itu.Wajahnya nampak marah,tangannya menggenggam erat ponsel itu seolah ia akan meremasnya hingga hancur.


"Jadi benar kau melakukannya?"Tanya Siska yang mulai menitihkan air matanya."Sayang jawablah!"Siska mengoyak-oyak tubuh Heru namun Heru tak menjawabnya.


Heru malah pergi meninggalkannya,Heru berjalan cepat menuju Ruangan Presdir Kim.Sesampainya diaana ia tak lupa mengetuk pintu terlebih dulu.


"Masuklah aku sudah menunggumu!"


Heru pun masuk kedalam Ruangan itu,ia menunggu Presdir Kim bicara.


"Kau pasti sudah tahu kan kenapa aku memanggilmu?"Tanya Presdir Kim sambil meminum tehnya.

__ADS_1


"Semua yang ada dalam artikel itu tidak benar Kek,itu hanya fitnah semata,"Bela Heru.


"Aku tidak mau tahu,entah itu benar atau tidak yang penting kau harus membereskan masalah ini secepatnya atau aku akan menendangmu dari rumah ini,"Ancam Presdir Kim."APA KAU MENGERTI?"


"Ya Kek,aku akan melakukan konferensi pers secepatnya untuk membersihkan namaku dan juga seluruh keluarga besar ini,"Ujar Heru.


"Baguslah jika kau mengerti,kalau kau tak segera membereskan secepatnya bisa jadi ini adalah awal kehancuranmu."


"Aku tau apa yang harus aku lakukan Kek,"Dalihnya."Kalau begitu aku permisi dulu Kek,Selamat malam dan selamat beristirahat."


Heru lantas meninggalkan ruangan itu,ia berjalan menuju kekamarnya dengan wajah sangat kacau.Ia membuka pintu kamar lalu membantingnya dengan keras.


"Aaaaaargh SIAL!!!"Teriaknya.


Heru merasa heran dan juga penasaran akan siapa yang berani membuat gosip semacam ini.Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang kepercayaannya untuk menyiapkan konferensi pers besok.Ia tak ingin masalah ini berlarut dan semakin membahayakan posisinya di keluarga besar Kim ini.


Siapa sebenarnya wanita itu,kenapa dia membuat keributan ini? Siapa yang diuntungkan dalam masalah ini? Siapa dalangnya,karena tidak mungkin kan wanita itu melakukan semua ini tanpa ada yang memerintahnya?


Heru membaringkan tubuhnya diatas kasur yang begitu empuk itu,ia mencoba memejamkan matanya namun tak kunjung berhasil.Ia nampak gelisah karena masalah ini.


Sementara itu Siska masih berada di ruang tengah,ia duduk dilantai depan perapian.Ia menangis tersedu-sedu disana sambil mengelus perut buncitnya.Ia menatap nanar perutnya itu,ia memikirkan bagaimana nasib anaknya nanti jika suatu hari rumah tangganya bermasalah.


Aku harus bagaimana?


Artikel itu semakin meyebar luas ke seantero Negeri,semua orang membicarakannya hingga membuat masalah ini terdengar sampai ke telinga Pimpinan Tertinggi sekaligus pemegang saham terbesar di K-TECH Group.Ia adalah Lena Kim yang merupakan kakak kandung dari Presdir Kim,wanita yang berkharisma itu sangat marah mendengar berita yang menyangkut nama perusahaannya.


"Michael apa kau bisa menjelaskan padaku apa maksud dari semua kekacauan ini?"Katanya sambil melemparkan ponsel yang berharga fantastis itu kearah Asisten pribadinya.


"Maafkan atas kelalaian saya Nyonya,artikel ini baru diunggah tengah hari tadi dan langsung menyebar luas,"Jawabnya dengan bibir bergetar karena ketakutan."Mungkin seseorang yang menyebarkan berita ini adalah musuh dari Presdir Kim sendiri atau mungkin Tuan Heru."


"Kau harus segera membereskan ini sebelum masalahnya semakin runyam,dan suruh Heru menghadapku besok!"


"Baik Nyonya."

__ADS_1


__ADS_2