Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
SIAPA LUCAS SEBENARNYA?


__ADS_3

Suara dering ponsel Lucas yang begitu nyaring membuat Vania terbangun dari tidurnya.Ia mengerjapkan matanya,ia mencoba bergerak namun terasa sulit karena Lucas mendekapnya dengan erat.Setelah berusaha keras,akhirnya Lucas terbangun dan melepaskan Vania.


"Lucas,maafkan aku ya,"Ucap Vania,ia kembali ke posisi duduknya seperti sebelum dipeluk Lucas.


"Minta maaf untuk apa?"Tanyanya.


"Itu tadi....aku memukulimu,apakah itu sakit?"Vania nampak mengkhawatirkan Lucas.


"Tidak,lupakan saja.Lagipula semua ini kan memang kesalahanku yang terlalu egois,"Katanya sembari mengambil ponselnya yang masih berdering.


📞Lucas:"Halo! Ada apa Gama?"


📞Gama:"Kau itu ada dimana? Aku sudah menunggumu di rumah!"


📞Lucas:"Aku masih mau berangkat,tunggu aku,aku akan tiba dalam lima menit."


📞Gama:"Baiklah,lima menit ya."


Lucas menutup teleponnya,ia segera memasangkan seat belt Vania lalu memasang seat belt untuknya juga.Ia pun bergegas mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Sementara Vania hanya duduk terdiam sambil memejamkan matanya,kedua tangannya mencengkeram pinggiran kursi mobil.Tubuh Vania miring ke kanan dan ke kiri mengikuti kemana arah mobil yang dikemudikan Lucas.


Vania begitu takut karena Lucas mengemudikan mobil bak adegan di film Fast And Furious.Lucas dengan lihai menyalip mobil-mobil yang menghalangi jalannya tanpa mengurangi kecepatan sedikitpun.


Astagaa,orang ini benar-benar gila.Lihatlah dia mengemudi mobil dengan ugal-ugalan.Huh jantungku rasanya mau copot,sebenarnya dia mau membawaku kemana sih?


Sejurus kemudian,sampailah mereka di rumah Gama.Sang pemilik rumah pun keluar setelah mendengar klakson mobil Lucas.Gama menyambut mereka dengan ramah.Ia nampak begitu tampan dengan menggunakan setelan jas formal.


"Lu,kau memang hebat dalam mengemudi,kau benar-benar sampai dalam waktu lima menit tidak kurang dan tidak lebih,"Puji Gama sambil menepuk pundak Lucas.


Cih,memang apanya yang hebat? Perutku bahkan terasa mual karenanya.


Vania komat kamit sendiri karena masih kesal pada Lucas.


"Dan Nona ini pasti Nona Vania,iya kan?"Sapa Gama yang membuat Vania berhenti komat kamit.


"I..iya Tuan Nama saya Vania,"Jawab Vania.


"Kalau begitu mari silahkan masuk!"Ajak Gama.


Lucas dan Vania pun mengikuti langkah Gama masuk ke dalam tempat tinggalnya.Vania begitu terpesona memandangi tiap tiap desain rumah bergaya Bohemian itu.


Mereka berdua digiring menuju ke ruang makan oleh Gama.Di meja makan pun sudah nampak terpajang rapi jajaran makanan berkelas.

__ADS_1


"Ayo silahkan duduk,kalian berdua pasti belum makan kan?"Tanya Gama.


"Iya kami memang belum makan,tapi apakah makanan ini aman untuk dimakan?"Singgung Lucas."Seingatku dulu kau tidak punya pengalaman memasak."


"Tentu saja aman memangnya kau pikir makanan ini mengandung racun apa?"Protes Gama sambil menunjuk Lucas dengan sendok yang dipegangnya."Kau lihat baik-baik,ini adalah makanan yang aku beli di Restoran Nona Jessy dan bukan aku yang memasaknya sendiri."


"Oooh aku pikir kau yang memasaknya,Hehehe."Lucas tertawa terkekeh melihat sahabatnya begitu kesal karena pertanyaannya.


Sementara itu,Vania hanya menyimak perdebatan antara dua sahabat itu.Ia sesekali terlihat tersenyum melihat tingkah konyol kedua pria yang berada di satu meja makan bersamanya.


"Eh Nona Vania,ayo silahkan di makan,anda tidak perlu khawatir karena makanan ini aman dan tidak seperti yang dituduhkan oleh orang gila itu."Gama memberi kode lirikan pada Vania.Spontan Vania tergelak dibuatnya.


"Hey,siapa yang kau sebut orang gila huh?"Protes Lucas dengan matanya melototi Gama.


"Sudah,sudaaah ayo kita makan,tidak baik ribut di meja makan!"Tegur Vania.Kedua pria itu pun langsung tenang seperti anak kecil yang baru saja ditegur oleh ibunya.Mereka pun akhirnya menyantap makanan yang tersaji.


Setelah selesai,Gama mengajak Lucas dan juga Vania ke ruang kerjanya.Ruangan yang menjadi sumber kekuatannya,Ia mengajak Lucas dan juga Vania melihat peralatan terbarunya yang dilengkapi dengan teknologi modern.


Vania merasa bingung mengapa Gama membawanya dan juga Lucas ke ruangan itu.Ia pun memberanikan dirinya untuk bertanya,"Maaf Tuan Gama,untuk apa anda membawa kami kemari?"


"Apa?"Gama mengernyitkan dahinya.


"Oh ya aku hampir lupa,Gama ini adalah orang yang membuat dan menyebarkan artikel itu dengan akun anonim miliknya,ia mempunyai sejuta cara untuk melindungi keamanan datanya agar tidak terendus oleh siapapun termasuk ahli IT sekalipun,"Ungkap Lucas."Maafkan aku Vania,aku baru sempat memberitahumu."


Nona ini memujiku,atau mengataiku ya?Mambingungkan sekali.


"Vania jangan salahkan Gama,akulah yang memintanya melakukan ini dan kau bersikap baiklah padanya karena mulai saat ini kau akan tinggal disini bersamanya!"Pinta Lucas.


"APA? apa maksudmu Lucas,kau sudah gila ya? Kau menyuruhku tinggal serumah dengan seorang pria?"


"Iyaaa memangnya kenapa? Kau takut? Tenang saja dia tidak akan selera pada wanita sepertimu,"Ucap Lucas dengan entengnya.


"Kau ini ya benar-benar,apa kau tidak memikirkanku? Seenaknya saja me....emphh,"Kata-kata Vania terhenti saat bibir Lucas mendarat di bibirnya.Mata Vania terbelalak karenanya.Ia berusaha mendorong tubuh Lucas,setelah Lucas melepaskan ciumannya,terlihat pipi Vania bersemu merah seperti buah tomat.


"Aku tak segan melakukan hal yang lebih daripada ini jika kau terus menentangku!"Bisik Lucas di telinga Vania yang membuat jantungnya berdebar.


Gama bertepuk tangan melihat pemandangan itu."Waaah,waaah lihatlah kalian,apa keberadaanku disini mengganggu kalian?"Goda Gama."Kalau begitu aku akan pergi,kalian lanjutkan saja ehem ehemnya,hahaha,"Gama tergelak menyaksikan sahabat prianya yang baru saja mengeluarkan jurus ciuman maut.🤭


Gama hendak melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan itu,Namun,"TUNGGU!!!"Teriak Lucas dan juga Vania secara bersamaan.


"Lihatlah betapa serasinya kalian ini,hahaha."Puji Gama.

__ADS_1


"Diamlah kau,sebaiknya sekarang kau tunjukkan dimana kamar Vania!"Pinta Lucas.


"Astagaaa Lucas,sabarlah sedikit dan tahanlah keinginan dirimu,kalian itu bukan pasangan yang sudah resmi menikah kenapa terburu-buru ke kamar?"Goda Gama lagi.


"Hey bukan itu maksudku dasar otak kotor!"Sahut Lucas karena kesal.


Gama tertawa terkekeh melihat kecanggungan Lucas pada Vania,ia pun berjalan menunjukkan kamar yang akan ditempati Vania nanti.Gama melangkah menaiki tangga dan disusul oleh Lucas dibelakangnya.Sementara Vania nampak menjaga jarak,ia berada jauh dibelakang Lucas.


"Hey apa kau tidak takut kalau hantu penghuni rumah ini akan datang menyapamu?"Tipu Lucas yang berhasil membuat Vania ketakutan dan berlari mendekat padanya.


Lucas tersenyum melihat Vania seperti itu.Akhirnya sampailah mereka di kamar yang begitu luas dan indah dengan beberapa furnitur unik ala Bohemian.


Vania masuk kedalam kamar itu,ia melihat ke seleruh sudut kamar.Ia berjalan mendekat ke jendela kemudian membukanya,ia terkesima dengan pemandangan taman belakang rumah Gama yang terlihat asri dan menyejukkan mata.Taman itu nampak indah dengan tambahan sinar lampu warna warni yang membentuk hati.


"Vania aku tinggal dulu ya,aku masih banyak urusan,"Pamit Lucas."Oh ya satu lagi,masalah baju kau tak perlu khawatir karena Gama sudah menyiapkannya untukmu,kau istirahatlah."


"Baik,terima kasih."


Lucas pun segera pergi setelah berpamitan pada Vania.Ia meninggalkan Vania di rumah Gama.Ia saat ini sedang bingung,kenapa dia bisa sampai berani mencium Vania.Ia Heran kenapa tidak bisa mengendalikan dirinya tadi.


Kenapa aku sebodoh ini ya?


Lucas mengemudikan mobilnya menuju ke suatu tempat yang dikirim oleh Jessy.


Sepeninggal Lucas,Vania keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Gama.Tapi saat sudah menginjakkan kakinya di anak tangga,ia mengingat perkataan Lucas tentang hantu tadi.Ia pun mengurungkan niatnya dan memutar balik langkahnya dan betapa terkejutnya Vania melihat Gama yang sudah berdiri dihadapannya.


"Aaaaaaa Hantu,"Teriak Vania sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Nona ini saya Gama,bukan hantu,"Ujar Gama.


Vania pun membuka matanya perlahan yang sempat terpejam tadi."Oh maaf Tuan Gama,saya pikir anda hantu."


"Hahaha mana ada hantu setampan saya Nona,anda sudah termakan omong kosong Lucas tadi,hahahaha,"Gama tertawa terbahak-bahak melihat Vania seperti itu."Anda mudah sekali dibohongi oleh Lucas."


Vania menyunggingkan seyumnya kemudian memanyunkan bibirnya mengingat betapa konyolnya dirinya karena kebohongan Lucas."Tuan,bolehkah saya bertanya sesuatu?"


"Tentu saja Nona,anda mau bertanya tentang apa? Makanan kesukaan Lucas,film favorit,atau tipe wanita idamannya mungkin,"Goda Gama.


"Hey bukan itu,tapi apakah anda bisa memberitahu pada saya siapa Lucas sebenarnya?"Kata Vania yang nampak serius itu."Apakah anda tau apa alasan dia berusaha menghancurkan Tuan Heru Saptoyo yang merupakan Direktur di K-TECH GROUP?"


Dia terlihat begitu serius menanyakan hal ini,aku tidak mungkin menjawabnya dengan candaan.Hey aku harus apa ini?

__ADS_1


Gama



__ADS_2